9 Jun 2014
"Tangan" Malaikat itu Kini Memayungi Suriah
Sobat pasti pernah baca dalam sirah Rasulullah khususnya kisah perangnya. Dalam perang Badar, Uhud, dan seterusnya seringkali kita lihat bahwa pasukan musuh kadangkala dibuat luluh lantak oleh tangan-tangan tak terlihat. Tiba-tiba saja pasukan musuh disabet dengan pedang, tanpa tahu siapa yang melakukannya. Allah berfirman dalam Q.S Al-Anfal ayat 12:
(Ingatlah) ketika Tuhanmu
wahikan kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku menyertai kamu (memberi
pertolongan), maka tetapkanlah (hati) orang-orang yang beriman. Aku akan
mengisi hati orang-orang yang kafir dengan perasaan gerun oleh itu, pancunglah
leher mereka (musuh) dan tetaklah tiap-tiap anggota mereka".
Ini bukan sejarah aja sobat, namun kejadian ini terulang di medan jihad, Suriah. Hasan (pejuang asal Idlib) bercerita suatu kali pesawat tentara Suriah mengaung-ngaung di udara untuk menyasar desa-desa kaum Muslimin. Warga dan pejuang yang tidak memiliki persenjataan canggih hanya bisa bertawakal kepada Allah. Mereka berdoa agar bom-bom tersebut tidak melukai mereka.
Akhirnya mereka sepakat untuk bertakbir sekencang-kencangnya saat bom-bom itu dimuntahkan dari udara. Dan ketika bom tersebut jatuh ke tanah, ternyata bom itu urung meledak.
Begitu pula saat bom kedua dilancarkan. Muntahan material dari langit itu menerjang bak bola api yang siap meluluh lantahkan desa.Warga dan pejuang mujahidin kembali bermunajat kepada Allah seraya bertakbir sekeras-kerasnya. Luar biasa, lagi-lagi bom itu kembali gagal meledak.
Menariknya, hal ini terus berlangsung hingga berkali-kali. Hingga saat bom terakhir ditembakkan, tiba-tiba saja bom itu bisa meledak.
“Saat itu para warga dan pejuang tidak bertakbir,” kata Hasan.
Cerita lainnya lahir dari penjelasan Anggota Ikatan Ulama Homs, Syeikh Anas Ahmad Suwaid.
Di awal revolusi, beliau dan pejuang pernah bertakbir secara serentak di kota Homs untuk melawan kekuatan rezim. Tiba-tiba saja takbir mereka disambut dengan petir-petir yang menyambar mengarah ke tentara-tentara rezim Bashar.
“Banyak sekali telpon yang masuk kepada kami, ‘lihatlah ke langit, lihatlah ke langit’. Subhanallah, seakan-akan petir bertakbir bersama kita. Inilah salah satu karamah yang saya saksikan sendiri dengan kedua mata saya,” ujarnya Syeikh Anas.
Kisah lainnya, lanjut ulama muda ini, terjadi pada salah seorang mujahid. Ketika berada dalam kondisi terluka parah, sang mujahid ditahan oleh rezim. Dalam tahanan itu, dia harus menghadapi interogasi dengan sejumlah pertanyaan.
Salah satu pertanyaan dari pihak rezim adalah keheranan mereka terkait sejumlah pasukan berwarna putih yang tak mampu dilumpuhkan tentara Bashar.
“Siapakah mereka? Ketika kami tembak, mereka tidak merasakan apa-apa!” tanya tentara rezim.
Mujahidin lalu menjawab, “Demi Allah, tidak ada seorang pun dari kami yang memakai baju putih.” (Hidayatullah.com)
Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar
Peluang Bisnis Busana Muslim Indonesia
Kemenlu siap bantu pemasaran busana muslim ke luar negeri.
Wahh hebat. Indonesia kini memiliki bisnis busana muslim yang menjanjikan. Pakaian muslim kini tidak lagi menjadi pemandangan yang tabu. Di kantor, taman bermain, bahkan pusat perbelanjaan kini dihiasi oleh pemuda pemudi yang berbusana muslim. Desainnya pun kini tidak terkesan lama, namun sesuai dengan kondisi zaman. Inilah ketika Islam mulai terlihat dan syiar Islam merebak dimana-mana.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) siap membantu pelaku usaha untuk memasarkan produk busana muslim dan kuliner halal ke luar negeri, kata Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Ekonomi, Sosial, dan Kebudayaan Wahid Supriyadi, di Batam, Minggu (8/6/2014).
Kemenlu sengaja mengundang Duta Besar RI untuk Saudi Arabia, Pakistan, Rusia, dan Turki untuk menjelaskan peluang bisnis fesyen dan kuliner Indonesia di luar negeri.
“Para duta besar memberikan paparan mengenai potensi kuliner dan fesyen Indonesia dalam upaya-upaya promosi produk kreatif Indonesia ke luar negeri. Langkah-langkah promosi ini dimaksudkan untuk memperluas pangsa pasar dengan mempertemukan para pengusaha Indonesia dengan para pembeli yang potensial,” kata dia.
Di tempat yang sama, Duta Besar RI untuk Republik Turki, Mahari Agustini mengatakan potensi pengembangan busana muslim sangat besar di Turki, mengingat mayoritas masyarakatnya umat Muslim. Selain itu, tren berbusana muslim cenderung meningkat selama 10 tahun terakhir, terutama di kalangan muda. Apalagi, Pemerintah Turki mengembangkan Istanbul sebagai salah satu pusat fesyen, pameran, dan perdagangan dunia. (hidayatullah.com)
Namun perlu diperhatikan sobat, Islam ini adalah agama yang suci. Kesuciannya tergantung bagaimana umatnya memperlakukan. Busana muslim itu harus sesuai syariat, tidak sembrono. Budaya hijab yang kini merebak harus di lihat dari sisi syariat Islam Tidak semua hijab yang ada sesuai dengan aturan lho, misalnya kerudung nih, tidak dijulurkan sampai dadanya. Nah lho.
Semoga hal menjadi langkah kecil menuju kemenangan Islam. Allahuakbar
8 Jun 2014
Penyakit Berbahaya!! Hindari dan Jauhi
Hiiihh, posting penyakit nih mimin. Tenang, tenang, ini penyakit yang banyak terlupa. Bahkan tidak terasa kalau sudah terinfeksi. Tapi bahayanya luar biasa. Dampaknya bisa mengantarkan kepada kehancuran. Itulah penyakit Wahn.
Rasulullah
bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti
halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata,
“Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian
waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah
mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam
hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab,
“Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud No. 3745)
Halo ...Halo...! Sobat pernah tidak
kehilangan sesuatu, misal HP gitu. Pasti rasanya gusar, galau, gundah, ga bisa
makan berhari-hari. Hiperbola ini memang terjadi. Tapi coba kalau lupa tidak
sholat, rasanya ya gitu deh. Udah deh. Lupakan, Lalui, Hilangkan. Mulai lagi
masa baru.
Sebagian ummat Islam telah terjangkit dengan penyakit ‘hubbud
dunya’, terlalu mencintai kehidupan duniawi. Mereka begitu bernafsu terhadap
kehidupan dunia ini sehingga mereka lupa akan kematian, dan mereka tidak mau
mengingat kematian, serta sangat takut terhadap mati. Mereka takut mati, selain
karena amal mereka, juga lebih-lebih dikarenakan mereka tidak mau meninggalkan
dunia yang sangat mereka cintai ini. Mereka mencintai dunia ini hingga malas
beramal yang mendekatkan diri mereka kepada Allah. Mereka mencintai dunia ini
hingga melupakan Allah, tidak merindukan-Nya, tidak pula mengharapkan pertemuan
dengan-Nya. Kasihan, walau mereka sangat mencintai dunia ini, tetapi tetap
saja, mereka pasti menemui kematian.
Perlu diingat sobat mati itu pasti terjadi. Namun Allah menyembunyikan rahasia kapan terjadinya. Hal ini agar kita selalu waspada dan tetap ingat kepada Allah yang menciptakan kita. Maka jauhilah penyakit ini, karena penyakit ini membuat kita semakin jauh dalam kesesatan.
AKTUALISASI AKHLAK SALAFUSH SHALIH SEBAGAI PILAR AKHLAK PEMUDA MUSLIM GUNA MEMBANGUN INDONESIA YANG BERKARAKTER
AKTUALISASI
AKHLAK SALAFUSH SHALIH SEBAGAI PILAR AKHLAK PEMUDA MUSLIM GUNA MEMBANGUN
INDONESIA YANG BERKARAKTER
Oleh:
Muhammad Syaban Husein
Universitas Diponegoro
Sudah lebih dari setengah abad Indonesia
telah merdeka, lepas dari kepungan para penjajah yang membelenggu negeri ini,
sengsara dan ketakutan dialami negeri tercinta selama berabad-abad, namun
ditengah-tengah sengsara dan ketakutan tersebut muncul lah kekuatan dan
keberanian dari para pemuda Indonesia, mereka muncul disebabkan keinginan untuk
lepas dari belenggu para penjajah yang mengepung kedaulatan dan kekuasaan untuk
membangun negeri ini, dengan adanya sinergisitas antara ilmu dan keberanian
mereka, dan melalui berbagai macam perjuangan
sehingga membuat Indonesia dapat lepas dari kesengsaraan itu semua. 17
Agustus 1945 yang seharusnya menjadi momentum untuk bergerak maju membangun
negeri ini, justru seakan-akan penjajah masuk kembali ke dalam negeri ini melalui
cara yang berbeda, salah satunya yang paling mengerikan ialah merasuknya paham-paham yang bercorak
kolonialisme, imperialisme, dan juga liberalisme ke dalam jiwa sebagian
masyarakat Indonesia, tentu saja paham-paham yang berasal dari barat tersebut
tidaklah sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila yang telah
dirumuskan oleh Founding Fathers Republik
Indonesia.
Soekarno,
Mohammad Hatta, dan Mohammad Yamin adalah segelintir Pemuda muslim yang menjadi
tonggak kemerdekaan Indonesia, jiwa-jiwa semangat mereka haruslah kembali
dihidupkan. Namun pada saat ini beberapa pemuda muslim Indonesia seperti
kehilangan arah, tak tahu harus berperan apa dirinya untuk negeri ini.
Seharusnya pemuda muslim Indonesia yang diberikan kesempatan untuk lebih
berperan aktif dapat memberikan solusi-solusi positif guna membangun bangsa
ini. Pemuda muslim yang hebat tidak terlahir begitu saja melainkan harus
dibentuk sebaik mungkin dan sedini mungkin, pembentukan sebuah akhlak pastilah dibutuhkan suatu
tauladan yang dapat dijadikan contoh, dan kemudian tauladan yang dijadikan
contoh tersebut harus dipastikan bahwa kondisi pada saat dimana tauladan tersebut
berada terdapat suatu kondisi yang memberi manfaat besar bagi rakyatnya.
Akhlak Salafush Shalih dapat dijadikan
pilar akhlak bagi pemuda muslim Indonesia pada saat ini yang telah mengalami
kemunduran karena telah dirasuki oleh paham-paham barat yang lebih banyak
memberikan dampak negatif sehingga membentuk sebuah sifat yang tentunya tidak
diharapkan. Allah SWT berfirman tentang wajibnya mengikuti akhlak Salafush
Shalih “Dan
barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti
jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap
kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam,
dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS Surat An-Nisa : 115). Oleh karena itu, melaui essay ini saya akan menyajikan beberapa
akhlak Salafush Shalih yang dapat dijadikan pilar akhlak bagi pemuda muslim
Indonesia dengan mengaktualisasikan akhlak tersebut dan yang nantinya
diharapkan dapat membangun Indonesia yang berkarakter.
Secara terminologis yang dimaksud dengan
Salaf adalah para Sahabat Rasulullah dan orang-orang yang mengikuti mereka
dengan baik (Tabi’in) serta pengikutnya (Tabi’ut Tab’in), juga para ulama Islam
yang memiliki keilmuan dan kedudukan tinggi dalam agama serta diterima oleh umat
secara aklamasi, diterima oleh kaum Muslimin dari generasi ke generasi[1], Salafush Shalih merupakan
dari mereka orang-orang yang paling baik
akhlaknya, diantara akhlak Salafush Shalih yaitu :
1.
Jujur
dalam segala hal dan menjauhkan diri dari sifat dusta.
Allah
SWT menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan
yang berlimpah untuk mereka. Pada zaman ini sifat jujur memang sulit ditemukan,
bahkan dusta bertebaran dimana-mana, jujur berarti lurus
hati, tidak curang, kejujuran dibagi dalam 3 tingkatan yaitu jujur dalam
ucapan, perbuatan, dan niat. Kejujuran dalam niat[2], merupakan kejujuran
tertinggi di mana ucapan dan perbuatan semuanya hanya untuk Allah. Manusia pada
saat ini berlomba-lomba dalam mencapai kebutuhan duniawinya dengan menempuh
berbagai macam cara, termasuk diantaranya dengan jalan berdusta. Kecurangan
seperti mencontek dikalangan mahasiswa sudah dianggap sebagai hal yang lumrah,
peristiwa ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, mahasiswa harus menyadari bahwa
hal itu dapat meracuni jiwa pemuda islam yang justru seharusnya membangun
akhlak kejujuran mulai dari hal yang kecil, seperti jujur dalam menuntut ilmu dengan
meluruskan niat dan percaya bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang kita niatkan,
karena kejujuran merupakan kunci dari etika dan moralitas yang baik untuk
membangun Indonesia yang baru.
2.
Bersungguh-sungguh
dalam menunaikan amanah dan tidak khianat.
Amanah
termasuk sifat terpuji yang harus melekat pada setiap pribadi orang yang
beriman, kapan dan di mana pun, serta apa pun posisi, profesi, jabatan, dan
kedudukannya, akan tetapi pada saat ini banyak pemimpin yang tidak amanah
dewasa ini, tindak pidana korupsi merupakan contoh dari seseorang yang tidak
amanah dalam menjalankan tugasnya, seseorang yang tidak amanah dalam
menjalankan tugasnya dapat dikatakan telah khianat yang termasuk sifat yang
buruk (akhlaq madzmumah) yang harus dihindari, dijauhi, dan ditinggalkan oleh
orang-orang yang beriman, Allah SWT berfirman:“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan
Rasul dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu,
sedang kamu mengetahui” (QS Al-Anfal : 27). Pemuda muslim pastilah memiliki
amanah, sebagai contoh ialah amanah dari orang tua untuk menempuh pendidikan,
orang tua telah mempercayakan hal ini kepada anaknya, sudah seharusnya seorang
anak melaksanakan amanah yang diberikan
orang tua untuk dilaksanakan sebaik-baiknya dan jangan sampai anak itu
melakukan khianat dengan tindakan membolos misalnya. Pemuda muslim harus
menanamkan akhlak ini untuk menjaga kepercayaan orang lain dan mendapatkan
ridho dari Allah SWT dalam setiap amanah yang diembannya.
3.
Tawadhu
(Rendah Hati) dan tidak sombong.
Rendah
hati merupakan akhlak yang selalu didambakan setiap orang, karena karena akan
membuat orang sekitarnya merasa nyaman dan rendah hati membuat seseorang
memiliki ketenangan jiwa, dan sebaliknya kesombongan merupakan awal dari
kehancuran seseorang maupun bangsa.
Islam melarang dan mencela sikap sombong, seperti dalam surat An-Nahl :
23 yang berisi tentang ketidak sukaan Allah terhadap sikap sombong. Pada zaman
kenabian banyak suatu bangsa yang hancur karena kesombongan seperti kaum
Tsamud, bangsa Ad, bangsa Madyan dll[3]. Tidakkah pemuda muslim
seharusnya belajar dari kisah-kisah terdahulu, dan membangun sikap rendah hati
dengan saling menghargai, tenggang rasa, sederhana, dan memelihara rasa syukur
dan ikhlas, pada saat ini dibutuhkan pemuda muslim yang rendah hati dalam
berakhlak yang dapat diaktualisasikan dengan cara mahasiswa yang menghargai
kemajemukan dikawasan kampusnya, lalu dapat juga tetap berpenampilan sederhana
meskipun dirinya anak dari orang kaya. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang
ramah melalui perwujudannya akhlak rendah hati, hal itu lah yang membedakan karakter
bangsa Indonesia dengan bangsa yang lainnya.
4.
Pemalu
Malu
adalah akhlak Islam[4]
sebagaimana sabda Rasulullah SAW
Artinya : Sesungguhnya setiap agama
memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.
Malu
merupakan akhlak yang mulia, yang tumbuh untuk meninggalkan perkara-perkara
yang jelek sehingga menghalangi dia dari perbuatan dosa dan maksiat, serta
mencegah dia dari melalaikan kewajiban. Malu dapat ditumbuhkan pada diri
seorang pemuda Islam dengan cara mengenal Allah Azza wa Jalla dengan mengenal
keagungan-Nya, dengan menumbuhkan rasa malu, seorang pemuda muslim dapat
mencegah terjadinya perbuatan maksiat dan dari memiliki sifat malu juga
didapatkan manfaat yaitu ‘iffah (menjaga kehormatan) dan wafa' (setia). Malu
yang merupakan bagian dari Iman yang wajib, seharusnya dimiliki oleh setiap
Pemuda Muslim, pada kenyataannya saat ini rasa malu benar-benar ditinggalkan
oleh sebagian pemuda pemudi muslim, contoh sederhana pada seorang mahasiswi yaitu
yang dengan sesuka hatinya menggunakan pakaian yang tidak menutup aurat apalagi
jauh sekali dari yang sudah ditentukan oleh syari’at Islam, contoh sederhana
lainnya banyak juga pemuda yang kurang baik dalam bertutur kata tentu saja hal
itu bertentangan dengan budaya Indonesia
yang sopan dan bermartabat, bagaimana dapat membangun Indonesia yang
berkarakter apabila rasa malu saja sudah hilang dalam diri kita.
5.
Banyak
bershodaqoh, dermawan, menolong orang-orang yang susah, tidak bakhil/tidak
pelit.
Abu
Hurairah ra, Rasulullah SAW, bersabda: “Barang
siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan
melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang
menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan
di akhirat. Hadits tersebut pastilah membuat seseorang yang membacanya untuk
mudah dalam memberikan pertolongan kepada orang lain, bagaimana tidak, dengan
memberi pertolongan kepada orang lain yang sedang kesusahan, Allah menjanjikan
untuk memberikan kemudahan dalam urusan orang yang menolong tersebut. Sangat
diperlukan sifat saling tolong menolong dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, untuk hal ini pemuda muslim di Indonesia cukup baik dalam
penerapannya dengan melakukan suatu aksi penggalangan dana misalnya ketika
terdapat saudara kita yang mengalami suatu musibah. Akhlak ini juga dapat
diterapkan oleh mahasiswa dengan tidak pelit dalam berbagi ilmu, kemudian dapat
juga membuat berbagai macam karya yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarkat
luas.
Terdapat
suatu percakapan antara Rasululah SAW dengan sahabatnya yang semakin membuat
kita untuk berusaha memberikan pertolongan kepada orang lain, Pada suatu hari
Rasululah SAW ditanya oleh sahabat beliau : “Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah
dan apakah perbuatan yang paling
dicintai oleh Allah ? Rasulullah SAW menjawab : “Manusia yang paling
dicintai oleh Allah adalah manusia yang
paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain; sedangkan perbuatan yang paling
dicintai Allah adalah memberikan
kegembiraan kepada orang lain atau menghapuskan kesusahan orang lain. Dari
petikan percakapan diatas dapat kita simpulkan, bahwa Allah SWT mencintai orang
yang bermanfaat bagi orang lain dengan cara memberikan pertolongan, Siapalah
dari kita yang tidak ingin dicintai oleh Allah SWT?
6.
Lembut
Hatinya, mengingat mati dan akhirat, takut su’ul
khatimah
Karakter
masyarakat Indonesia yang sudah dikenal dunia dengan mempunyai sifat yang
lembut hati dan murah senyum tentunya perlu dipertahankan, salah satunya
melalui para pemuda muslim yang dapat mengaktualisasi kelembutan hati ini
dengan cara bertutur kata yang baik, tidak berburuk sangka, menghilangkan sifat
iri dengki, tidak menyakiti perasaan orang lain, dan sifat lainnya yang berhubungan
dengan kelembutan hati. Akhlak
selanjutnya ialah mengingat kematian, tidak ada kepastian dalam dunia ini
kecuali kematian, seperti yang sudah di firmankan Allah SWT “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui
(dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang
pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal,”
(QS. Luqman : 34) Kematian akan menyapa siapa pun, baik ia
seorang yang shalih atau durhaka, seorang yang turun ke medan perang ataupun
duduk diam di rumahnya, seorang yang menginginkan negeri akhirat yang kekal
ataupun ingin dunia yang fana, seorang yang bersemangat meraih kebaikan ataupun
yang lalai dan malas-malasan. Pemuda muslim sudah saatnya untuk selalu mengingat
kematian, Mahasiswa yang padat agenda kuliahnya dan memiliki kesibukan dalam
organisasi sudah selayaknya harus tetap berorientasi kepada Allah SWT, niatkan
selalu inna sholati wa nusuki wamahyaya
wamamati lillahi robbil alamin. Makhluk Allah Semuanya akan menemui
kematian bila telah sampai ajalnya, dengan tidak adanya satupun dari kita yang
tahu kapan kematian itu akan datang, maka semakin memicu pemuda muslim untuk
terus berbuat kebaikan, manfaat lain dari mengingat mati akan melembutkan hati
dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia. Kematian yang pasti dialami manusia
itu diharapkan untuk berakhir dengan keadaan yang baik, maka dari itu pemuda
muslim haruslah takut terhadap akhir kehidupan yang buruk (su’ul khatimah),
terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang meninggal dalam keadaan yang buruk,
yaitu kerusakan dalam aqidah, banyak melakukan maksiat, tidak istiqomah, dan
iman yang lemah, dan ketika sakratul maut tiba, cinta Allah semakin melemah
manakala ia melihat ia akan berpisah dengan dunia yang dicintainya.
Untuk
membentuk suatu negara menjadi negara yang berkarakter, terlebih dahulu harus
membentuk masyarakatnya menjadi berkarakter, dan pemuda muslim sebagai pasukan
pembangun bangsa dimasa yang akan datang perlu dibentuk akhlaknya dengan suatu
akhlak yang kuat dan berkarakter terpuji sesuai dengan syakhsiyah Islamiyah
(keperibadian Islam), disini melalui penerapan akhlak Salafush Shalih yang
sudah terbukti mampu untuk membangun sebuah bangsa, kemudian dipelajari dan
diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari daripada pemuda muslim, yang
diharapkan dengan penerapan akhlak Salafush Shalih dapat mewujudkan Baldatun
Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur yang merupakan cita-cita seluruh bangsa di dunia,
dan hanya dengan segala usaha dan kerjakeras beriring doa maka impian dan harapan
suatu kaum akan terlaksana melalui para pemuda muslimnya yang berkomitmen untuk
terus berada dijalan Allah SWT dengan memegang teguh aqidahnya.
[4] Qadir
Jawas, Yazid bin Abdul. 2008. Prinsip
Dasar Islam Menurut Al-Quran dan As-sunnah yang Shahih. (Bogor: Pustaka
At-Taqwa) h.248
[3] Madain
Shaleh, “Sisa-sisa kehancuran kaum
Tsamud” dalam alamat “http://hermadut.blogspot.com/2012/10/sisa-sisa-kehancuran-kaum-tsamud.html Diakses pada Tanggal
8 April 2014 Pukul 17.45 WIB
[2]“Membangun
Karakter dengan Kejujuran” Dalam Alamat http://www.mediatadulako.com
/index.php/2012-10-23-17-27-33/2012-10-23-17-4731/ editorial
/172-membangun-karakter-dengan-kejujuran Diakses pada Tanggal
7 April 2014 Pukul 19.20 WIB
[1] Lilik
Ibadurrohman, “Siapakah Salafus Shalih?” dalam
alamat
http://muslim.or.id/
manhaj/siapakah-salafus-shalih.html Diakses pada Tanggal 6 April 2014 Pukul 20.14
WIB
7 Jun 2014
PERANAN GEMMINDO (GERAKAN MUDHARABAH MUSYARAKAH INDONESIA ) DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN UMKM UNTUK MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015
PERANAN GEMMINDO (GERAKAN MUDHARABAH MUSYARAKAH
INDONESIA ) DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN UMKM UNTUK MENGHADAPI
ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015
By : Muh. Riza Pahlawi
Mahasiswa STEI Hamfara Yogyakarta
PENDAHULUAN
ASEAN Economic Community (AEC) merupakan salah satu dari tiga pilar utama dalam ASEAN Community 2015, yang ingin membentuk integrasi ekonomi di kawasan ASEAN Tenggara. AEC memiliki lima pilar utama, yakni: aliran bebas barang, aliran bebas jasa, aliran bebas investasi, aliran bebas tenaga kerja terampil, dan alian bebas modal.
Ini merupakan kesempatan bagi UMKM untuk ikut berperan dalam perdagangan ASEAN. Namun faktanya, UMKM di Indonesia belum mampu bersaing dengan UMKM dari negara – negara lain. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya barang – barang yang diimpor dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, yang mana seharusnya dapat diproduksi sendiri secara mandiri. Salah satu masalah yang menyebabkan hal tersebut adalah terbatasnya akses modal bagi para pelaku UMKM di Indonesia.
Namun, dunia permodalan di Indonesia saat ini didominasi oleh lembaga konvensional yang menerapkan sistem bunga atau riba. Padahal dalam surah Al – Baqarah ayat 275 Allah SWT, berfirman:
Artinya : ...... Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba …. (275).
Dengan demikian maka dibutuhkan sebuah konsep permodalan yang sesuai dengan prinsip syariah Islam, salah satunya adalah melalui kegiatan mudharabah dan musyarakah yang saat ini banyak di praktekkan di lembaga – lembaga keuangan syariah.
Di dalam dunia keuangan, seperti perbankan maupun koperasi, baik syariah ataupun tidak dalam menyalurkan pembiayaan kepada nasabahnya menitikberatkan kepada pengalaman usaha yang dimiliki, dengan kata lain disalurkan kepada usaha yang telah berjalan. Ditambah lagi sebagian besar dana yang ada di perbankan tersebut disalurkan untuk kredit konsumtif yang semakin memperkecil porsi kredit untuk perkembangan UMKM di Indonesia. Dana investasi dan modal kerja yang ada lebih banyak disalurkan kepada perusahaan – perusahaan besar sehingga kesempatan yang dimiliki oleh seseorang yang ingin memulai usahanya untuk mendapatkan modal dari perbankan sangat kecil. Hal ini dapat dilihat melalui tabel dibawah ini:
Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai program, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang juga disalurkan melalui perbankan, tetap pada prakteknya masih menyulitkan para pemula usaha. Mereka tidak diberi kesempatan untuk mempresentasikan planning usahanya dan diangap sebagai orang – orang yang tidak berpengalaman dalam bisnis.
Di sini lah peran dan sinergisitas lembaga ekonomi islam dibutuhkan untuk berkontribusi dalam mengembangkan dan meningkatkan pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dengan didukung perkembangan teknologi yang semakin maju maka lembaga ekonomi islam memiliki kesempatan untuk ikut berkembang didalamnya, salah satunya melalui jaringan internet. Selama ini, di negara Indonesia kita hanya mengenal komunitas bisnis internet yang bergerak pada bidang jual beli barang, seperti KASKUS, Toko Bagus.com, Berniaga.com, dan lain-lain. Namun belum ada komunitas bisnis internet yang bergerak dalam bidang investasi atau modal, apalagi yang syariah.
Oleh sebab itu, tercetuslah sebuah ide untuk membentuk sebuah lembaga atau komunitas ekonomi Islam dengan nama Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO). Maka mampukah GEMMINDO tersebut berperan dan bersinergi dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 nanti ?
PEMBAHASAN
A. Peranan UMKM terhadap Perekonomian Indonesia
Telah menjadi pengetahuan banyak pihak bahwa peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia begitu penting. Sektor UMKM nasional dikenal memiliki karakteristik positif seperti sektor yang menyerap tenaga kerja yang besar, mengakomodasi peran masyarakat miskin dan dominan dalam struktur ekonomi. Berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari Bank Indonesia (2010), sektor tersebut memiliki jumlah pelaku usaha yang mencapai 51,3 juta unit usaha. Menyerap tenaga kerja 90,9 juta pekerja (97%). Menyumbang PDB sebesar Rp2.609 triliun (55,6%). Serta memberikan sumbangan devisa sebesar Rp183,8 triliun (20%).1 Kontribusi UMKM terhadap total ekspor non migas pada tahun 2010 sebesar Rp. 175 triliun atau 15,81% dengan rincian usaha mikro Rp.16 triliun, usaha kecil Rp.38 triliun dan usaha menengah Rp.121 triliun.
B. Peranan Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO) dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan UMKM untuk Menghadapi AEC 2015
Syirkah mudharabah dan musyarakah merupakan bentuk dari aqad kerjasama dalam Islam. Syirkah mudharabah adalah bentuk kerjasama antara dua belah pihak dimana pihak yang satu menjadi shahibul mal atau investor sedangkan pihak lain fokus mengurus bisnis yang disepakati dengan sebaik – baiknya (mudharib atau pengelola). Sedangkan syirkah musyarakah adalah bentuk kerjasama antara dua orang atau lebih, sebagian bertindak sebagai sohibul mal (investor) dan sebagian lagi bertindak sebagai mudharib (pengelola UMKM).
Melihat dari sedikit penjelasan teori di atas mengenai syirkah mudharabah dan musyarakah maka dapat diambil sebuah gagasan bahwanya di dalam syirkah mudharabah dan musyarakah terdapat sebuah keunggulan dimana dapat menjembatani antara orang – orang yang memiliki dana lebih tetapi tidak memiliki ide ataupun usaha bisnis dengan orang yang memiliki ide ataupun usaha bisnis tetapi tidak memiliki modal.
Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia atau GEMMINDO merupakan sebuah model yang penulis desain sebagai penghubung antara shohibul mal dan mudharib. Komunitas ini akan di kelola oleh para sarjana ekonomi Islam. Dengan demikian transformasi pemahaman ekonomi Islam ke tengah masyarakat, khususnya tentang syirkah mudharabah dan musyarakah akan terlaksana dengan maksimal. Artinya, secara perlahan tapi pasti akan mengubah pemahaman masyarakat tentang cara untuk mendapatkan modal, yang pada awalnya hanya dapat dilakukan oleh perbankan syariah ataupun konvensional (lembaga keuangan), berubah menjadi ke personal yang memiliki kelebihan dana dengan menggunakan akad syirkah mudharabah dan musyarakah.
Ada 4 bagian kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO). Pertama adalah pendaftaran bagi para mudharib untuk dapat menampilkan resume usahanya di website GEMMINDO. Kedua, pemilihan ide usaha oleh calon sohibul mal (investor). Ketiga, pertemuan antara calon shohibul mal (investor) dengan mudharib dengan didampingi oleh pengurus GEMINDO hingga terjadinya kesepakatan. Keempat, pembimbingan dan pengawasan usaha UMKM yang memperoleh dana dari shohibul mal atau investor. Adapun akad yang digunakan dalam komunitas tersebut dapat dijelaskan melalui skema berikut ini.
Akad samsaroh digunakan atas dasar jasa sebagai makelar penghubung yang menghubungkan dan mempertemukan antara shohibul mal (investor) dengan mudharib (pemilik ide dan usaha UMKM) sedangkan ijarah digunakan atas dasar biaya – biaya administrasi yang dikeluarkan oleh pengelola GEMINDO selama proses terjadinya akad kerjasama. Untuk akad yang digunakan antara pemilik ide usaha (mudharib/pelaku UMKM) dengan pemilik dana (shohibul mal/investor) adalah syirkah mudharabah ataupun musyarakah. Tergantung pada jenis investasi dan kerjasamanya. Sehingga pendapatan yang didapatkan oleh GEMMINDO berupa fee sebagai balas jasa telah menghubungkan shohibul mal (investor) dan mudharib dan ujrah sebagai biaya pengurusan/administrasi.
Dengan mengasumsikan masyarakat menengah ke bawah sebagai elemen yang potensial untuk menjadi mudharib dan masyarakat menengah ke atas (kelebihan dana) sebagai elemen yang potensial sebagai shohibul mal, maka dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan komunitas Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO) sebagai jembatan penghubung antara kedua belah pihak yang saling membutuhkan tersebut akan berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia.
Dengan gagasan ini maka diharapkan akan mucnul UMKM – UMKM baru dan mampu mengembangkan usaha UMKM yang mengalami masalah keuangan sehingga mampu beroperasi dengan baik karena kebutuhan modal untuk usaha – usaha UMKM tersebut telah terpenuhi. Apabila kegiatan ini, dari tahun ke tahun semakin berkembang maka bukan tidak mungkin angka pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia juga akan terus meningkat. UMKM – UMKM tersebut pun mampu memberikan dampak derivatif yang positif terhadap perekonomian Indonesia, yaitu jumlah unit usaha, penyerapan tenaga kerja, peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga ekspor non migas akan meningkat seiring dengan perkembangan UMKM tersebut.
Dengan demikian maka diharapkan UMKM – UMKM tersebut dapat memproduksi barang – barang yang berkualitas tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri yang selama ini diimpor dari luar negeri seperti kancing baju, jarum, sendal, mainan anak – anak dan barang – barang lainnya serta siap bersaing dengan para pengusaha negara – negara ASEAN lainnya di kancah ASEAN Economic Community (AEC) 2015 nanti.
Akhirnya, terbukti bahwa ekonomi Islam merupakan sebuah solusi yang pasti bagi perekonomian Indonesia. Bukan hanya itu, dengan lembaga ini maka secara tidak langsung telah membuat masyarakat berpartisipasi aktif dalam berekonomi Islam sebagai sebuah konsekuensi dari pengakuan sebagai masyarakat muslim.
PENUTUP
Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO) merupakan lembaga ekonomi Islam yang bergerak dalam bidang investasi sektor UMKM, yang menghubungkan antara investor (sohibul mal) dan pelaku UMKM (mudharib). Dengan adanya GEMMINDO maka akan mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, menambah devisa, meningkatkan PDB, hingga meningkatkan ekspor non migas. Secara tidak langsung, akan membuat UMKM Indonesia menjadi kuat dan siap bersaing dalam menghapai perdagangan bebas ASEAN (AEC) 2015 nanti.
DAFTAR PUSTAKA
Al Mustofa, Mohammad Imsin, Role Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) In Boarding School Sidogiri Empowerment As Alternative Small And Medium (MSMES), Dosen FIA Unipdu
As-Sarakhsi.1993. al-Mabsuth. Beirut : Dar al-kutub al-‘Ilmiyyah Juz XV.
Az- Zuhaili, Wahbah, 1997, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus ; Dar al-Fikr.
Fachrudin Ridwan, 2011. Peran Pusat Pengembangan Pendamping Usaha Kecil dan Menengah dalam Pengembangan UKM di Kota Sukabumi. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah
M.Algaoud, Latifa dan K. Lewis, Mervyn.2005. Perbankan Syari’ah, Prinsip, Praktik dan Prospek, Jakarta : PT. Serambi Ilmu Semesta.
Partomo, Tiktik Sartika dan Soejoedono, Abd Rachman. 2004. Ekonomi Skala Kecil/menengah dan Koperasi. Bogor, Ghalia Indonesia.
Raselawati, Ade.2011. Pengaruh Perkembangan Usaha Kecil Menengah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pada Sektor UKM Indonesia. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah.
www.al-idrisiyyah.com
www.referensimakalah.com
www.lepank.com
www.wikipedia.org
www.depdop.go.id
6 Jun 2014
Ya Allah Kenapa Aku Malu? Sebuah Paradigma Baru
Saya yakin semua orang mempunyai rasa malu. Sobat semua punya kan??Kita patut untuk tahu bahwa rasa malu menjadi bagian penting dalam keimanan seorang muslim. Mengapa?? Karena itu bisa menjaga kita dari perbuatan maksiat. Kadangkala sobat pernah ya, ketika melihat lawan jenis rasanya seperti tertimpa dunia dan seisinya, (hehe). Keringat dingin mengucur begitu deras, hati berdetak dengan cepat, akhirnya menatap pun malu. Fenomena ini ada yang mensyukuri ada juga yang menyesali. Namun kita harus tahu definisi malu.
Al Imam An Nawawi menjelaskan bahwa para ulama berkata,“Hakikat sifat malu itu ialah suatu budi pekerti yang menyebabkan seorang itu meninggalkan apa-apa yang buruk dan menyebabkan ia tidak lengah untuk menunaikan haknya seorang yang mempunyai hak.”Beliau melanjutkan,“Kami meriwayatkan dari Abul Qasim al Junaid rahimahullah, beliau berkata,‘Malu ialah perpaduan antara melihat berbagai macam kenikmatan atau karunia dan melihat adanya kelengahan, lalu tumbuhlah di antara kedua macam sifat yang di atas tadi suatu keadaan yang dinamakan sifat malu’.” (Riyadhus Shalihin)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Keimanan itu ada tujuh puluh sekian cabang atau keimanan itu ada enam puluh sekian cabang. Seutama-utamanya ialah ucapan La ilaha illallah dan serendah-rendahnya ialah menyingkirkan gangguan dari jalan dan malu itu adalah cabang dari keimanan.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma,Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan melalui seorang lelaki dari golongan kaum Anshar dan ia sedang menasihati saudaranya tentang hal sifat malu. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Biarkanlah ia, sebab sesungguhnya sifat malu itu termasuk dari keimanan.” (Muttafaq ‘alaih)Kenapa malu disebut sebagai salah satu cabang keimanan? Hal ini dengan rasa malu yang ada pada dirinya seseorang akan malu apabila meninggalkan apa yang diperintahkan oleh Allah serta malu pula untuk melanggar apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala.Kalau sobat malu ketika presentasi itu dipertanyakan. Tetapi kalau malu berbuat maksiat itu menjadi kewajiban.(referensi: http://shirotholmustaqim.wordpress.com/)
Al Imam An Nawawi menjelaskan bahwa para ulama berkata,“Hakikat sifat malu itu ialah suatu budi pekerti yang menyebabkan seorang itu meninggalkan apa-apa yang buruk dan menyebabkan ia tidak lengah untuk menunaikan haknya seorang yang mempunyai hak.”Beliau melanjutkan,“Kami meriwayatkan dari Abul Qasim al Junaid rahimahullah, beliau berkata,‘Malu ialah perpaduan antara melihat berbagai macam kenikmatan atau karunia dan melihat adanya kelengahan, lalu tumbuhlah di antara kedua macam sifat yang di atas tadi suatu keadaan yang dinamakan sifat malu’.” (Riyadhus Shalihin)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Keimanan itu ada tujuh puluh sekian cabang atau keimanan itu ada enam puluh sekian cabang. Seutama-utamanya ialah ucapan La ilaha illallah dan serendah-rendahnya ialah menyingkirkan gangguan dari jalan dan malu itu adalah cabang dari keimanan.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma,Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan melalui seorang lelaki dari golongan kaum Anshar dan ia sedang menasihati saudaranya tentang hal sifat malu. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Biarkanlah ia, sebab sesungguhnya sifat malu itu termasuk dari keimanan.” (Muttafaq ‘alaih)Kenapa malu disebut sebagai salah satu cabang keimanan? Hal ini dengan rasa malu yang ada pada dirinya seseorang akan malu apabila meninggalkan apa yang diperintahkan oleh Allah serta malu pula untuk melanggar apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala.Kalau sobat malu ketika presentasi itu dipertanyakan. Tetapi kalau malu berbuat maksiat itu menjadi kewajiban.(referensi: http://shirotholmustaqim.wordpress.com/)
Yahudi dan Pohon Ghorqod
Perihal kiamat menjadi bahasan penting dalam Umat Islam. Hari kiamat ini adalah pintu dari berakhirnya dunia dan seisinya dan berganti dengan alam yang lebih kekal, yaitu kampung akhirat. Tentunya Allah tidak memberikan pengetahuan tentang waktu kapan terjadinya hari kiamat, bahkan malaikat. Hal ini menjadikan kita untuk tetap berhati-hati, tetap menyiapkan amal terbaik, tetap menghindari perbuatan maksiat. Namun perlu diketahui bahwa hari kiamat memiliki tanda-tandanya, khususnya kiamat kubro. Salah satu diantara adalah bahasan pohon Ghorqod dan kaum Yahudi.
Ada sebuah hadits shahih tentang hari akhir mengenai pohon ini: "Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata: Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon ghorqod, maka itu adalah dari pohon-pohonnya orang Yahudi. "(HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu’lu’ wa al-Marjan III/308)
Seperti yang diulas dalam eramuslim.com bahwa kaum Yahudi berlomba-lomba dalam menanam pohon ini. Washington Post edisi April 1984 memuat satu artikel tentang pertemuan Presiden AS Ronald Reagan dengan seorang pelobi senior Yahudi dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) bernama Tom Dine. Pertemuan itu berlangsung secara pribadi.
Kepada Tom Dine, mantan Gubernur Negara Bagian California ini dengan serius berkata, “Anda tahu, saya berpaling kepada nabi-nabi kuno Perjanjian Lama dan kepada tanda-tanda yang meramalkan Perang Armageddon. Saya sendiri jadi bertanya-tanya, apakah kita ini akan melihat semuanya itu terpenuhi. Saya tidak tahu. Apakah Anda belakangan ini juga telah memperhatikan nubuat-nubuat para nabi itu… akan tetapi, percayalah kepada saya, bahwa nubuat-nubuat itu menggambarkan masa-masa yang sekarang ini sedang kita jalani. ” Tom Dine tersenyum dan mengangguk pelan.
Presiden Reagan merupakan presiden Amerika Serikat pertama yang memulai suatu tradisi baru dalam protokoler Gedung Putih, di mana kebaktian, seminar keagamaan, dan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah tokoh gereja evangelikal Amerika sering diadakan. Di masa Reagan-lah paham Zionis-Kristen masuk dalam lingkaran elit pemerintahan Amerika. Seluruh kebijakan, terutama kebijakan Amerika di luar negeri khususnya untuk wilayah Timur Tengah, sangat kental bernuansa Zionis.
Penerus Reagan, George H. W. Bush, William J. Clinton, dan George W. Bush, merupakan orang-orang yang sangat yakin tentang nubuat-nubuat (janji-janji atau ramalan-ramalan) Tuhan seperti yang tercantum di dalam Injil Darby atau Scofield, Injil resmi Amerika. Menurut keyakinan mereka, abad millennium merupakan zaman akhir di mana suatu ketika akan terjadi Peperangan Besar Terakhir (Armageddon) yang melibatkan seluruh dunia, antara Tentara Tuhan melawan Pasukan Iblis. Kristus akan mengalahkanAnti-Christ. Dan setelah itu dunia akan menjadi damai dan sejahtera hingga datangnya hari penghabisan.
Sebab itu, dilandasi kepercayaan akan hari akhir seperti yang dinubuatkan dalam Injil Darby, para presiden Amerika bekerja dengan sekuat tenaga untuk melapangkan jalan bagi suatu hari di mana akan datang Kristus yang kedua kalinya. Karena menurut kepercayaan mereka Kristus akan turun di tanah Palestina, maka mereka berupaya untuk menguasai Tanah Palestina sepenuhnya dan memberikannya kepada orang-orang Yahudi.
Ini menandakan bahwa kaum Yahudi pun percaya bahwa kiamat akan terjadi. Maka sebagai seorang muslim pun harus juga mempersiapkan perihal hari kiamat ini.
4 Jun 2014
Hakikat Pemimpin Menurut Al-Qur'an
Akhir-akhir ini ungkapan "pemimpin" menjadi trending topic di Indonesia. Tidak heran karena sebentar lagi Indonesia akan memilih pemimpin baru, yaitu Pemilihan Presiden 2014. Maraknya isu-isu yang dihembuskan lewat media maya membuat kita semakin bingung. Blow up isu negatif para calon presiden kini menjadi makanan sehari-hari bagi para pengguna media. "Apakah itu benar?", "Apakah iya seperti itu?". Banyak pertanyaan kemudian muncul di benak kita apakah mereka layak memimpin bangsa ini.
Namun perlu diperhatikan. memilih ataupun tidak, tetap saja akan ada pemimpin yang terpilih. Warga negara tetap saja diberikan kebebasan sepenuhnya untuk memilih. Memilih atau golput adalah pilihan. Tetapi, sekali lagi tetap ada pemimpin yang terpilih. Peran kita sedikit banyak akan mempengaruhi kualitas negeri ini, dan itu semua bermula dari seorang pemimpin.
Bagaimana Hakikat Pemimpin Menurut Al-Qur'an
Berbicara tentang pemimpin, Allah SWT telah menjelaskan kepada kita bagaimana pemimpin yang baik itu, melalui beberapa contoh kepemimpinan yang Allah ketengahkan dalam kitab-Nya, Al-Qur’an.
Diantara sosok yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah Musa as. Dalam QS Al-Qashash: 26, Allah SWT berfirman: “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Wahai bapakku, ambillah ia (Musa) sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat (al-qawiyy) lagi dapat dipercaya (al-amin)".
Dalam ayat tersebut, Musa as disifati memiliki dua sifat yaitu al-qawiyy (kuat) dan al-amin (bisa dipercaya). Inilah dua sifat yang harus dimiliki oleh seseorang yang “bekerja untuk negara”. Dua sifat tersebut adalah al-quwwah yang bermakna kapabilitas, kemampuan, kecakapan, dan al-amanah yang bermakna integritas, kredibilitas, moralitas.
Sosok pemimpin lainnya yang disebutkan oleh Al-Qur’an adalah Yusuf as. Dalam QS Yusuf: 55, Allah SWT mengabadikan perkataan Yusuf as kepada Raja Mesir: “Yusuf berkata: ‘Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan".
Dari ayat diatas, kita mengetahui bahwa Yusuf as itu hafiizh (bisa menjaga) dan ‘alim (pintar, pandai). Inilah dua sifat yang harus dimiliki oleh seseorang yang “bekerja untuk negara”. Dua sifat tersebut adalah al-hifzh yang tidak lain berarti integritas, kredibiltas, moralitas, dan al-‘ilm yang tidak lain merupakan sebentuk kapabilitas, kemampuan, dan kecakapan.
Jadi kesimpulannya, kriteria pemimpin yang baik menurut Al-Qur’an adalah yang kredibel dan juga kapabel. Dua-duanya harus ada pada diri seorang pemimpin, bukan hanya salah satunya. Jika seorang pemimpin hanya kredibel tapi tidak kapabel, maka urusan akan berantakan karena diserahkan pada yang bukan ahlinya. Rasulullah saw bersabda, “Jika urusan diserahkan pada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya”. Sebaliknya, jika seorang pemimpin hanya kapabel tapi tidak kredibel, maka dia justru akan ‘minteri’ rakyat, menipu rakyat, menjadi maling dan perampas hak-hak rakyatnya, dan tidak bisa dijadikan sebagai contoh dan teladan. Dan jika para pemimpinnya bermoral rendah, bagaimana dengan rakyatnya?
(Referensi: menaraislam.com)
Ramadhan Sebentar Lagi: Lama Puasa di Berbagai Negara
Ramadhan... *waahhh indahnya!!!
Hai hai, tak terasa kita sebentar lagi akan memasuki bulan yang mulia, yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang menyuguhkan banyak keutamaan dan menyediakan ladang amal bagi setiap muslim. Bukan hanya itu, di bulan ini pula pahala akan dilipatgandakan, syetan-syetan dibelenggu dan masih banyak keutamaan yang lainnya.
Kalau tahun ini kita di Indonesia ya gitu. Waktu puasanya yang gitu-gitu aja, ga banyak perubahan. Namun, beda halnya dengan saudara kita di belahan bumi yang lain. Yuk tengok.
Islam adalah agama yang paling cepat menyebar ke seluruh dunia. Oleh karena itu umat Islam ada di seluruh negeri di dunia ini. Karena letak geografis yang saling berbeda, waktu dan lama puasa masing-masing negara juga berbeda.
Berikut peta yang menunjukkan lama puasa yang harus dijalani umat Islam pada tanggal 15 Ramadhan yang akan datang di berbagai belahan dunia, menurut perhitungan Markaz Falak Dauli, yang berada di Saudi Arabia.
Dalam peta terlihat bahwa lama puasa akan pendek di belahan bumi selatan, karena di belahan itu sedang berlangsung musim dingin. Berbeda dengan belahan bumi utara yang sedang mengalami musim panas.
Karena itulah, negara paling pendek puasanya adalah Chili dan Argentina (10 jam). Semakin ke utara, maka lama puasa akan semakin panjang, sehingga Comorros menjadi negara Arab yang paling pendek puasanya (12.5 jam), dilanjutkan dengan Somalia. Hal yang sedikit sama dialami di Indonesia karena sejajar (13-14 jam).
Di Jazirah Arab, negara berpuasa paling pendek adalah Yaman (14 jam), dilanjutkan Saudi bagian selatan, Oman bagian selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait (15 jam). Adapun negara-negara Syam , lama puasanya berbeda-beda (antara 15.5 jam hingga 16 jam). Demikian juga negara-negara Arab di wilayah Afrika utara.
Semakin ke utara, maka puasa akan semakin lama. Misalnya di Turki (17 jam) Italia bagian utara (18 jam), Prancis bagian tengah (19 jam) dan Jerman bagian utara (20 jam). Setelah itu, umat Islam akan mendapatkan masalah hilangnya tanda datangnya waktu Fajar dan Isya’
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/06/04/52614/lama-puasa-tahun-ini-di-berbagai-belahan-dunia/#ixzz33gn8M4Qv
Dari Mata Turun Ke Hati: Mengupas Hakikat Zina Mata
Menyoal terkait bahasan zina menjadi topik yang sangat menarik. Permasalahan inilah yang kini tengah menggerogoti eksistensi adab budaya Timur yang juga sarat dengan nilai-nilai Islam. Dimana-mana, baik di kota maupun sampai pelosok daerah mengalami penurunan kualitas generasi karena masalah ini. Anak-anak sekolah kini tidak lagi dapat menjaga izzah (kemuliaan) mereka, akan tetapi kemuliaannya kini menjadi barang murah yang diperjualbelikan kepada yang lain. Betapa tidak, berapa banyak anak SD, SMP, dan SMA yang sudah terenggut kehormatannya? Berapa banyak anak-anak yang masih dibawah umur sudah memiliki anak tanpa proses pernikahan? Patut kita untuk menyimak bahasan ini.
Ada pandangan bahwa yang dimaksud zina adalah hubungan tubuh antara laki-laki dan perempuan yang belum memiliki ikatan pernikahan. Hal ini benar, namun masih sangat sempit. Pembaca semua jangan sampai terkecoh dengan ungkapan ini. Bisa jadi definisi-definisi yang menyempitkan definisi zina ini adalah bagian dari tipu daya manusia yang ingin menghancurkan harkat dan martabat bangsa dan agama.
Dari Mata Turun ke Hati
Di dalam Islam ada jenis maksiat yang disebut dengan ‘zina mata’ (lahadhat). Lahadhat itu, pandangan kepada hal-hal, yang menuju kemaksiatan. Lahadhat bukan hanya sekadar memandang, tetapi diikuti dengan pandangan selanjutnya. Pandangan mata adalah sumber itijah (orientasi) kemuliaan, juga sekaligus duta nafsu syahwat. Seseorang yang menjaga pandangan berarti ia menjaga kemaluan. Barangsiapa yang mengumbar pandangannya, maka manusia itu akan masuk kepada hal-hal yang membinasakannya.
Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, pernah menasihati Ali :
“Jangan kamu ikuti pandangan pertamamu dengan pandangan kedua dan selanjutnya. Milik kamu adalah pandangan yang pertama, tapi yang kedua bukan”.
Dalam musnad Ahmad, disebutkan, Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, bersabda :
“Pandangan adalah panah beracun dari panah-pandah Iblis. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari keelokkan wanita yang cantik karena Allah, maka Allah akan mewariskan dalam hatinya manisnya iman sampai hari kiamat”.
Sarah hadist itu, tak lain, seperti di jelaskan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam:
“Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian”. Juga Sabda Beliau : “Jauhilah oleh kalian duduk di pinggir jalan”. Para Shahabat berkata : “Pinggir jalan itu adalah tempat duduk kami, kami tidak bisa meninggalkan”. Beliau bersabda : “Jika kalian harus duduk di jalan, maka berikanlah haknya”. Mereka berkata : “Menundukkan pandangan, dan menahan diri untuk tak menganggu, baik dengan perkataan atau perbuatan, dan menjawab salam”.
Melihat adalah sumber dari segala bencana yang menimpa diri manusia. Melihat melahirkan lamunan atau khayalan, dan khayalan melahirkan pemikiran, pikiran melahirkan syahwat, dan syahwat melahirkan kemauan, kemauan itu lantas menguat, kemudian menjadi tekat kuat dan terjadi apa yang selagi tidak ada yang menghalanginya. Dalam hal ini ada hikmah yang mengatakan :
“Menahan pandangan lebih ringan dari pada bersabar atas kesakitan (siksa) setelah itu”.
Seorang penyair Arab bertutur,
"Semua bencana itu bersumber dari pandangan,
Seperti api besar itu bersumber dari percikan bunga api,
Betapa banyak pandangan yang menancap dalam hati seseorang,
Seperti panah yang terlepas dari busurnya,
Berasal dari sumber matalah semua marabahaya,
Mudah beban melakukannya, dilihat pun tak berbahaya,
Tapi, jangan ucapkan selamat datang kepada kesenangan sesaat yang kembali dengan membawa bencana".
Bahaya memandang yang haram adalah timbulnya penderitaan dalam diri seseorang. Karena tak mampu menahan gejolak jiwanya yang diterpa nafsu. Akibat selanjutnya adalah seorang hamba akan melihat sesuatu yang tidak akan tahan dilihatnya. Ini adalah sesuatu yang menyiksa, yang paling pedih, jangankan melihat semuanya, melihat sebagian saja tak akan mampu menahan gejolak jiwanya.
Zina itu ada prosesnya. Dimulai dari pandangan, kemudian turun ke hati. Bagaimana kemudian gejolak syahwat akan mempengaruhi apa yang telah dilihatnya sampai pada taraf imajinasi/membayangkan. Ketika nafsu syahwat sudah memenuhi relung hati, maka jadilah sekarang anak-anak yang hamil diluar nikah bertebaran.
(referensi: eramuslim.com)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)










