OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

8 Jun 2014

AKTUALISASI AKHLAK SALAFUSH SHALIH SEBAGAI PILAR AKHLAK PEMUDA MUSLIM GUNA MEMBANGUN INDONESIA YANG BERKARAKTER

AKTUALISASI AKHLAK SALAFUSH SHALIH SEBAGAI PILAR AKHLAK PEMUDA MUSLIM GUNA MEMBANGUN INDONESIA YANG BERKARAKTER

Oleh:
Muhammad Syaban Husein
Universitas Diponegoro

Sudah lebih dari setengah abad Indonesia telah merdeka, lepas dari kepungan para penjajah yang membelenggu negeri ini, sengsara dan ketakutan dialami negeri tercinta selama berabad-abad, namun ditengah-tengah sengsara dan ketakutan tersebut muncul lah kekuatan dan keberanian dari para pemuda Indonesia, mereka muncul disebabkan keinginan untuk lepas dari belenggu para penjajah yang mengepung kedaulatan dan kekuasaan untuk membangun negeri ini, dengan adanya sinergisitas antara ilmu dan keberanian mereka, dan melalui berbagai macam perjuangan  sehingga membuat Indonesia dapat lepas dari kesengsaraan itu semua. 17 Agustus 1945 yang seharusnya menjadi momentum untuk bergerak maju membangun negeri ini, justru seakan-akan penjajah masuk kembali ke dalam negeri ini melalui cara yang berbeda, salah satunya yang paling mengerikan ialah  merasuknya paham-paham yang bercorak kolonialisme, imperialisme, dan juga liberalisme ke dalam jiwa sebagian masyarakat Indonesia, tentu saja paham-paham yang berasal dari barat tersebut tidaklah sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila yang telah dirumuskan oleh Founding Fathers Republik Indonesia.

Soekarno, Mohammad Hatta, dan Mohammad Yamin adalah segelintir Pemuda muslim yang menjadi tonggak kemerdekaan Indonesia, jiwa-jiwa semangat mereka haruslah kembali dihidupkan. Namun pada saat ini beberapa pemuda muslim Indonesia seperti kehilangan arah, tak tahu harus berperan apa dirinya untuk negeri ini. Seharusnya pemuda muslim Indonesia yang diberikan kesempatan untuk lebih berperan aktif dapat memberikan solusi-solusi positif guna membangun bangsa ini. Pemuda muslim yang hebat tidak terlahir begitu saja melainkan harus dibentuk sebaik mungkin dan sedini mungkin, pembentukan sebuah akhlak pastilah dibutuhkan suatu tauladan yang dapat dijadikan contoh, dan kemudian tauladan yang dijadikan contoh tersebut harus dipastikan bahwa kondisi pada saat dimana tauladan tersebut berada terdapat suatu kondisi yang memberi manfaat besar bagi rakyatnya.
Akhlak Salafush Shalih dapat dijadikan pilar akhlak bagi pemuda muslim Indonesia pada saat ini yang telah mengalami kemunduran karena telah dirasuki oleh paham-paham barat yang lebih banyak memberikan dampak negatif sehingga membentuk sebuah sifat yang tentunya tidak diharapkan. Allah SWT berfirman tentang wajibnya mengikuti akhlak Salafush Shalih “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS Surat An-Nisa : 115). Oleh karena itu, melaui essay ini saya akan menyajikan beberapa akhlak Salafush Shalih yang dapat dijadikan pilar akhlak bagi pemuda muslim Indonesia dengan mengaktualisasikan akhlak tersebut dan yang nantinya diharapkan dapat membangun Indonesia yang berkarakter.

Secara terminologis yang dimaksud dengan Salaf adalah para Sahabat Rasulullah dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik (Tabi’in) serta pengikutnya (Tabi’ut Tab’in), juga para ulama Islam yang memiliki keilmuan dan kedudukan tinggi dalam agama serta diterima oleh umat secara aklamasi, diterima oleh kaum Muslimin dari generasi ke generasi[1], Salafush Shalih merupakan dari  mereka orang-orang yang paling baik akhlaknya, diantara akhlak Salafush Shalih yaitu :

1.      Jujur dalam segala hal dan menjauhkan diri dari sifat dusta.
     Allah SWT menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka. Pada zaman ini sifat jujur memang sulit ditemukan, bahkan dusta bertebaran dimana-mana, jujur berarti lurus hati, tidak curang, kejujuran dibagi dalam 3 tingkatan yaitu jujur dalam ucapan, perbuatan, dan niat. Kejujuran dalam niat[2], merupakan kejujuran tertinggi di mana ucapan dan perbuatan semuanya hanya untuk Allah. Manusia pada saat ini berlomba-lomba dalam mencapai kebutuhan duniawinya dengan menempuh berbagai macam cara, termasuk diantaranya dengan jalan berdusta. Kecurangan seperti mencontek dikalangan mahasiswa sudah dianggap sebagai hal yang lumrah, peristiwa ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, mahasiswa harus menyadari bahwa hal itu dapat meracuni jiwa pemuda islam yang justru seharusnya membangun akhlak kejujuran mulai dari hal yang kecil, seperti jujur dalam menuntut ilmu dengan meluruskan niat dan percaya bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang kita niatkan, karena kejujuran merupakan kunci dari etika dan moralitas yang baik untuk membangun Indonesia yang baru.

2.      Bersungguh-sungguh dalam menunaikan amanah dan tidak khianat.
      Amanah termasuk sifat terpuji yang harus melekat pada setiap pribadi orang yang beriman, kapan dan di mana pun, serta apa pun posisi, profesi, jabatan, dan kedudukannya, akan tetapi pada saat ini banyak pemimpin yang tidak amanah dewasa ini, tindak pidana korupsi merupakan contoh dari seseorang yang tidak amanah dalam menjalankan tugasnya, seseorang yang tidak amanah dalam menjalankan tugasnya dapat dikatakan telah khianat yang termasuk sifat yang buruk (akhlaq madzmumah) yang harus dihindari, dijauhi, dan ditinggalkan oleh orang-orang yang beriman, Allah SWT berfirman:“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS Al-Anfal : 27). Pemuda muslim pastilah memiliki amanah, sebagai contoh ialah amanah dari orang tua untuk menempuh pendidikan, orang tua telah mempercayakan hal ini kepada anaknya, sudah seharusnya seorang anak melaksanakan amanah yang diberikan orang tua untuk dilaksanakan sebaik-baiknya dan jangan sampai anak itu melakukan khianat dengan tindakan membolos misalnya. Pemuda muslim harus menanamkan akhlak ini untuk menjaga kepercayaan orang lain dan mendapatkan ridho dari Allah SWT dalam setiap amanah yang diembannya.
3.      Tawadhu (Rendah Hati) dan tidak sombong.
Rendah hati merupakan akhlak yang selalu didambakan setiap orang, karena karena akan membuat orang sekitarnya merasa nyaman dan rendah hati membuat seseorang memiliki ketenangan jiwa, dan sebaliknya kesombongan merupakan awal dari kehancuran seseorang maupun bangsa.  Islam melarang dan mencela sikap sombong, seperti dalam surat An-Nahl : 23 yang berisi tentang ketidak sukaan Allah terhadap sikap sombong. Pada zaman kenabian banyak suatu bangsa yang hancur karena kesombongan seperti kaum Tsamud, bangsa Ad, bangsa Madyan dll[3]. Tidakkah pemuda muslim seharusnya belajar dari kisah-kisah terdahulu, dan membangun sikap rendah hati dengan saling menghargai, tenggang rasa, sederhana, dan memelihara rasa syukur dan ikhlas, pada saat ini dibutuhkan pemuda muslim yang rendah hati dalam berakhlak yang dapat diaktualisasikan dengan cara mahasiswa yang menghargai kemajemukan dikawasan kampusnya, lalu dapat juga tetap berpenampilan sederhana meskipun dirinya anak dari orang kaya. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah melalui perwujudannya akhlak rendah hati, hal itu lah yang membedakan karakter bangsa Indonesia dengan bangsa yang lainnya.
4.      Pemalu
Malu adalah akhlak Islam[4] sebagaimana sabda Rasulullah SAW
Artinya : Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.
Malu merupakan akhlak yang mulia, yang tumbuh untuk meninggalkan perkara-perkara yang jelek sehingga menghalangi dia dari perbuatan dosa dan maksiat, serta mencegah dia dari melalaikan kewajiban. Malu dapat ditumbuhkan pada diri seorang pemuda Islam dengan cara mengenal Allah Azza wa Jalla dengan mengenal keagungan-Nya, dengan menumbuhkan rasa malu, seorang pemuda muslim dapat mencegah terjadinya perbuatan maksiat dan dari memiliki sifat malu juga didapatkan manfaat yaitu ‘iffah (menjaga kehormatan) dan wafa' (setia). Malu yang merupakan bagian dari Iman yang wajib, seharusnya dimiliki oleh setiap Pemuda Muslim, pada kenyataannya saat ini rasa malu benar-benar ditinggalkan oleh sebagian pemuda pemudi muslim, contoh sederhana pada seorang mahasiswi yaitu yang dengan sesuka hatinya menggunakan pakaian yang tidak menutup aurat apalagi jauh sekali dari yang sudah ditentukan oleh syari’at Islam, contoh sederhana lainnya banyak juga pemuda yang kurang baik dalam bertutur kata tentu saja hal itu  bertentangan dengan budaya Indonesia yang sopan dan bermartabat, bagaimana dapat membangun Indonesia yang berkarakter apabila rasa malu saja sudah hilang dalam diri kita.
5.      Banyak bershodaqoh, dermawan, menolong orang-orang yang susah, tidak bakhil/tidak pelit.
Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Hadits tersebut pastilah membuat seseorang yang membacanya untuk mudah dalam memberikan pertolongan kepada orang lain, bagaimana tidak, dengan memberi pertolongan kepada orang lain yang sedang kesusahan, Allah menjanjikan untuk memberikan kemudahan dalam urusan orang yang menolong tersebut. Sangat diperlukan sifat saling tolong menolong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk hal ini pemuda muslim di Indonesia cukup baik dalam penerapannya dengan melakukan suatu aksi penggalangan dana misalnya ketika terdapat saudara kita yang mengalami suatu musibah. Akhlak ini juga dapat diterapkan oleh mahasiswa dengan tidak pelit dalam berbagi ilmu, kemudian dapat juga membuat berbagai macam karya yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarkat luas.
Terdapat suatu percakapan antara Rasululah SAW dengan sahabatnya yang semakin membuat kita untuk berusaha memberikan pertolongan kepada orang lain, Pada suatu hari Rasululah SAW ditanya oleh sahabat beliau : “Ya Rasulullah,  siapakah manusia yang paling dicintai Allah dan apakah perbuatan yang paling  dicintai oleh Allah ? Rasulullah SAW menjawab : “Manusia yang paling dicintai oleh  Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia  yang lain; sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan  kegembiraan kepada orang lain atau menghapuskan kesusahan orang lain. Dari petikan percakapan diatas dapat kita simpulkan, bahwa Allah SWT mencintai orang yang bermanfaat bagi orang lain dengan cara memberikan pertolongan, Siapalah dari kita yang tidak ingin dicintai oleh Allah SWT?

6.      Lembut Hatinya, mengingat mati dan akhirat, takut su’ul khatimah
Karakter masyarakat Indonesia yang sudah dikenal dunia dengan mempunyai sifat yang lembut hati dan murah senyum tentunya perlu dipertahankan, salah satunya melalui para pemuda muslim yang dapat mengaktualisasi kelembutan hati ini dengan cara bertutur kata yang baik, tidak berburuk sangka, menghilangkan sifat iri dengki, tidak menyakiti perasaan orang lain, dan sifat lainnya yang berhubungan dengan kelembutan hati. Akhlak selanjutnya ialah mengingat kematian, tidak ada kepastian dalam dunia ini kecuali kematian, seperti yang sudah di firmankan Allah SWT “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,” (QS. Luqman : 34)   Kematian akan menyapa siapa pun, baik ia seorang yang shalih atau durhaka, seorang yang turun ke medan perang ataupun duduk diam di rumahnya, seorang yang menginginkan negeri akhirat yang kekal ataupun ingin dunia yang fana, seorang yang bersemangat meraih kebaikan ataupun yang lalai dan malas-malasan. Pemuda muslim sudah saatnya untuk selalu mengingat kematian, Mahasiswa yang padat agenda kuliahnya dan memiliki kesibukan dalam organisasi sudah selayaknya harus tetap berorientasi kepada Allah SWT, niatkan selalu inna sholati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin. Makhluk Allah Semuanya akan menemui kematian bila telah sampai ajalnya, dengan tidak adanya satupun dari kita yang tahu kapan kematian itu akan datang, maka semakin memicu pemuda muslim untuk terus berbuat kebaikan, manfaat lain dari mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia. Kematian yang pasti dialami manusia itu diharapkan untuk berakhir dengan keadaan yang baik, maka dari itu pemuda muslim haruslah takut terhadap akhir kehidupan yang buruk (su’ul khatimah), terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang meninggal dalam keadaan yang buruk, yaitu kerusakan dalam aqidah, banyak melakukan maksiat, tidak istiqomah, dan iman yang lemah, dan ketika sakratul maut tiba, cinta Allah semakin melemah manakala ia melihat ia akan berpisah dengan dunia yang dicintainya.

Untuk membentuk suatu negara menjadi negara yang berkarakter, terlebih dahulu harus membentuk masyarakatnya menjadi berkarakter, dan pemuda muslim sebagai pasukan pembangun bangsa dimasa yang akan datang perlu dibentuk akhlaknya dengan suatu akhlak yang kuat dan berkarakter terpuji sesuai dengan syakhsiyah Islamiyah (keperibadian Islam), disini melalui penerapan akhlak Salafush Shalih yang sudah terbukti mampu untuk membangun sebuah bangsa, kemudian dipelajari dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari daripada pemuda muslim, yang diharapkan dengan penerapan akhlak Salafush Shalih dapat mewujudkan Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur yang merupakan cita-cita seluruh bangsa di dunia, dan hanya dengan segala usaha dan kerjakeras beriring doa maka impian dan harapan suatu kaum akan terlaksana melalui para pemuda muslimnya yang berkomitmen untuk terus berada dijalan Allah SWT dengan memegang teguh aqidahnya.



[4] Qadir Jawas, Yazid bin Abdul. 2008. Prinsip Dasar Islam Menurut Al-Quran dan As-sunnah yang Shahih. (Bogor: Pustaka At-Taqwa) h.248

[3] Madain Shaleh, “Sisa-sisa kehancuran kaum Tsamud” dalam alamat “http://hermadut.blogspot.com/2012/10/sisa-sisa-kehancuran-kaum-tsamud.html Diakses pada Tanggal 8 April 2014 Pukul 17.45 WIB


[2]“Membangun Karakter dengan Kejujuran” Dalam Alamat http://www.mediatadulako.com /index.php/2012-10-23-17-27-33/2012-10-23-17-4731/ editorial /172-membangun-karakter-dengan-kejujuran Diakses pada Tanggal 7 April 2014 Pukul 19.20 WIB


[1] Lilik Ibadurrohman, “Siapakah Salafus Shalih?” dalam alamat http://muslim.or.id/ manhaj/siapakah-salafus-shalih.html  Diakses pada Tanggal 6 April 2014 Pukul 20.14 WIB

7 Jun 2014

PERANAN GEMMINDO (GERAKAN MUDHARABAH MUSYARAKAH INDONESIA ) DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN UMKM UNTUK MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015

PERANAN GEMMINDO (GERAKAN MUDHARABAH MUSYARAKAH
INDONESIA ) DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN UMKM UNTUK MENGHADAPI
ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015

By : Muh. Riza Pahlawi
Mahasiswa STEI Hamfara Yogyakarta


PENDAHULUAN
ASEAN Economic Community (AEC) merupakan salah satu dari tiga pilar utama dalam ASEAN Community 2015, yang ingin membentuk integrasi ekonomi di kawasan ASEAN Tenggara. AEC memiliki lima pilar utama, yakni: aliran bebas barang, aliran bebas jasa, aliran bebas investasi, aliran bebas tenaga kerja terampil, dan alian bebas modal.

Ini merupakan kesempatan bagi UMKM untuk ikut berperan dalam perdagangan ASEAN. Namun faktanya, UMKM di Indonesia belum mampu bersaing dengan UMKM dari negara – negara lain. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya barang – barang yang diimpor dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, yang mana seharusnya dapat diproduksi sendiri secara mandiri. Salah satu masalah yang menyebabkan hal tersebut adalah terbatasnya akses modal bagi para pelaku UMKM di Indonesia.

Namun, dunia permodalan di Indonesia saat ini didominasi oleh lembaga konvensional yang menerapkan sistem bunga atau riba. Padahal dalam surah Al – Baqarah ayat 275 Allah SWT, berfirman:

Artinya : ...... Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba …. (275).
Dengan demikian maka dibutuhkan sebuah konsep permodalan yang sesuai dengan prinsip syariah Islam, salah satunya adalah melalui kegiatan mudharabah dan musyarakah yang saat ini banyak di praktekkan di lembaga – lembaga keuangan syariah.

Di dalam dunia keuangan, seperti perbankan maupun koperasi, baik syariah ataupun tidak dalam menyalurkan pembiayaan kepada nasabahnya menitikberatkan kepada pengalaman usaha yang dimiliki, dengan kata lain disalurkan kepada usaha yang telah berjalan. Ditambah lagi sebagian besar dana yang ada di perbankan tersebut disalurkan untuk kredit konsumtif yang semakin memperkecil porsi kredit untuk perkembangan UMKM di Indonesia. Dana investasi dan modal kerja yang ada lebih banyak disalurkan kepada perusahaan – perusahaan besar sehingga kesempatan yang dimiliki oleh seseorang yang ingin memulai usahanya untuk mendapatkan modal dari perbankan sangat kecil. Hal ini dapat dilihat melalui tabel dibawah ini:


Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai program, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang juga disalurkan melalui perbankan, tetap pada prakteknya masih menyulitkan para pemula usaha. Mereka tidak diberi kesempatan untuk mempresentasikan planning usahanya dan diangap sebagai orang – orang yang tidak berpengalaman dalam bisnis.

Di sini lah peran dan sinergisitas lembaga ekonomi islam dibutuhkan untuk berkontribusi dalam mengembangkan dan meningkatkan pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dengan didukung perkembangan teknologi yang semakin maju maka lembaga ekonomi islam memiliki kesempatan untuk ikut berkembang didalamnya, salah satunya melalui jaringan internet. Selama ini, di negara Indonesia kita hanya mengenal komunitas bisnis internet yang bergerak pada bidang jual beli barang, seperti KASKUS, Toko Bagus.com, Berniaga.com, dan lain-lain. Namun belum ada komunitas bisnis internet yang bergerak dalam bidang investasi atau modal, apalagi yang syariah.

Oleh sebab itu, tercetuslah sebuah ide untuk membentuk sebuah lembaga atau komunitas ekonomi Islam dengan nama Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO). Maka mampukah GEMMINDO tersebut berperan dan bersinergi dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 nanti ?

PEMBAHASAN
A. Peranan UMKM terhadap Perekonomian Indonesia
Telah menjadi pengetahuan banyak pihak bahwa peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia begitu penting. Sektor UMKM nasional dikenal memiliki karakteristik positif seperti sektor yang menyerap tenaga kerja yang besar, mengakomodasi peran masyarakat miskin dan dominan dalam struktur ekonomi. Berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari Bank Indonesia (2010), sektor tersebut memiliki jumlah pelaku usaha yang mencapai 51,3 juta unit usaha. Menyerap tenaga kerja 90,9 juta pekerja (97%). Menyumbang PDB sebesar Rp2.609 triliun (55,6%). Serta memberikan sumbangan devisa sebesar Rp183,8 triliun (20%).1 Kontribusi UMKM terhadap total ekspor non migas pada tahun 2010 sebesar Rp. 175 triliun atau 15,81% dengan rincian usaha mikro Rp.16 triliun, usaha kecil Rp.38 triliun dan usaha menengah Rp.121 triliun.

B. Peranan Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO) dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan UMKM untuk Menghadapi AEC 2015

Syirkah mudharabah dan musyarakah merupakan bentuk dari aqad kerjasama dalam Islam. Syirkah mudharabah adalah bentuk kerjasama antara dua belah pihak dimana pihak yang satu menjadi shahibul mal atau investor sedangkan pihak lain fokus mengurus bisnis yang disepakati dengan sebaik – baiknya (mudharib atau pengelola). Sedangkan syirkah musyarakah adalah bentuk kerjasama antara dua orang atau lebih, sebagian bertindak sebagai sohibul mal (investor) dan sebagian lagi bertindak sebagai mudharib (pengelola UMKM).

Melihat dari sedikit penjelasan teori di atas mengenai syirkah mudharabah dan musyarakah maka dapat diambil sebuah gagasan bahwanya di dalam syirkah mudharabah dan musyarakah terdapat sebuah keunggulan dimana dapat menjembatani antara orang – orang yang memiliki dana lebih tetapi tidak memiliki ide ataupun usaha bisnis dengan orang yang memiliki ide ataupun usaha bisnis tetapi tidak memiliki modal.

Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia atau GEMMINDO merupakan sebuah model yang penulis desain sebagai penghubung antara shohibul mal dan mudharib. Komunitas ini akan di kelola oleh para sarjana ekonomi Islam. Dengan demikian transformasi pemahaman ekonomi Islam ke tengah masyarakat, khususnya tentang syirkah mudharabah dan musyarakah akan terlaksana dengan maksimal. Artinya, secara perlahan tapi pasti akan mengubah pemahaman masyarakat tentang cara untuk mendapatkan modal, yang pada awalnya hanya dapat dilakukan oleh perbankan syariah ataupun konvensional (lembaga keuangan), berubah menjadi ke personal yang memiliki kelebihan dana dengan menggunakan akad syirkah mudharabah dan musyarakah.

Ada 4 bagian kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO). Pertama adalah pendaftaran bagi para mudharib untuk dapat menampilkan resume usahanya di website GEMMINDO. Kedua, pemilihan ide usaha oleh calon sohibul mal (investor). Ketiga, pertemuan antara calon shohibul mal (investor) dengan mudharib dengan didampingi oleh pengurus GEMINDO hingga terjadinya kesepakatan. Keempat, pembimbingan dan pengawasan usaha UMKM yang memperoleh dana dari shohibul mal atau investor. Adapun akad yang digunakan dalam komunitas tersebut dapat dijelaskan melalui skema berikut ini.


Akad samsaroh digunakan atas dasar jasa sebagai makelar penghubung yang menghubungkan dan mempertemukan antara shohibul mal (investor) dengan mudharib (pemilik ide dan usaha UMKM) sedangkan ijarah digunakan atas dasar biaya – biaya administrasi yang dikeluarkan oleh pengelola GEMINDO selama proses terjadinya akad kerjasama. Untuk akad yang digunakan antara pemilik ide usaha (mudharib/pelaku UMKM) dengan pemilik dana (shohibul mal/investor) adalah syirkah mudharabah ataupun musyarakah. Tergantung pada jenis investasi dan kerjasamanya. Sehingga pendapatan yang didapatkan oleh GEMMINDO berupa fee sebagai balas jasa telah menghubungkan shohibul mal (investor) dan mudharib dan ujrah sebagai biaya pengurusan/administrasi.

Dengan mengasumsikan masyarakat menengah ke bawah sebagai elemen yang potensial untuk menjadi mudharib dan masyarakat menengah ke atas (kelebihan dana) sebagai elemen yang potensial sebagai shohibul mal, maka dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan komunitas Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO) sebagai jembatan penghubung antara kedua belah pihak yang saling membutuhkan tersebut akan berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia.

Dengan gagasan ini maka diharapkan akan mucnul UMKM – UMKM baru dan mampu mengembangkan usaha UMKM yang mengalami masalah keuangan sehingga mampu beroperasi dengan baik karena kebutuhan modal untuk usaha – usaha UMKM tersebut telah terpenuhi. Apabila kegiatan ini, dari tahun ke tahun semakin berkembang maka bukan tidak mungkin angka pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia juga akan terus meningkat. UMKM – UMKM tersebut pun mampu memberikan dampak derivatif yang positif terhadap perekonomian Indonesia, yaitu jumlah unit usaha, penyerapan tenaga kerja, peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga ekspor non migas akan meningkat seiring dengan perkembangan UMKM tersebut.

Dengan demikian maka diharapkan UMKM – UMKM tersebut dapat memproduksi barang – barang yang berkualitas tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri yang selama ini diimpor dari luar negeri seperti kancing baju, jarum, sendal, mainan anak – anak dan barang – barang lainnya serta siap bersaing dengan para pengusaha negara – negara ASEAN lainnya di kancah ASEAN Economic Community (AEC) 2015 nanti.

Akhirnya, terbukti bahwa ekonomi Islam merupakan sebuah solusi yang pasti bagi perekonomian Indonesia. Bukan hanya itu, dengan lembaga ini maka secara tidak langsung telah membuat masyarakat berpartisipasi aktif dalam berekonomi Islam sebagai sebuah konsekuensi dari pengakuan sebagai masyarakat muslim.

PENUTUP
Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO) merupakan lembaga ekonomi Islam yang bergerak dalam bidang investasi sektor UMKM, yang menghubungkan antara investor (sohibul mal) dan pelaku UMKM (mudharib). Dengan adanya GEMMINDO maka akan mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, menambah devisa, meningkatkan PDB, hingga meningkatkan ekspor non migas. Secara tidak langsung, akan membuat UMKM Indonesia menjadi kuat dan siap bersaing dalam menghapai perdagangan bebas ASEAN (AEC) 2015 nanti.

DAFTAR PUSTAKA
Al Mustofa, Mohammad Imsin, Role Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) In Boarding School Sidogiri Empowerment As Alternative Small And Medium (MSMES), Dosen FIA Unipdu
As-Sarakhsi.1993. al-Mabsuth. Beirut : Dar al-kutub al-‘Ilmiyyah Juz XV.
Az- Zuhaili, Wahbah, 1997, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus ; Dar al-Fikr.
Fachrudin Ridwan, 2011. Peran Pusat Pengembangan Pendamping Usaha Kecil dan Menengah dalam Pengembangan UKM di Kota Sukabumi. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah
M.Algaoud, Latifa dan K. Lewis, Mervyn.2005. Perbankan Syari’ah, Prinsip, Praktik dan Prospek, Jakarta : PT. Serambi Ilmu Semesta.
Partomo, Tiktik Sartika dan Soejoedono, Abd Rachman. 2004. Ekonomi Skala Kecil/menengah dan Koperasi. Bogor, Ghalia Indonesia.
Raselawati, Ade.2011. Pengaruh Perkembangan Usaha Kecil Menengah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pada Sektor UKM Indonesia. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah.
www.al-idrisiyyah.com
www.referensimakalah.com
www.lepank.com
www.wikipedia.org
www.depdop.go.id

6 Jun 2014

Ya Allah Kenapa Aku Malu? Sebuah Paradigma Baru



Saya yakin semua orang mempunyai rasa malu. Sobat semua punya kan??Kita patut untuk tahu bahwa rasa malu menjadi bagian penting dalam keimanan seorang muslim. Mengapa?? Karena itu bisa menjaga kita dari perbuatan maksiat. Kadangkala sobat pernah ya, ketika melihat lawan jenis rasanya seperti tertimpa dunia dan seisinya, (hehe). Keringat dingin mengucur begitu deras, hati berdetak dengan cepat, akhirnya menatap pun malu. Fenomena ini ada yang mensyukuri ada juga yang menyesali. Namun kita harus tahu definisi malu.

Al Imam An Nawawi menjelaskan bahwa para ulama berkata,“Hakikat sifat malu itu ialah suatu budi pekerti yang menyebabkan seorang itu meninggalkan apa-apa yang buruk dan menyebabkan ia tidak lengah untuk menunaikan haknya seorang yang mempunyai hak.”Beliau melanjutkan,“Kami meriwayatkan dari Abul Qasim al Junaid rahimahullah, beliau berkata,‘Malu ialah perpaduan antara melihat berbagai macam kenikmatan atau karunia dan melihat adanya kelengahan, lalu tumbuhlah di antara kedua macam sifat yang di atas tadi suatu keadaan yang dinamakan sifat malu’.” (Riyadhus Shalihin)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,“Keimanan itu ada tujuh puluh sekian cabang atau keimanan itu ada enam puluh sekian cabang. Seutama-utamanya ialah ucapan La ilaha illallah dan serendah-rendahnya ialah menyingkirkan gangguan dari jalan dan malu itu adalah cabang dari keimanan.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma,Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  berjalan melalui seorang lelaki dari golongan kaum Anshar dan ia sedang menasihati saudaranya tentang hal sifat malu. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Biarkanlah ia, sebab sesungguhnya sifat malu itu termasuk dari keimanan.” (Muttafaq ‘alaih)Kenapa malu disebut sebagai salah satu cabang keimanan? Hal ini dengan rasa malu yang ada pada dirinya seseorang akan malu apabila meninggalkan apa yang diperintahkan oleh Allah serta malu pula untuk melanggar apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala.Kalau sobat malu ketika presentasi itu dipertanyakan. Tetapi kalau malu berbuat maksiat itu menjadi kewajiban.(referensi: http://shirotholmustaqim.wordpress.com/)

Yahudi dan Pohon Ghorqod

Perihal kiamat menjadi bahasan penting dalam Umat Islam. Hari kiamat ini adalah pintu dari berakhirnya dunia dan seisinya dan berganti dengan alam yang lebih kekal, yaitu kampung akhirat. Tentunya Allah tidak memberikan pengetahuan tentang waktu kapan terjadinya hari kiamat, bahkan malaikat. Hal ini menjadikan kita untuk tetap berhati-hati, tetap menyiapkan amal terbaik, tetap menghindari perbuatan maksiat. Namun perlu diketahui bahwa hari kiamat memiliki tanda-tandanya, khususnya kiamat kubro. Salah satu diantara adalah bahasan pohon Ghorqod dan kaum Yahudi.


Ada sebuah hadits shahih tentang hari akhir mengenai pohon ini: "Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata: Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon ghorqod, maka itu adalah dari pohon-pohonnya orang Yahudi. "(HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu’lu’ wa al-Marjan III/308)

Seperti yang diulas dalam eramuslim.com bahwa kaum Yahudi berlomba-lomba dalam menanam pohon ini. Washington Post edisi April 1984 memuat satu artikel tentang pertemuan Presiden AS Ronald Reagan dengan seorang pelobi senior Yahudi dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) bernama Tom Dine. Pertemuan itu berlangsung secara pribadi.
Kepada Tom Dine, mantan Gubernur Negara Bagian California ini dengan serius berkata, “Anda tahu, saya berpaling kepada nabi-nabi kuno Perjanjian Lama dan kepada tanda-tanda yang meramalkan Perang Armageddon. Saya sendiri jadi bertanya-tanya, apakah kita ini akan melihat semuanya itu terpenuhi. Saya tidak tahu. Apakah Anda belakangan ini juga telah memperhatikan nubuat-nubuat para nabi itu… akan tetapi, percayalah kepada saya, bahwa nubuat-nubuat itu menggambarkan masa-masa yang sekarang ini sedang kita jalani. ” Tom Dine tersenyum dan mengangguk pelan.
Presiden Reagan merupakan presiden Amerika Serikat pertama yang memulai suatu tradisi baru dalam protokoler Gedung Putih, di mana kebaktian, seminar keagamaan, dan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah tokoh gereja evangelikal Amerika sering diadakan. Di masa Reagan-lah paham Zionis-Kristen masuk dalam lingkaran elit pemerintahan Amerika. Seluruh kebijakan, terutama kebijakan Amerika di luar negeri khususnya untuk wilayah Timur Tengah, sangat kental bernuansa Zionis.
Penerus Reagan, George H. W. Bush, William J. Clinton, dan George W. Bush, merupakan orang-orang yang sangat yakin tentang nubuat-nubuat (janji-janji atau ramalan-ramalan) Tuhan seperti yang tercantum di dalam Injil Darby atau Scofield, Injil resmi Amerika. Menurut keyakinan mereka, abad millennium merupakan zaman akhir di mana suatu ketika akan terjadi Peperangan Besar Terakhir (Armageddon) yang melibatkan seluruh dunia, antara Tentara Tuhan melawan Pasukan Iblis. Kristus akan mengalahkanAnti-Christ. Dan setelah itu dunia akan menjadi damai dan sejahtera hingga datangnya hari penghabisan.
Sebab itu, dilandasi kepercayaan akan hari akhir seperti yang dinubuatkan dalam Injil Darby, para presiden Amerika bekerja dengan sekuat tenaga untuk melapangkan jalan bagi suatu hari di mana akan datang Kristus yang kedua kalinya. Karena menurut kepercayaan mereka Kristus akan turun di tanah Palestina, maka mereka berupaya untuk menguasai Tanah Palestina sepenuhnya dan memberikannya kepada orang-orang Yahudi.
Ini menandakan bahwa kaum Yahudi pun percaya bahwa kiamat akan terjadi. Maka sebagai seorang muslim pun harus juga mempersiapkan perihal hari kiamat ini. 

4 Jun 2014

Hakikat Pemimpin Menurut Al-Qur'an


Akhir-akhir ini ungkapan "pemimpin" menjadi trending topic di Indonesia. Tidak heran karena sebentar lagi Indonesia akan memilih pemimpin baru, yaitu Pemilihan Presiden 2014. Maraknya isu-isu yang dihembuskan lewat media maya membuat kita semakin bingung. Blow up isu negatif para calon presiden kini menjadi makanan sehari-hari bagi para pengguna media. "Apakah itu benar?", "Apakah iya seperti itu?". Banyak pertanyaan kemudian muncul di benak kita apakah mereka layak memimpin bangsa ini.

Namun perlu diperhatikan. memilih ataupun tidak, tetap saja akan ada pemimpin yang terpilih. Warga negara tetap saja diberikan kebebasan sepenuhnya untuk memilih. Memilih atau golput adalah pilihan. Tetapi, sekali lagi tetap ada pemimpin yang terpilih. Peran kita sedikit banyak akan mempengaruhi kualitas negeri ini, dan itu semua bermula dari seorang pemimpin. 

Bagaimana Hakikat Pemimpin Menurut Al-Qur'an
Berbicara tentang pemimpin, Allah SWT telah menjelaskan kepada kita bagaimana pemimpin yang baik itu, melalui beberapa contoh kepemimpinan yang Allah ketengahkan dalam kitab-Nya, Al-Qur’an.
Diantara sosok yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah Musa as. Dalam QS Al-Qashash: 26, Allah SWT berfirman: “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Wahai bapakku, ambillah ia (Musa) sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat (al-qawiyy) lagi dapat dipercaya (al-amin)".
Dalam ayat tersebut, Musa as disifati memiliki dua sifat yaitu al-qawiyy (kuat) dan al-amin (bisa dipercaya). Inilah dua sifat yang harus dimiliki oleh seseorang  yang “bekerja untuk negara”. Dua sifat tersebut adalah al-quwwah yang bermakna kapabilitas, kemampuan, kecakapan, dan al-amanah yang bermakna integritas, kredibilitas, moralitas.
Sosok pemimpin lainnya yang disebutkan oleh Al-Qur’an adalah Yusuf as. Dalam QS Yusuf: 55, Allah SWT mengabadikan perkataan Yusuf as kepada Raja Mesir: “Yusuf berkata: ‘Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan".
Dari ayat diatas, kita mengetahui bahwa Yusuf as itu hafiizh (bisa menjaga) dan ‘alim (pintar, pandai). Inilah dua sifat yang harus dimiliki oleh seseorang yang “bekerja untuk negara”. Dua sifat tersebut adalah al-hifzh yang tidak lain berarti integritas, kredibiltas, moralitas, dan al-‘ilm yang tidak lain merupakan sebentuk kapabilitas, kemampuan, dan kecakapan.
Jadi kesimpulannya, kriteria pemimpin yang baik menurut Al-Qur’an adalah yang kredibel dan juga kapabel. Dua-duanya harus ada pada diri seorang pemimpin, bukan hanya salah satunya. Jika seorang pemimpin hanya kredibel tapi tidak kapabel, maka urusan akan berantakan karena diserahkan pada yang bukan ahlinya. Rasulullah saw bersabda, “Jika urusan diserahkan pada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya”. Sebaliknya, jika seorang pemimpin hanya kapabel tapi tidak kredibel, maka dia justru akan ‘minteri’ rakyat, menipu rakyat, menjadi maling dan perampas hak-hak rakyatnya, dan tidak bisa dijadikan sebagai contoh dan teladan. Dan jika para pemimpinnya bermoral rendah, bagaimana dengan rakyatnya?  

(Referensi: menaraislam.com)

Ramadhan Sebentar Lagi: Lama Puasa di Berbagai Negara


Ramadhan... *waahhh indahnya!!!

Hai hai, tak terasa kita sebentar lagi akan memasuki bulan yang mulia, yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang menyuguhkan banyak keutamaan dan menyediakan ladang amal bagi setiap muslim. Bukan hanya itu, di bulan ini pula pahala akan dilipatgandakan, syetan-syetan dibelenggu dan masih banyak keutamaan yang lainnya. 

Kalau tahun ini kita di Indonesia ya gitu. Waktu puasanya yang gitu-gitu aja, ga banyak perubahan. Namun, beda halnya dengan saudara kita di belahan bumi yang lain. Yuk tengok.

Islam adalah agama yang paling cepat menyebar ke seluruh dunia. Oleh karena itu umat Islam ada di seluruh negeri di dunia ini. Karena letak geografis yang saling berbeda, waktu dan lama puasa masing-masing negara juga berbeda.

Berikut peta yang menunjukkan lama puasa yang harus dijalani umat Islam pada tanggal 15 Ramadhan yang akan datang di berbagai belahan dunia, menurut perhitungan Markaz Falak Dauli, yang berada di Saudi Arabia.

Dalam peta terlihat bahwa lama puasa akan pendek di belahan bumi selatan, karena di belahan itu sedang berlangsung musim dingin. Berbeda dengan belahan bumi utara yang sedang mengalami musim panas.

Karena itulah, negara paling pendek puasanya adalah Chili dan Argentina (10 jam). Semakin ke utara, maka lama puasa akan semakin panjang, sehingga Comorros menjadi negara Arab yang paling pendek puasanya (12.5 jam), dilanjutkan dengan Somalia. Hal yang sedikit sama dialami di Indonesia karena sejajar (13-14 jam).

Di Jazirah Arab, negara berpuasa paling pendek adalah Yaman (14 jam), dilanjutkan Saudi bagian selatan, Oman bagian selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait (15 jam). Adapun negara-negara Syam , lama puasanya berbeda-beda (antara 15.5 jam hingga 16 jam). Demikian juga negara-negara Arab di wilayah Afrika utara.

Semakin ke utara, maka puasa akan semakin lama. Misalnya di Turki (17 jam) Italia bagian utara (18 jam), Prancis bagian tengah (19 jam) dan Jerman bagian utara (20 jam). Setelah itu, umat Islam akan mendapatkan masalah hilangnya tanda datangnya waktu Fajar dan Isya’



Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/06/04/52614/lama-puasa-tahun-ini-di-berbagai-belahan-dunia/#ixzz33gn8M4Qv 

Dari Mata Turun Ke Hati: Mengupas Hakikat Zina Mata





Menyoal terkait bahasan zina menjadi topik yang sangat menarik. Permasalahan inilah yang kini tengah menggerogoti eksistensi adab budaya Timur yang juga sarat dengan nilai-nilai Islam. Dimana-mana, baik di kota maupun sampai pelosok daerah mengalami penurunan kualitas generasi karena masalah ini. Anak-anak sekolah kini tidak lagi dapat menjaga izzah (kemuliaan) mereka, akan tetapi kemuliaannya kini menjadi barang murah yang diperjualbelikan kepada yang lain. Betapa tidak, berapa banyak anak SD, SMP, dan SMA yang sudah terenggut kehormatannya? Berapa banyak anak-anak yang masih dibawah umur sudah memiliki anak tanpa proses pernikahan? Patut kita untuk menyimak bahasan ini.

Ada pandangan bahwa yang dimaksud zina adalah hubungan tubuh antara laki-laki dan perempuan yang belum memiliki ikatan pernikahan. Hal ini benar, namun masih sangat sempit. Pembaca semua jangan sampai terkecoh dengan ungkapan ini. Bisa jadi definisi-definisi yang menyempitkan definisi zina ini adalah bagian dari tipu daya manusia yang ingin menghancurkan harkat dan martabat bangsa dan agama. 

Dari Mata Turun ke Hati
Di dalam Islam ada jenis maksiat yang disebut dengan ‘zina mata’ (lahadhat). Lahadhat itu, pandangan kepada hal-hal, yang menuju kemaksiatan. Lahadhat bukan hanya sekadar memandang, tetapi diikuti dengan pandangan selanjutnya. Pandangan mata adalah sumber itijah (orientasi) kemuliaan, juga sekaligus duta nafsu syahwat. Seseorang yang menjaga pandangan berarti ia menjaga kemaluan. Barangsiapa yang mengumbar pandangannya, maka manusia itu akan masuk kepada hal-hal yang membinasakannya.
Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, pernah menasihati Ali :
“Jangan kamu ikuti pandangan pertamamu dengan pandangan kedua dan selanjutnya. Milik kamu adalah pandangan yang pertama, tapi yang kedua bukan”.
Dalam musnad Ahmad, disebutkan, Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, bersabda :
“Pandangan adalah panah beracun dari panah-pandah Iblis. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari keelokkan wanita yang cantik karena Allah, maka Allah akan mewariskan dalam hatinya manisnya iman sampai hari kiamat”.
Sarah hadist itu, tak lain, seperti di jelaskan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam:
“Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian”. Juga Sabda Beliau : “Jauhilah oleh kalian duduk di pinggir jalan”. Para Shahabat berkata : “Pinggir jalan itu adalah tempat duduk kami, kami tidak bisa meninggalkan”. Beliau bersabda : “Jika kalian harus duduk di jalan, maka berikanlah haknya”. Mereka berkata : “Menundukkan pandangan, dan menahan diri untuk tak menganggu, baik dengan perkataan atau perbuatan, dan menjawab salam”.
Melihat adalah sumber dari segala bencana yang menimpa diri manusia. Melihat melahirkan lamunan atau khayalan, dan khayalan melahirkan pemikiran, pikiran melahirkan syahwat, dan syahwat melahirkan kemauan, kemauan itu lantas menguat, kemudian menjadi tekat kuat dan terjadi apa yang selagi tidak ada yang menghalanginya. Dalam hal ini ada hikmah yang mengatakan :
“Menahan pandangan lebih ringan dari pada bersabar atas kesakitan (siksa) setelah itu”.
Seorang penyair Arab bertutur,
"Semua bencana itu bersumber dari pandangan,
Seperti api besar itu bersumber dari percikan bunga api, 
Betapa banyak pandangan yang menancap dalam hati seseorang,
Seperti panah yang terlepas dari busurnya,
Berasal dari sumber matalah semua marabahaya, 
Mudah beban melakukannya, dilihat pun tak berbahaya, 
Tapi, jangan ucapkan selamat datang kepada kesenangan sesaat yang kembali dengan membawa bencana".

Bahaya memandang yang haram adalah timbulnya penderitaan dalam diri seseorang. Karena tak mampu menahan gejolak jiwanya yang diterpa nafsu. Akibat selanjutnya adalah seorang hamba akan melihat sesuatu yang tidak akan tahan dilihatnya. Ini adalah sesuatu yang menyiksa, yang paling pedih, jangankan melihat semuanya, melihat sebagian saja tak akan mampu menahan gejolak jiwanya.
Zina itu ada prosesnya. Dimulai dari pandangan, kemudian turun ke hati. Bagaimana kemudian gejolak syahwat akan mempengaruhi apa yang telah dilihatnya sampai pada taraf imajinasi/membayangkan. Ketika nafsu syahwat sudah memenuhi relung hati, maka jadilah sekarang anak-anak yang hamil diluar nikah bertebaran.

(referensi: eramuslim.com)

Profil FEB UNS: Sebuah Kebanggaan


Assalamu'alaykum, 
Sobat semuanya..
Hari ini kami senang banget, ternyata sudah punya adik lagi. Iya adik tingkat maksudnya. Kami ucapkan selamat datang di FEB UNS, seomga segala impian dan cita-citanya bisa diukir disini. 
 Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu luar biasa lho!!!!
Eh iya, lihat aja nih Program Studi S1 Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan telah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT. Saat ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis telah terdaftar sebagai anggota lembaga akreditasi internasional AACSB dan ABEST. Bukan hanya itu saja, dari sekian jurusan yang ada di UNS, jurusan Manajemen dan Akuntansi menjadi jurusan yang paling diminati loh. Wah, luar bisa sekali teman-teman semuanya bisa menembus persaingan yang ada.

Oke, kalau membutuhkan bantuan seputar pelayanan informasi terkait FEB, KAMI SIAP MEMBANTU
CP: 085728379231 (Hafid Tamimi)

19 Mei 2014

Kunjungan BPPI FEB UNS ke Mizan FEB Undip

Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (BPPI FEB UNS) mengadakan kunjungan kelembagaan ke Mizan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Mizan FEB Undip) di Kota Semarang, Sabtu 17 Mei 2014. Kunjungan ini menjadi satu rangkaian acara dengan Rapat Harian Lengkap dan rihlah ke Candi Gedongsongo di Bandungan.

Rombongan BPPI FEB UNS sampai di Undip pukul 14.30 WIB. Acara pertama merupakan perkenalan yang dibuka dengan tilawah Al-Qur'an oleh salah satu anggota Mizan FEB Undip, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Mizan FEB Undip, Hafizh Matin, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip, Afief El Ashfahany, dan yang terakhir Ketua Umum BPPI FEB UNS, Hafid Tamimi.

Memasuki waktu Ashar, acara dilanjutkan dengan 'ishoma' (istirahat, sholat, makan). Tepat pukul 16.00 WIB, acara dilanjutkan dengan diskusi antar bidang. Diskusi yang bertujuan untuk saling mendalami keadaan masing-masing lembaga ini dibagi mengikuti jumlah bidang (atau kompartmen Mizan FEB Undip), dan tersebar di beberapa titik kampus.

Pukul 17.00 WIB acara diskusi selesai. Masing-masing lembaga saling bertukar vandel yang diwakili oleh masing-masing ketua lembaga. Acara kemudian ditutup dengan do'a bersama oleh Hafizh Matin. Rombongan BPPI FEB UNS kemudian melanjutkan rangkaian acara selanjutnya hingga hari Minggu, 18 Mei 2014.

12 Mei 2014

Ini Bukan Balapan: Stop Mendahului atau Memperlambat


Terkadang dalam sholat jama'ah di kampung-kampung masih sering kita saksikan fenomena unik. Bak orang sedang balapan. Terkadang mendahului atau memperlambat. Eitts, bukan itu maksudnya. Tetapi terkadang masih ada yang mendahului atau memperlambat gerakan imam. Entah pegel plus linu, atau pengen khusyu', ga tau deh. Tetapi pada hakikatnya keberadaan imam itu untuk diikuti, guys. Kita menyamai gerakan imam aja tidak boleh lho, hmm.
Imam dijadikan sebagai pemimpin dan wajib diikuti dalam shalat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu :

"Dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya imam hanya untuk diikuti, maka janganlah menyelisihnya. Apabila ia ruku’, maka ruku’lah. Dan bila ia mengatakan 'sami’allahu liman hamidah', maka katakanlah,'Rabbana walakal hamdu'. Apabila ia sujud, maka sujudlah. Dan bila ia shalat dengan duduk, maka shalatlah dengan duduk semuanya". [Muttafaqun ‘alaihi].

Dengan diwajibkannya mengikuti imam ini, sampai-sampai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan orang yang tertinggal sebagian shalatnya (masbuq) untuk memulai dan mengikuti imam dalam semua keadaan. Sebagaimana disampaikan Ali bin Abi Thalib dan Mu’adz bin Jabal :

"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Apabila salah seorang dari kalian mendapatkan shalat dan imam sedang dalam suatu keadaan, maka hendaklah ia berbuat seperti imam berbuat." [HR at Tirmidzi, dan dishahihkan al Albani dalam Shahih Sunan at Tirmidzi, no. 484]

Abu Isa at Tirmidzi berkata,"Para ulama menyatakan, apabila seseorang datang dan imam dalam keadaan sujud, maka hendaknya ia sujud, dan tidak dianggap mendapat satu raka'at (bersama imam) apabila ia tidak mendapatkan ruku’ bersama imam."

Dalam permasalahan mengikuti imam dalam shalat berjamaah ada empat keadaan para ma'mum : 
Pertama : Mutaba’ah (Mengikuti Imam). 

Pengertiannya, seseorang memulai melakukan perbuatan shalat, langsung, setelah imam memulainya, namun tidak bersamaan. Inilah yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, berdasarkan sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam :


"Sesungguhnya imam hanya untuk diikuti. Apabila ia bertakbir, maka bertakbirlah, dan kalian jangan bertakbir sampai ia bertakbir. Apabila ia ruku’, maka ruku’lah, dan kalian jangan ruku’ sampai ia ruku’. Apabila ia mengatakan "sami’allahu liman hamidah", maka katakanlah "Rabbana walakal hamdu". Apabila ia sujud, maka sujudlah, dan kalian jangan sujud sampai ia sujud." [HR Abu Dawud, no. 511]

Begitu pula dengan perbuatan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana disampaikan Bara` bin ‘Azib :

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu apabila mengucapkan "sami’allahu liman hamidah", tidak ada seorangpun dari kami yang mengangkat punggungnya, sampai Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sujud, kemudian barulah kami sujud setelahnya."[HR Bukhari, no. 649]


Kedua : Musabaqah (Mendahului Imam). 

Pengertiannya, seseorang mendahului imam dalam perbuatan shalat, seperti bertakbir sebelum imam bertakbir, atau ruku’ sebelum imam ruku’. Mendahului imam, menurut kesepakatan para ulama nya, hukumnya haram. Dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam terdapat adanya larangan mendahului imam, di antaranya:

Dari Anas , ia berkata: Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengimami kami shalat. Ketika telah selesai shalat, beliau menghadap kami dengan wajahnya, lalu berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah imam kalian, maka janganlah kalian mendahuluiku dengan ruku’, sujud, berdiri atau selesai". [HR Muslim, no. 426].

Rasulullah memberikan ancaman keras bagi seseorang yang mendahului imam, seperti disebutkan dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:


Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam akan Allah rubah kepalanya menjadi kepala himar (keledai)". [Muttafaqun ‘alaihi]


Ketiga : Muwafaqah (Menyamai Imam).

Pengertiannya, melakukan perbuatan dan perkataan bersamaan dengan gerakan dan ucapan imam .

Muwafaqah ini ada dua jenis.

1. Menyamai imam dalam perkataan, maka ini tidak mengapa, kecuali dalam takbiratul ihram dan salam. Adapun dalam takbiratul ihram, seperti bertakbir sebelum imam menyempurnakan takbiratul ihram, maka shalatnya belum dianggap sama sekali, karena harus melakukan takbiratul ihram setelah imam selesai takbiratul ihram.

Sedangkan dalam salam, para ulama menyatakan, dimakruhkan salam bersama imam, baik salam pertama maupun yang kedua. Adapun bila salam pertama setelah imam selesai salam pertama, dan mengucapkan salam kedua setelah imam selesai salam kedua, maka ini tidak mengapa. Namun yang lebih utama, tidak mengucapkan salam kecuali setelah imam melakukan dua salam. 

2. Menyamai imam dalam gerakan shalat, hukumnya makruh. Dan ada yang menyatakan menyelisihi sunnah, tetapi yang rajih adalah makruh. 

Contoh muwafaqah ini seperti, ketika imam mengatakan "Allahu Akbar" untuk ruku’ dan mulai turun, lalu ma'mum juga turun menyamai imam tersebut, maka perbuatan seperti ini hukumnya makruh, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan:

Apabila ia ruku’, maka ruku’lah dan kalian jangan ruku’ sampai ia ruku’.

Keempat : At Takhalluf (Tertinggal Oleh Imam).
 

Pengertiannya adalah, terlambat dalam melakukan amalan shalat dengan imam, seperti imam telah sujud dan sang makmum baru ruku’.


At Takhalluf ini ada dua jenis.

1. Takhalluf dengan udzur. 
Apabila karena udzur, maka seorang ma'mum melakukan amalan yang tertinggal tersebut dan mengikuti imam. Demikian ini tidak masalah, walaupun berupa satu rukun yang sempurna atau dua rukun. Seandainya seseorang lupa, atau lalai, atau tidak mendengar imamnya, hingga imam mendahuluinya satu rukun atau dua rukun, maka ia (ma'mum) melakukan gerakan yang tertinggal dan langsung mengikuti imamnya. Kecuali, jika imam sampai pada posisi yang sama dengannya, maka ia melakukan amalan dan tetap bersama imam. Ia mendapatkan satu raka'at yang tergabung dari dua raka'at imam, yaitu satu raka'at yang ia tertinggal dan raka'at yang imam sampai padanya, ketika ia dalam keadaan posisi tersebut. 

Contohnya, seseorang shalat berjamaah bersama imam, lalu imam ruku’, berdiri, sujud, duduk antara dua sujud dan sujud kedua lalu bangkit sampai berdiri. Sementara orang ini (yaitu ma'mum) tidak mendengar suara takbir, kecuali pada raka'at kedua. Misalnya, dikarenakan suara imam sangat pelan. 

Contoh lainnya, ketika dalam shalat Jum’at, ia (ma'mum) mendengar imam membaca surat al Fatihah kemudian listrik mati -yang menyebabkan pengeras suara ikut mati, sehingga suara imam tidak terdengar- lalu imam menyempurnakan raka'at pertama dan sudah berdiri. Sementara itu, karena suara imam tak terdengar, ada seorang ma'mum yang menyangka imam belum ruku’ di raka'at pertama. Tiba-tiba, ia mendengar imam membaca surat al Ghasyiyah, maka ia (ma'mum) tetap bersama imam, dan raka'at kedua imam menjadi raka'at pertamanya. Sehingga bila imam salam, maka ia (ma'mum) mengqadha raka'at kedua.

Apabila ma'mum mengetahui ketertinggalannya dari imam sebelum imam kembali ke posisinya, maka ia (ma'mum) mengqadha, lalu mengikuti imamnya. 

Contohnya, ada seseorang mengerjakan shalat dengan imam. Lalu, imam ruku’, dan ia tidak mengetahui imamnya sedang ruku’. Ketika imam mengucapkan "sami’allahu liman hamidah", ia mendengarnya. Bila seperti ini keadaannya, maka kepada ma'mum tersebut dikatakan : "Ruku’lah dan berdirilah; setelah itu ikuti imam", sehingga ia mendapatkan raka'at, karena ketertinggalannya berasal dari udzur".
2. Takhalluf tanpa udzur, meliputi dua jenis.

- Takhalluf fi ar rukn (pada rukun ).

Pengertiannya, tertinggal dari mengikuti imam, namun masih mendapati imam pada rukun berikutnya. 
Contohnya, imam ruku’ dan ma'mum masih menyisakan satu ayat atau dua ayat, lalu ma'mum tetap berdiri menyempurnakan kekurangan tersebut. Namun ma'mum itu pun ruku’ dan mendapatkan imam belum bangun dari ruku’nya, maka raka'at tersebut shahih, namun perbuatannya menyelisihi sunnah. Karena, yang disyariatkan adalah memulai ruku’ ketika imam sampai pada ruku’, dan tidak memperlambat yang menyebabkan ia tertinggal, dengan dasar sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

Apabila ia ruku’, maka ruku’lah.

- Takhalluf bi ar rukn (dengan rukun).

Pengertiannya, seorang imam mendahului ma'mum satu rukun, yaitu imam ruku’ dan berdiri sebelum ma'mum ruku’. Para ahli fiqih menyatakan bahwa, hukum takhalluf sama dengan hukum mendahului imam. Apabila tertinggal satu ruku’, maka shalatnya batal, sebagaimana bila mendahului imam.



Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan: "Pendapat yang rajih, sesuai yang kita rajihkan dalam masalah mendahului imam adalah, bila tertinggal satu rukun tanpa udzur, maka shalatnya batal, baik yang tertinggal itu ruku’ atau selainnya". (sumber: almanhaj.or.id)

11 Mei 2014

Tantangan Zaman itu Berbeda: Bersama Bapak Adi Firman Ramadhan

       

            Pak Afran, begitulah nama akrab beliau. Saat ini beliau tercatat sebagai salah satu Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS. Dosen yang bertempat tinggal di Jaten Karanganyar ini juga bertindak sebagai pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Pengkajian Pengamalan Islam (BPPI) FEB UNS. Hal ini tidak terlepas dari pengalaman beliau sewaktu menjadi mahasiswa yang aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa. Dua periode beramanah di BPPI, menjadi CEO HMJA, dan juga pernah menjadi Ketua DEMA UNS.
            Suatu senja yang cerah mengiringi langkah kami menuju kediaman beliau. Ramainya jalanan menuju Karanganyar tidak menyurutkan niat kami untuk menimba ilmu dari beliau yang sekaligus menjadi bagian dari IKABI (Ikatan Alumni BPPI). Kami pun tiba dan langsung mendapat sambutan hangat dari beliau. Kami persilakan masuk dan duduk melingkari beliau. Pertama kali beliau menyampaikan terkait dengan DoA (Dompet Alumni). “Melihat banyaknya Ikabi yang memberikan donatur, berarti adanya DoA ini disambut baik oleh alumni” ujarnya. Beliau juga mengatakan bahwa yang terpenting lagi adalah feed back dari adanya DoA ini, karena para alumni juga membutuhkan kejelasan penggunaan dana.
            “Tantangan ketika saya dulu di BPPI adalah adanya anggapan bahwa BPPI itu eksklusif, jarang membaur. Kalaupun membaur itu hanya dengan sesamanya (BPPI, red).” Ucapnya. Beliau meneruskan bahwa tantangan BPPI itu berbeda dari zaman ke zaman. Pejuang BPPI akan senantiasa berbeda dan memiliki karakter tersendiri di setiap zamannya. Kemudahan teknologi saat ini bisa digunakan sebagai sarana dakwah sehingga dakwah yang diperjuangkan akan mampu tersampaikan dengan baik di kalangan civitas akademika.

            Percakapan itu pun akhirnya terhenti karena adzan maghrib sudah berkumandang. Dan akhirnya inilah kunjungan BPPI ke kediaman Bapak Afran telah usai. Semoga ukhuwah ini akan terputus. Dan semoga silaturrahim ini Allah akan memanjangkan umur kita dan membukakan pintu rezeki untuk kita. Amin.