OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

1 Nov 2014

1 Muharram: Refleksi Sebuah Kejayaan

Bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Selalu seperti itu roda perputaran waktu di alam semesta ini. Perubahan hanya menjadi lorong waktu yang tiada nilai yang di dapatkan. Perubahan hanya sebatas fenomena yang menghilang begitu saja. Padahal waktu demi waktu adalah momentum luar biasa yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya untuk melakukan sesuatu yang berharga. Bahkan satu hari adalah kenikmatan yang patut untuk kita syukuri.

Rasulullah bersabda:
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Ibnu Baththol mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”
Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”

Jika kita melihat masa-masa kejayaan Islam, sungguh waktu itu menunjukkan periodisasi kejayaan demi kejayaan umat Islam ketika itu. Begitupun dengan momentum 1 Muharram. Muharram (محرّÙ…) adalah bulan pertama tahun penanggalan Islam, Hijriyah. Ditetapkan pertama kali oleh Khalifah Umar ibnu al-Khattab atas saran dari menantu suci Rasulullah SAWW, yakni Imam Ali bin Abi Thalib karamalLahu wajhahu. Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar, pernah beliau mengutarakan gagasannya mengenai perlunya menetapkan kalender Isalam yang akan dipakai sebagai penenggalan dalam urusan administrasi masa kekhalifahannya,dan sebagai kebutuhan kaum muslimin, pada masa itu penanggalan yang dipakai kaum Muslimin berbeda-beda, ada yang memakai tahun gajah, dimana pada tahun itu terjadi penyerangan dari balatentara Abrahah dari negeri Yanan untuk menyerang Ka’bah, yang kemudian niatnya digagalkan Allah Yang Maha Esa. Dan di tahun itu pula lahirnya nabi Muhammad saw dan ada pula yang pemakaian tanggal didasarkan kepada hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. 

Untuk menetapkan kalender Islam ini, dicari momertum yang sangat tepat untuk dijadikan patokan sebagai awal permulaan Tahun Baru Islam. Maka Khalifah Umar ini mengadakan musyawarah yang dihadiri oleh pemuka-pemuka agama, dan pembesar-pembesar muslim. Di dalam pertemuan itu ada beberapa momentum penting yang diusulkan sebagai dasar penetapan pada tahun baru islam, dan momentum-momentum itu antara lain:
1. Dihitung dari hari kelahiran Nabi Muhammad
2. Dihitung dari wafatnya Rasulallah saw.
3. Dititung dari hari Rasulullah menerima wahyu pertama di gua Hira yang merupakan awal tugas kenabiannya.
4. Dimulai dari tanggal dan bulan Rasulullah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah.

Momentum 1 Muharram ini menjadi momentum besar perjuangan untuk meluaskan nilai-nilai Islam seantero Arab dan sekitarnya. Di dalam kekuasaan Khalifah Umar bin Khattab ini menjadi tonggak sejarah berdirinya sebuah khilafah Islamiyah yang wilayahnya sudah sangat luas. Artinya adalah momentum 1 Muharram ini adalah tanda sebuah perubahan besar menuju kejayaan Islam.

Maka dengan bergantinya tahun, dari 1435 H menjadi 1436 H, kiranya kita menyadari bahwa waktu adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa. Bisa jadi Allah mencabut nyawa kita sebelum kita melakukan amalan sholih. Naudzubillah. Maka pergunakan waktu itu untuk sepenuhnya mencari ridho Allah dan senantiasa kita menteladani kisah-kisah para sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in, serta para ulama yang telah menggoreskan tinta emas kejayaan.


9 Jul 2014

Edisi Ramadhan: Karena Peran Muslimah Begitu Berharga, Tetapi Kenapa Seakan-akan Diam?



Allah SWT menciptakan semuanya itu berpasang-pasangan. Panjang - pendek, tinggi - rendah, luas - sempit, dan juga Allah menciptakan Nabi Adam as juga Siti Hawa. Menjadi sebuah bukti betapa Allah Maha Pencipta dengan segala hikmah dibalik ciptaan-Nya. Mari kita menilik persoalan yang membelit generasi muda Islam terkini, yaitu sempit dan sedikitnya peran serta muslimah  dalam mengemban dakwah Islamiyyah. Bahkan kebanyakan mereka dari mereka tidak pernah aktif dalam lapangan dakwah. Mereka beralasan bahwa dakwah, amar makruf nahi munkar adalah tugas kaum lelaki.

Apakah alasan itu beralasan? Mari lihat firman Allah :

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah: 71)

Khadijah (radiyhuanha) memberikan kenyamanan, bantuan, dan dukungan kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadikan bukti terbesar dari sangat pentingnya peran ini. Para Sahabat Nabi yang memilih meninggalkan rumah mereka untuk pergi ke tempat yang ribuan mil jauhnya demi Islam pada awal-awal penyebaran Islam di Mekkah, juga memiliki dukungan dari istri mereka.


Pekerjaan para wanita Muslim di bidang Dakwah pada dasarnya memperkuat kerja dakwah pria. Sangat menyedihkan bahwa peran ini begitu terlalu diabaikan dan diremehkan. Dengan sifatnya sebagai selimut spiritual dan psikologis manusia, wanita dapat memainkan peran penting dalam Dakwah. Demikian juga bahwasanya wanita muslim lah yang paling tahu watak seorang muslimah. Jikalau laki-laki yang mencoba berdakwah kepada seorang muslimah, yakinlah akan mengalami kesulitan. Selain kesulitan dalam menjaga izzah, juga sulit dalam memahamkan.
Wanita, yang memahami peran mereka akan dakwah dan kebangkitan Islam, akan mulai mendidik diri mereka sendiri dan mencapai hak-hak mereka atas pendidikan dan tarbiyah. Lihatlah Hadis riwayat Abu sa’i bahwa Para sahabiyah pernah mengadu kepada Rasul saw karena merasa tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan para sahabat dalam mendapatkan penjelasan agama. Sebab Rasul saw ketika menyampaikan ajaran Islam dalam majlis, hanya dihadiri oleh kaum laki-laki. Maka Para wanita itu meminta kepada Rasul saw agar menyediakan satu hari khusus untuk memberi pelajaran kepada kaum wanita tanpa kehadiran laki-laki.
Ummu Sulaim mengajar anaknya Anas bin Malik tentang Islam, meskipun suaminya menolak Islam. Ketika Abu Thalhah melamarnya (sebelum menerima Islam) dia mengatakan bahwa mas kawinnya adalah Islam, Abu Thalhah pada gilirannya memeluk Islam dan menikahi Ummu Sulaim.
Jika kita bergerak ke lingkaran yang lebih luas, kita akan menemukan bahwa wanita Muslim memainkan peran besar dalam pengorbanan dan layanan untuk agama Allah. Sumayyah menyerah hidupnya ketika Abu Jahal membunuhnya karena memilih menjadi seorang Muslim. Dia adalah Muslim dan perempuan pertama yang tewas dalam Islam.
Khadijah, istri pertama Nabi yang sangat kaya, menghabiskan uangnya untuk mendukung dakwah suami tercintanya. Ummu Salamah rela meninggalkan suaminya dan melihat anak-anaknya dianiaya ketika dia hijrah. Ummu ‘Imarah turut berjuang dalam membela Nabi (damai dan berkah besertanya) dalam perang Uhud, dengan merawat yang terluka dalam pertempuran adalah peran Perempuan Muslim memainkan peran dalam perang sepanjang sejarah Islam.
So, tidak ada alasan lagi untuk tidak ikut dalam medan dakwah. Sesungguhnya engkau begitu berharga.





3 Jul 2014

Edisi Ramadhan: Gaza Gaza Gaza, Bukti Kekejaman Zionis La'natullah




Allahuakbar.. Allahuakbar.. Allahuakbar

Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakkan takbir

Sungguh Allah akan memberikan bukti atas janji-janji-Nya. Kebiadabanmu menunjukkan betapa takutnya engkau zionis. Tunggu saja kehancuran akan menimpamu. 

Ketika umat muslim di Indonesia sedang bersuka cita menyambut bulan penuh ampunan. Ketika umat muslim Indonesia disibukkan dengan penyambutan Ramadhan dengan penuh semangat. Di kala umat muslim Indonesia sedang lelap dalam tidurnya. Coba tengoklah, betapa beruntungnya kita. Saudara-saudara kita di Jalur Gaza mendapatkan serangan dari zionis la'natullah saat menjelang sahur. 

Sebagaimana diberitakan bahwa Serangan di saat umat Islam sedang sahur ini  menyebabkan sebanyak tujuh korban luka tiba di rumah sakit Kamal Udwan, utara Jalur Gaza  dan tiga korban lainnya berasal dari kota Gaza. Sumber-sumber Pusat Informasi Palestina (PIC) menegaskan, pesawat tempur Zionis menggempur dua pos keamanan milik Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas di barat Rafah, Jalur Gaza  bagian selatan dan satu lagi di kampung Tufah, dan titik lainnya di wilayah Maqusi.
Di utara Jalur Gaza, pesawat tempur Zionis menggempur lahan kosong yang terletak di sekolah Zaid bin Haris dan pos milik Al-Qassam. Selain itu, pos keamanan miliki Brigade Al-Quds, sayap militer Jihad Islami dekat desa Baduwi dan pos milik di dekat sekolah pertanian di Bethanun utara Jalur Gaza  juga menjadi serangan ‘Israel’. Pesawat tempur Zionis juga menyerang kantor pusat intelijen yang sudah hancur sebelumnya dengan tiga roket.
Sebuah bom cahaya yang tujuannya menerangi target juga dilepaskan ‘Israel’ di atas rumah-rumah warga di Jalur Gaza  utara dan disusul serangan bom. Akibatnya, serangan menimbulkan kerusakan rumah-rumah warga. Juru bicara militer ‘Israel’ Avighe Adari menegaskan, pesawat tempur ‘Israel’ menyerang 15 target milik Brigade Al-Qassam. Hingga saat ini, pesawat tempur ‘Israel’ masih melancarkan serangan-serangannya ke Jalur Gaza. (Hidayatullah.com)

Lihat siapa sekarang yang terlaknat. Sesungguhnya agama ini akan tetap menang. Betapapun engkau menyerang, tetapi serangan itulah yang menguatkan kami. 

Kita patut melihat kembali diri kita. Bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim. Bahkan tidak bisa disebut orang itu beriman ketika belum memiliki rasa persaudaraan antar sesama muslim. Maka, dengan kerendahan hati, marilah kita berikan do'a terbaik kepada saudara kita yang saat ini sedang dalam tekanan musuh-musuh Islam. 

1 Jul 2014

Dugderan: Romantisme Jelang Ramadhan

Salah satu pedagang gerabah yang ikut memeriahkan
dugderan. (Foto: Harsem/Cun Yahya, dari
http://hariansemarangbanget.blogspot.com/
2012/06/pedagang-dugderan-mulai-berdatangan.html)
Banyak orang berlalu lalang memenuhi Pasar Johar siang itu. Pasar tak hanya dipenuhi oleh ibu-ibu seperti hari-hari biasa. Hari itu, hari terakhir Bulan Sya’ban. Esok hari Ramadhan tiba. Semua keluarga berkumpul disana. Dugderan, mereka menyebutnya.

Seorang anak kecil berumur 10 tahun terhimpit banyak orang di gendongan ayahnya. Kedua tangannya ia kalungkan di leher ayahnya. Tepat di depannya perempuan berumur 30 an berjalan melawan kerumunan orang-orang mencarikan jalan untuk mereka.

Dolanane Bu, dolanane.” Teriak salah satu pedagang. Setiap dugderan, pedagang-pedagang berjualan barang-barang terbuat dari tanah liat yang dicat berwarna-warni sehingga terlihat lebih menarik. Barang-barang dari tanah liat ini dibentuk menjadi piring, teko, gelas, dll dalam ukuran kecil. Oleh karena itu, biasanya orang-orang membeli barang-barang tersebut untuk anak-anak mereka sebagai sarana bermain. Satu keluarga tadi pun tergiur untuk mampir di tempat barang-barang unik tersebut.

Sebuah Tradisi Jelang Ramadhan
Dugderan telah menjadi tradisi menjelang Bulan Ramadhan di Kota Semarang. Kegiatan ini berpusat di Pasar Johar. Di hari dugderan, Pasar Johar sangat penuh oleh orang-orang. Selain untuk berbelanja, meraka juga berniat untuk menyambut meriah Bulan Ramadhan yang akan datang keesokan harinya. Tak heran jika dugderan menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kota Semarang apabila bulan suci Ramadhan akan segera tiba.

Sebuah Romantisme
Arena pasar Dugderan seperti biasanya diramaikan arena permainan anak-anak seperti komedi putar, tong setan hingga hiburan pasar malam. Keramaian pasar rakyat ini akan berakhir pada puncak tradisi Dugderan satu hari menjelang 1 Ramadhan yang ditandai dengan arak-arakan dugderan yang dimulai dari halaman Kantor Walikota menuju Masjid Kauman Semarang


Tidak hanya sebagai sebuah tradisi, dugderan menjadi sebuah romantisme tersendiri. Saat dugderan, banyak anggota keluarga yang pergi ke Pasar Johar dengan membawa semua anggota keluarganya. Hampir sebagian besar masyarakat Kota Semarang pun berkumpul jadi satu pada hari itu. Tujuan mereka sama, meyambut datangnya bulan suci Ramadhan bersama orang-orang yang mereka cintai.

Begitulah Dugderan menghadirkan gegap gempita, bukan hanya dimaknai sebagai sebuah tradisi, tetapi menjadi kebahagiaan akan datangnya bulan yang mulia: Bulan suci Ramadhan. Selamat berlomba-lomba dalam kebaikan.

(Ditulis oleh Devi Setianingsih dalam Pelatihan Jurnalistik Internal Media Komunikasi dan Informasi BPPI, 24-25 Juni 2014. @devi_setia20)

24 Nov 2013

Makna Kekayaan

Seorang sahabat bernama Andi, -bukan nama asli-, berkisah bahwa ia pernah bekerja di sebuah perusahaan Yahudi. Ia sudah menjadi manusia yang kaya raya di usianya yang lagi belum mencapai 40 tahun. Lebih dari 200 negara sudah ia sambangi. Semua itu dilakukan demi mencari kekayaan dunia untuknya, dan untuk perusahaannya yang dimiliki orang Yahudi.


Dia bertutur betapa satu sen pun harus dikejar dalam bisnisnya. Kerugian meski hanya satu dollar akan membuat pemilik usaha menjadi panik. Apalagi model krisis global seperti saat ini.

6 Okt 2013

Kala Cinta Tak Bersambut


Bila cinta antar lawan jenis dibalut dengan suasana Islami, pasti kisah ‘Ali dan Fathimah selalu menjadi andalan. Bagi sebagian orang, kisah cinta putri bungsu Rasul dengan khalifah keempat umat Islam ini merupakan sepenggal episode cinta tak terlupakan dalam rekam jejak kenabian.


Namun tahukah, masa kenabian tak hanya diwarnai dengan jalan yang lempang dan mudah, yang di akhir kisah selalu berakhir dengan senyum simpul dan tawa. Dalam kaitannya dengan kisah cinta, ada juga kisah dari mereka para shahabat yang kisah mereka tak semulus ‘Ali dan Fathimah. Namun dari mereka, selaksa hikmah dapat kita ambil guna menjadi bekal pedoman kita dalam menghadapi kekinian.

7 Apr 2013

Jilbaber Tempoe Doeloe



Mau berjilbab? Sekarang mudah banget. Namun beberapa dekade lalu, sekedar ‘meletakkan kain ke kepala’ tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan yang berat dari para jilbaber tempoe doeloe hanya demi mengenakan jilbab.

 Berjilbab, dulu tak semudah sekarang

Setidaknya, sejarah mencatat dengan tinta emas, perjuangan kaum jilbaber mulai marak sejak awal 1980-an. Meski sebelum itu, juga sudah ada yang memperjuangkannya. Tapi semua pihak sepakat bahwa gerakan yang secara massif mengajak kaum Muslimah Indonesia untuk menutup aurat, dimulai awal 1980-an. Seiring dengan semangat kebangkitan Islam di seluruh dunia.

Lantas, apa saja yang telah dicapai dan belum diraih oleh perjuangan “Revolusi Jilbab” di tanah air ini setelah berjalan selama 31 tahun. Masihkan revolusi kultural ini berjalan seiring dengan banyaknya persoalan bangsa dan umat yang harus kita selesaikan?

24 Okt 2012

Kita Tak Sama


Sang surya seolah hendak membakar habis dunia. Angin gurun yang kering nan panas berhembus kencang, menerpa dangau pribadi yang ada di sebuah padang gembalaan, membuat dindingnya berderak keras. Di dalam, sang pemilik sedang menyanding air sejuk dan bebuahan tatkala kemudian terlihat sesosok lelaki tinggi besar yang tengah menantang kencangnya angin gurun dan panasnya mentari. Terlihat lelaki itu mengejar dan menggiring seekor anak unta.



“Masya Allah!” seru sang pemilik dangau melihat lelaki tinggi besar itu, “Bukankah itu Amirul Mukminin?!”

21 Okt 2012

Aku Diajarkan Membenci Islam

“Selama ratusan tahun, kami diajarkan baik dalam sejarah dan buku-buku agama untuk membenci agama Islam dan menghinanya. Semua karikatur dan fitnah terhadap Nabi Muhammad yang beredar di media, adalah bagian dari materi pelajaran dan ujian di sekolah.”
 
Ini adalah cerita perjalananku dalam menemukan Islam.


 
Aku dilahirkan di kota Athena, Yunani dari keluarga Yunani Orthodok. Keluarga ayahku tinggal di Istanbul Turki hampir sepanjang hidup mereka, dan ayahku pun lahir dan dibesarkan disana. Keluarga ayahku adalah keluarga kaya, berpendidikan, dan seperti layaknya keluarga kristen orthodok yang tinggal di negara Islam, mereka pun melaksanaan ibadah sesuai agama mereka.

7 Okt 2012

Tutup Matamu! Percaya Temanmu!


“Pada suatu hari di tahun ketiga kuliahku, 1978,” tulis Mitch Albom dalam Tuesday with Morrie, “Profesor Morrie Schwartz berkata bahwa dia mempunyai satu latihan yang harus kami coba. Kami diminta berdiri tegak, membelakangi teman sekelas kami yang berkerumun agak jauh. Kami lalu disuruh menjatuhkan badan ke belakang, mempercayakan diri kepada kawan-kawan yang berada di sana untuk menangkap tubuh kami.”



“Kebanyakan di antara kami tidak merasa tenang. Maka kami menjatuhkan diri dengan takut-takut, tidak bebas, dan bahkan melompat serta menjejakkan kaki meski baru miring beberapa derajat. Kami menutupi rasa malu kami dengan tertawa.”

“Akhirnya tampillah seorang mahasiswi, kurus, pendiam, berambut warna gelap yang sehari-hari nyaris selalu memakai sweater ala nelayan berwarna putih kedodoran.

2 Sep 2012

Kisah Nyata Horor di Ramadhan Lalu


Tulisan ini disadur dari tulisan Kun Geia, saat Ramadhan 1433 H lalu, dengan penyesuaian dari redaksi.

Masjid Al Hidayah, Garut, 12 Agustus 2012.

Pernahkah mendengar bunyi napas yang diseret? Bukan tarikan napas, tapi seretan napas. Jika tarikan napas bisa saja sama dengan desah napas biasa, tapi seretan napas terdengar lebih buruk dan lebih memprihatinkan ketimbang suara napas orang yang sedang terserang asma akut.




Tahukah rasana bagaimana ditatap oleh mata yang polos? Bukan tatapan kosong, bukan pula tatapan lugu, tatapan polos. Tak ada rasa, tak ada citra, tak ada apa-apa?

Baiklah, teruskan membaca tulisannya.