6 Mei 2012

FATIMAH 4 Mei 2012 :)

Jiwa manusia selalu berubah-ubah begitu pula muslimah. Sebagai seorang wanita (muslimah) emosi kita memang lebih perasa daripada kaum lelaki, oleh karena itu wanita lebih rentan terkena stress daripada lelaki. Menurut penelitian, apa yang dirasakan oleh jiwa dapat berpengaruh terhadap fisik, sebagai contoh ketika kita berkata,”aku pusing” pasti yang dipegang kepalanya kan? :D bukan tangan atau anggota tubuh yang lain yang dipegang. Begitu pula ketika fisik kita sakit akan berpengaruh terhadap jiwa kita, contohnya ketika fisik kita jatuh sakit, maka bisa jadi kita menjadi pemurung, histeris, atau juga stress. Oleh karena itu, jaga kesehatan ya… Rajin olahraga dan makan teratur (walaupun kita wanita sering melakukan diet, tapi ternyata diet yang baik adalah tetap makan teratur hanya saja mengurangi porsi makannya, eits ternyata nih ketika kita tidak teratur makan nantinya sangat berpengaruh ketika kita hamil, kasihan bayinya kalo kaya’ gitu, jadinya nanti kita bisa mual-mual, nggak doyan makan dsb..).


Kiat-kiat supaya kita nggak galau-galau lagi adalah yang terpenting MEMBUAT DIRI KITA BAHAGIA
Membuat diri bahagia harusnya dimulai dari hati, karena ketika hati kita bahagia maka otomatis diri kita akan bahagia, dan ternyata dari mata seseorang saja kita sudah bisa tahu apakah orang tersebut bahagia atau tidak atau sedang galau. Nah berikut tips2 yang bisa dilakukan agar kita bisa bahagia.



1.   DIPENGARUHI LISAN
Hmm, kegiatan apa yang paling sering kita lakukan dalam sehari-harinya? Tidur? Makan? Smsan? Tilawah? Sholat?
Ternyata kegiatan yang sering kita lakukan selain tidur adalah berbicara atau menggerakkan bibir atau mengeluarkan suara. Rasulullah bersabda “Barangsiapa yg dapat memberi jaminan kepadaku dari apa yg ada di antara kedua bibirnya dan kedua pahanya maka aku jamin untuknya Surga.” .
Maksud dalam hadits ini barangsiapa yang bisa memelihara apa yang ada di antara kedua bibirnya yaitu mulut dari semua perkataan yang tidak bermanfaat dan bisa menjaga apa yang ada di antara kedua pahanya yaitu kemaluan agar tidak diletakkan di tempat yang tidak dihalalkan Allah maka jaminannya adalah Surga.
2.  KEMAKSIATAN MEMPENGARUHI AKTIVITAS
Pernah nggak merasa ketika dulu di SMA berprestasi, sangat pintar, dll, tapi sekarang berbanding terbalik? Itu mungkin saja salah satunya dipengaruhi oleh perilaku kita sekarang yang lebih sering bermaksiat kepada Allah.
Teringat sejarah seorang ulama ahli fiqih, seorang mujtahid yang hafal Al-quran yaitu Imam Syafi’i, suatu saat tanpa disengaja dia melihat betis seorang perempuan, sehingga ketika dia muraja’aah (mengulang) hafalannya ada sebagian ayat yang dia lupa untuk dihafal. Namun ketika diaberistigfar kepada Allah dari dosa yang tidak sengaja dia lakukan, akhirnya dengan izin Allah dia kembali bisa menghafal ayat yang dia lupa.
3.  PRODUKTIF
Ketika kita sudah selesai dengan urusan pribadi kita, maka kita bisa efektif membantu orang lain. Karena tidak mungkin kita membantu urusan orang lain ketika urusan kita sendiri belum selesai. Semisal, ketika kita ingin aktif di organisasi, harusnya urusan pribadi kita sudah selesai, nggak mungkin kan kita mau merealisasikan proker, sedangkan tugas-tugas belum diselesaikan, cucian kotor di kos numpuk, dll. Jadi kita harus menjadi pribadi siap.
4.  TIDAK MENYAKITI
Tidak hanya dengan lisan yang harus dijaga, tetapi juga tingkah laku. Dalam pertemanan harus ada timbal-balik.
5.  PUNYA RASA MALU
6.  JANGAN BERBOHONG
7.  SANTUN DALAM BERBICARA
8.  MENINGGALKAN PERDEBATAN
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa ketika Rasulullah saw. sedang duduk bersama para sahabatnya, ada seseorang mencaci Abu Bakar ra. dan menyakitinya, tetapi Abu Bakar tetap diam. Lalu ia menyakitinya yang kedua kali dan Abu Bakar pun tetap diam. Kemudian ia menyakitinya yang ketiga kali, maka Abu Bakar membela diri. Ketika itulah Rasulullah saw. bangkit meninggalkan majlis. Abu Bakar bertanya, “Apakah engkau mendapati suatu dosa atas diriku, wahai Rasulullah?”. Rasulullah saw. menjawab, Ada malaikat turun dari langit mendustakan orang itu terhadap apa yang ia ucapkan kepadamu. Namun ketika kamu membela diri, setan pun datang, maka aku tidak mau duduk di sini ketika setan datang. (HR Abu Dawud).
Semoga setelah ikut “FATIMAH” kemarin Jum’at tanggal 4 Mei 2012 di mushola UKM atau baca ringkasan kajian disini jadi nggak galau lagi ya, mbak-mbak, adik-adik, ukhti-ukhti. ^_^
Nantikan “FATIMAH” selanjutnya…

PR/NISA/I/FATIMAH/01

Nilai Artikel

0 comments :

Posting Komentar