OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

10 Feb 2014

Yuk, Belajar Kehidupan Semut

Semut merupakan komunitas serangga sosial yang tinggal berkoloni berafiliasi ke rumpun serangga bersayap selaput. Kelompok serangga ini merupakan induk dari beberapa macam jenis serangga yang secara ilmiah dinamakan hymenoptera. Dalam kelompok yang besar ini, semut termasuk jenis serangga yang disebut vespoidea.



Sebagian ilmuwan menganggapnya sebagai kelompok super famili, dan mereka mengklasifikasikannya menjadi beberapa keluarga. Sementara itu, sebagian ilmuwan lain menganggap semut sebagai satu famili yang mereka sebut formicidae atau keluarga semut. Dan selanjutnya, keluarga ini terbagi menjadi delapan sub keluarga.

Mengapa Penduduk Makkah Bisa Menjadi Penyembah Berhala?

Bila kita menilik sejarah, kita pasti tahu kalau sebelum menjadi kota yang ramai, Makkah dihuni oleh Hajar dan putranya, Isma'il, yang masih bayi. Nabi Ibrahim 'alaihis-salam -semoga keselamatan tercurah atas beliau- bersama sang putra juga pernah meninggikan pondasi Ka'bah bersama. Logikanya, berarti saat itu penduduk Makkah masih menyembah Allah di bawah bimbingan Nabi Ibrahim dan Isma'il. Lantas, mengapa di zaman sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, penduduk Makkah menjadi penyembah berhala, hingga disebut zaman jahiliyah?

Bagaimana asal muasal kota Makkah yang penduduknya mengesakan Allah di bawah bimbingan Nabi Ibrahim dan Isma'il menjadi penyembah berhala hingga harus susah payah didakwahi Nabi Muhammad?


Inilah kisahnya.

Wanita Mengaji di Depan Lelaki

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Syaikh 'Abdullah Al Faqih, "Apa hukum wanita membaca Al Qur’an di depan laki-laki dalam rangka belajar atau pun bukan?"



Jawab:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:
Pada asalnya, yang mengajar wanita hendaknya wanita juga. Namun jika tidak ada wanita yang bisa mengajarnya maka tidak mengapa diajar oleh laki-laki selama aman dari fitnah. Dengan syarat:

9 Feb 2014

Pemimpin Baik Untuk Rakyat yang Baik


Seorang khalifah dari dinasti Bani Umayyah mendengar perkataan buruk rakyatnya tentang khilafah yang dipimpinnya. Karena hal itu, sang khalifah mengundang dan mengumpulkan para tokoh dan orang-orang yang berpengaruh dari rakyatnya. Dalam pertemuan itu khalifah berkata, "Wahai rakyatku sekalian! apakah kalian ingin aku menjadi khalifah seperti Abu Bakar dan Umar?" Mereka pun menjawab, “ya”.


Pemimpin, Cerminan dari Rakyatnya

Kemudian khalifah berkata lagi, "Jika kalian menginginkan hal itu, maka jadilah kalian seperti rakyatnya Abu Bakar dan Umar! karena Allah Subhanahu wa ta’ala yang maha bijaksana akan memberikan pemimpin pada suatu kaum sesuai dengan amal-amal yang dikerjakannya. Jika amal mereka buruk, maka pemimpinnya pun akan buruk. Dan jika amal mereka baik, maka pemimpinnya pun akan baik." (Syarh Riyadh Al-Shalihin, Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin).

8 Feb 2014

Erdogan, Cahaya Baru Bagi Umat Islam



Pesimis mengharapkan hadirnya pemimpin Muslim yang hebat di masa sekarang? Nampaknya kepesimisan ini harus dienyahkan mengingat muncul banyak pemimpin Muslim yang peduli akan Islam dan mampu membawa negaranya pada kemakmuran. Salah satunya adalah Erdogan, Perdana Menteri Turki.



Sekilas tentang Erdogan

Recep Tayyip Erdoğan (lahir 26 Februari 1954) adalah seorang politikus Turki. Ia menjabat Perdana Menteri Turki sejak 14 Maret 2003. Ia juga seorang pimpinan Adalet ve Kalkınma Partisi (AKP, atau Partai Keadilan dan Pembangunan). Pada tahun 2010, Erdogan terpilih sebagai muslim 2 paling berpengaruh di dunia.

4 Feb 2014

Kala MUI Dituding Sesat

Sebagai 'ulama, sudah sepantasnya selalu mengarahkan dan membimbing umat. Bagai lilin di gulitanya malam. Menerangi umat dan menjelaskan kepada mereka mengenai berbagai permasalahan agama, utamanya dalam masalah akidah, agar masyarakat tak terjerembab dalam lubang kesesatan.


Namun apa jadinya bila sang pemegang lilin tersebut justru dihadapkan pada pihak yang menuding sesat. Ajakan ulama kepada umat dinilai provokatif dan pada akhirnya justru para ulama tersebut yang dipertanyakan statusnya, "Apakah para ulama tersebut sesat atau tidak?"

Adalah Emilia Renita A. Z., istri dari Ketua Dewan Syura Ikatan Jama'ah Ahlul Bait (IJABI), Jalaludin Rahmat, menulis buku dengan judul menantang. "Apakah MUI Sesat Berdasarkan 10 Kriteria Aliran Sesat?" Buku ini lahir sebagai tanggapan dari buku MUI, "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia."

24 Jan 2014

Ketua MUI Wafat

Indonesia dan umat Islam kembali kehilangan tokoh ulama. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh yang lazim disapa Mbah Sahal, wafat pada Jum’at, (24/1) dini hari pukul 01.05 WIB. Mbah Sahal wafat di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Mathali’ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah.


Logo MUI.png

Demikian dinyatakan sekretaris pribadi Kiai Sahal, Muhammad Najib melalui sambungan telepon, Jumat (24/1) dini hari.

Hujan, Pantaskah Dijadikan Bahan Keluhan??


Merupakan tanda kekuasaan Allah ta’ala, kesendirian-Nya dalam menguasai dan mengatur alam semesta, Allah menurunkan hujan pada tanah yang tandus yang tidak tumbuh tanaman sehingga pada tanah tersebut tumbuhlah tanaman yang indah untuk dipandang. Allah Ta’ala telah mengatakan yang demikian dalam firman-Nya:
Hujan  (ilustrasi)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الأرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41]: 39)

Pantaskah Memanggil, "Muhammad"?


Memanggil orang yang lebih tua dengan namanya saja? Atau memanggil orang yang terhormat dengan namanya saja, tanpa didaului kata "pak", "bu", "tuan", "nyonya". Sopankah?
Lantas, bagaimana jika pertanyaan serupa ditujukan terkait panggilan kita terhadap Nabi kita, Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam?

Pantaskah kita memanggil Nabi hanya dengan nama beliau saja?

Simak Qur'an! Allah tidak pernah memanggil nabi Muhammad dengan namanya langsung, akan tetapi Allah memanggilnya dengan panggilan-panggilan yang luar biasa yang tercatat dalam kitab suci Al-Quran: “Yaa Ayyuhan Nabi” (Wahai Nabi), “Yaa Ayyuhar Rasul” (Wahai Rasul), “Yaa Ayyuhal Muzammil” “Yaa Ayyuhal Muddatstsir” (Wahai Orang yang Berselimut).
Kenapa kamu berani? Ketahuilah kawan! Bahkan kita dianjurkan ketika nama nabi Muhammad disebutkan, ucapan itu harus dibalas dengan mengucapkan “Shallallahu ‘Alaihi Wasallam atau Allaahumma Shalli Wasallim Wabaarik ‘Alaih atau Allaahumma Shalli ‘Alaihi”.
Tahukah kamu bahwa Allah telah menyebutkan secara zhahir nama nabi Muhammad hanya dalam empat tempat saja -dalam ayat dan surat yang berbeda-. Itupun bukan dalam panggilan hai Muhammad, bukan!. Tapi dalam bentuk jumlah khabariyah, dalam bentuk kabar atau berita, dalam penyebutan itupun selalu diikuti kata “Rasulullah” atau “innahul haqq” (dialah yang benar).

Coba direnungkan dan ditadabburi empat ayat ini:

1. Surat Ali Imran ayat 144: “Wamaa Muhammadun illaa rasuul..” (Dan Muhammad hanyalah seorang rasul).
2. Surat Al-Ahzab ayat 40: “Maa kaana Muhammadun abaa ahadin min rijaalikum walaakin rasuulallahi wa khaataman nabiyyiin” (Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi).
3. Surat Alfath ayat 29: “Muhammadun rasuulullah, walladziina ma’ahuu asyiddaa-u ‘alal kuffaari ruhamaa-u baynahum” (Muhammadadalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir.
4. Surat Muhammad ayat 2: “Walladziina aamanuu wa’amilus shaalihaati wa aamanuu bimaa nuzzila ‘alaa Muhammad, wahuwal haqqu min rabbihim” (Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan kebajikan serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad, dan itulah kebenaran dari Tuhan mereka).

Subhanallah, habibuna, rasuluna shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga kita termasuk yang mendapatkan syafaatnya kelak di yaumil qiyamah, dan selalu mencontoh perilaku dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.


Sumber: 
http://www.dakwatuna.com

15 Jan 2014

Bolehkah Wanita Haid Masuk Masjid?

Hukum wanita haid masuk dan berdiam di masjid merupakan salah satu masalah yang menjadi khilafiah di kalangan 'ulama' Islam. Pendapat satu membolehkan dan pendapat lain melarangnya dengan syarat.


Masih terdapat perbedaan pendapat mengenai boleh tidaknya muslimah haid masuk masjid


Pendapat yang Mengharamkan atau Mengharamkan dengan Syarat

'Ulama' yang mengharamkan berdiamnya wanita di masjid menyandarkan pada beberapa dalil, yaitu:

Fiqh Darah Wanita

Haid bagi wanita merupakan salah satu bentuk nikmat dari Allah. Keberadaan darah haid pada wanita menunjukkan bahwa wanita tersebut memiliki kemampuan untuk memiliki keturunan. Islam memberikan penjelasan tentang beberapa hal berkaitan dengan darah haid wanita.

Makna Haid

Menurut bahasa, haid berarti sesuatu yang mengalir (سَيْلاً،جَرْيً).

Masjid Megah Sepi Jamaah

Masjid saat ini hanya diperuntukkan sebagai tempat ibadah semata dan jauh dari pusat aktvitas sosial ekonomi umat. Kondisi inilah yang menjadi keprihatinan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Akibatnya, kehidupan sehari-hari umat semakin tercerabut dari lingkungan masjid yang dianggap sebagai wadah pemersatu umat Islam.



Ketua Umum DMI, M Jusuf Kalla (JK), mengatakan kondisi masjid ini semakin mengkhawatirkan ketika banyak masjid megah dibangun, namun setelah itu fungsi sebagai tempat ibadah pun tidak terlihat. “Karena banyak masjid megah setelah dibangunnya hanya diisi sedikit jamaah.”