10 Mei 2014

PENGAJAR MUDA DI TENGAH MODERNITAS ZAMAN



         
Tak terasa rutinitas ini telah  dijalani sepanjang waktu. Pengabdian ini tanpa terasa telah merasuk ke dalam relung jiwa hingga menghinggapi seluruh tubuh pejuang itu. Padatnya agenda bukan lagi  menjadi penghalang untuk menebar manfaat kepada sesama. Dikala pemuda saat ini dihadapkan pada modernitas zaman yang memukau mata, namun pejuang itu tetap dengan kekuatan tekad, mereka merelakan waktu luangnya untuk mengabdi sepenuhnya untuk masyarakat. Sebuah slogan yang mereka emban adalah “bersinergi, memuliakan hati” menjadi bagian tak terpisahkan dalam merangkai jejak menuju perbaikan generasi.

         Mereka seolah berlomba-lomba dalam kebaikan dan berlomba-lomba untuk mengikis habis pengaruh negatif dari modernisasi zaman yang tidak bisa ditawan. Mereka ingat bahwa Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum itu mengubah sendiri nasibnya. Maka langkah pengabdian mereka merupakan langkah awal dalam perbaikan umat menuju generasi muda yang Islami.
       Telah banyak hambatan dan rintangan yang telah mereka alami. Susah, senang, peluh, bahkan tangis telah menjadi satu dalam langkah perjuangan mereka. Namun itu semua ibarat bumbu yang menjadikan langkah perjuangan mereka semakin mantap dan tegak di atas rintangan.
       Mereka selalu mengingat bahwa semakin berat amalan yang mereka lakukan, maka akan semakin besar pula balasan kebaikan yang akan diberikan Allah kepadanya. Dan mereka berharap sumbangsih mereka sedikit banyak mampu mengubah peradaban menuju kemenangan. (Pengajar Muda BPPI 2014)

Nilai Artikel

0 comments :

Posting Komentar