OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

17 Apr 2017

SUSUNAN PENGURUS BPPI FEB UNS TAHUN 2017


DAFTAR PENGURUS BADAN PENGKAJIAN DAN PENGAMALAN ISLAM
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
TAHUN 2017

No
Nama
NIM
Jabatan
1.
Yunus Abdul Aziz
F0215111
Ketua Umun
Kesekretariatan
2.
Fazar Alifia Alfarizy
F0116041
Ketua Bidang
3.
Endah Kuswanti
F3515023
Sekretaris Bidang
4.
Alif Fathurrahman Najib
F0115010
Staff
5.
Jery Gunawan
F0116115
Staff
6.
Muhammad Akbar Rahmansyah
F3316041
Staff
7.
Oscar Ivan Rasio
F0216074
staff
8.
Murti Vatmala
F3615054
Staff
9.
Alfiana Tri Rahmawati
F3216008
Staff
10.
Lusi Ariani
F3416035
Staff
11.
Diyah Pratiwi Nurjannah
F0116028
Staff
12.
Siti Yulaiha
F3616055
Staff
13.
Ayu Cahyaningtyas
F0116014
Staff
Dana Usaha
14.
Muhammad Hanif Indrawan
F0215073
Kepala Bidang
15.
Hanifah Roudhotul Jannah
F0315036
Sekretaris Bidang
16.
Bagus Surya Pamungkas
F0215026
Staff
17.
Hanif Afif Naufal
F0116047
Staff
18.
Galang pramono Jati
F0315034
Staff
19.
Sri Wahyu Nugraheni
F0216096
Staff
20.
Ufi Sholiati
F0215103
Staff
21.
Farhah Sholihah
F0116039
Staff
22.
Fitri Arianti
F0315033
Staff
23.
Alifah Inas
F0215010
Staff
24.
Nevi Nur Rahmadhini
F0316076
Staff
25.
Asri Pujinig Tyas
F3515010
Staff
Syi'ar
26.
M. Yahya Ayyasy A
F0215076
Kepala Bidang
27.
Ika Yulianingtyas
F0314045
Sekretaris Bidang
28.
Abdurahman Zaki Mustofa
F0315001
Staff
29.
Althofa Khoironi
F3116002
Staff
30.
Muhammad Adi Nugroho
F3116033
Staff
31.
Muhammad Faishal Afif
F0216052
Staff
32.
Muhammad Fauzi Perdana
F3616038
Staff
33.
Maretta Hanurawati
F0116064
Staff
34.
Yovi Nurfala
F3516062
Staff
35.
Revicia Alvio Kirana
F3516049
Staff
36.
Riskah Alfiani
F0315080
Staff
37.
Erni Widiyawati
F3616019
Staff
38.
Puji Lestari
F3416046
Staff
Layanan Umat
39.
Feisal Al Jabbar
F0115034
Kepala Bidang
40.
Niswa Fauzia
F0115069
Sekretaris Bidang
41.
Ahmad Abdul Wahid
F0215004
Staff
42
Ando Suryo Wicaksono
F0315009
Staff
43.
Jumarudin
F3316031
Staff
44.
Muhammad Ilham Elfath
F0216050
Staff
45.
Muhammad Yoga P.B
F3515043
Staff
46.
Rakka Alhazimi
F0115077
Staff
47.
Ayu Assadina
F3615012
Staff
48.
Uswatun Khasanah
F0216103
Staff
49.
Atik Purnama Sari
F3216016
Staff
50.
Eva Tristyana
F3515024
Staff
51.
Aisha Arafatuz Zahraa
F3216006
Staff
52.
Eka Putri N.S
F3616016
Staff
Media Komunikasi
53.
Muhammad Qeis Abdurrahman
F0215067
Kepala Bidang
54.
Anisa Damayanti
F0216009
Sekretaris Bidang
55.
Firosy Ayatu Rahman
F0116042
Staff
56.
Asep Ari Nugroho
F0116012
Staff
57.
Randi Tri Harto Saputro
F0215089
Staff
58.
Luthfi Romadhon
F0215066
Staff
59.
Ade Nur Aziza B.A
F0115002
Staff
60.
Dian Ayu Andriani
F0116027
Staff
61.
Diyah Permata Ulfa
F3616005
Staff
62.
Brilianti khusnul Khotimah
F0316022
Staff
Hubungan Masyarakat
63.
Aji Wisnu Utomo
F0215007
Kepala Bidang
64.
Arina Zuhdina Al Haqq
F3216015
Sekretaris Bidang
65.
Muhammad Aditya Pratama
F3216038
Staff
66.
Usamah Abdul Hanif
F0116104
Staff
67.
Farhan Falih Ahmad
F0316034
Staff
68.
Ufayr Maaris
F0116102
Staff
69.
Tri Iksan
F3515060
Staff
70.
Ramadhani Ayu P
F3216047
Staff
71.
Ira Setiana
F3515038
Staff
72.
Nurutstaqofi
F0315066
Staff
73.
Dhanti Shofia
F0316025
Staff
74.
Aulia Ade Prastiwi
F3616005
Staff
75.
Rus Ulfa Andriyani
F0115082
Staff
Kaderisasi Dan Pembinaan
76.
Jagad G Cunjayani
F0215059
Kepala Bidang
77.
Chairatunnisa
F0315024
Sekretaris Bidang
78.
Haidar Rafif Fauzan
F3316029
Staff
79.
Aba Rohmad Nurkholik
F3516001
Staff
80.
Rohmad Romadhon
F0316092
Staff
81.
Masykur Lutfi Muttaqin
F0216055
Staff
82.
Ghazy Fadhil Ramadhan
F0116046
Staff
83.
Mutia
F3215041
Staff
84.
Mukhlis Shotus Salamah
F3316045
Staff
85.
Rosalia Asih Ersal
F0215043
Staff
86.
Elyda Noor Laila Jamil
F0215095
Staff
87.
Hasna Salamatu Izzah
F3516033
Staff
Nisaa'
88.
Nadifa Salsabila Nizar
F0314069
Kepala Bidang
89.
Zainab Azizah
F0215112
Sekretaris Bidang
90.
Fesa Budhiyarsih
F0315032
Staff
91.
Ozy Tri Alviani Rahayu
F0315067
Staff
92.
Afifah Oki Nilasakti
F0316005
Staff
93.
Ellena Saufika Yuanita
F0215042
Staff
94.
Irma Lailatus
F0315044
Staff
95.
Nikmaturrohmah
F0116075
Staff
96.
Azzidini Sabrina Pangestu
F0215025
Staff


5 Jan 2017

Open Recruitment BPPI FEB UNS 2017


Sekuat dan seyakin apapun manusia, tak seorang yang terlewatkan dari kondisi yang lemah. Terkadang ada sisi-sisi kelemahan kita sebagai manusia yang membuat kita lali dan gamang. Karena yang terlihat kuat pun masih harus dikuatkan., yang terlihat yakin pun harus diyakinkan, dan yang terlihat benar pun masih perlu koreksi.

Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap dari kita pernah melakukan kesalahan. Tapi, jangan sampai perasaan belum pantas dan belum siap itu menghalangimu untuk menjemput dan menebarkan kebaikan.

Kita tak tahu bagaimana Allah mengatur jalan hidup kita, bagaimana kelak Allah menentukan nasib dan masa depan kita. Karena sejatinnya, Allah hanya akan memberi beban kepada manusia setara dengan tingkat kemampuan sang hamba. Maka, jika kita dinilai pantas oleh Allah untuk mengemban amanah, bukan mustahil kitalah yang pada akhirnya terpilih.

Sahabtku, mungkin kita adalah satu dari sekian orang yang beruntung itu. Beruntung sebagai orang-orang yang terpilih. Beruntung sebagai orang-orang yang tidak hanya ingin perbaikan diri tetapi juga sahabat kita yang lain.

Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit lalu menebarkan di bumi (Salim A Fillah)

Mari mulai membangunnya dari sini, BPPI 2017, JOIN US!!

Klik di link berikut :







26 Nov 2016

Mencintai Allah dan Rasul dengan Sederhana


                Malam siang bergantian setiap harinya mengawal kehidupan manusia . Manusia hidup kemudian mati lalu kembali hidup , begitu terus hingga kematian yang sesungguhnya menjemput . Aktivitas-aktivitas yang dilakukan semua bermuara pada tujuan yang bermacam-macam . Jalan yang ditempuh oleh umat manusia dalam berusaha pun tidak kalah berwarnanya. Ada yang berdagang , ada yang bertani , ada yang berdasi sambil menenteng koper ,juga  ada yang membawa kecrekan serta sekantong plastik bekas permen kopi .
                Begitulah manusia setiap harinya, waktunya dihabiskan hanya untuk beraktivitas kerja , kerja dan kerja . Malah ada kondisi dimana mereka semua sibuk mengumpulkan tapi lupa untuk menikmati . Sikut kanan dan sikut kiri untuk mengejar kebutuhan yang dia sendiri pun tidak punya waktu untuk menikmatinya . Mungkin memang benar dunia adalah tempat yang sibuk sedangkan istirahat yang abadi hanyalah kampung akhirat .
                Benarkah hidup hanya sekadar kerja, kerja, dan kerja? Allah menciptakan manusia lebih dari sekedar untuk bekerja . Mereka pun ada yang sehari-harinya hanya berdiam diri di masjid dan beribadah mengaku cinta kepada Allah dan rasulnya tapi kebutuhannya sendiri tidak dapat dipenuhi . Apakah Allah menciptakan hanya untuk beribadah ? Kalau itu saya setuju . Tetapi perlu ada sedikit perbaikan dari pola pikir dua titik ekstrim ini .
Dikisahkan tentang tiga pemuda yang tercantum dalam suatu hadis berikut,
Dari Anas ia berkata, “Ada tiga orang yang datang ke rumah istri-istri Nabi shallAllahu ‘alaihi wa sallam untuk bertanya tentang ibadah Nabi shallAllahu ‘alaihi wa sallam. Saat mereka diberitahu, maka sepertinya mereka menganggapnya sedikit, lalu mereka berkata, “Bagaimanakah keadaan kami dibanding Nabi shallAllahu ‘alaihi wa sallam yang telah diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang.” Salah seorang dari mereka berkata, “Adapun saya, maka saya akan shalat malam selama-lamanya.” Yang lain berkata, “Saya akan berpuasa selama-lamanya dan tidak akan berbuka.” Sedangkan yang lain lagi berkata, “Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya.” Maka datanglah Rasulullah shallAllahu ‘alaihi wa sallam kepada mereka dan bersabda, “Kalian yang berkata begini dan begitu. Ketahuilah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling takwa kepada-Nya. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan aku tidur, dan aku menikahi wanita. Barang siapa yang tidak suka sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah tidak menghendaki orang-orang yang berlebihan dalam beragama . Berlebihan berarti menambah-nambah sesuatu yang tidak ada pada asal awalnya . Tidak sesuai dengan ajaran yang disampaikan baginda Nabi Muhammad SAW.  Allah juga melarang hamba-hambanya untuk mengejar ambisi duniawi . Memperturutkan syahwat yang sebelumnya fitrah berubah menjadi fitnah .
merupakan hal yang hina ketika manusia , yang tercipta untuk menjadi khalifah di muka bumi hanya bekerja dan bekerja tanpa memikirkan akhiratnya . Merugi lah orang yang seperti itu , berlaku layaknya robot .
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (Al Baqarah :212)
Maka sudah  seharusnya mengambil langkah bijak menyikapi dua titik ekstrim tersebut . Orang yang bijak tidak akan melupakan akhiratnya dalam pencarian dunianya
 “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77).
Apabila kita membaca sejarah-sejarah yang telah lalu , bagaimana Abu Bakar RA ingin menyedekahkan seluruh amalnya apabila beliau tidak memiliki perdagangan yang menghasilkan harta . Lalu bagaimana kebijakan Nawaib –pembebanan pajak yang tinggi kepada muslimin yang kaya- pada perang tabuk dapat dijalankan dan akhirnya membiayai jalannya perang tersebut apabila umat muslim pada saat itu tidak memiliki harta yang banyak ? Lalu bagaimana seorang mustahik dapat mendapatkan bagiannya apabila diantara umat muslim semuanya adalah orang-orang yang “alim” dan “mengejar akhirat?”

Maka kita dituntut mampu memahami hakikat diri kita . Kita harus mampu memahami hak-hak lain yang terdapat pada diri kita . Hak Allah untuk disembah karena Ia telah memberikan segala anugrahnya yang tidak putus-putus , Hak Rasulullah untuk kita doakan karena Ia telah membimbing kita dari gelapnya kejahilan menuju indahnya cinta kasih islam , Hak orang tua kita yang telah membesarkan kita dengan susah payah , Hak pekerjaan kita yang karena kita sudah memilih dan mendapatkan upah dari sana , serta hak-hak lain yang melekat pada diri kita .

Orang - Orang Kesayangan


Diriwayatkan oleh Ibnu Jauzi dari Ikrimah dan Yazid bin Abi Ziyad bahwasannya Rasulullah SAW, keluar bersama Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, dan Abdurrahman bin Auf mendatangi rumah Ka’ab bin Asyraf dan seorang Yahudi dari bani Nadhir untuk menagih pembayaran diat (denda) atas mereka. Tuan rumah mempersilahkan rombongan Rasulullah layaknya seorang tamu agung. Mereka berkata, “Baik, silakan duduk hingga kami hidangkan makanan kepada kalian dan kami berikan apa yang kalian maksud.” Kemudian Rasulullah SAW duduk. Lalu berkatalah Hay bin Akhtab kepada teman-temannya, perkataan yang tak mungkin keluar dari mulut seorang mukmin kecuali ia memang orang yang membenci orang kesayangan Allah, Rasulullah SAW. “Tidakkah kalian melihat Muhammad sangat dekat,” bisik Hay bin Akhtab kepada teman-temannya, “Lemparkanlah kepadanya batu dan bunuhlah dia sehingga kalian tidak akan melihat kesulitan lagi selamanya.” Kemudian, mereka bergegas mengambil batu besar untuk dilemparkan kepada beliau.
Namun, sepertinya mereka lupa atau memang tidak tahu dengan siapa mereka berhadapan. Nabi yang terutus oleh Allah, pemilik seluruh kerajaan langit dan bumi, untuk umat sedunia,  sesempurna-sempurnanya ciptaan Allah, dan manusia yang dijaga kesuciannya dari hitamnya dosa-dosa.  Allah SWT menahan dari apa yang mereka lakukan dan mengirimkan malaikat Jibril untuk memberitahu Rasulullah agar beliau segera bangkit dari tempat duduknya. Lalu, turunlah ayat ke 11 dari surat Al Maidah,
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal.”
Menjadi orang-orang kesayangan merupakan dambaan bagi manusia. Anak kesayangan bagi orangtuanya, karyawan kesayangan bagi bosnya, atau mahasiswa kesayangan bagi dosennya. Menjadi kesayangan berarti ada sesuatu yang tak sama. Melebihkan usaha dan melangitkan doa-doa.  
Betapa menenangkan dan menentramkan menjadi orang-orang kesayangan Allah, ketika hidup dan mati telah dijamin oleh-Nya. Tiada keraguan dan ketakutan yang menyelimuti usia yang kian hari kian menua.  Betapa agung kehidupan di dunia ketika diri sudah ridha kepada Allah sebagai Rabbnya dan Allah pun ridha kepada mereka. Betapa nikmatnya hidup kian terasa ketika Islam menjadi Diin hingga akhir hayatnya dan Baginda Muhammad menjadi Nabinya.
Menjadi kesayangan orang yang disayangi oleh Allah juga tak kalah membahagiakan. Menjadi umat kesayangan Baginda Rasulullah. Bagaimana tidak sayang sosok suri tauladan umat sepanjang masa ini kepada umatnya. Saking sayangnya, ketika ajal menjemput bukan nama Khadijah, Fatimah, atau Aisyah yang disebut, melainkan kita, “Ummati... Ummati...Ummati...” Betapa sayangnya pribadi yang penuh cinta tersebut kepada diri ini yang sama sekali tidak pernah hidup di masanya bahkan melihat wajahnya pun kami tak sempat tapi kecintaan dan kasih sayangnya terus mengalir hingga sekarang.
Malu rasanya ketika melihat diri ini terjerembab dalam kelalaian. Malu rasanya ketika Rasulullah amat menyayangi diri ini tapi diri ini justru mengabaikannya. Malu rasanya semisal diri ini mendapat kesempatan bertemu dengan beliau, apa yang hendak diri ini sampaikan? Mengucap shalawat cinta sebagi bukti rasa sayang dan rindu kepada beliau pun jarang. Lalu, masih pantaskah diri ini disayang oleh pribadi yang disayang oleh Yang Maha Penyayang?
Terhanyut dalam nukilan tulisan gurunda Ustadz Salim A. Fillah berikut,
Apa kiranya perasaan Ash Shiddiq saat Nabi bersabda, “Andai kuambil kekasih di antara insan; pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku”?
Apa kiranya perasaan ‘Umar, saat dia berpamit ‘umrah & Nabi bersabda padanya, “Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang”?
Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabi bersabda, “Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah”?
Apa kiranya perasaan Mu’adz ibn Jabal, di saat RasuluLlah bersabda padanya, “Wahai Mu’adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu”?
Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabi pada petang & pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya?
Terisak ketika diri kelak bertemu dengan beliau. Tersedu ketika Rasulullah memberi salam dan bersabda,
“Kaliankah orangnya, yang telah membuatku menangis karena rindu, yang telah membuat para sahabatku cemburu”? 
“Kaliankah orangnya; yang beriman kepada apa yang kubawa meski kita tak berjumpa; yang mengucap shalawat atas namaku meski tak bertemu?”
Akankah kita sanggup menjawabnya?
“Ini kami Ya Rasulallah; yang rindu tapi malu, membaca shalawat dengan lidah kelu; adakah kami layak jadi ummatmu, & beroleh syafaa’atmu?”
“Ini kami Ya Rasulullah;yang rindu tapi malu, akankah kau sambut kami di telagamu, masihkah kami layak menjadi orang-orang kesayanganmu dan akan membersamaimu?”
Ya Rabbanaa. Selama perjalanan kami menapaki bumi, semoga selama itu pula kami mampu menjalankan kewajiban-Mu, menjauhi larangan-Mu dan mengabdi kepada-Mu.
Ya Rasulullah. Selama perjalanan kami menapaki bumi, semoga selama itu pula kami mampu menyimak sabdamu, meneladani akhlak muliamu, dan mengikuti sunnahmu.
Ridha-Mu atas kami Ya Rabb, jadikan kami bersama mereka, himpunkan kami dengan mereka.


Bersabarlah dan Kuatkan Kesabaran


Gunungan Masalah
Ada kala dimana kita merasa jenuh dan bosan dengan apa yang kita lakukan setiap hari. Semua terasa menjemukan. Ada waktu dimana kita merasa tidak bisa leluasa untuk melakukan apa yang benar-benar kita inginkan. Pernah kita ingin dimana kita benar-benar bebas dari belenggu pekerjaan yang makin mengikat erat. Ujian datang bertubi-tubi dan masalah kian hari kian menggunung tinggi.
 “Hidup macam apa ini? Diuji tiada henti.”  
Berhentilah mengumpat atau mengutuk keadaan. Ujian datang bukan untuk melemahkanmu justru ia datang untuk menguatkanmu. Ujian tidak selamanya karena Dia membencimu justru Dia sangat mencintaimu. Jangan senang dulu jika hidupmu lempeng-lempeng saja, mengalir lembut tanpa pernah ada ujian yang mendera. Jangan senang dulu, bisa jadi Allah justru sedang mengujimu dan patut direnungi,
“Jangan-jangan Allah tidak memperhatikanku dan Dia membiarkanku begitu saja.”
 Hanyalah seonggok daging yang berjalan kesana kemari tanpa diketahui pasti kemana ia pergi dan kemana ia harus pulang kembali. Selama kita masih menjadi manusia, selama itu pula ujian akan dikirimkan olehNya kepada kita. Allah telah menyebutkan dalam surat Muhammad ayat 31,
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.”
Ujian yang Allah berikan ragam bentuknya, bahkan untuk sesuatu yang kau cintai.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”(Al-Anbiyâ : 35).

Ada Cinta Dibalik Duka
Ada cinta dibalik duka. Tidak selamanya duka membawa nestapa tetapi ia bisa membawa cinta bersamanya.
Bersyukurlah bagi kalian yang sedang diuji. Itu pertanda Allah masih mencintaimu. Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Ia akan mengujinya. Bagaimana jika saat ini Allah tengah mengujimu? Ku rasa kau tau jawabannya.
Bersabar dan bersyukurlah ketika ujian berat menimpamu. Tidakkah ingat dengan sabda Rasulullah bahwa sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian dan barang siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya.  Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.
MasyaALlah, indah sekali bukan?
Jika sudah begini, masih menggerutu jika Allah mengujimu?
Nikmati saja setiap buliran keringat dan tetesan air mata. Mainkan saja peranmu sebaik mungkin. Mainkan peranmu sebagai hamba yang bersabar ketika Allah mengujimu dan mainkan peranmu sebagai hamba yang bersyukur ketika Allah mengangkatmu ke derajat yang lebih tinggi.

Bersabar dan Kuatkan Kesabaran
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” (Ali Imran:200).
Bersabarlah ketika kau diuji dengan maksiat. Ketika kau dihadapkan dengan hal-hal yang membuat Dia tak lagi cinta atau ketika godaan-godaan syetan makin menggila saja. Minta kepada Allah agar dikuatkan di titik terkuat kita dan minta perlindungan dan penjagaan di titik terlemah kita.
Bersabarlah ketika diuji dengan musibah atau kesusahan, karena bisa jadi dari musibah itu syetan akan menggiring kita ke lembah kemaksiatan.
Terkadang manusia apabila ditimpa ujian berupa musibah, ia masih sanggup untuk bersabar. Namun, ketika diuji berupa kenikmatan dan kesenangan, hanya sedikit yang lolos dari ujian. Maka, kita juga meminta untuk senantiasa dikuatkan kesabarannya. Dikuatkan kesabaran dalam taat kepadaNya, untuk tetap teguh menjalankan perintahNya hingga Allah sendiri yang akan mengistirahatkan kita di peristirahatan hakiki, di surgaNya nanti.
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Qs Al Baqarah : 153).

Itulah mengapa sabar tiada berbatas, karena ketika aku bersabar, Allah bersamaku dan aku tidak ingin membatasi kebersamaanku denganNya. 

22 Jun 2016

SUSUNAN PENGURUS BPPI FEB UNS 2016


SUSUNAN PENGURUS BPPI FEB UNS 2016




NO NAMA NIM JABATAN
1 MUH ABDULLAH AZZAM F0213062 KETUA UMUM
2 YUNUS ABDUL AZIZ F0215111 KEPALA BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
3 SURYA WIDYANINGSIH F0314099 SEKRETARIS BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
4 JA'FAR ABDUSSALAM F0215060 STAF BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
5 PRABOWO HADINUGROHO F0315069 STAF BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
6 RIZAL ASSIDIQ F0213090 STAF BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
7 ANGGIARA F F3314013 STAF BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
8 ASRI PUJINING TIYAS F3515010 STAF BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
9 ENDAH KUSWANTI F3515023 STAF BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
10 IHFADHIMAH F3314058 STAF BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
11 PUSPITA RINI F3314084 STAF BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
12 SUCI RAHMAWATI RAMADHAN F3314105 STAF BIDANG KESEKRETARIATAN (KESTARI)
13 MUHAMMAD ZAMRONI F0313065 KEPALA BIDANG DANA USAHA (DANUS)
14 EKA DESTY YULIANI F0213038 SEKRETARIS BIDANG DANA USAHA (DANUS)
15 ANDI DWI RIANTONI F0314012 STAF BIDANG DANA USAHA (DANUS)
16 BAGUS SURYA PAMUNGKAS F0215026 STAF BIDANG DANA USAHA (DANUS)
17 MUHAMMAD HANIF INDRAWAN F0215073 STAF BIDANG DANA USAHA (DANUS)
18 SUSILO DWI NUGROHO  F0314100 STAF BIDANG DANA USAHA (DANUS)
19 AWIT NENKI LESTARI F0213018 STAF BIDANG DANA USAHA (DANUS)
20 FITRI ARIANTI F0315033 STAF BIDANG DANA USAHA (DANUS)
21 HANIFAH ROUDHOTUL JANNAH F0315036 STAF BIDANG DANA USAHA (DANUS)
22 LISA AGUSTINA F0314055 STAF BIDANG DANA USAHA (DANUS)
23 MAULA KARIMAH F3314114 STAF BIDANG DANA USAHA (DANUS)
24 OZY TRI ALVIANI RAHAYU F0315067 STAF BIDANG DANA USAHA (DANUS)
25 MUHAMMAD ABDUL HARIS F3314073 KEPALA BIDANG KADERISASI DAN PEMBINAAN (KP)
26 NIDAUSH SHUBHI LUTHFIYAH F0113068 SEKRETARIS BIDANG KADERISASI DAN PEMBINAAN (KP)
27 CYVA ARDIAN PRADHIKA F0115019 STAF BIDANG KADERISASI DAN PEMBINAAN (KP)
28 JAGAD GIYANA C F0215059 STAF BIDANG KADERISASI DAN PEMBINAAN (KP)
29 ANGGI RIZKIANA MUTI F0115012 STAF BIDANG KADERISASI DAN PEMBINAAN (KP)
30 CHAIRATUNNISA F0315024 STAF BIDANG KADERISASI DAN PEMBINAAN (KP)
31 FITRI WIDI RAHAYU F0314036 STAF BIDANG KADERISASI DAN PEMBINAAN (KP)
32 HAYATI KARTIKA UTAMI F0114045 STAF BIDANG KADERISASI DAN PEMBINAAN (KP)
33 OKI RAHAYU SETIARINI F0313073 STAF BIDANG KADERISASI DAN PEMBINAAN (KP)
34 VIVI KOMARIYAH F0113090 STAF BIDANG KADERISASI DAN PEMBINAAN (KP)
35 AGUNG PRIA ATMAJA F0114004 KEPALA BIDANG SYIAR
36 SINDHY IZZA WIDYANI F3314103 SEKRETARIS BIDANG SYIAR
37 MUHAMMAD FARIS IZZUDDIN F0115060 STAF BIDANG SYIAR
38 M YAHYA AYYASY ALHAAFIZH  F0215076 STAF BIDANG SYIAR
39 YUSUP RAMDHANI F3515069 STAF BIDANG SYIAR
40 AINI RIZKI CLARA MEIRISYA F0213006 STAF BIDANG SYIAR
41 KUSNIA WARDANI F3614061 STAF BIDANG SYIAR
42 MURTI VATMALA F3615054 STAF BIDANG SYIAR
43 NAILA FAIZA RAHMASITA F0213068 STAF BIDANG SYIAR
44 RISKAH ALFIANI F0315080 STAF BIDANG SYIAR
45 SHIVA DWIKHUZA F0314095 STAF BIDANG SYIAR
46 UFI SHOLLIATI F0215103 STAF BIDANG SYIAR
47 RAHMAT ABDI SUMARYONO F0213081 KEPALA BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
48 CHALIDITHA MAYESTI F0113025 SEKRETARIS BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
49 AJI WISNU TOMO F0215007 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
50 MOCHTAR ADE PRASETYO F0115058 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
51 ROHMAD SAPT UTOMO F3515057 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
52 SULTHON ADILAH JATI F3214069 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
53 ARFI' ROSYIDAH F0214018 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
54 HANA SILVA DWIHUTAMI F0314041 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
55 NIDIA RAHMAWATI F0115066 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
56 NOVIA LUSIANA F0213071 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
57 RINDHA APRIANA NUR A. F0313080 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
58 RUS ULFA ANDRIYANI F0115082 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
59 TRI WIJAYANTI  F0313094 STAF BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
60 FEISAL ALJABER F0115034 KEPALA BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
61 TIYAS MARADIYANA F0213101 SEKRETARIS BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
62 GILANG AJI PRADANA F3315032 STAF BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
63 MUHAMMAD RIZKY HABIBI F0314006 STAF BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
64 AFIRMATIF DZIKIRULLAH  F0315002 STAF BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
65 ATIKAH NURUL AZIZAH F3114013 STAF BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
66 ERWIN SUSANTI F3314043 STAF BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
67 HAYUDITIA ANSITA PERDANA F0315038 STAF BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
68 IIN NURJANAH F0214060 STAF BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
69 NISWA FAUZIA F0115069 STAF BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
70 RIZKI AMALIA F3314094 STAF BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
71 ZAINAB AZIZAH  F0215112 STAF BIDANG LAYANAN UMAT (LU)
72 ABDULLAH NASHRUDDIN WAFIQ F0114001 KEPALA BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
73 NADIFA SALSABILA NIZAR F0314069 SEKRETARIS BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
74 MUHAMMAD QEIS ABDURROHMAN F0215067 STAF BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
75 RANDI TRI HARTO SAPUTRA  F0215089 STAF BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
76 AGUS SUSILO F0114005 STAF BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
77 DESI NUR INDAH SARI F3314033 STAF BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
78 DIAH SAPUTRI F0214033 STAF BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
79 FILMA AYU DIAN F0314035 STAF BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
80 RARAS SUPRIYANINGTIYAS F3414069 STAF BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
81 RIZKY RAHMANTYA F3314095 STAF BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
82 SUGIARTI F3315063 STAF BIDANG MEDIA KOMUNIKASI
83 WAFA NURSYAHIDA ROYHAN F0313098 KEPALA BIDANG NISA'
84 IKA YULIANINGTYAS F0314045 SEKRETARIS BIDANG NISA'
85 AUFI RAHMANTI POHAN F3515011 STAF BIDANG NISA'
86 MAYA FITRIYANI F3214038 STAF BIDANG NISA'
87 RIMA TRI UTAMI F0314085 STAF BIDANG NISA'
88 UMI MUARIFAH F0115089 STAF BIDANG NISA'
89 ZURIYAH LESTARI F0214117 STAF BIDANG NISA'

PEDANG WAKTU DI LEHER KU

Berapa nilai waktu bagi ulama besar, Imam Ibnul Jauzi? Ya, kira-kira sisa rautan pena yang beliau pakai untuk menulis bisa digunakan untuk menyalakan perapian selama bertahun-tahun.
Kalau Ibnu Qayyim Al Jauziyah? Kira-kira, jumlah halaman dari buku-buku karya beliau dibagi umur produktifnya menghasilkan angka rata-rata 40 halaman per hari. Tentu aktivitas beliau-beliau di luar menulis juga banyak: mengajar, membaca, berdiskusi, menjawab pertanyaan, ibadah, dan bekerja mencari nafkah.
Nah, kita?
(Salim A Fillah dalam buku Menggali ke Puncak Hati)
Waktu cepat berlalu, jangan sampai terbuang hanya untuk pekerjaan yang tidak perlu.
Bijak memanfaatkan waktu, urusan beres nggak pake buru-buru, keberkahan siap diburu.
Ikuti info dari BPPI melalui:
🎥 IG: @bppifeb
🐥 Twitter: @bppifebuns
👤 FB: Bppi Feb Uns
🌐 Blog: bppiuns.blogspot.com
📱Line: @yup7855c

SALAM

"La tu'minu hatta tahabbu. Kalian tidak akan beriman sampai kalian itu saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan agar bisa saling mencintai?" Sahabat menjawab, "Ya Rasulullah, tentu Rasulullah." Rasulullah melanjutkan, " Afsussalaam baynakum. Tebarkanlah salam di antara kalian."
"Ketika kita mengucapkan salam," ujar Ustadz Salim A Fillah, "harus benar-benar terhayati di dalam doa kita bahwa kita sedang mendoakan saudara kita."
Assalaamulaikum, salam keselamatan dan kesejahteraan semoga tetap atas kalian. Warahmatullah, dan rahmatnya Allah. Wabarakatuh, dan juga berkahnya Allah.
Terkadang kita mengucapkan salam sambil berlalu tanpa ada penghayatan dan kesadaran bahwa di dalam salam itu berarti kita wajib untuk menjamin keselamatan saudara kita dari bahaya lisan kita, menjadi salah satu jalan dari Allah untuk memberikan rahmat dan kasih sayangNya, dan menjadi salah satu jalan Allah memberi berkahnya kepada dia. Pun ketika menjawab salam.
Maka, jawablah salam ini dengan penuh kesadaran dan penghayatan sebagai doa sesama saudara Muslim
"Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh"
Ikuti info dari BPPI melalui:
🎥 IG: @bppifeb
🐥 Twitter: @bppifebuns
👤 FB: Bppi Feb Uns
🌐 Blog: bppiuns.blogspot.com
📱Line: @yup7855c

CICAK

[ CICAK]
Rezeki itu jaminan Allah, tanggungan Allah, dan karunia Allah maka tidak layak bagi seorang Muslim yang mengaku bertuhan pada Dzat Yang Mahakaya merasa berputus asa dari rezeki-Nya.
Rezeki itu jaminan dan hak prerogatif Allah. Tidak perlu khawatir akan rezeki-Nya, selama kita bertakwa kepada Allah maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dan rezeki dari jalan yang tiada terduga.
Jika masih ingat lagu masa kecil, cicak cicak di dinding, itulah hakikat rizki.
Andai saja kita menjadi cicak, mungkin kita protes kepada Allah, "Bagaimana ini Ya Allah? Aku hanya bisa diam dan merayap sedangkan makananku mempunyai sayap. Bagaimana aku bisa makan?"
Sekali lagi, Allah itu Mahakaya. Di lanjutan lagu berbunyi, "Datang seekor nyamuk." Siapa di sini yang datang, nyamuk atau cicak? Siapa yang mendatangkan? Allah penjamin rezeki setiap ciptaanNya. Baru setelahnya adalah, "Hap! Lalu ditangkap." Usaha manusia untuk menjemput rezeki tersebut.
"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di Bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya." (Hud:6)
Bagaimana aku bisa bersedih jika rezekiku telah dijamin oleh Dzat Yang Mahakaya, pemilik alam semesta.
Ikuti info dari BPPI melalui:
🎥 IG: @bppifeb
🐥 Twitter: @bppifebuns
👤 FB: Bppi Feb Uns
🌐 Blog: bppiuns.blogspot.com
📱Line: @yup7855c