OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

5 Jul 2014

Edisi Ramadhan : Aturan Islam Menjagaku dari Fitnah Dunia



Alangkah seringnya,
Mentergesai kenikmatan itu
Membuat detik-detik di depan terasa hambar
Kelezatan itu akan hilang
Dari orang yang terpenuhi tuntutan syahwatnya yang haram
Yang tersisa hanyalah dosa dan hina
(Salim A.Fillah)

Dalam firman Allah surat Ali Imran ayat 14 dikatakan “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita, anak-nak, harta yang banyak dari emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat kembali yang baik”. Jelas tidak ada yang salah dengan ayat diatas, karena penempatan wanita dalam urutan pertama bukannya tidak beralasan. Lihat saja perlakuan masyarakat Yunani pada zamannya, dimana pengakuan terhadap seorang wanita pezina menjadi hal yang sangat dielukan. Berbeda sekali ketika di zaman Rasulullah, wanita layaknya berlian yang selalu dijaga dengan baik. Tidak jauh berbeda dengan kondisi saat ini dimana golongan manusia dari jenis wanita atau biasa dikenal dengan “perempuan” memiliki tuntutan moral yang lebih tinggi dari laki-laki baik di masyarakat maupun kehidupan dalam berkeluarga kaitannya penjagaan dirinya. Dan ini menjadi tanggung jawab bersama. Coba tengok surat At-Tahriim ayat 6, "Hai orang2 yg beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari (siksaan) api neraka." Masih nyangkal kalau ini bukan tanggung jawab bersama? Nah lo
Satu lagi fakta yang sering kita lewatkan bahwasanya Islam menjaga seorang wanita secara totalitas. Dalam Islam seorang wanita muslim tidak diperkenankan bepergian jauh tanpa muhrimnya. Ketentuan ini dipertegas dalam hadist dari Ibnu Abbas, ia mendengar Rasulullah saw bersabda “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki melepas seorang perempuan kecuali dengan muhrimnya.” Ada seorang laki-laki bertanya:wahai Rasulullah, sesungguhnya istriku pergi haji, saya telah tercatat untuk ikut dalam peperangan ini dan itu.” Beliau bersabda: “Pergilah kamu dan berhajilah bersama istrimu” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim). Hal ini semata-mata diperuntukkan bagi kebaikan wanita itu sendiri untuk menghindarkannya dari fitnah. Karena sesungguhnya fitnah lebih kejam dari menghilangkan nyawa seseorang. Lebih jauh lagi, hal ini dikaitkan dengan kewajiban menutup aurat bagi seorang wanita muslim. “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan ….(QS. An-Nur : 31)
Dan lagi-lagi, Ramadhan ini adalah momen paling baik untuk memulai hal-hal yang baik. Tanpa menunda lagi, tanpa mencari-cari pembenaran untuk setiap yang kita lakukan saat ini. Yuk kita mulai perbaiki sekarang.Semangat Ramadhan.

4 Jul 2014

Edisi Ramadhan: Merah Putih Warna Kesukaan Nabi?...

Merah Putih Warna Kesukaan Nabi?...
“Apa warna bendera indonesia?...”  tanya seorang guru kepada muridnya. “merah putih Bu” sahut seorang murid dari salah satu meja.Ya,memang merah putih merupakan warna bendera indonesia.tetapi sejak kapankah  indonesia mengenal warna merah putih sebagai warna benderanya?.
Dalam sejarah singkat tentang asal mula negara indonesia warna merah putih berasal dari zaman awal masuknya islam kenusantara pada abad ke 7M. pada saat itu,dalam perjalanan delegasi Khalifah Utsman bin Affan ke kaisar china atau Tiongkok sekarang,mereka sempat singgah di kepulauan nusantara.para utusan ini kemudian memyebarkan budaya muslim kepada penduduk di wilayah nusantara.
Sebagian umat islam tidak tahu bahwa panji-panji yang kerap dibawa oleh pasukan Rasulullah SAW saat mereka berperang adalah berwarna merah dan putih.Rasulullah SAW pernah bersabda “innallaha zawalliyal ardha masyariqaha wa magharibaha wa-a’thonil kanzaini: al-ahmar wal abyadh. (sesungguhnya Allah memperlihatkan dunia kepadaku.aku ditunjukkan pula timur dan barat.dan aku dianugrahi warna yang indah: merah dan putih).
Selain itu peninggalan masjid-masjid zaman Rasulullah juga berwarna merahbata.sebagian dari ornamen yang menghiasi masjid pada masa Rasulullah merupkan berwarna merah seperti yang terlihat pada masjid Alhamra (Al-ahmar) di Kordoba,Spanyol yang juga berwarna merah.sedangkan warna putih terlihat pada hiasan di masjid nabawi pada bagian dalam yang berwarna hijau dan putih yang disesuiakan dengan warna kubah makam Rasullullah SAW.
Dalam sejarah islam sendiri nama-nama dari istri nabi juga banyak yang menggunakan warna merah.misalnya menurut Ismail Haqqi Al-Buruswi dalam tafsir Ruhul Bayan,istri nabi Adam a.s., Siti Hawa r.a. disebut juga dengan hautun yang berarti merah.Siti Aisyah r.a. sering dipanggil Rasulullah SAW dengan humairah yang artinya juga kemerah-merahan.


(Khazanah Peradaban Islam,Tata Septayuda Purnama)

3 Jul 2014

Edisi Ramadhan: Gaza Gaza Gaza, Bukti Kekejaman Zionis La'natullah




Allahuakbar.. Allahuakbar.. Allahuakbar

Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakkan takbir

Sungguh Allah akan memberikan bukti atas janji-janji-Nya. Kebiadabanmu menunjukkan betapa takutnya engkau zionis. Tunggu saja kehancuran akan menimpamu. 

Ketika umat muslim di Indonesia sedang bersuka cita menyambut bulan penuh ampunan. Ketika umat muslim Indonesia disibukkan dengan penyambutan Ramadhan dengan penuh semangat. Di kala umat muslim Indonesia sedang lelap dalam tidurnya. Coba tengoklah, betapa beruntungnya kita. Saudara-saudara kita di Jalur Gaza mendapatkan serangan dari zionis la'natullah saat menjelang sahur. 

Sebagaimana diberitakan bahwa Serangan di saat umat Islam sedang sahur ini  menyebabkan sebanyak tujuh korban luka tiba di rumah sakit Kamal Udwan, utara Jalur Gaza  dan tiga korban lainnya berasal dari kota Gaza. Sumber-sumber Pusat Informasi Palestina (PIC) menegaskan, pesawat tempur Zionis menggempur dua pos keamanan milik Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas di barat Rafah, Jalur Gaza  bagian selatan dan satu lagi di kampung Tufah, dan titik lainnya di wilayah Maqusi.
Di utara Jalur Gaza, pesawat tempur Zionis menggempur lahan kosong yang terletak di sekolah Zaid bin Haris dan pos milik Al-Qassam. Selain itu, pos keamanan miliki Brigade Al-Quds, sayap militer Jihad Islami dekat desa Baduwi dan pos milik di dekat sekolah pertanian di Bethanun utara Jalur Gaza  juga menjadi serangan ‘Israel’. Pesawat tempur Zionis juga menyerang kantor pusat intelijen yang sudah hancur sebelumnya dengan tiga roket.
Sebuah bom cahaya yang tujuannya menerangi target juga dilepaskan ‘Israel’ di atas rumah-rumah warga di Jalur Gaza  utara dan disusul serangan bom. Akibatnya, serangan menimbulkan kerusakan rumah-rumah warga. Juru bicara militer ‘Israel’ Avighe Adari menegaskan, pesawat tempur ‘Israel’ menyerang 15 target milik Brigade Al-Qassam. Hingga saat ini, pesawat tempur ‘Israel’ masih melancarkan serangan-serangannya ke Jalur Gaza. (Hidayatullah.com)

Lihat siapa sekarang yang terlaknat. Sesungguhnya agama ini akan tetap menang. Betapapun engkau menyerang, tetapi serangan itulah yang menguatkan kami. 

Kita patut melihat kembali diri kita. Bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim. Bahkan tidak bisa disebut orang itu beriman ketika belum memiliki rasa persaudaraan antar sesama muslim. Maka, dengan kerendahan hati, marilah kita berikan do'a terbaik kepada saudara kita yang saat ini sedang dalam tekanan musuh-musuh Islam. 

Edisi Ramadhan: Benarkah Kopiah sebagai Simbol Nasionalisme?



Sobat semua tahu kopiah. Ihh itu lho yang biasanya berwarna hitam. Tingginya ya..sekitar 6-12 cm, yang biasanya sering digunakan dalam ibadah umat Islam. Yup itulah kopiah atau songkok yang kerap melekat di kepala umat Islam keturunan Melayu, termasuk Indonesia. 


Lumrahnya , kopiah sering kita lihat di pesantren-pesantren atau madrasah, bahkan untuk beberapa pesantren ada yang mewajibkan kopiah sebagai aksesoris wajib untuk dikenakan, baik saat belajar, shalat, maupun aktivitas sehari-hari. Lha sekarang kita kaji apa hubungan kopiah dengan simbol nasionalisme??

Sobat pernah melihat Presiden pertama Indonesia? Ya, Pak Soekarno. Dalam beberapa tugas kenegaraannya beliau hampir tidak lepas dari mengenakan kopiah. Berdasarkan penjelasan dari Abdul Mun'im (Ketua PP Lajnah Ta'lif wa An-Nasyr NU) bahwa di awal pergerakan nasional 1908, para aktivis masih memakai destar dan tutup kepala berupa blankon, yang lebih dekat pada tradisi priyayi dan aristokrat. Namun, seiring meluasnya gerakan "sama rata sama rasa" dan penolakan terhadap feodalisme, gaya berpakaian dan berbahasa yang dikembangkan Tjokoroaminoto, aktivis Sarekat Dagang Islam (SI) penggunaan kopiah makin meluas. Akhirnya, dalam keseharian Tjokroaminoto selalu memakai kopiah dan banyak muridnya yang akhirnya mengikuti menggunakan kopiah, termasuk Soekarno, yang dahulunya masih memakai blankon juga mulai ikut menggunakan kopiah.

Jadi kopiah ini juga melambangkan adanya persamaan derajad, sebagamana Islam juga mengajarkan tidak adanya stratifikasi duniawi. Segala aspek 'sendiko dawuh', antara budak dan tuan, antara penguasa dan rakyat berusaha dihilangkan dengan adanya kopiah yang kemudian menjadi simbol kewara'an atau kezuhudan seseorang. Semua sama di mata Allah, yang membedakan adalah tingkat ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Sejak saat itu kopiah yang semula hanya merupakan tradisi pesantren , telah diangkat menjadi identitas nasional. Tak hanya sebagai simbol islamisme, tetapi juga patriotisme dan nasionalisme yang membedakan penampilan mereka dengan para priyayi amtenar kolaborator Belanda.

(Referensi: Buku Khazanah Peradaban Islam, Penulis Tata Septayuda Purnama)

1 Jul 2014

Edisi Ramadhan: Mau Berdakwah Kok Nunggu Sempurna?



Alhamdulillah masih diberikan banyak kenikmatan oleh Allah. Baiklah dalam edisi 3 Ramadhan kali ini, kita akan mengkaji tentang problematika seseorang yang ingin berdakwah. Adakalanya kita dibenturkan pada permasalahan sudah pantaskah kita berdakwah?? Kita mulai dengan melihat Q.S Ali-Imran ayat 104:

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."

Makna yang dimaksud dari ayat ini ialah hendaklah ada segolongan orang dari kalangan umat ini yang bertugas untuk mengemban urusan tersebut, sekalipun urusan tersebut memang diwajibkan pula atas setiap individu dari umat ini.

Sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Shahih Muslim dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah. Disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda : “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya. Dan jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Dan jika masih tidak mampu juga, maka dengan hatinya, yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.”


Di dalam riwayat lain disebutkan : “Dan tiadalah dibelakang itu (selain dari itu) iman barang seberat biji sawi pun.”


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman Al-Hasyimi, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ja’far, telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Amu Amr, dari jarullah ibnu Abdur Rahman Al-Asyhal, dari Hudzhaifah ibnu Yaman, bahwa Nabi Saw. pernah bersabda :


“Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, kalian benar-benar harus memerintahkan kepada kebajikan dan melarang perbuatan mungkar, atau hampir-hampir Allah akan mengirimkan kepada kalian siksa dari sisi-Nya, kemudian kalian benar-benar berdoa (meminta pertolongan kepada-Nya), tetapi doa kalian tidak diperkenankan.”

Nah dari penjelasan singkat ini sudah jelas menggambarkan bahwa Allah mewajibkan kita sebagai hamba-Nya untuk berdakwah. Namun pertanyaan kemudian muncul adalah apakah boleh kita berdakwah sedangkan kita masih belum sempurna?? Baiklah kita akan melihat bahwa derajat kesempurnaan itu sangatlah susah dan sebagaimana kita mengetahui bahwa manusia itu tempatnya salah dan lupa.

Mungkin ada dua hal yang banyak dipermasalahkan terkait ketidaksempurnaan, yaitu ilmu dan sikap/sifat. Kita lihat hadits Rasulullah:

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Ketika kita menguasai bahkan hanya satu ayat maka sampaikanlah. Kita berdakwah sambil menuntut ilmu. Jadi alasan tidak memiliki ilmu hanyalah alasan yang dibuat-buat agar menghindar dari tugas berdakwah. 

Kedua adalah karena alasan sikap/sifat. Jika ditanya seperti ini, "Maukah engkau jadi pengisi kultum ramadhan atau mentor?" Ia menjawab, "Saya? Dengan masa lalu yang kelam dan penuh dengan tindakan kriminal anda menyuruh saya menjadi penceramah? Tidak. Carilah orang lain."  Jawaban ini menunjukkan bahwa dia ingin membenturkan dirinya pada masa lalunya yang negatif sehingga komitmen untuk berdakwah akhirnya luntur karena alasan yang dibuat-buat. Maka marilah kita melihat kisah sahabat Rasulullah, yaitu Umar bin Khattab. Betapa beliau dahulunya adalah penyembah berhala, penentang Islam, bahkan sudah mengambil pedang dan ingin membunuh Rasulullah, beliau tetap menempati posisi sahabat yang mulia. Dan bahkan beliau dipercaya menjadi pemimpin umat. 

Maka, marilah kita memulai diri untuk bisa menebar kebaikan, sehingga kita tergolong ke dalam hamba-Nya yang beruntung. Dan momentum bulan Ramadhan ini adalah saatnya kita belajar menjadi manusia yang bermanfaat kepada manusia yang lain dan menjadikan diri kita sebagai hamba yang senantiasa bersyukur. 

Edisi Ramadhan: Udah Imsak, Nggak Boleh Makan

 
 Bulan Ramadhan telah tiba, hiruk pikuk lantunan ayat suci dan dzikir mulai mewarnai kembali serambi-serambi masjid diseantero negeri. Bulan puasa penuh berkah menjadi momentum bagi umat muslim dunia untuk menguji nafsu yang sekian lama lalai untuk dijaga: nafsu makan berlebihan disaat yang lain kelaparan, nafsu mebelanjakan harta untuk sesuatu yang kurang bermanfaat sedang saudara kita yang lain sedang dalam kesulitan harta dan masih banyak lagi. Nah lo.
Bicara tentang puasa, Apa sih puasa itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, puasa didefinisikan sebagai salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Lazimnya seorang muslim muslim mulai menahan haus dan laparnya ketika Adzan Subuh sudah berkumandang. Namun dibeberapa kalangan masyarakat, ada yang secara tegas memperkenalkan  istilah “imsak” sebagai waktu untuk mulai berpuasa. Bener gak ya? Terus kalau sudah imsak baru bangun gimana? 
Allah berfirman: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187). Ibnu Katsir menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan penegasan waktu “fajar” sebagai batas akhir bagi seorang muslim untuk memulai puasanya. Hal ini sejalan dengan hadits riwayat Adi bin Hatim RA: Ketika turun firman Allah diatas, maka Adi bin Hatim berkata kepada Rasulullah Saw: Wahai Rasulullah, sungguh saya meletakkan benang berwarna putih dan benang berwarna hitam di bawah bantalku, sehingga aku dapat mengenali antara waktu malam dan waktu siang hari. Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya bantalmu itu sangat lebar. Sesungguhnya yang dimaksud adalah hitamnya (gelapnya) malam dan putihnya (terangnya) siang pada saat fajar. (Shahih Bukhari No. 1824) 
Tidak sampai disitu, dalam kitab Silsilah Ahadits Shahihah (Kumpulan hadis-hadis shahih), pada keterangan hadis No 1394, secara tegas disebutkan beberapa riwayat, dari Bilal bin Rabah radhiyallahu `anhu, beliau menceritakan,"Saya mendatangi Nabi shallallahu `alaihi wa sallam memberi tahu beliau untuk Salat Subuh. Ketika itu, beliau hendak puasa. Beliau minta dibawakan air dan beliau meminumnya. Kemudia beliau berikan sisanya kepadaku, dan akupun meminumnya. Kemudian beliau menuju masjid untuk salat." (Riwayat Ahmad). Jadi sudah tau sekarang, boleh makan ga? (Boleh banget)
Berarti imsak itu kebohongan? Terlepas dari definisi waktu imsak yang dipahami oleh masyarakat pada umumnya. Pengumuman dan pencantuman waktu imsak diselebaran bukannya tanpa alasan dan tetap ada gunanya. Waktu imsak seringkali digunakan oleh takmir masjid sebagai peringatan segera berakhirnya waktu sahur dan dimulainya berpuasa, biasanya diumumkan 10-15menit sebelum masuk waktu subuh. Oleh karena itu, hukum makan dan minum setelah imsak masih diperbolehkan asal belum masuk waktu subuh ya (hihi). Yah, mungkin bahasa kerennya “pemanasan” atau “stretching”. Selain itu, kita harus bisa atur strategi. Kalau tidak ada kegiatan yang bermanfaat atau daripada begadang menunggu bola lewat lebih baik tidur diawal waktu biar tidak kesiangan dan kegiatan sahur bisa dijalani dengan lebih maksimal. Luruskan niat, jalani Ramadhan dengan penuh semangat (NS)


Dugderan: Romantisme Jelang Ramadhan

Salah satu pedagang gerabah yang ikut memeriahkan
dugderan. (Foto: Harsem/Cun Yahya, dari
http://hariansemarangbanget.blogspot.com/
2012/06/pedagang-dugderan-mulai-berdatangan.html)
Banyak orang berlalu lalang memenuhi Pasar Johar siang itu. Pasar tak hanya dipenuhi oleh ibu-ibu seperti hari-hari biasa. Hari itu, hari terakhir Bulan Sya’ban. Esok hari Ramadhan tiba. Semua keluarga berkumpul disana. Dugderan, mereka menyebutnya.

Seorang anak kecil berumur 10 tahun terhimpit banyak orang di gendongan ayahnya. Kedua tangannya ia kalungkan di leher ayahnya. Tepat di depannya perempuan berumur 30 an berjalan melawan kerumunan orang-orang mencarikan jalan untuk mereka.

Dolanane Bu, dolanane.” Teriak salah satu pedagang. Setiap dugderan, pedagang-pedagang berjualan barang-barang terbuat dari tanah liat yang dicat berwarna-warni sehingga terlihat lebih menarik. Barang-barang dari tanah liat ini dibentuk menjadi piring, teko, gelas, dll dalam ukuran kecil. Oleh karena itu, biasanya orang-orang membeli barang-barang tersebut untuk anak-anak mereka sebagai sarana bermain. Satu keluarga tadi pun tergiur untuk mampir di tempat barang-barang unik tersebut.

Sebuah Tradisi Jelang Ramadhan
Dugderan telah menjadi tradisi menjelang Bulan Ramadhan di Kota Semarang. Kegiatan ini berpusat di Pasar Johar. Di hari dugderan, Pasar Johar sangat penuh oleh orang-orang. Selain untuk berbelanja, meraka juga berniat untuk menyambut meriah Bulan Ramadhan yang akan datang keesokan harinya. Tak heran jika dugderan menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kota Semarang apabila bulan suci Ramadhan akan segera tiba.

Sebuah Romantisme
Arena pasar Dugderan seperti biasanya diramaikan arena permainan anak-anak seperti komedi putar, tong setan hingga hiburan pasar malam. Keramaian pasar rakyat ini akan berakhir pada puncak tradisi Dugderan satu hari menjelang 1 Ramadhan yang ditandai dengan arak-arakan dugderan yang dimulai dari halaman Kantor Walikota menuju Masjid Kauman Semarang


Tidak hanya sebagai sebuah tradisi, dugderan menjadi sebuah romantisme tersendiri. Saat dugderan, banyak anggota keluarga yang pergi ke Pasar Johar dengan membawa semua anggota keluarganya. Hampir sebagian besar masyarakat Kota Semarang pun berkumpul jadi satu pada hari itu. Tujuan mereka sama, meyambut datangnya bulan suci Ramadhan bersama orang-orang yang mereka cintai.

Begitulah Dugderan menghadirkan gegap gempita, bukan hanya dimaknai sebagai sebuah tradisi, tetapi menjadi kebahagiaan akan datangnya bulan yang mulia: Bulan suci Ramadhan. Selamat berlomba-lomba dalam kebaikan.

(Ditulis oleh Devi Setianingsih dalam Pelatihan Jurnalistik Internal Media Komunikasi dan Informasi BPPI, 24-25 Juni 2014. @devi_setia20)