14 Nov 2013

Asyura dan Kebinasaan Kaum Zhalim



Kedhaliman dengan segala bentuknya adalah hal yang sangat dibenci dalam Islam. Walaupun yang didhalimi bukanlah orang-orang Islam. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Sesungguhnya Aku tidak akan berbuat dhalim. Aku juga jadikan kedhaliman sebagai sesuatu yang haram kalian lakukan. Maka janganlah kalian saling mendhalimi.”



Ketika pindah ke Madinah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura). Beliau bertanya, dan mereka menjawab, “Ini adalah hari baik. Ini adalah hari Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya (Firaun). Oleh karena itu Nabi Musa as. melaksanakan puasa pada hari ini.” Rasulullah saw. berkata, “Aku lebih berhak atas Nabi Musa daripada kalian.” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk mengikutinya.


Awalnya puasa Asyura adalah wajib. Namun setelah turun perintah puasa bulan Ramadhan, puasa ini menjadi sunah. Rasulullah saw. menjanjikan orang yang melaksanakan puasa ini dengan ampunan perbuatan-perbuatan dosa yang dilakukan selama setahun yang lalu.

Hikmah ajaran puasa ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ingin kita semua membaca dan mengambil pelajaran dari sejarah. Bani Israil pernah berada pada masa yang sangat sulit. Banyak orang meyakini bahwa kemenangan mereka adalah sesuatu yang mustahil. Firaun akan tetap berkuasa; orang-orang dhalim akan tetap menduduki jabatannya.

Namun tiba-tiba persepsi itu berubah seketika. Firaun dengan sombongnya memimpin pasukan menyeberangi Laut Merah setelah melihat Bani Israil menyeberanginya dengan sebuah mukjizat. Saat itulah Firaun dan pasukannyan dibinasakan dalam sekejap mata. Seperti inilah di antara kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Penguasa yang dhalim, sekuat apapun, pasti sedang menapaki jalan kebinasaannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi tenggang waktu kepada orang dhalim, sehingga ketika disiksa tidak bisa mengelak lagi.”

Keyakinan dengan kemenangan dan pertolongan Allah swt. tidak boleh mati di hati umat Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, “Kemenangan itu adalah milik orang-orang yang bertakwa.” [Al-A’raf: 128]. Dan kebinasaan penguasa dhalim tidak hanya terjadi pada jaman Nabi Musa 'alaihis-salam saja. Tapi akan terjadi seterusnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang lalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).” [Al-Anbiya: 11]

Ketika Abu Jahal terbunuh dalam perang Badar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Ini adalah Firaunnya umat ini.” Perkataan ini menunjukkan bahwa akan ada penguasa-penguasa yang dhalim, tapi akhir mereka selalu saja kebinasaan seperti yang dialami Firaun.

Rasulullah saw. ingin umatnya mengingat dan meyakini kemenangan dan pertolongan Allah swt. ini, hingga akhirnya beliau memerintahkan umatnya melakasanakan puasa Asyura.

Sumber:
http://www.dakwatuna.com

Nilai Artikel

0 comments :

Posting Komentar