19 Mei 2012

AKTIF (Praktik Ibadah FUN) JILID 1


TEMA : THAHARAH (WUDHU, TAYAMUM, MANDI JUNUB)
Dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Mei 2012 M di Aula Barat NH (ikhwan) dan Aula Timur NH (akhwat)

Bismillaah...



A.      WUDHU

     Urut-urutan berwudhu secara umum (berdasarkan pendapat fiqih yang insyaAllah rajih-kuat) sebagai berikut:

1.      Niat (di dalam hati)
2.      Membaca basmalah
3.      Mencuci kedua telapak tangan
4.      Berkumur, sekaligus intinsyaq* dan instintsar**
5.   Membasuh seluruh wajah, sebanyak 3x. Pastikan jambang dan dagu juga terbasahi. Yg sudah punya jenggot, harus dibasahi dan disela-selai juga jenggotnya.
6.      Membasuh kedua tangan dari telapak sampai siku, sebanyak 3x. Yg kanan dulu, baru kemudian yg kiri. Pastikan siku sudah terbasahi, wajib.
7.      Menyapu kepala. Ada yg berpendapat (1) cukup dibasahi bagian atas kening dan rambut bagian depan, ada jg yg berpendapat (2) dibasahi dari bagian atas kening sampai tengkuk (bagian bawah rambut belakang) dan memasukkan jari ke dalam telinga lalu membersihkan telinga bagian belakang. Cukup dibasahi saja, tidak disiram (bahasa jawanya “digrujug”) air.
8.      Membasuh kedua telapak kaki, sebanyak 3x. Yg kanan dulu, baru yg kiri.
9.      Membaca do’a sehabis wudhu.
Keterangan:
* Istinsyaq = memasukkan air ke dalam hidung
** Istintsar = mengeluarkan air yang telah dimasukkan ke hidung
Urutan wudhu seperti di atas adalah yang sempurna. Adapun yg wajib dilakukan adalah poin ke 1, 5, 6, 7 dan 8. Yang lainnya sunnah, jadi sekiranya tidak dilakukan juga tidak apa-apa (misal: dalam kondisi darurat di mana air hanya tersedia sedikit, atau dalam kondisi di mana harus bersegera sehingga tidak bs menyempurnakan keseluruhan tata cara wudhu).
Urut-urutan di atas harus dikerjakan secara urut, tidak boleh diganti urutannya.
Dalilnya QS. An-nisa’ : 43 dan QS. Al Maidah : 6
Dalam hadits juga lebih banyak lagi dalilnya. Wallahu a’lam.


B.      TAYAMUM
     Urut-urutannya sebagai berikut (versi pertama):
1.      Niat (di dalam hati)
2.      Menepukkan kedua telapak tangan bagian dalam ke tempat yang berdebu. Berdebu di sini tidak identik dengan harus kotor atau tebal debunya. Secara fiqih, bisa dikategorikan sebagai setiap benda padat (keras, tidak cair atau gas). Tempat yang diyakini berdebu.
3.      Meniupnya
4.      Mengusapkannya ke seluruh bagian wajah
5.    Mengusap bagian belakang telapak tangan (sampai pergelangan saja) secara merata, yang kanan dulu baru yang kiri
     Versi kedua:

1.      Niat (di dalam hati)
2.      Menepukkan kedua telapak tangan bagian dalam ke tempat yang berdebu. Berdebu di sini tidak identik dengan harus kotor atau tebal debunya. Secara fiqih, bisa dikategorikan sebagai setiap benda padat (keras, tidak cair atau gas). Tempat yang diyakini berdebu.
3.      Meniupnya
4.      Mengusapkannya ke seluruh bagian wajah
5.      Menepukkan lagi kedua telapak tangan bagian dalam ke tempat berdebu tersebut
6.      Mengusap bagian belakang telapak tangan secara merata, yang kanan dulu baru yang kiri
     Wallahu a’lam bish-shawab.

C.  MANDI JUNUB

Secara umum, urutannya sebagai berikut:
1.      Niat (di dalam hati)
2.      Mencuci kedua telapak tangan
3.      Mencuci kemaluan sampai bersih
4.      Berwudhu, seperti biasanya
5.   Menyiram kepada dengan air secara merata. Agar bisa mengenai kulit kepala, bisa dengan menyela-nyelai dulu kulit kepala dengan tangan yang telah dibasahi. Untuk wanita, cukup disiram saja, dan sekiranya rambutnya digelungpun tidak perlu membuka gelungan.
6.      Menyiram seluruh tubuh dengan air secara merata, harus basah semua.
7.   Membasuh kedua telapak kaki. Ada juga yg mengatakan bahwa disunnahkan berpindah satu langkah dari tempat semula dulu, baru kemudian membasuh kedua telapak kaki.
     Secara singkat (mungkin dibutuhkan ketika sedang sibuk atau ada keperluan mendesak), cukup dengan niat kemudian mengguyur seluruh tubuh dengan air secara merata, dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Wallahu a’lam bish-shawab. Sekian dan terimakasih... J

Nilai Artikel

0 comments :

Posting Komentar