OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

11 Jan 2014

Ariel Sharon Meninggal Dunia

Mantan Perdana Menteri Zionis Israel Ariel Sharon telah meninggal dunia pada usia 85 tahun setelah berada dalam keadaan koma selama delapan tahun. Tokoh yang dianggap turut bertanggung jawab atas pembantaian Sabra dan Shatila pada 1982 ini mengalami serangan stroke pada 2005 dan 2006 di tengah puncak kekuasaan politiknya. Sejak serangan itu ia berada dalam keadaan koma.
 

Kondisinya belakangan dinyatakan sangat kritis sebelum meninggal dunia pada Sabtu (11/01/2014). Ariel Sharon dirawat di Pusat Medis Sheba di luar kota Tel Aviv. Pada Kamis lalu, tim dokter yang merawat mantan perdana menteri itu mengatakan bahwa kondisinya memburuk setelah sejumlah organ penting gagal berfungsi.

9 Jan 2014

Pilih Lepas Jilbab atau Pindah Sekolah?

Pelarangan mengenakan kerudung di sekolah tidak hanya terjadi di negara dimana Muslim adalah minoritas. Di Indonesia, negeri yang penduduknya mayoritas Muslim, masih ada SMA Negeri yang melarang siswinya yang muslimah untuk memakai kerudung.
Anita, seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 di Denpasar, Bali, dilarang untuk mengenakan kerudung saat kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Anita, yang saat ini duduk di bangku kelas XI SMA itu, diberi pilihan pahit, lepas kerudung atau pindah sekolah.
Temuan Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Muslim Bali mengungkapkan tentang adanya pelarangan berkerudung tersebut.  Anita yang sebenarnya sudah memakai kerudung sejak SMP itu tetap ingin memakai kerudung ke sekolah.
Hari itu, mata pelajaran jam pertama adalah pelajaran Bahasa Bali. Ternyata,  guru Bahasa Bali saat itu tidak hadir. Tiba-tiba Kepala Sekolah masuk ke kelas  untuk memberi nasihat kepada seluruh murid. Setelah melihat Anita yang mengenakan kerudung, Kepala Sekolah bertanya:
“Kok bajunya seperti itu?” Anita diam saja tidak menjawab. Lalu Kepala Sekolah Drs Ketut Sunarta menyuruh Anita datang ke ruangan Kepala Sekolah.
Pada pertemuan kedua ini Kepala Sekolah menegaskan, “Kalau pakai kerudung kelihatan tidak logo OSIS SMA-nya? Kelihatan tidak emblem SMAN 2 nya?”
“Kan bisa dinaikin sedikit kerudungnya, pak, jadi masih bisa kelihatan logonya,”jawab Anita.
Kepala Sekolah tetap tidak mengizinkan. Bahkan Kepala sekolah menyarankan Anita untuk pindah sekolah saja kalau tetap ingin memakai kerudung.
Berkali-kali Anita disarankan untuk pindah sekolah saja kalau memang tetap ingin memakai kerudung dan diminta untuk segera memutuskan pilihan.
Pada 8 Desember 2012, sekolah menyelenggarakan kegiatan lomba-lomba. Dalam kesempatan itu, Anita mengenakan kerudung ke sekolah. Seorang guru yang bernama Ni Putu SukaPutrini, S.Pd menegur Anita dan berkata,  ”Pindah sekolah saja kalau mau memakai kerudung! Kasihan peraturan sekolah gak ditaati”.
Selama Anita mengikuti ekstra kurikuler, Anita selalu memakai kerudung. Teman-temannya tidak ada yang mempermasalahkan hal itu. Anita pernah mendapat informasi dari temannya bahwa ada pihak sekolah (guru) yang bertanya ke salah satu temannya terkait siapakah yang memakai kerudung di PMR.
Siswi  SMA Negeri 2 kelahiran Denpasar 04 April 1996 mengaku telah berjuang mendapatkan haknya memakai kerudung sejak tahun pertama ia masuk sekolah, yakni Tahun 2011.
Namun hingga berganti tahun, 2014, Anita yang aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) Denpasar ini, belum juga mendapatkan haknya untuk berkerudung saat sekolah.
“Saya sudah ijin kepala sekolah untuk bisa memakai kerudung saat sekolah, tetapi tidak diizinkan. Alasannya bila pakai kerudung atribut sekolah tidak terlihat,” tutur Anita lagi.
Pelarangan memakai kerudung saat di sekolah tidak tertuang  pada aturan seragam sekolah tersebut.
“Dalam aturan seragam tidak tertulis pelarangan berkerudung saat sekolah, jadi ini hanya larangan verbal dari kepala sekolah,” ucap Anita.
Anita sudah berkali-kali menghadap ke kepala sekolah meminta izin agar dirinya diperbolehkan memakai kerudung saat sekolah, tapi tetap tidak mendapat tanggapan.
Kepala sekolah menasehatinya jika tetap ingin berkerudung, sebaiknya Anita pindah sekolah.
“Saya sudah beberapa kali menghadap kepala sekolah, beliau menyarankan jika ingin tetap berkerudung sebaiknya pindah sekolah saja,” ungkap Anita.
Anita bukan satu-satunya siswa Muslim yang bersekolah di SMA Negeri 2 Denpasar.  Menurut beberapa sumber, banyak teman-temannya pada saat masa orientasi terlihat berkerudung, namun ketika sekolah sudah dimulai secara resmi, banyak di antara mereka yang menanggalkan kerudungnya karena adanya larangan dari sekolah.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/01/06/lepas-kerudung-atau-pindah-sekolah.html#sthash.Z95mfgWo.ThZa2QpC.dpuf
Pelarangan mengenakan kerudung di sekolah tidak hanya terjadi di negara dimana Muslim adalah minoritas. Di Indonesia, negeri yang penduduknya mayoritas Muslim, masih ada SMA Negeri yang melarang siswinya yang muslimah untuk memakai kerudung.
Anita, seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 di Denpasar, Bali, dilarang untuk mengenakan kerudung saat kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Anita, yang saat ini duduk di bangku kelas XI SMA itu, diberi pilihan pahit, lepas kerudung atau pindah sekolah.
Temuan Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Muslim Bali mengungkapkan tentang adanya pelarangan berkerudung tersebut.  Anita yang sebenarnya sudah memakai kerudung sejak SMP itu tetap ingin memakai kerudung ke sekolah.
Hari itu, mata pelajaran jam pertama adalah pelajaran Bahasa Bali. Ternyata,  guru Bahasa Bali saat itu tidak hadir. Tiba-tiba Kepala Sekolah masuk ke kelas  untuk memberi nasihat kepada seluruh murid. Setelah melihat Anita yang mengenakan kerudung, Kepala Sekolah bertanya:
“Kok bajunya seperti itu?” Anita diam saja tidak menjawab. Lalu Kepala Sekolah Drs Ketut Sunarta menyuruh Anita datang ke ruangan Kepala Sekolah.
Pada pertemuan kedua ini Kepala Sekolah menegaskan, “Kalau pakai kerudung kelihatan tidak logo OSIS SMA-nya? Kelihatan tidak emblem SMAN 2 nya?”
“Kan bisa dinaikin sedikit kerudungnya, pak, jadi masih bisa kelihatan logonya,”jawab Anita.
Kepala Sekolah tetap tidak mengizinkan. Bahkan Kepala sekolah menyarankan Anita untuk pindah sekolah saja kalau tetap ingin memakai kerudung.
Berkali-kali Anita disarankan untuk pindah sekolah saja kalau memang tetap ingin memakai kerudung dan diminta untuk segera memutuskan pilihan.
Pada 8 Desember 2012, sekolah menyelenggarakan kegiatan lomba-lomba. Dalam kesempatan itu, Anita mengenakan kerudung ke sekolah. Seorang guru yang bernama Ni Putu SukaPutrini, S.Pd menegur Anita dan berkata,  ”Pindah sekolah saja kalau mau memakai kerudung! Kasihan peraturan sekolah gak ditaati”.
Selama Anita mengikuti ekstra kurikuler, Anita selalu memakai kerudung. Teman-temannya tidak ada yang mempermasalahkan hal itu. Anita pernah mendapat informasi dari temannya bahwa ada pihak sekolah (guru) yang bertanya ke salah satu temannya terkait siapakah yang memakai kerudung di PMR.
Siswi  SMA Negeri 2 kelahiran Denpasar 04 April 1996 mengaku telah berjuang mendapatkan haknya memakai kerudung sejak tahun pertama ia masuk sekolah, yakni Tahun 2011.
Namun hingga berganti tahun, 2014, Anita yang aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) Denpasar ini, belum juga mendapatkan haknya untuk berkerudung saat sekolah.
“Saya sudah ijin kepala sekolah untuk bisa memakai kerudung saat sekolah, tetapi tidak diizinkan. Alasannya bila pakai kerudung atribut sekolah tidak terlihat,” tutur Anita lagi.
Pelarangan memakai kerudung saat di sekolah tidak tertuang  pada aturan seragam sekolah tersebut.
“Dalam aturan seragam tidak tertulis pelarangan berkerudung saat sekolah, jadi ini hanya larangan verbal dari kepala sekolah,” ucap Anita.
Anita sudah berkali-kali menghadap ke kepala sekolah meminta izin agar dirinya diperbolehkan memakai kerudung saat sekolah, tapi tetap tidak mendapat tanggapan.
Kepala sekolah menasehatinya jika tetap ingin berkerudung, sebaiknya Anita pindah sekolah.
“Saya sudah beberapa kali menghadap kepala sekolah, beliau menyarankan jika ingin tetap berkerudung sebaiknya pindah sekolah saja,” ungkap Anita.
Anita bukan satu-satunya siswa Muslim yang bersekolah di SMA Negeri 2 Denpasar.  Menurut beberapa sumber, banyak teman-temannya pada saat masa orientasi terlihat berkerudung, namun ketika sekolah sudah dimulai secara resmi, banyak di antara mereka yang menanggalkan kerudungnya karena adanya larangan dari sekolah.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/01/06/lepas-kerudung-atau-pindah-sekolah.html#sthash.Z95mfgWo.ThZa2QpC.dpuf


Dilarang berjilbab! Larangan ini nyatanya masih berlaku di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim. Kali ini, sebuah SMA Negeri di Bali yang memberlakukan aturan tersebut kepada siswinya.

Anita, seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 di Denpasar, Bali, dilarang untuk mengenakan kerudung saat kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Anita, yang saat ini duduk di bangku kelas XI SMA itu, diberi pilihan pahit, lepas kerudung atau pindah sekolah.

7 Jan 2014

Sumbang Jilbab Untuk Polwan

Polemik penggunaan jilbab bagi polwan muslimah menjadikan beberapa kalangan berusaha mengentaskan masalah tersebut segera, misalnya dengan rencana menyumbang jilbab bagi polwan.


Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan siap menyumbang dan memenuhi kebutuhan jilbab bagi Polwan Muslimah di seluruh Indonesia jika masalah dana menjadi kendala penerapan kebijakan Kapolri tersebut.

5 Jan 2014

Rela Mati Demi Tutup Dolly



Prostitusi, salah satu penyakit masyarakat yang seolah tak kunjung usai. Walau begitu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dengan berani membuat gebrakan dengan merencanakan untuk menutup tempat-tempat lokalisasi di Kota Pahlawan tersebut, hal yang mungkin terlihat mendekati mustahil, terlebih di zaman sekarang ini.




Menurut Risma, menutup kawasan prostitusi sejatinya bukan perkara sulit. Namun, yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemkot yakni pengondisian pascapenutupan.

4 Jan 2014

Bajak Laut Babarossa Seorang Muslim?

Si janggut merah Barbarossa, sosok tokoh antagonis dalam kisah-kisah dari Eropa. Tahukah, sosok yang sering digambarkan sebagai bajak laut yang jahat ini adalah seorang Muslim?


Hayreddin Barbarossa Pasha, atau yang dalam Bahasa Turki bernama Barbaros Hayrettin PaÅŸa, dikenal juga dengan Hizir Reis sebelum dipromosikan menjadi tingkatan Pasha dan menjadiKapudan-ı Derya (Laksamana Armada Utsmaniyyah. Namanya dalam bahasa Barbar adalah Xireddin Barbarussa. Ia adalah seorang pemilik dan pemimpin kapal perang pribadi sekaligus laksamana Utsmaniyah yang mendominasi Mediterania selama beberapa dekade. Dia lahir di Pulau Midili (bagian dari Yunani dan bernama Lesbos) dan meninggal dunia di Istanbul.

2 Jan 2014

Misteri Kalimat Syahadat di Mata Uang Inggris

Hingga saat ini beragam interpretasi masih belum menjawab secara pasti, mengapa ada tulisan syahadat di mata uang Inggris.


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRvovNeKHiw1xLinNpkJc1Z-BxVIl58g7snqYDCvBck9YmKMqH0EuSovBEQ1AweY-pvrsQZqluNK-wosqyR8jHRQTRgc5bL_I1ZBdvbW0dAhEAZQl9l_dV07Du37w8iPPe-Nc4e8Y0nQ/s1600/Koin+emas+Raja+Offa.jpg

Di bagian tengah, terlihat jelas bagi orang yang bisa membaca huruf Arab, ada tulisan besar "Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah" yang artinya "Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya." Di sekeliling koin ada tulisan "Muhammad Rasulullah." Sedangkan di sisi lainnya pada koin dinas Emas itu tertulis "Offa", Raja Inggris (Mercia) kala itu.

31 Des 2013

Arab Saudi Larang Perayaan Tahun Baru dan Valentine


Kepolisian Syariah Arab Saudi memperingatkan warga di Negeri Kerajaan tersebut untuk tidak merayakan Tahun Baru. Hal tersebut dilakukan berdasarkan keputusan Mutawa -- Komisi Kebijakan dan Pencegahan Kejahatan -- yang melarang perayaan pergantian tahun.


Larangan tak sampai di situ, Mutawa juga meminta sejumlah toko untuk tidak menjual aksesori, termasuk bunga dan boneka. Sejumlah petugas akan diterjunkan untuk menindak toko yang masih menjual barang tersebut.

Rayuan Sang Ahli Tajwid Pada Istrinya

Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...

Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada...



Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang...

Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta...

Makna Topi Tahun Baru = Topi Simbol Muslim Murtad?




 

Tahun baru masehi identik dengan terompet dan topi kerucut. Tidak sedikit masyarakat Muslim yang ikut merayakannya, juga dengan meniup terompet dan memakai topi kerucut tersebut.

Tetapi, Muslim yang ikut-ikutan merayakan itu, tahukah mereka makna topi dan terompet tahun baru? Ternyata, topi tahun baru berbentuk kerucut sama dengan bentuk topi Sanbenito.


29 Des 2013

Studi Kritis Penemu Benua Amerika

Tidak kita sangkal lagi bahwa penulis sejarah adalah kelompok pemenang. Sejarah-sejarah peradaban Islam banyak ditulis di masa Dinasti Abbasiyah sebagai pemenang di periode pertengahan sejarah peradaban Islam. Dan di era modern ini sejarah ditulis oleh Barat sebagai pihak pemenang dan menguasai berbagai media informasi.

 

Namun sejarawan di masa Abbasiyah sangat jauh berbeda dengan sejarawan Barat di era modern ini. Di masa Abbasiyah sisi objektivitas dan keotentikan sejarah lebih dikedepankan daripada sejarawan Barat. Barat yang menguasai hegemoni abad modern nyaris menutupi kelemahan mereka di abad pertengahan dan tingginya peradaban Islam di masa tersebut.

26 Des 2013

Sekolah yang Lulusannya Bergelar 'Nabi'

Di Negeri Zionis ada sekolah yang lulusannya bakal mendapat gelar ‘nabi’. 


Sekolah bernama ‘Cain and Abel School for Prophet’ itu menarik biaya 200 shekel (sekira 53 dolar AS) bagi siapa saja yang berniat memiliki gelar nabi. Gilanya, untuk mendapatkan gelar Nabi, para siswanya hanya perlu mengikuti 40 kelas singkat.

Kerudung Muslimah Masa Kini di Mata Seorang Kristen

Ini adalah salah satu tulisan seorang Kristen mengenai sudut pandangnya tentang jilbab Muslimah masa kini. Semoga menjadi pelajaran bersama.

Hari ini gue pergi ke sebuah mall bergengsi di kawasan Jakarta Pusat untuk ketemuan sama temen kuliah gue. Jarang-jarang gue pergi ke mall itu di akhir minggu kayak hari ini, karena asumsi gue: pasti rame. Asumsi gue bener. Hari ini, mall itu penuh banget sama bule-bule. Gue ketemu sama temen kuliah gue, ngobrol sambil makan, terus gue pulang. Gue pulang lewat toko buku yang liftnya ngehubungin mall dengan salah satu gedung perkantoran dan gedung itu lebih deket ke halte busway. Pas gue lagi nunggu lift, gue ngeliat ada cewek pake hijab modifikasi yang menurut gue bikin dia keliatan kayak pake sarang lebah. Bayangin aja dia pake hijab dua rangkap, rangkap pertama dibikin jadi kayak rambut, rangkap kedua modelnya agak transparan gitu warna biru tua terus dililit-lilitin di kepalanya dengan aksen berantakan. Buat gue sih keliatannya jadi kayak sarang lebah.

Hijab, antara perkembangan mode dan makna kesucian

Sepanjang perjalanan pulang, gue terus mikirin fenomena hijab ini, sampe gue sempet ngetwit beberapa pendapat gue. Tapi kayaknya kok nggak afdol ya kalo cuma disampein lewat Twitter, enaknya kalo nyerocos panjang lebar sekalian di blog. Jadilah gue berusaha mengingat poin-poin apa yang mau gue tulis di blog malam ini. Semoga bisa jadi refleksi buat kalian semua, pembaca blog gue yang berhijab atau mau pake hijab.

25 Des 2013

Makna Seorang Teman

Islam sangat menaruh perhatian besar dalam masalah sosial, di antaranya dalam masalah pergaulan atau pertemanan. Islam menekankan agar seseorang memilih teman-teman yang baik, agar pengaruh baiknya membekas pada dirinya.



Ketika seseorang berteman dengan seseorang yang shaleh, maka ia akan melihat adab-adab yang mulia, perkataan-perkataan santun dan baik, dan nasihat-nasihat pun akan keluar dari mulut sang teman apabila temannya yang lain melakukan sesuatu yang tidak diridhai Allah. Perumpamaan pertemanan seperti ini telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau,
Dari Abu Musa radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata,

24 Des 2013

Natal dan Perbincangan yang Tak Pernah Usai


Setiap tahun menjelang Natal, selalu muncul perdebatan yang tidak pernah jauh dari masalah toleransi. Aparat kepolisian akan sibuk mengamankan gereja-gereja, dan selalu ada saja berita tentang ormas kepemudaan Islam yang begitu bersemangat dan sukarela ikut menjaga gereja. Dan, tentu saja, akan ada saja perdebatan tentang boleh-tidaknya seorang Muslim terlibat dalam seluruh kegiatan seputar Natal, mulai dari mengucapkan selamat Natal hingga ikut betul-betul dalam perayaannya.

 
Toleransi beragama senantiasa menjadi bara dalam sekam, barangkali karena memang ada yang sengaja memelihara bara itu. Indonesia memang sebuah paradoks besar; ia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di Indonesia, tapi identitas keislaman selalu mengalami tekanan. Orang dapat melihat wajah Budha dari imej Borobudur yang selalu dijadikan ikon Indonesia. Wajah Hindu dapat terlihat jelas dalam promosi-promosi pariwisata Bali. Menjelang Natal, semua mall menghias dirinya dengan pohon-pohon Natal dan aksesoris khas Sinterklas.

Tapi di negeri ini, mengenakan pakaian yang sempurna menutup aurat sesuai aturan Islam saja harus bersusah payah. Bertahun-tahun lamanya para penghulu dakwah di Indonesia memperjuangkan agar para siswi di sekolah-sekolah umum boleh mengenakan jilbab, dan perjuangan itu baru berhasil di akhir era Orde Baru. Sekarang pun perjuangan jilbab belum menemukan hasil sempurna. Kasus jilbab di kalangan polwan menjadi salah satu buktinya.

18 Des 2013

Bincang-Bincang Muslimah bersama Oki Setiana Dewi

Ahad, 15 Desember 2013, BPPI FEB UNS mengadakan Bincang-Bincang Muslimah spesial, dengan narasumber seorang aktris muslimah dan penulis buku, Oki Setiana Dewi.

 

Acara yang dilangsungkan di aula FEB UNS ini mengambil tema "Wanita Surga, Bidadari Dunia." Oki Setiana Dewi sebagai pembicara memaparkan hal-hal terkait dunia kemuslimahan, seperti ciri-ciri bidadari surga, hijab muslimah, keadaan wanita sebelum dan sesudah Islam datang, panduan akhlak muslimah, dan lain sebagainya.

14 Des 2013

Kerajaan Islam Gorontalo



Gorontalo adalah provinsi baru yang letaknya di Sulawesi bagian utara. Daerah ini  punya jejak zaman kepemimpinan di masa dulu, termasuk kepemimpinan dalam kerajaan Islam.
Sebelum berdiri kerajaan Islam, di Gorontalo ada banyak kerajaan-kerajaan kecil. Hingga pada 1385, sejumlah 17 kerajaan kecil tersebut sepakat membentuk sebuah serikat kerajaan. Diangkatlah Maharaja Ilahudu untuk memimpin serikat kerajaan yang disebut dengan Kerajaan Hulondalo.

 
Menyebut Hulondalo, berarti sama artinya dengan Gorontalo. Hulondalo berasal dari kata Hulonthalangi dari istilah Huta Langi-langi, yang dalam bahasa setempat artinya genangan air. Orang Belanda menyebutnya dengan Holontalo, yang apabila ditulis dalam abjad latin menjadi Gorontalo.
Nilai budaya yang dianut adalah yang berbasiskan pandangan harmoni dengan mengambil pelajaran yang ditunjukkan oleh alam. Ini berarti penduduknya menganut kepercayaan animisme. Kemudian, Islam mulai masuk ke Gorontalo.

Peneliti sejarah sosial dari Universitas Negeri Gorontalo, Basri Amin, menjelaskan mengenai masa-masa ketika Islam masuk ke Gorontalo. "'Sekitar 1525, Islam mulai masuk dalam wilayah kerajaan ini. Islam dibawa oleh sang raja saat itu, Raja Amai," ujarnya  kepada Republika, pekan lalu.

Islam kala itu masuk melalui jalur perkawinan. Raja Amai menikahi putri dari kerajaan Palasa, bernama Owutango. Kerajaan Palasa ini berada di Teluk Tomini dan rajanya sudah Islam. Sang putri sendiri punya hubungan keluarga dengan pihak kerajaan di Ternate, yang telah lebih dahulu mengenal Islam.

Dari sini bisa terlihat, pihak kerajaan memahami Islam dan ingin menjalankan kerajaan sesuai tuntunan Islam. "Karena Islam, maka bentuk kerajaannya pun menjadi kesultanan," ujarnya.

Pendapat berbeda diungkapkan oleh guru besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarief Hidayatullah, Jakarta, Prof Dien Majid. Menurutnya, bentuk kerajaan tetap bisa dipertahankan meski rajanya telah Islam.

Dalam bentuk pemerintahan dulu, ia menjelaskan, dikenal bentuk kerajaan yang bersifat tradisional. Mulai abad ke-13, ketika Islam mulai masuk nusantara, maka dikenallah sistem pemerintah yang sesuai dengan ajaran Islam, yaitu kesultanan.
"Meski demikian, masih ada yang tetap menggunakan nama kerajaan, namun jabatan pemimpinnya disebut dengan sultan," ujarnya.
Salah satunya, ia mencontohkan adalah kerajaan di Aceh, namanya tetap kerajaan, namun pemimpinnya bergelar sultan. Hal yang sama terjadi juga di Gorontalo.

Dosen Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo, Mohammad Karmin Baruadi, juga menjelaskan sejarah kerajaan Gorontalo dalam tulisannya yang berjudul Sendi Adat Dan Eksistensi Sastra: Pengaruh Islam Dalam Nuansa Budaya Lokal Gorontalo.

"Tokoh yang sangat berperan dengan pemikirannya yang religius Islami adalah istri Amai sendiri yang bernama putri raja Palasa," tulisnya.

Awalnya, saat Raja Amai ingin meminangnya, sang putri yang berasal dari kerajaan Islam di Sulawesi Tengah inipun mengajukan beberapa persyaratan.

Pertama, Sultan Amai dan rakyat Gorontalo harus diislamkan, dan yang kedua adat kebiasaan dalam masyarakat Gorontalo harus  bersumber dari Alquran. "Dua syarat itu diterima oleh Amai. Di sinilah awal Islam menjadi kepercayaan penduduk Gorontalo," tulisnya.

Sebelum menikah Raja Amai mengumpulkan seluruh rakyatnya. Raja Amai dengan terang-terangan mengumumkan diri telah memeluk agama Islam secara sah dan kemudian meminta seluruh pengikutnya untuk melakukan pesta meriah.

Pada pesta tersebut Raja Amai meminta kepada rakyatnya untuk menyembelih babi disertai dengan pelaksanaan sumpah adat. Saat pendeklarasian sumpah tersebut, adalah hari terakhir rakyat Gorontalo memakan babi.

Usai proses sumpah adat, Raja Amai kemudian meminta rakyatnya untuk masuk Islam dengan membaca dua kalimat syahadat. Ia sendiri kemudian mengganti gelarnya dengan gelar raja Islam, yaitu sultan.

Prinsip hidup baru ini, mudah diterima oleh masyarakat Gorontalo saat itu, yang tidak tersentuh oleh Hindu-Buddha. Masyarakat merasakan tidak ada pertentangan antara adat dan Islam, namun justru memperkuat dan membimbing pelaksanaannya.

Pada 1550, Sultan Amai digantikan oleh putera mahkotanya, Matolodula Kiki. Sultan kedua kesultanan Gorontalo ini menyempurnakan konsep kerajaan Islam yang dirintis oleh ayahnya.

Ia pun melahirkan rumusan adati hula-hula'a to sara'a dan sara'a hula-hula'a to adati, yang artinya adat bersendi syarak, syarak bersendi adat. Islam dan adat, saling melengkapi.

Islam resmi menjadi agama kerajaan ketika kesultanan Gorontalo ada di bawah pemerintahan Sultan Eyato. Konsepnya pun berubah, mirip dengan prinsip masyarakat Minangkabau, adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah. Di bawah kepimpinannnya, Kesultanan Gorontalo mencapai puncak kejayaan.

Bagi masyarakat Uduluwo limo lo Pohalaqa Gorontalo (serikat kerajaan di bawah dua kerajaan Gorontalo dan Limboto), syarak kitabullah dipahami bahwa hukum dan aturan-aturan yang berlaku bersumber dari kitab suci Alquran dan hadis Rasulullah SAW.

Beberapa perubahan

Pada masa itu, beberapa perubahan dilakukan, menjadi lebih Islami. Sistem pemerintahannya kini didasarkan pada ilmu akidah atau pokok-pokok keyakinan dalam ajaran Islam.

Dalam ilmu akidah  tersebut diajarkan dua puluh sifat Allah SWT, untuk itu Eyato mewajibkan sifat-sifat itu menjadi sifat dan sikap semua aparat kerajaan mulai dari pejabat tertinggi sampai dengan jabatan terendah. Sumpah-sumpah dan adat istiadat yang dipakai, bersumber pada Islam.

Penerapan sistem budaya Islam pada sikap dan perilaku pejabat tersebut telah mengawali pemantapan karakteristik budaya Islam dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.

Eyato sendiri awalnya memang seorang ahli agama dan cendekiawan. "Sebelum menjadi raja, Eyato merupakan seorang hatibida'a yang tergolong ulama pada masa itu," tulisnya.

Struktur pemerintahan dalam kerajaan terbagi atas tiga bagian dalam suasana kerja sama yang disebut Buatula Totolu, yaitu Buatula Bantayo yang dikepalai oleh Bate yang bertugas menciptakan peraturan-peraturan dan garis-garis besar tujuan kerajaan, Buatula Bubato yang dikepalai oleh Raja (Olongia) dan bertugas melaksanakan peraturan serta berusaha menyejahterakan masyarakat, dan Buatula Bala yang pada mulanya dikepalai oleh Pulubala, bertugas dalam bidang pertahanan dan keamanan.
http://www.republika.co.id

12 Des 2013

The Last Great Caliph



Throughout Islamic history, one of the uniting aspects of the Muslim world was the caliphate. After the death of Prophet Muhammad ï·º, his close companion, Abu Bakr, was elected as the first khalifah, or caliph, of the Muslim community. His job as leader combined political power over the Muslim state as well as spiritual guidance for Muslims. It became a hereditary position, occupied at first by the Umayyad family, and later by the Abbasids. In 1517, the caliphate was transferred to the Ottoman family, who ruled the largest and most powerful empire in the world in the 1500s.

http://lostislamichistory.com/wp-content/uploads/2013/04/Ottoman-Empire-Abdulhamid.png
 The Ottoman Empire in 1878

For centuries, the Ottoman sultans did not place much emphasis on their role as caliphs. It was an official title that was called in to use when needed, but was mostly neglected. During the decline of the empire in the 1800s, however, a sultan came to power that would decide to revive the importance and power of the caliphate. Abdülhamid II was determined to reverse the retreat of the Ottoman state, and decided that the best way to do it was through the revival of Islam throughout the Muslim world and pan-Islamic unity, centered on the idea of a strong caliphate. While Abdülhamid’s 33-year reign did not stop the inevitable fall of the empire, he managed to give the Ottomans a final period of relative strength in the face of European encroachment and colonialism, with Islam being the central focus of his empire.

11 Des 2013

Serba-Serbi Kerajaan Syiah Terbesar



Pembahasan mengenai Daulah Fatimiyah adalah pembahasan yang menarik, karena kontroversi yang ditimbulkan oleh daulah ini cukup menggegerkan dunia Islam. Ada yang mengatakan kerajaan ini memiliki sumbangsih besar mengenalkan umat Islam pada ilmu pengetahuan, karena merekalah yang membangun Universitas al-Azhar. Di sisi lain, kerajaan ini dikatakan sebagai kerajaan ekstrim yang intoleran, menindas muslim Sunni atau Ahlussunnah wal Jamaah. Sejarah kerajaan yang dipenuhi dengan penindasan, penipuan, dan penyimpangan dari ajaran Islam juga menjadi sisi lain yang perlu diangkat dan diketengahkan.

http://kisahmuslim.com/wp-content/uploads/2013/12/Daulah-Fatimiyah1.jpg
 Wilayah kekuasan Daulah Fatimiyah di masa keemasannya


Akidah Syiah Ismaailiyah

Sebelum membahas kekuatan politik Daulah Fatimiyah, terlebih dahulu kita membahas ideologi kerajaan ini, karena inilah yang melandasi gerakan politiknya. Daulah Fatimiyah adalah sebuah kerajaan yang berideologi Syiah, lebih tepatnya Syiah Ismailiyah. Syiah Ismailiyah adalah sekte Syiah yang meyakini bahwa Ismail bin Ja’far adalah imam ketujuh, adapun mayoritas Syiah (Syiah Itsna Asyriyah) meyakini bahwa Musah bin Ja’fa-lah imam ketujuh setelah Ja’far ash-Shadiq. Perbedaan dalam permasalahan pokok ini kemudian berkembang ke berbagai prinsip ajaran yang lain yang semakin membedakan ajaran Syiah Ismailiyah dengan Syiah arus utama, Syiah Itsna Asyriyah, sehingga ajaran ini menjadi sekte tersendiri.