OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

Tampilkan postingan dengan label Press Release. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Press Release. Tampilkan semua postingan

29 Mar 2018

Press Release Go Kafe 2018

🌱 PRESS RELEASE GO KAFE 2018 🌱

Senin, 19 Maret 2018
Aula FEB UNS

     🌈 _New Chapter of My Life: Make Impossible to be I'm Possible_ 🌈

👤 Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia
(Presma KM UGM 2017)


 Alhamdulillahirobil'alamin pada hari Senin, 19 Maret 2018 telah diadakan GO KAFE 2018  dilaksanakan oleh BPPI FEB. Acara tersebut dilaksanakan di Aula FEB UNS dengan dihadiri sejumlah 154  peserta mahasiswa FEB serta mahasiswa fakultas lain di UNS.
GO KAFE tahun ini BPPI mengundang Alfath Bagus Panuntun, beliau adalah Presma KM UGM 2017. Dalam kesempatan kali ini beliau memberikan kajian dan motivasi yang sangat berharga bagi para mahasiswa.
.
Pada awal penyampaian materi, mas Alfath mengingatkan kita sbgai manusia bahwa disadari ataupun tidak, setiap diri mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan fisik, perubahan pola pikir, cita-cita dsb.Semua itu merupakan proses perjalanan hidup.
Namun, akan ada titik dimana kita harus memilih. Memilih menjadi insan yg seperti apa. Menjadi manusia yg kuat, mampu menyebarkan kebaikan atau menjadi manusia lemah, putus asa dan mengikuti arus zaman.
.
🌈Beliau menekankan kita sebagai mahasiswa, sebagai pemuda, haruslah mampu memanfaatkan waktu dan peran kita.
🌈Ketika menjadi mahasiswa memanfaatkan kesempatan bertanya serta mendapat jawaban, mendapat pengetahuan.
🌈Kita adalah pemuda harapan bangsa, yg akan melanjutkan estafet kepemimpinan, maka manfaatkan waktu untuk mengajak, menebarkan kebaikan.
.
☀ 1 pesan penting yg Mas Alfath sampaikan untuk para pemuda zaman milenial yakni :

🍃 _Jadikan status Facebook mu untuk mengajarkan kebaikan,_
_Jadikan kicauan Twittermu untuk mewartakan kebaikan,_
_Jadikan caption Ig mu untuk mengajak kebaikan._
_Ubahlah dunia ini dengan cara sederhana, gantilah status2 galau keluh kesah sedihmu, dengan status2 mengajak kebaikan_ 🍃

⛅ Mas Alfath juga mengajak kita para pemuda untuk mampu melampaui mimpi. Kenapa kita harus melampauinya karena dunia harus diisi dengan harapan, mimpi dan cita-cita.
.
💫 3 Kiat-kiat untuk Melampaui Mimpi 💫
1. Memohon Pertolongan Allah (Qs. Al Fatihah : 5) memohon agar Allah menggerakkan dan menguatkan hati hambanya.
2. Menjalin dan menjaga Ukhuwah persaudaraan dan soliditas (Qs. Al Hujurat : 10)
Karena akan lebih ringan ketika bersama-sama dalam melampaui mimpi, mereka ada untuk menguatkan kita
3. Kerja Keras (Qs. As Sajdah : 16)   Bagaiman diri mampu melawan musuh, yaitu kemalasan. Ingat bahwa waktu kita sedikit, amanah kita banyak.
.
💧Terakhir, pesan yg beliau sampaikan kepada pemuda Islam adalah
'Andaikan kita belum bisa menjadi penghafal Al-Qur'an maupun penghafal dari ribuan Hadits, maka berdoalah kepada Allah untuk dijadikan Ahli Hikmah, yaitu orang yg pandai mengambil hikmah, mampu mengambil ibroh dari setiap kejadian'




Teruslah berpositive thinking, hidup terlalu sulit untuk diratapi, yang perlu kita lakukan adalah, syukuri nikmati dan hadapi.


30 Des 2014

Jalinan Ukhuwah yang Terjalin dengan Indah: Saudaraku Forstilling FEB UB



Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Surakarta - (27/12/2014) Bumi ini seakan terasa sempit. Hampir di setiap jengkal kita berdiri, disanalah manusia-manusia pilihan selalu mengiringi. Tunas-tunas perjuangan seakan melingkupi hampir di seluruh semesta. Bibir ini akhirnya tersungging indah memancarkan kesejukannya. Melihat mereka Sang Pejuang yang akhirnya datang setelah menanti beberapa detak waktu.

Hari ini Saudara kami dari Forstilling (Forum Studi Islam dan Lingkungan) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang yang merupakan Lembaga Dakwah Fakultas melakukan kunjungan dalam rangka studi banding dan silaturrahim. Mereka datang jauh dari Malang ke BPPI FEB UNS dalam rangka menjalin jaringan eksternal. 

Sampai di kota Budaya Surakarta pukul 06.00 WIB, rombongan langsung menuju Masjid Nurul Huda UNS untuk istirahat. Sambutan hangat langsung terpancar seketika bertemu. Acara dilanjutkan di Ruang Sidang 2 FEB UNS yang diisi dengan sambutan dari ketua dan perkenalan masing-masing lembaga. Acara berlangsung dengan baik dan dilingkupi oleh nuansa ukhuwwah Islamiyah. Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan oleh masing-masing lembaga.

Kebetulan juga dalam momentum ini, BPPI FEB UNS dan Forstilling FEB UB telah melakukan proses reorganisasi, sehingga dalam acara tersebut juga diperkenalkan ketua yang baru di masing-masing lembaga. Serangkaian acara yang telah berlangsung semoga dapat merekatkan ukhuwwah di antara kita dan do’a-do’a selalu tercurah di setiap langkah juang kita semua. Amin.

15 Des 2014

Musyawarah Anggota XXXI BPPI FEB UNS 2014

Surakarta, bppifebuns.blogspot.com - Senin (15/12). Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (BPPI FEB UNS) mengadakan Musyawarah Anggota (Musang) ke-XXXI sebagai kegiatan pamungkas untuk menutup kepengurusan periode 2014. Musyawarah ini telah berlangsung sejak Senin 15 Desember 2014. Tujuan dari acara ini merupakan bentuk evaluasi kinerja BPPI selama satu periode kerja (2014).

"Satu periode keberjalanan BPPI akan dipertanggungjawabkan kepada anggota BPPI melalui Musang. Anggota BPPI meliputi seluruh mahasiswa Muslim FEB", ujar Hafid Tamimi, Ketua Umum BPPI FEB UNS periode 2014.

Anggota yang hadir dibagi menjadi dua yaitu aktif dan biasa. "Anggota aktif adalah pengurus BPPI, sedangkan anggota biasa merupakan mahasiswa Muslim FEB non-pengurus. Non-pengurus termasuk juga alumni yang tergabung dalam IKABI", lanjutnya.

Hafid meneruskan, hal-hal yang paling disorot dari evaluasi kali ini adalah ketercapaian visi dan misi BPPI periode 2014. "Ketercapaian nanti akan dinilai oleh evaluator, dan hari ini diumumkan apakah Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) diterima atau ditolak. Atau diterima dengan syarat. Dari adanya kegiatan Musang ini tampak kepedulian, kecintaan terhadap bidangnya masing-masing."

Evaluator yang hadir pada hari terakhir Musang XXXI ini adalah Deni Eko (Akuntansi 2011, Biro AAI FEB UNS), Punto Jatmiko (Ekonomi Pembangunan 2010), Rona Murni Hamdyah (Ekonomi Pembangunan 2010), dan Febrianto Endy Pratama (Ekonomi Pembangunan 2010). Keempatnya memberi penilaian terhadap LPJ tahun ini, juga didasarkan dari penilaian evaluator lain yang telah hadir di hari sebelumnya. Evaluator juga menjelaskan bagaimana penilaian tersebut didapat, sehingga dapat menjadi perbaikan di periode mendatang.

Acara selesai pada pukul 17.30 WIB dan ditutup dengan penyerahan hadiah dari evaluator sebagai bentuk inisiasi kepengurusan 2014, dari Ketua Umum BPPI FEB UNS 2013 Dananjaya Perdana kepada Hafid Tamimi. Bidang terbaik diraih oleh Kaderisasi dan Pembinaan, kemudian staff terbaik diraih oleh Didik Nugroho. (aryo)

20 Okt 2014

Sarasehan FEB: BPPI, KEI, dan Biro AAI FEB UNS


Surakarta, Medkom BPPI FEB UNS (20/10) - Lembaga Dakwah Kampus BPPI FEB UNS, beserta Kajian Ekonomi Islam (KEI) FEB UNS dan Biro Asistensi Agama Islam (Biro AAI) FEB UNS mengadakan "Sarasehan FEB: BPPI, KEI, Biro AAI". Acara ini dilaksanakan di Ruang Sidang 2 FEB
UNS, dimulai pada pukul 16.00 WIB. Sarasehan FEB bertujuan untuk mempererat lagi ukhuwah antar lembaga dakwah yang ada di dalam FEB UNS.

"Pada dasarnya kita ini satu akar, semoga dari sarasehan ini kita dapat lebih erat lagi ukhuwahnya dan menyatukan tujuan kita", ujar Ade Syahputra, Kabid (Kepala Bidang) Humas BPPI 2014.

Acara di buka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ahmad Agus Nugroho, Kabid Kestari (Kesekretariatan) BPPI FEB UNS.

Acara dari tiga lembaga yang berlandaskan Islam ini merupakan acara yang pertama kali diadakan. "Harapannya kita semua dapat memberi solusi ke depannya, mengevaluasi permasalahan-permasalahan yang ada dan bergerak bersama-sama, agar kita semua memiliki pandangan yang sama", demikian yang disampaikan Luthfi Aditya Mas'ud untuk membuka diskusi.

Deni Eko, dari Biro AAi FEB UNS membuka diskusi sarasehan ini. Menurutnya, sebagai organisasi Islam perlu untuk menyamakan persepsi. "Kita bareng-bareng bersinergi agar dapat membangun FEB lebih baik".

Hafid Tamimi, Ketua Umum BPPI FEB UNS 2014, memaparkan bahwa organisasi kita meskipun terlihat berbeda-beda, tetapi memiliki satu 'topeng' yang sama yaitu Islam.

"Kita berada di Fakultas Ekonomi berusaha bersinergi untuk mencerdaskan ekonom yang sholih, dan mensholihkan ekonom yang cerdas". Menurutnya, tiga organisasi ini berada di atas jalan yang sama, sedang membangun jalan yang sama, dan memiliki tujuan yang sama.

"Bahkan kita berasal dari rahim yang sama, yaitu dakwah", lanjut mahasiswa dari jurusan Akuntansi ini. "Ingatlah kita adalah saudara".

Presiden KEI, Fahmi Setyadi, berpendapat bahwa kita memang masih berada di jalan yang sama. "KEI bergerak di ranah dakwah, ukhuwah, dan ilmiah. Di sini kami bermaksud untuk menyampaikan ekonomi Islam agar dapat dilogikakan masyarakat umum".

Menurutnya, ada karakter dalam KEI yang dibangun. Yaitu karakter kokoh dan mandiri. "Kokoh berarti memiliki kekuatan, kematangan, dan kedewasaan secara ruhiyah. Mandiri artinya mampu mengembangkan diri", demikian penjelasan dipaparkan.

"Fanatisme kita terhadap golongan haruslah dihapus. Kita harus tetap satu bingkai dalam Islam. Biro AAI bukan Islam, BPPI bukanlah Islam, KEI bukanlah Islam", lanjutnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan membentuk forum diskusi untuk saling bebagi capaian-capaian organisasi. Diskusi ini juga untuk mencari solusi apa yang dapat diaplikasikan, guna memecahkan masalah dakwah di FEB UNS. (aryo)

BINCANG-BINCANG MUSLIMAH : HIJAB COVERS MY HEAD NOT MY MIND

Pada tanggal 16 September 2014 yang lalu Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam (BPPI) FEB UNS mengadakan sebuah acara khusus untuk para muslimah yaitu Bincang-Bincang Muslimah dengan mengangkat tema ”Hijab Covers My Head Not My Mind”. Untuk mendapatkan output acara yang diharapkan, panitia bekerja keras untuk mendapatkan pembicara yang sesuai dengan tema acara yaitu Umi Pipik dan Yulia Rachman.
Bincang Bincang Muslimah kali ini merupakan rangkaian acara dari IHSD (International Hijab Solidarity Day). Dan pada kesempatan tersebut, kedua pembicara sama-sama menekankan bahwa muslimah hendaklah mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka sebagaimana tercantum dalam Q.S Al Ahzab : 59 ”Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin : Hendaklaah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dalam acara ini, Yulia Rachman juga memberikan nasihat bahwa jilbab tidak akan membatasi kita untuk berkarya. Hijab justru membantu mengantarkan kita berkarya untuk hal-hal yang baik. Sementara Umi Pipik sendiri menekankan bahwa dengan hijab kita dituntut untuk berusaha lebih baik tanpa meresa kita telah menjadi yang terbaik. Dengan hijab diharapkan kita juga menjadi muslimah yang pintar merasa, bukan merasa pintar.

Begitu indahnya Islam menjaga kehormatan para muslimah. Dan ketahuilah hai muslimah, hijabmu bukanlah penghalang dan pembatas bagimu, dia adalah sahabat yang akan mengantarmu berkarya untuk hal-hal yang lebih baik jika kamu mau berusaha.

17 Okt 2014

Know Your Culture In Our Ways: Wisata Hati 2014

Selo Boyolali - Dinginnya udara begitu terasa setelah memasuki kawasan pegunungan nan elok itu. Indahnya pagi itu memberikan kesejukan hati dan fikiran. Beban seolah sirna seketika melihat pemandangan yang luar biasa. Tidak terasa, jalan yang berkelok dengan aspal yang terjal sudah terlewati begitu saja. Suguhan pagi ini membuat hati seakan berkata betapa agung ciptaan Allah SWT. Masyaa Allah.

Itulah kesan pertama seketika melihat keagungan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Dua gunung besar yang merepresentasikan betapa agung ciptaan Allah SWT. Hari inilah saatnya kami menyambut mahasiswa baru dalam nuansa ukhuwwah Islamiyah. Di tengah dinginnya cuaca ini, diri ini telah mengazzamkan tekad untuk menyambut momentum besar, yaitu Wisata Hati. 

Wisata Hati edisi 2014 mengusung tema besar "Know Your Culture In Our Ways". Dengan mengangkat tema ini, wisata hati diharapkan mampu mengembalikan ingatan mahasiswa akan kejayaan Islam masa lampau dan bagaimana kemudian peran mahasiswa muslim saat ini ditengah permasalahan umat yang semakin menghimpit. Selain itu wisata hati juga berusaha mengenalkan keagungan Islam dan mencoba membuat mahasiswa muslim bangga dengan ke-Islamannya.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yang dikemas dalam beberapa acara menarik. Mulai dari materi "The Amazing of Islam" yang dibawakan oleh Akh. Zulfikar Ali Ahmad S.E, kemudian game "Mafia-Mafia Selo", kemudian dilanjutkan dengan materi diskusi tentang permasalahan umat dan peran strategis umat Islam oleh Akh. Ery Kurnia dan ditutup dengan Outbong Ceria dan materi terakhir tentang ke-LDK-an dan ke-BPPI-an oleh Ketua Umum BPPI 2014, Akh. Hafid Tamimi.

Acara berlangsung dengan lancar dan sampai di Solo dengan lancar pula. Semoga momentum ini menjadi pintu awal kejayaan Islam di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS.




10 Okt 2014

Rongga Hati dan Dimensi Keimanan: Berpadu dalam Mencapai Kemuliaan

Surakarta - Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS bekerjasama dengan Badan Pengkajian Pengamalan Islam mengadakan acara Kajian Civitas Akademika FEB UNS dengan mengangkat tema Usaha Pribadi Manusia yang disampaikan oleh Ustadz Supriyadi Wibowo dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS (10/10). Kajian ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh pihak Fakultas dengan tujuan untuk menyambung tali silaturrahim antara dosen dan karyawan, juga mahasiswa yang dikemas dalam acara yang bermanfaat, yaitu kajian Ke-Islaman. 

"Manusia memiliki tiga rongga, yaitu rongga perut, rongga kepala, dan rongga hati." Ucap Ustadz Supriyadi. Rongga perut sangat berpengaruh kepada kekuatan manusia, misalnya kerbau yang notabene pemakan tumbuh-tumbuhan memiliki kekuatan tertentu dan harimau sebagai hewan karnivora, kekuatannya jauh berbeda dan masuk ke dalam rantai makanan paling atas. Sedangkan manusia, berbicara tentang rongga perut, maka manusia termasuk ke dalam gologan omnivora, yaitu pemakan segala, baik tumbuh-tumbuhan maupun daging. Dan poin pentingnya adalah adakalanya sifat manusia jauh lebih buruk daripada hewan. Sifat rakus atau tidak pernah puas sering bersarang kepada kehidupan manusia.

Sedangkan rongga kepala berkaitan dengan cara manusia dalam berkehidupan. Dahulu yang tidak ada listrik, sekarang sudah ditemukan. Begitu seterusnya sampai batas yang entah kapan selesainya. Teknologi senantiasa berkembang berkat pengaruh otak manusia yang semakin berkembang. Namun yang menjadi permasalahan adalah kaitan antara rongga kepala dan rongga hati kadang terlupakan. Inovasi apapun ini tanpa dinaungi oleh hati maka hasilnya akan tidak terarah. 

Rongga hati sangat berkaitan erat dengan potensi Iman. Dan iman ini akan mempengaruhi rongga perut dan rongga kepada. Iman menjadi landasan dasar bagi seorang muslim untuk berkehidupan sehari-hari. Kekuatan iman juga dahsyat pengaruhnya kepada sebuah keadaan tertentu. Misalnya adalah Nabi Ibrahim yang tidak terbakar oleh kobaran api yang dilakukan oleh Raja Namrud. Meskipun itu adalah mukjizat Allah, tetapi tanpa adanya landasan iman, maka mustahil mukjizat itu akan terjadi.(10/10)




4 Jun 2014

Profil FEB UNS: Sebuah Kebanggaan


Assalamu'alaykum, 
Sobat semuanya..
Hari ini kami senang banget, ternyata sudah punya adik lagi. Iya adik tingkat maksudnya. Kami ucapkan selamat datang di FEB UNS, seomga segala impian dan cita-citanya bisa diukir disini. 
 Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu luar biasa lho!!!!
Eh iya, lihat aja nih Program Studi S1 Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan telah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT. Saat ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis telah terdaftar sebagai anggota lembaga akreditasi internasional AACSB dan ABEST. Bukan hanya itu saja, dari sekian jurusan yang ada di UNS, jurusan Manajemen dan Akuntansi menjadi jurusan yang paling diminati loh. Wah, luar bisa sekali teman-teman semuanya bisa menembus persaingan yang ada.

Oke, kalau membutuhkan bantuan seputar pelayanan informasi terkait FEB, KAMI SIAP MEMBANTU
CP: 085728379231 (Hafid Tamimi)

19 Mei 2014

Kunjungan BPPI FEB UNS ke Mizan FEB Undip

Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (BPPI FEB UNS) mengadakan kunjungan kelembagaan ke Mizan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Mizan FEB Undip) di Kota Semarang, Sabtu 17 Mei 2014. Kunjungan ini menjadi satu rangkaian acara dengan Rapat Harian Lengkap dan rihlah ke Candi Gedongsongo di Bandungan.

Rombongan BPPI FEB UNS sampai di Undip pukul 14.30 WIB. Acara pertama merupakan perkenalan yang dibuka dengan tilawah Al-Qur'an oleh salah satu anggota Mizan FEB Undip, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Mizan FEB Undip, Hafizh Matin, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip, Afief El Ashfahany, dan yang terakhir Ketua Umum BPPI FEB UNS, Hafid Tamimi.

Memasuki waktu Ashar, acara dilanjutkan dengan 'ishoma' (istirahat, sholat, makan). Tepat pukul 16.00 WIB, acara dilanjutkan dengan diskusi antar bidang. Diskusi yang bertujuan untuk saling mendalami keadaan masing-masing lembaga ini dibagi mengikuti jumlah bidang (atau kompartmen Mizan FEB Undip), dan tersebar di beberapa titik kampus.

Pukul 17.00 WIB acara diskusi selesai. Masing-masing lembaga saling bertukar vandel yang diwakili oleh masing-masing ketua lembaga. Acara kemudian ditutup dengan do'a bersama oleh Hafizh Matin. Rombongan BPPI FEB UNS kemudian melanjutkan rangkaian acara selanjutnya hingga hari Minggu, 18 Mei 2014.

11 Mei 2014

Tantangan Zaman itu Berbeda: Bersama Bapak Adi Firman Ramadhan

       

            Pak Afran, begitulah nama akrab beliau. Saat ini beliau tercatat sebagai salah satu Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS. Dosen yang bertempat tinggal di Jaten Karanganyar ini juga bertindak sebagai pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Pengkajian Pengamalan Islam (BPPI) FEB UNS. Hal ini tidak terlepas dari pengalaman beliau sewaktu menjadi mahasiswa yang aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa. Dua periode beramanah di BPPI, menjadi CEO HMJA, dan juga pernah menjadi Ketua DEMA UNS.
            Suatu senja yang cerah mengiringi langkah kami menuju kediaman beliau. Ramainya jalanan menuju Karanganyar tidak menyurutkan niat kami untuk menimba ilmu dari beliau yang sekaligus menjadi bagian dari IKABI (Ikatan Alumni BPPI). Kami pun tiba dan langsung mendapat sambutan hangat dari beliau. Kami persilakan masuk dan duduk melingkari beliau. Pertama kali beliau menyampaikan terkait dengan DoA (Dompet Alumni). “Melihat banyaknya Ikabi yang memberikan donatur, berarti adanya DoA ini disambut baik oleh alumni” ujarnya. Beliau juga mengatakan bahwa yang terpenting lagi adalah feed back dari adanya DoA ini, karena para alumni juga membutuhkan kejelasan penggunaan dana.
            “Tantangan ketika saya dulu di BPPI adalah adanya anggapan bahwa BPPI itu eksklusif, jarang membaur. Kalaupun membaur itu hanya dengan sesamanya (BPPI, red).” Ucapnya. Beliau meneruskan bahwa tantangan BPPI itu berbeda dari zaman ke zaman. Pejuang BPPI akan senantiasa berbeda dan memiliki karakter tersendiri di setiap zamannya. Kemudahan teknologi saat ini bisa digunakan sebagai sarana dakwah sehingga dakwah yang diperjuangkan akan mampu tersampaikan dengan baik di kalangan civitas akademika.

            Percakapan itu pun akhirnya terhenti karena adzan maghrib sudah berkumandang. Dan akhirnya inilah kunjungan BPPI ke kediaman Bapak Afran telah usai. Semoga ukhuwah ini akan terputus. Dan semoga silaturrahim ini Allah akan memanjangkan umur kita dan membukakan pintu rezeki untuk kita. Amin.