10 Mei 2012

Emansipasi. Adakah dalam Islam?


Oleh : Sigit Dwi Wintono (Kabid Syi'ar 2012)

Istilah emansipasi masih sering kita dengar akhir-akhir ini. Apalagi di bulan April ini, dimana masyarakat Indonesia biasa mengenang jasa pahlawan nasional yang menyerukan emansipasi. Dialah Kartini, perempuan asal Jepara yang sangat gigih dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Kartini telah menjadi icon emansipasi yang menginspirasi kaum wanita untuk memperjuangkan harkat dan martabatnya. Lalu sebenarnya adakah emansipasi dalam ajaran Islam?



Dalam bahasa Arab, emansipasi dikenal dengan istilah tahrir al mar’ah. Emansipasi tidak pernah ada dalam Islam, karena Islam tidak pernah mempertentangkan hak laki-laki dan wanita. Islam sangat memuliakan kedudukan wanita. Al Quran dan Hadits sangat memperhatikan dan memberikan kedudukan yang terhormat kepada wanita, baik ia sebagai anak, ibu, istri, saudara maupun peran lainnya. Bahkan Allah mewahyukan sebuah surat dalam Al Quran yaitu surat An Nisa yang sebagian besar dari ayat ini membicarakan persoalan yang berhubungan dengan kedudukan, peranan, dan perlindungan hukum terhadap wanita.


Dari segi penciptaannya, Al Quran menerangkan bahwa wanita dan laki-laki sama-sama ciptaan Allah dan berada dalam derajat yang sama. Tidak ada isyarat bahwa laki-laki derajatnya lebih tinggi daripada wanita. Namun bukan berarti wanita mempunyai hak kebebasan tanpa batas untuk berkreasi dan berkarya. Sudah seyogianya kaum wanita harus berperilaku yang baik dalam kehidupannya. Dalam Islam sendiri, wanita yang baik adalah wanita yang menjalankan kehidupannya seoptimal mungkin berdasarkan Al Quran dan Hadits, mampu menjalankan fungsi, hak, dan kewajiban sesuai dengan perannya. Jadi Islam memberikan kesempatan bagi wanita untuk berkarir di berbagai bidang asalkan masih berpedoman dengan ajaran Islam.
Namun permasalahan yang muncul saat ini adalah emansipasi wanita bukan lagi perjuangan untuk mencapai persamaan hak, tetapi telah sampai pada upaya untuk meningkatkan sumber daya wanita itu sendiri. Wanita kini telah menjadi bahan eksploitasi baik jiwa maupun raganya. Wanita telah menjadi pekerja yang lupa akan hak dan kewajibannya dalam keluarga dan masyarakat. Bahkan sudah banyak kaum wanita yang salah mengaplikasikan emansipasi dengan mengesampingkan ajaran-ajaran Islam. Jika demikian yang terjadi, sudah sewajarnya kita meninjau ulang hakikat dari emansipasi.

Nilai Artikel

0 comments :

Posting Komentar