9 Jun 2012

Dicari! Tenaga Profesional Perbankan Syariah!


Pertumbuhan industri perbankan syariah global terkendala kelangkaan tenaga professional. Di Indonesia, sedikitnya dibutuhkan 200 ribu bankir untuk perbankan syariah hingga lima tahun mendatang.



Kepala unit syariah Bank Sarasin & Co Swiss, Fares Mourad mengatakan kebutuhan tenaga professional di perbankan syariah terjadi hampir di semua negara yang memiliki industri tersebut. Kekurangan tenaga professional ini akan mempengaruhi pertumbuhan perbankan syariah global.


“Salah satu isu melambatnya pertumbuhan industri perbankan syariah global adalah kelangkaan tenaga professional. Ini tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan tapi sampai pada lingkup kualitas layanan,” ujarnya seperti dikutip laman Zawya, Senin (17/10).

Dia mengatakan perbankan syariah telah berjalan relatif baik. Akan tetapi, perbankan syariah tidak hanya perlu mengembangkan produk serta layanan. “Perbankan syariah butuh konsep seperti perencanaan keuangan,” ujarnya.

Karena itulah, tenaga professional di perbankan syariah semakin mendesak terpenuhi. Produk baru dari perbankan syariah muncul setiap hari. Hal ini tidak hanya butuh inovasi tetapi juga pertumbuhan permintaan dari konsumen. Kemunculan produk tersebut harus diimbangi pertumbuhan permintaan konsumen.

Ke depan, perbankan syariah tersebut membutuhkan berbagai konsep perencanaan yang berkaitan dengan keberlanjutan industri. Pemenuhan kebutuhan tenaga professional di perbankan syariah dinilai akan mengurangi tantangan industri tersebut ke depan.

Dengan tenaga professional yang dimiliki, perbankan syariah dapat membuat perencanaan dan memantau realisasi menuju target pertumbuhan. “Dengan pengetahuan (dari tenaga professional), perbankan syariah dapat menilai situasi dengan benar, merancang managemen dan memantau realisasi terhadap setiap perubahan untuk menuju target pertumbuhan. Proses itu akan menanggulangi berbagai hambatan perbankan syariah ke depan,” bebernya.

Sumber : Republika dalam zonaekis.com

Baca Juga :
   Perbedaan Dinar, Koin Bulion, dan Emas Batangan
   History of Dinar & Dirham

0 comments :

Posting Komentar