OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

13 Apr 2011

KAFE

Kupinang engkau tanpa bunga..
Kokoh dan suci transksi kita..
Kutambtkan hati dgn syariah..

To be continue..
...
Penasaran??

Yok kmbli tongkrongin KAFE,
dgn jdl "Mengapa sich HARUS ber-Ekonomi Islam??
Tentunya dgn pemateri yg brkompten,
Kamis,14April pkl 15.45@RS 2.
Dptkan.!!
Ilmu,snack,n teman..
GRUATISS!!!

MADRASAH BPPI

Judul : Sejarah Bangsa Arab Hingga Nasab Nabi Muhammad SAW

What : Madrasah BPPI, program rutin pembinaan pengurus BPPI 2011 yang isinya ada tatsqif (kajian), dan tahsin, serta tahfidz Qur’an.

When : Hari senin, 11 april 2011 jam 16.00 WIB.

Where : Ruang Sidang 2 FE UNS.

Who : Penyelenggara kegiatan yaitu bidang kaderisasi BPPI FE UNS sebagai pengelola madrasah dikoordinasi oleh Mudzir (direktur) yaitu akh M.Syukron. Dan sebagai pembicara yaitu ustadz Kholid, S.H. (pengajar pesma Tanwirul Fikr).

Why : Diadakannya acara ini karena mengingat pentingnya tsaqofah Islamiyah bagi para pengurus BPPI, terutama sebagai bekal dalam menjalani aktivitas dakwah.

How : Adab-adab umum :
1. Menghadirkan niat untuk mencari keridhoan Allah dalam semua proses pelaksanaan takwin Madrasah BPPI.
2. Meyakini urgensi dan kewajiban takwin Madrasah BPPI pada pengurus untuk kemudian siap bertadhiayah dalam mendukung kelancaran proses takwin Madrasah BPPI.
Adab-adab khusus :
1. Hadir secara teratur dan tepat pada waktunya, jam 16.00.
2. Mengirimkan pemberitahuan jika tidak hadir dilengkapi dengan sebab ketidakhadiran maksimal 1 jam sebelum acara (jika tidak, akan dianggap membolos), ke pengelola.
3. Membawa alat tulis dan muhaf Al Qur’an mandiri di dalam kelas.
4. Berusaha aktif dalam kelas.
5. Hadir dan mengikuti ujian dengan baik dan tertib.
Syarat ujian Madrasah BPPI :
1. Tatsqif (senin sore) : hadir minimal 12 X pertemuan
2. Tahsin dan tahfidz : hadir minimal 12 X pertemuan
3. Bagi yang belum memenuhi dan belum pernah hadir harap mengikuti matrikulasi sehari sebelum ujian dengan pengelola.
Ada 3 agenda utama yaitu Tatsqif, Tahsin, dan Tahfidz. Ketiga-tiganya dilaksanakan sepekan sekali. Dalam setiap pertemuan para peserta diharapkan membawa KRS yang telah dibuat oleh pengelola untuk menjaga kedisiplinan para pengurus BPPI FE UNS. Kompnen penilaian yaitu :
1.Penilaian Kehadiran :
(2 X jumlah kehadiran) + (1 X jumlah ijin) + (0 X jumlah alpa)
2 X jumlah pertemuan X 100
Keterangan : hadir 2 poin
ijin 1 poin
alpa 0 poin

2.Nilai Akhir Semester (khusus Tatsqif) :
(4 X nilai kehadiran) + (3 X nilai mid semester) + (3 X nilai ujian akhir semester)
10
Keterangan :
100 A+ Mumtaz (sempurna)
80-99 A Jayyid jidan (baik sekali)
65-79 B Jayyid (baik)
54-64 C Yafai (cukup)
0-54 D Nakis (kurang)

Ringkasan materi :
Rasul adalah menyempurna ajaran sebelumnya. Akhlak Rasul dalam Al Qur’an yaitu menghafal dan mengamalkan. Alasan mengapa islam diturunkan di Jazirah Arab dan tidak diturunkan dengan bahasa selain Arab adalah karena :
Dari segi geografis :
1. Pada zaman dahulu, masyarakat di Jazirah Arab adalah jahiliah.
2. Kekuasan terbesar Romawi dan Persia berada di Arab.
3. Posisi negara Arabsangat terbelakang.
4. Merupakan pintu masuk budaya, agama, seni, dan sebagainya karena berbatasan dengan negara Eropa.
5. Di Arab jarang sekali masyarakatnya yang dapat membaca dan menulis.
Dari segi ekonomi :
Karena wilayahnya tandus, maka perekonomian di Arab berpusat pada perdagangan dan peternakan (unta, keledai, kuda).
Dari segi sosial :
1. Tidak mengharagi sopan santun.
2. Sangat suka perang.

7 Apr 2011

10 budaya CERDAS "CERmin DAsar muSlim" BPPI

BPPI kini juga harus punya ciri khas dalam beraktivitas. Hilangnya nilai-nilai ke Islaman karena kesibukan atau aktivitas dakwah adalah sebuah hal yang harus dihindari,karena bagaimana kita akan menjaga dakwah ini ketika kita sendiri ternyata belum bisa untuk menjadi pribadi yang Islami. Untuk itu banyak upaya yang harus dilakukan untuk menjaga kualitas keIslaman kader dakwah BPPI. Nah,inilah 10 budaya cerdas yang akan dilaksanakan pengurus BPPI,:
1. Selalu bersama Al Qur’an di manapun dan membacanya di setiap waktu luang.
BPPI memfasilitasi "tilawah spot area" untuk mendukung kegiatan ini. nantinya diharapkan para pengurus tidak banyak yang punya waktu luang untuk bercanda dan melakukan hal-hal yang tidak berguna,tetapi harus dimanfaatkan untuk mentadaburi Al Qur'an
2. Berjumpa saudara dengan senyum semangat dan pelukan ukhuwah.
"Merajut ukhuwah tegakkan dakwah",adanya jargon ini maka setiap pengurus BPPI diharapkan menjadi umat pemersatu dan saling berupaya untuk menebar salam dengan sesama Muslim
3. Membaca, Belajar, dan mencintai ilmu pengetahuan adalah hobbyku.
Ayo bagi pengurus BPPI yang rajin mencari inspirasi dari ilmu pengetahuan ya,rajin membaca,menulis dan peka terhadap perkembangan ilmu
4. Ibadah ontime pahala mengalir.
Nah,ini PR buat para "ikhwan"jangan suka nelat-nelat ya untuk ibadah,sholatnya ikhwan wajib berjama'ah dandi masjid,tidak boleh telat dan di rumah,oke,,oke,
5. Waktuku pedangku.
Setiap pengurus usahakan punya jadwal pribadi yang produktif dan jangan sekali-kali menyempatkan diri untuk nganggur atau melakukan hal-hal yang nggak penting
6. Cinta dakwah, cinta kajian, cinta tausiyah.
Tujuan utama di BPPI kan harus berdakwah,tapi apakah kita bisa cinta dengan dakwah?cinta itu butuh pengorbanan, so, manfaatkan waktu sempatnya untuk kajian juga ya,,
7. Say no to “melanggar etika akademik”.
jangan mbolos kuliah!!
8. Sedekah pangkal syurga
berinfak yuk,pedulilah dengan sesama
9. Muslim cinta kebersihan lingkungan
Dilarang jorok,hayo,,hayo,,sampah dibuang!!
10.Patuhi Jam malam (20.00-05.00) kecuali dalam satu forum
ikhwan dan akhwat tidak boleh berkomunikasi daam bentuk apapun melebihi jam 20.00( jam 8 malam),supaya kita bisa saling menjaga diri dan tidak berlebihan dalam berkomunikasi,yang penting-penting aja.

semangat menjalankan aktivitas Dakwah bersama supergreat BPPI..

28 Mar 2011

APAKAH MINYAK WANGI BERALKOHOL ITU MEMBUAT WUDU KITA TDK SAH ???


       Mungkin ada beberapa orang yang bertanya-tanya tentang hukum memakai minyak wangi. Ada orang yang mengatakan bahwa jika kita memakai minyak wangi yang beralkohol maka sholat kita tidak sah.. benarkah itu ????
        Setelah mencari-cari, akhirnya terdapat pendapat salah satu ulama (Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari) yang menyatakan bahwa (cologne) yang mengandung alkohol tidak boleh (haram) untuk digunakan. Karena telah tetap (jelas) di sisi kami berdasarkan keterangan para dokter yang ahli di bidang ini bahwa parfum jenis tersebut memabukkan karena mengandung “spiritus” yang dikenal. Oleh sebab itu, haram bagi kaum lelaki dan wanita untuk menggunakan parfum jenis tersebut…
          Beliau juga berkata: ”Pada asalnya segala jenis parfum dan minyak wangi yang beredar di khalayak manusia hukumnya halal. Kecuali yang diketahui mengandung sesuatu yang merupakan penghalang untuk menggunakannya, karena ‘sesuatu’ itu memabukkan atau banyaknya memabukkan atau karena ‘sesuatu’ itu adalah najis, dan yang semacamnya…
Jadi, jika seseorang mengetahui ada parfum yang mengandung ‘sesuatu’ berupa bahan memabukkan atau benda najis yang menjadi penghalang untuk menggunakannya, maka diapun meninggalkannya (tidak menggunakanya) seperti cologne. Karena telah tetap (jelas) di sisi kami berdasarkan persaksian para dokter (yang ahli di bidang ini) bahwa parfum ini tidak terbebas dari bahan memabukkan karena mengandung ‘spiritus’ berkadar tinggi, yang merupakan bahan memabukkan, sehingga wajib untuk ditinggalkan (tidak digunakan). Kecuali jika ditemukan ada parfum jenis ini yang terbebas dari bahan memabukkan (maka tentunya tidak mengapa untuk digunakan). Dan jenis-jenis parfum yang lain sebagai gantinya, sekian banyak yang dihalalkan oleh Allah Subhanahu wata’ala, walhamdulillah.
Terdapat juga ulama yang mengatakan bahwa Khamar itu haram diminum karena merupakan minuman yang memabukkan. Hukum meminum khamar itu haram meski hanya setetes. Sedangkan menyentuh, mengoleskan atau membasahi tangan dengan khamar, sebagian ulama mengatakan najis dan sebagian lainnya mengatakan tidak najis. Bagi yang mengatakan tidak najis, maka bila terkena bagian tubuh, tidaklah membatalkan wudhu', tidak najis dan juga tidak haram.

Sehingga kalau ada minyak wangi / parfum yang dilarutkan dengan alkohol, hukumnya tidak haram kalau dioleskan. Tapi kalau dimimum, barulah haram.
Ada juga yang mengatakan bahwa di Indonesia, kebanyakan alkohol dibuat dari larutan gula dengan peragian dan penyulingan. Misalnya dari gula tebu, gula bit, melasa dan lainnya. Atau dari bahan yang mengandung zat pati (amilum) seperti kentang, jagung dan lainnya. Atau dari bahan yang mengandung selulosa seperti ampas-ampas kayu, atau dari umbi-umbian yang mengandung froktosa dan lignin.
Kesemua bahan itu adalah bahan nabati yang bukan benda najis. Maka alkohol secara umum, kecuali yang terbuat dari kotoran sapi, hukumnya tidak najis.
Dengan melihat semua penjelasan yang berbeda-beda tersebut tentunya membuat kita bingung.. tapi jangan bingung. Sebagai seorang muslim hendaknya kita mengikuti yang terbaik dari pendapat yang ada.
Kesimpulannya : Jika klita mengetahui bahwa minyak wangi yang kita pakai mengandung alkohol, sebaiknya kita hindari. Toh masih banyak minyak yang halal untuk digunakan. Masih banyak minyak wangi yang baunya harum dan tidak memabukkan yang tetap bisa membuat kita lebih pede dan tentunya tidak dipertanyakan apakah itu najis atau tidak.. jadi kan kita nyaman dalam memakainya.. ya g ????

26 Mar 2011

Di Balik Puasa Sunnah Senin Kamis

Beberapa manfaat puasa Senin-Kamis bagi kesehatan jasmani antara lain adalah:
  • Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan.
    Karena pada hari saat kita tidak berpuasa alat penceranaan di dalam tubuh bekerja sangat keras, dan pada saat puasalah alat pencernaan tersebut beristirahat
  • Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi).
    Dengan puasa Senin-Kamis, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksi dan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
  • Mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan gizi, yang belum tentu baik untuk kesehatan seseorang.
    Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.
      Beberapa orang ahli dari Barat yang non-muslim mengakui bahwa banyak manfaat dibalik puasa, seperti Allan Cott M.D (Amerika), Dr. Yuri Nikolayev (Rusia) dan Alvenia M. Fulton (Amerika). Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang pandai yang sudah percaya bahwa puasa sangat banyak membawa manfaat.
      Ketiga orang ahli tersebut yang notabene adalah non-muslim bahkan mengakui kehebatan dari puasa. Mengapa kita yang muslim justru terkadang melalaikannya?

18 Mar 2011

Muslim kok ngak SHOLAT

Assalamu’alaiykum wr wb        
                       
Saudara q yang insyaallah selalu dirahmati olah Allah SWT

SHOLAT!!!

Mungkin kita sebagi seorang muslim sudah mengetahui tentang apa itu sholat, baik itu yang wajib maupun yang sunah.

Pertanyaannya sebagai muslim, apakah kita sudah sholat?
Jawabannya mungkin  “iya” mungkin juga “tidak”

Pertanyaan kembali, mengapa kita tidak sholat?
Mungkin jawabannya akan sangat beragam, ada yang karena ini ada yang karena itu.

Padahal Sholat itu adalah ibadah yang harus senantiasa kita lakukan setiap waktu,  dan sholat merupakan amalan yang pertama kali Allah pertanyakan pada kita di hari akhirat nanti. Sholat juga  merupakan nikmat yang  sangat besar dari Allah SWT. Dia bahkan menjanjikan tingkatan surga tertinggi yaitu surga FIRDAUS bagi hamba-hambanya yang beriman dan mendirikan sholat dengan benar. Lah mengapa kita masih saja “membandel” untuk tidak melaksanakannya.

Kita sebagi muslim patut mencontoh sholatnya para kekasih Allah SWT, mereka adalah hamba-hamba Allah SWT yang senantiasa bertakwa, dengan menjadikan Al Qur’ann sebagai pembicaraan mereka, Allah SWT sebagai pelindung mereka, dzikir sebagai teman mereka, beribadah dimalam hari sebagai pembawaan mereka, kerinduan untuk bermunajat kepada Allah SWT dalam setiap sholat sebagai kendaraan mereka, dan menangis karena takut pada Allah sebagai kebiasaan mereka.

Al Faruq Umar bin Khaththab sering mengingatkan para pemimpinnya, dan rakyatnya betapa pentingnya arti sholat bagi mereka.
Maka dari itu Umar bin Khaththab berkata

sesungguhnya, saya berpendapat bahwa urusan kalian yang paling utama adalah sholat, barang siapa menjaga sholatnya, sungguh dia telah menjaga agamanya. Barang siapa yang menyia-nyiakan sholatnya, maka terhadap urusan yang lain slain sholat, ia akan lebih menyianyiakan lagi

Ini merupakan salah satu gambaran, bahwa para kekasih Allah SWT menganggap sholat itu memiliki derajat yang tinggi di mata mereka, sehingga mereka rela badan-badan mereka luluh dengan lamanya berdiri dihadapan Raja Yang Maha Mengetahui, bibir-bibir mereka selalu basah dengan ayat-ayat Al Qur’an dan wajah mereka kuning karena begadang di malam hari demi ketaatan pada Allah SWT.

WALLAHUA'ALAM BISHOWAB

Semoga bermanfaat
Kesempurnaan hanya milik ALLAH 


16 Nov 2010

Memahami Hakikat Keislaman Kita?

  Banyak orang yang saat ini mengaku sebagai pemeluk agama Islam, namun mereka tidak tahu hakikat hal itu. Mereka juga tidak mengerti kemuliaan yang mereka peroleh karena nikmat dan anugerah Allah ta’ala yang agung dengan memeluk agama ini, padahal itulah nikmat yang paling besar yang tiada bandingannya.
“Di antara hal yang membuatkan bertambah mulia dan bangga. Dan aku hampir menginjakkan kedua kakiku di atas bintang kejora. Adalah masuknya aku ke dalam firman-Mu, “Wahai hamba-hamba-Ku.” Dan Engkau utus Ahmad (Muhammad) sebagai utusan-Mu
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap bayi adalah terlahir dalam fitrahnya, lalu kedua orang tuanya yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Muttafaq ‘alaihi).
Seandainya ada di antara kita yang sejak tercipta hingga mati bersujud di atas tanah karena bersyukur atas nikmat Islam yang sangat agung ini, tentunya dia tetap tidak akan mampu menebusnya. Namun sayang sekali, saat ini kita temukan banyak orang muslim yang menganggap bahwa keislamannya cukup dengan nama atau keterangan di kartu identitasnya saja. Dia mengira bahwa dia menjadi muslim karena namanya Muhammad, Ahmad, Abdullah, atau Abdurrahman. Tetapi apa yang dia ketahui tentang Islam? Apa yang kita berikan kepada agama ini? Bahkan, saat ini kepemelukan banyak orang terhadap agama ini menjadi kepemelukan yang sifatnya teoritis, polos, dan dingin. Sehingga banyak di antara kita yang tidak memasukkan agama ini dalam objek perhatian, tujuan, dan program hidup kita.
Mungkin kita merencanakan masa depan kita, masa depan pekerjaan kita dan lain sebagainya, tetapi siapa di antara kita yang membuat rencana untuk kejayaan Islam? Siapa di antara kita yang membuka hatinya untuk melihat realitas pahit dan memilukan yang dihadapi umat Islam saat ini? Siapa di antara kita yang tidak bisa tidur karena memikirkan kondisi agama ini? Siapa di antara kita yang tidur, namun hatinya selalu disergap perasaan sedih, matanya mengalirkan air mata karena melihat kondisi yang memilukan ini?
Hidup dengan Islam dan untuk Islam, itulah hakikat dari keberpihakan kepada Islam.

Islam Agama Allah
Kita harus tahu bahwa Islam adalah agama Allah. Maka ketika Alah telah melapangkan hati kita untuk menerima Islam, lalu kita menyerahkan diri kepada-Nya, bersaksi tidak ada sembahan yang hak selain Dia dan Muhammad adalah rasul Allah ta’ala, tanpa paksaan dari seorang pun, maka setelah itu kita harus mengetahui bahwa Islam adalah manhaj hidup yang mengontrol seluruh hidup kita dan dalam kondisi yang sangat bahagia serta penuh keridhaan.
Konsekuensi dari Islam adalah Allah ta’ala berfirman kepada hamba, “Aku memerintahkan dan melarang,” dan hamba berkata kepada-Nya, “Saya mendengar dan menaati.” Dan sang hamba pun menyerahkan akal dan hatinya kepada Allah dan rasul-Nya, serta mengikuti jejak rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk sampai kepada kehidupan yang damai dan bahagia di dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, seandainya kita selalu mengikuti jalan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kita akan melihat beliau sedang menunggu kita di haudh (telaga) beliau. Sehingga kita pun akan bahagia dan tidak pernah merasa sengsara untuk selamanya.

Hiduplah dengan Islam dan Untuk Islam
Hakikat memeluk Islam adalah hidup dengan Islam dan untuk Islam, hidup dengan perintah-perintahnya, larangan-larangannya, dan batasan-batasannya. Para sahabat radhiallahu ‘anhu benar-benar memahami hal ini. Sehingga ketika salah seorang mereka meninggalkan kekafiran dan masuk ke dalam keimanan, dia pun mengetahui dengan penuh keyakinan akan hakikat dari keberpihakannya terhadap agama ini. Oleh karena itu, semua kekuatan dan kemampuannya pun tercurahkan untuk Islam.

Keimanan yang Kokoh Sejak Semula
Lihatlah Abu Bakar ash Shiddiq, ketika masuk Islam. Dia sama sekali tidak menghalangi datangnya cahaya hidayah ke dalam hatinya. Dia pun segera pergi dari sisi rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mencari para pemilik hati yang hidup. Sehingga ketika kembali kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia membawa lima orang dari sepuluh sahabat yang mendapatkan kabar gembira untuk masuk surga. Lalu mereka pun membaiat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bersaksi di hadapan beliau bahwa tiada sembahan yang hak selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah.
Sungguh berbeda antara bunga yang palsu dan bunga yang sejati. Sungguh berbeda antara bunga palsu yang sekedar membawa nama bunga, dengan bunga yang diciptakan oleh Allah ta’ala, yang wangi dan aromanya menyebar ke seluruh penjuru.
Apa yang sebenarnya diketahui oleh Abu Bakar ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu pada hari pertama dia masuk Islam sehingga pada hari berikutnya dia kembali dengan lima orang tersebut? Sungguh dia membawa Islam di dalam hatinya, dan hatinya pun selalu menyala dengan agama ini. Hanya itulah yang dia miliki.

Beramallah untuk Islam Walaupun kita Pelaku Maksiat
Sebagian muslim merasa tidak mampu memberikan sesuatu kepada Islam karena kita merasa mempunyai kekurangan atau karena kita melakukan perbuatan-perbuatan maksiat. Oleh karena itu, sesungguhnya jika kita tidak beramal untuk Islam, maka hal itu semakin menambah dosa baru di dalam daftar dosa-dosa kita, maka jangan engkau kira dengan terjatuh dalam perbuatan maksiat kita mendapatkan cuti untuk tidak berbuat demi Islam. Karena siapakah diantara kita yang tidak berbuat dosa? Semua kita mempunyai dosa.”
Abu Mijan ats-Tsaqafi radhiallahu ‘anhu adalah orang yang tidak kuat menahan keinginannya jika melihat khamr, sehingga dia sering dihadapkan kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dikenakan kau had. Walaupun demikian, ketika ia mendengar seruan jihad ke Qadisiyah, dia segera bangkit untuk bejihad di bawah pimpinan paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu. Ketika pada hari-hari pertempuran, dia kembali tidak mampu menahan keinginannya ketika melihat khamr, sehingga dia pun meminumnya. Oleh karena itu, Sa’ad menjatuhkan hukuman atasnya dengan menggurungnya dan melarangnya ikut peperangan, karena hukuman had tidak dilaksanakan di daerah musuh.
Ketika ditahan, dia mendengar suara pertempuran yang memanas dan teriakan para ksatria, maka air matanya pun mengalir, karena kedatangannya ke al Qadisiyah adalah untuk mendapatkan kemuliaan mengikuti pertempuran. Ketika itu istri Sa’ad melihatnya, dia pun merasa kasihan terhadap Abu Mihjan. Sedangkan Sa’ad radhiallahu ‘anhu saat it sedang sakit, dan itu adalah sakit terakhir yang membuatnya tidak bisa turun untuk berperang, sehingga dia mengatur peperangan dari tempat tidurnya.
Lalu Abu Mihjan berkata kepada istri Sa’ad, “Wahai Salma, berikan kepadaku kuda Sa’ad, Balqa, dan berikan kepadaku senjata Sa’ad. Demi Allah, jika Allah menakdirkan aku untuk tetap hidup, maka aku akan kembali ke tempat tahanan ini dan aku ikatkan kembali kekang yang mengikat kakiku. Dan jika aku mati, maka itulah yang aku harapkan.” Mendengar ketulusan Abu Mihjan tersebut, istri Sa’ad akhirnya mengabulkan keinginannya.

Merekalah Orang-Orang yang Memahami Hakikat Memeluk Islam, sehingga Mereka Merealisasikannya di Dalam Kehidupan
Terkadang ada orang yang berkata, “Saya tidak pandai berpidato dan saya tidak bisa menyampaikan ceramah, lalu bagaimana saya bisa mempersembahkan sesuatu untuk Islam?”
Kita tidak dimnta untuk menjadi penceramah atau para orator di atas mimbar. Apa pun Status kita, jadilah muslim hakiki! Yang diperlukan adalah merealisasikan hakikat kepemelukan kita terhadap Islam dalam status yang kita jalani. Seorang pelajar atau mahasiswa yang berprestasi, merealisasikan kepemelukannya terhadap Islam. Seorang tentara dan dokter yang menunaikan amanah mereka, merealisasikan kepemelukan mereka terhadap Islam. Seorang insinyur yang dapat dipercaya atas harta dan proyek-proyek umat Islam, merealisasikan kepemelukannya terhadap Islam.

Jadilah Seorang Muslim yang Mengemban Cita-cita Islam Di Mana pun kita Berada!
Sesungguhnya langkah pertama dalam merealisasikan hakikat kepemelukan kepada Islam adalah dengan mengemban cita-cita Islam di dalam hati kita. Kongkretnya adalah dengan memasukkan target-target dan cita-cita Islam di dalam target-target dan cita-cita kita. Jika salah seorang dari kita melakukan langkah pertama ini, maka dia pasti akan melakukan langkah kedua, yaitu meluangkan waktunya untuk mempelajari Islam dengan membaca Al Qur’an dan buku-buku Islam, mendengarkan para ulama rabbani serta para da’i yang jujur. Karena sesuatu yang mungkin paling berbahaya bagi seorang dalam mempelajari Islam adalah belajar dari orang yang tidak bertakwa kepada Allah ta’ala, sehingga dia pun belajar ilmu yang menyimpang jauh dari Islam. Oleh karena itu, kita harus mencari ulama-ulama yang rabbani tersebut, dan kita akan menemukannya, karena umat ini selamanya tidak akan pernah kosong dari mereka.
Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu meriwayatkan dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Sekelompok umatku akan tetap teguh menunaikan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang-orang yang membiarkan atau menentang mereka, hingga datang keputusan Allah dan mereka masih dalam keadaan demikian.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka. Semoga Allah memberi taufik dan kemuliaan kepada kita untuk beramal demi agama ini, sesungguhnya Dia mahakuasa atas hal itu.
Akhirnya, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.