3 Apr 2013

Mau Nikah? Ta'aruf Dong!



Kalo nggak pacaran ya perjodohan. Banyak yang mikir kalo hanya dua jalan itu kalo mau nikah. Padahal, Islam ngasih cara ‘pdkt’ yang lebih elegan kalo mau nikah, yaitu “ta’aruf”.
Ta’aruf adalah proses saling mengenal antara seseorang dengan orang lain dengan maksud untuk bisa saling mengerti dan memahami. Kalo dalam Konteks Pernikahan, maka ta’aruf di maknai sebagai, “Aktivitas saling mengenal, mengerti dan memahami untuk tujuan mememinang atau menikahi”.



Trus, apa bedanya dengan pacaran?
Dari segi tujuan: NIAT AWAL bertujuan penjajakan menuju pelaminan. Pacaran: AWAL: -. Jadi ta’aruf emang bukti cinta. Karena emang nggak hanya bertujuan seneng-seneng doang.
Cara yang digunakan juga ada aturannya. Harus tetap mematuhi rambu-rambu syari’at. Missal nggak saling bersentuhan dan berdua-duaan.


Cara Awal Ta’aruf

Ada beberapa cara untuk melakukan ta’aruf: [a] Jika kamu udah suka sama seseorang, nyatakan lewat perantara. Ustadznya, ortunya, atau temennya. Ummul Mu’minin Khadijah menggunakan cara ini untuk melamar Nabi Muhammad s’aw. [b] Tukaran proposal. Buat proposal seputar biodatamu, termasuk hobby, visi misi, dll. Serahkan ke ustadz atau pihak berkompeten lain. Setelah diteliti, kamu akan diberi proposal dari seseorang (lawan jenis) yang juga sudah siap menikah, dan proposalmu juga akan diberikan ke orang lain. Jika dari liat proposal merasa ada kecocokan, dipertemukan deeh. Dalam metode ini, kamu bisa memberitahu ustadz criteria calon istri/suami yang bagaimana yang kamu inginkan. [c] Dicariin siapapun dia. Ini metode pasrah. Kayak dilakuin Azam di film Ketika Cinta Bertasbih yang akhirnya dapet si Ana (bagi yang pernah liat…).

Ta’aruf berlangsung…

Saat ta’aruf berlangsung, ada beberapa hal yang kudu diperhatikan:
[a] Harus ada pihak ketiga. Bisa ortu atau mahram pihak wanita atau ustadz/ah. [b] Tempat harus kondusif. Bukan tempat yang mencurigakan, kayak kamar kost, dan sejenisnya. Malah dikira mau ngapain entar. [c] Tetep nggak boleh pegang-pegang. [d] Tapi boleh melakukan nadhar (melihat wajah). Bahkan yang pake cadar pun harus buka cadar. Kayak adegan buka cadar oleh Aisha di Ayat-Ayat Cinta (bagi yang pernah lihat…)

Hal-hal lain terkait ta’aruf:

[a] boleh dilakukan lebih dari 1x jika memang belum mantap. Namun harus disegerakan. [b] boleh saling sms dan telpon asal tidak mengajak kemungkaran dan kefasikan. [c] ta’aruf jangan diumbar, alias tidak boleh ada yang tahu, kecuali pihak yang bersangkutan. Kalo walimahan, baru diumumkan. Jadi jangan pernah woro-woro di jejaring sosial, “la9Y TaArUf sAM4 mzz pAcAR”. [d] jujur, baik tentang diri sendiri maupun keadaan keluarga. Seperti kelemahan, riwayat penyakit, dll. [e] Jika si pria sama wanita sebelumnya udah saling kenal cukup baik, proses ta’aruf semestinya hanya sebentar, bahkan cuma tinggal keputusan final, mau nikah atau tidak. [f] Jangan membuat calon membuat menunggu terlalu lama, missal nunggu setahun karena nunggu kuliah kelar, nunggu dapet kerja, dll. [g] Rajin shalat istikharah untuk diberi pilihan yang terbaik oleh Allah SWT.

Serba-serbi pihak ketiga atau perantara:

[a] Lebih utama yang sudah menikah, biar nggak kepincut sama perantaranya. [b] Paham agama, wajib donk! Biar nggak dipilihin calon yang asal, tapi juga pake pertimbangan agama.
Peringatan dalam ta’aruf:
[a] Tujuan awalnya adalah mencari pendamping hidup, bukan pendamping malmingan. Jadi jangan dibuat main-main. [b] Sekalipun dalam masa ta’aruf, ‘dia’ tetaplah orang lain. Jadi tetap jaga pergaulan sesuai syariat Islam.

Nilai Artikel

0 comments :

Posting Komentar