17 Jul 2013

Permainan Angka dalam Data Kudeta Mesir



Tersebar atau sengaja disebarkan bahwa demonstrasi 30 Juni yang menggulingkan Presiden Mursi adalah yang terbesar dalam sejarah. Memang demonstrasi tersebut besar, tapi apakah sebesar yang selalu diulang-ulang media?



Jumlah yang besar turun ke jalan, menentang Presiden Mursi di Kairo dan beberapa propinsi lain. Sebelum akhirnya, militer mengintervensi dan melakukan kudeta pada 3 Juli 2013.


Beberapa pihak menyebut jumlahnya hingga 30 juta. BBC menilai angka ini terlalu di besar-besarkan. Bahkan jumlahnya pun tidak sebesar demonstrasi-demonstrasi yang diadakan pada tahun 2011 melawan rezim Mubarak. Saat itu Bundaran Tahrir tumpah ruah dengan pendemo, tapi jumlah mereka tidak lebih dari 1.5 juta. Lalu apakah tempat yang sama bisa menampung 30 juta?

Selain itu, jumlah 30 juta sama saja dengan 45 % jumlah seluruh rakyat Mesir. Tidak mungkin hampir setengah penduduk Mesir turun berdemo.


Mempermainkan Angka

Pihak-pihak tertentu telah mempermainkan angka untuk menunjukkan kepada publik bahwa ada dukungan yang besar dari rakyat. Karena yang terjadi pada 3 Juli yang lalu adalah sebuah kudeta militer. Tidak ada nama lain yang cocok, selain kudeta militer. Walaupun memang kudeta ini mendapatkan dukungan dari rakyat kalangan tertentu.

Oleh karena itu, kalangan yang mendukung tersebut selalu menyebutkan bahwa jumlah yang turut berdemo berjuta-juta.

Hanna Frey, seorang pakar matematika dari University College, London menyebutkan bahwa hampir setiap kali ada mobilisasi massa, perkiraan jumlahnya pasti di besar-besarkan.

Hal yang sama disampaikan, Paul Yeb dari Universitas Hongkong. Bahkan menurutnya, dalam mobilisasi yang tidak beragenda politis pun perkiraan jumlah pesertanya akan berbeda-beda. Seperti perbedaan perkiraan jumlah yang menyaksikan pernikahan Pangeran William beberapa waktu yang lalu.


Penghitungan Lebih Akurat

Ada cara yang lebih akurat dalam menghitung jumlah pendemo. Yaitu dengan pemotretan dari satelit. Kemudian dibuat garis-garis jaring menyeluruh ke semua pendemo. Lalu ditentukan angka kepadatan setiap kotak dengan cara yang mendekati kebenaran. Terakhir, jumlah kotak dikalikan dengan angka kepadatan tersebut.

Walaupun demikian, masih ada kesulitan. Yaitu batas areal demonstrasi yang tidak jelas, dan pendemo yang tidak diam di tempatnya. Apalagi jika demonstrasinya berbentuk konvoi.

Demikian sulitnya, sehingga bagaimana mungkin angka-angka itu muncul begitu saja?

Sumber: http://www.dakwatuna.com

0 comments :

Posting Komentar