20 Apr 2013

Apa Tujuan Hidupmu?



Apa tujuan hidupmu? Nggak jarang juga ada yang masih bingung kalo ditanyain kayak gitu. Ada juga yang “aahh… eehh…” saat ditanyain.

 Apa Tujuan Hidupmu?

Banyak orang yang merasa sudah punya tujuan hidup, tapi sebenarnya ada di situ-situ saja. Sejak kecil kita sekolah. Setiap tahun berusaha naik kelas tujuannya supaya bisa melanjutkan sekolah. Lalu belajar lagi, supaya naik kelas dan bisa melanjutkan sekolah. Lalu melanjutkan kuliah begitu seterusnya.

Ketika ditanya untuk apa sekolah, maka jawabannya "supaya dapat kerja" Sesederhana itukah? Lalu ditanya apa tujuan kerja. Jawabannya supaya bisa makan. Sesederhana itukah? Lalu punya anak, anak disekolahkan, tujuannya supaya bisa kerja, nanti bisa makan. Dan begitu seterusnya. Intinya, sekedar mengalir.

Kelihatannya mereka menjalani hidup, tapi tidak ada nilai tambahnya. Itu-itu saja?
Jika hidup hanya untuk bisa makan atau bertahan hidup (surviving), dan semua hal yang dilakukan dalam hidup sekedar agar bisa makan atau bertahan hidup , lalu apa bedanya manusia dengan hewan?


Tujuan Seorang Muslim

Sudah jauh-jauh hari, Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah memberitahu kita, alasan kita diciptakan, yang harusnya juga jadi tujuan kita hidup.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” {QS. Adz-Dzariyat (51) : 56}

Mengabdi kepada-Nya. Itulah yang harusnya jadi tujuan hidup kita sebagai seorang muslim. Mempersembahkan tiap detik kita untuk ibadah kepada Allah.

                                                                                  
Tiap Detik Ibadah??

Eits, apa berarti kita kudu sholat mulu? Atau berdiam diri truuus di masjid gitu kayak biarawan biarawati? Berarti kita nggak boleh ‘menikmati dunia’, misal jadi orang kaya?

Nah, di sini harus kamu garis bawahi sob. Ibadah nggak hanya yang bersifat ritual semacam sholat dan puasa aja. Dalam Islam, ibadah tu luaaas banget. Sekolah, kuliah, organisasi, akan bernilai ibadah dan dihitung pahala jika kita niatkan sebagai bentuk pengabdian kita pada-Nya. Makan, minum, bahkan tidur pun bisa juga bernilai ibadah kalo kita meniatkan agar fisik kita kuat saat beribadah nanti. Super kan?

  
Tujuan Lain yang Baik

Trus, gimana kalo kita punya tujuan hidup lain yang juga baik selain “mengabdi kepada Allah”, seperti mengabdi pada sesama (sosial) dan alam? Selain itu, bukankah banyak orang yang mengatasnamakan hidup bertujuan “mengabdi pada-Nya”, tapi hidupnya penuh kekerasan. Orang yang beda faham dengannya (terutama non-muslim) dijadikan sasaran empuk kekerasan. Gimana itu?

Kalo masalah itu harus dilihat dulu. Jika tujuan kita untuk Allah, pasti kita akan merujuk kepada firman-Nya (Al-Qur’an) dan teladan dari Nabi-Nya (Sunnah Nabi). Nah, di Qur’an dan Sunnah kan sudah dijabarkan mengenai banyak hal, seperti perintah menyayangi sesama, berbuat baik pada semua manusia termasuk non-muslim yang nggak memerangi kita, mengasihi makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan Bahkan dalam perang, Islam melarang menebang tetumbuhan tanpa alsan yang jelas. Tujuan mengabdi pada Allah ini nantinya juga mencakup masalah sosial dan alam juga.

Namun memang pada prakteknya, ada beberapa saudara kita yang belum bisa menerapkannya secara menyeluruh sehingga timbulah berbagai kekerasan yang nggak diinginkan. Namun apa kita terus mengganti tujuan hidup kita? Ibaratnya, ada orang naik motor mengalami kecelakaan karena nggak mematuhi rambu-rambu. Lantas apa kita juga mengharamkan naik motor? Nggak kan? Tetep naik motor, hanya cara mengendarainya harus diluruskan sesuai peraturan.

Di sisi lain, bukanlah Allah Ta’ala berfirman, “Demi masa [1] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian [2] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati dalam kebenaran dan menasehati supaya menetapi kesabaran.” [3] {QS. Al-‘Ashr} Intinya, jika ada saudara kita yang salah, ya diingitkan, bukannya dicela. Bukankah kita juga nggak mau dicela saat kita salah?

Dari sini bukan berarti kalo nggak boleh memiliki tujuan laen lho ya. Hanya aja, jadikan tujuan lain itu sebagai "batu loncatan" untuk menuju tujuan tertinggi, yaitu untuk Allah.



Mengalir??

Ingat, jangan sampai saat ditanyain apa tujuan hidup kita, kita hanya menjawab “mengalir bagai air”. Sebagai seorang muslim pada khususnya dan manusia pada umumnya, masing-masing dari kita harus punya tujuan jelas dalam hidupnya. Istilah kerennya, punya visi dan misi lah. Gak bisa dong kita hanya ‘mengalir’ atau ‘ngikut’ doang. Kan nggak asyik banget tuh kalo cuma ngikut. Sekali-kali (lebih baik ya berkali-kali), jadi yang diikuti, bukan yang ngikuti terus. Kan lebih keren tuh!

Nah, berangkat dari tujuan penciptaan kita, semoga kita nggak kehilangan arah akan tujuan hidup kita. Jangan sampe kita nggak punya tujuan, atau hanya bertujuan tentang masalah dunia yang fana. Bukan berarti nggak boleh ‘ngarep’ dari dunia, tapi hendaknya itu dijadikan batu loncatan aja agar mencapai tujuan utama, yaitu ‘ibadah dan mengabdi kepada Allah’. Misal, kepengen kaya biar bisa membuka lapangan pekerjaan dan mengentaskan kemiskinan sehingga bisa bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.



“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia. “ Firman-Nya dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 55 sampai 56, “ melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.”

Abu Hurairah radhiallahu ‘anh –semoga Allah meridhainya- menceritakan bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam –semoga shalawat Allah dan salam tercurah atasnya- bersabda bahwa Allah Ta’ala –Yang Maha Tinggi- berfirman,

“Jika dia (seorang hamba Allah) mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” {HR. Bukhari dan Muslim}

“Without goals and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination.” Fritzhugh Dodson.
 
“Tujukanlah hidupmu pada Ilahi dan akan kau raih manisnya hidup ini, sekarang dan di masa nanti.”

Terinspirasi dari berbagai sumber

Nilai Artikel

2 komentar :

  1. pasti salah satu inspirasinya dari statementku waktu ditanya motto hidup nih.. :(

    BalasHapus
  2. bahasan berat dengan bahasa yang ringan, jadi enaak deh.... bagus nih.... terus berkarya ya

    BalasHapus