1 Okt 2012

Perlukah Wanita Pintar Memasak?


“Dia itu orangnya pintar,” seorang ibu mengisahkan masa lalu teman wanitanya pada sang anak, “tapi dia sama sekali tidak bisa melakukan berbagai pekerjaan rumah karena orangtuanya menyuruh si anak terus belajar.”

 Perlukah Wanita Pintar Memasak di Zaman Sekarang?

Di zaman serba modern ini, banyak banget berbagai nilai yang udah banyak mengalami perubahan. Salah satunya adalah terkait kewajiban seorang cewek, apakah cewek itu wajib bisa masak?


Mengapa Wanita Tak Memasak?

Jika cewek dulu sangat identik dengan kemampuan mengolah masakan, sekarang udah nggak lagi. Di zaman sekarang, banyak wanita dari segala usia tampaknya sudah tersibukkan lagi dengan dunia “kedapuran”. 

Cewek yang masih berstatus siswi atau mahasiswi sekarang terlalu disibukkan dengan buku-buku diktat tebal yang kadang ditulis dalam bahasa asing, ataupun berbagai jenis tugas yang datang susul menyusul seolah tanpa henti, sehingga kurang memberikan waktu untuk bereksperimen di dapur.

Di jenjang lebih tinggi, wanita yang telah berusia matang juga telah disibukkan dengan berbagai pekerjaan sesuai bidang yang mereka geluti masing-masing. Jangankan untuk memasak, beberapa wanita yang telah berstatus ibu bahkan sampai rela meninggalkan buah hatinya dan menitipkannya kepada baby sitter atau jasa penitipan anak dan semacamnya guna mengejar karir. Jikalau ada waktu libur, baik yang berstatus pelajar maupun wanita karir, cenderung dilampiaskan dengan bersenang-senang atau bahkan tidur seharian dan berusaha tak memikirkan hal-hal yang berat-berat dan merepotkan, termasuk memasak.

Selain itu, banyak yang beranggapan khususnya kaum wanita sendiri bahwa pekerjaan rumah tangga seperti pekerjaan pembantu. Konsep pembagian peran antara seorang suami dan istri dianggap kuno dengan laju perkembangan zaman karena pembagian tersebut bentuk ke-tidak setara-an.

Wanita Seutuhnya

Memang kegiatan wanita yang berhubungan dengan sektor ke-rumah tangga-an seperti memasak jarang menghasilkan materi, kecuali bila sang wanita membuka warung makan homy kitchen. Jika dilihat dari sudut pandang materialistis, kegiatan wanita tersebut seolah nggak ada artinya karena nggak menghasilkan uang. Tapi apakah hidup hanya butuh uang?

Banyak ungkapan yang terlontar tentang pentingnya uang, seperti “money is not everything, but everything without money is nothing.” Nggak bisa dipungkiri, aspek financial keuangan emang sangat penting, khususnya dalam berumah tangga. Namun kita harus sadar, kalo harmonisnya keberlangsungan hidup rumah tangga gak hanya melulu masalah uang, khan? Kita udah sering denger, banyak banget berita tentang artis yang bolak-balik kawin cerai, entah artis lokal maupun manca. Padahal kalo dilihat dari segi materi, mereka nggak kekurangan, kelebihan malah. Namun hasilnya berakhir pada kandasnya bahtera rumah tangga. Nggak mau khan itu terjadi sama kamu, ladies?

Lantas gimana dong dengan wanita karir atau cewek yang sibuk dengan masalah sekolah ataupun kampus? 

Kalo masalah itu, diperlukan manajemen waktu yang baik antara kerja atau sekolah dengan melakukan hal-hal yang berbau wanita, missal memasak dan mengurus anak. Jangan sampe karena mengejar prestasi ataupun karir, tugas kita yang lain jadi terbengkalai. Eittss.. ini juga berlaku bagi yang berstatus “belum kawin” lho. Jadi jangan dikira, ini hanya masalah wanita yang udah berkeluarga saja. Nggak gitu, mbak sist. Justru karena kamu belum nikah, itu menjadi kesempatan bagus buat kamu latihan memanajemen waktu.
Untuk para cewek, jangan sekali-kali meremehkan pekerjaan kerumah tanggaan. Kalo laki-laki meremehkan masalah rumah tangga, emang udah biasa. Tapi kalo cewek yang meremehkan, berarti secara nggak langsung yang bersangkutan emang nggak bangga jadi cewek.

Pekerjaan rumah tangga bukanlah sebuah bentuk perbudakan wanita, tapi sebagai “medan tempur” bagi wanita. Walau nggak menghasilkan uang (kecuali kalo kamu masak terus kamu jual), memasak menjadi salah satu bukti cintamu pada keluarga. Bahkan dalam Islam, pekerjaan kerumah tanggan bisa bernilai ibadah lho jika kamu meniatkan ini sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Waw, subhanallah.

 Peran wanita sebagai koki di rumah dapat bernilai ibadah

Sebagai penutup, kami berikan trik dan tips buat para wanita pemula dalam hal memasak dan masalah kerumah tanggaan (maaf ya kalo pilihan bahasanya agak gimana githu..) :
1.      Tanamkan dalam hati, sekolah/kuliah/kerja untuk hidup, bukan hidup untuk sekolah/kuliah/kerja. Banyak orang bilang, termasuk guru dan dosen, bahwa pelajaran selama sekolah maupun kuliah hanya berperan sekitar 20%-30% sebagai bekal hidup kelak.
Ingat! Memasak merupakan bentuk nyata kasih sayang seorang perempuan terhadap keluarga.
Kasih sayang tak bisa dinominalkan, bukan karena tak bernilai, tapi karena tak ternilai.
2.      Jangan malu! Walaupun merasa umur udah terlalu tua, atau yang mengajar jauh lebih muda.
Kasih sayang tak bisa dinominalkan, bukan karena tak bernilai, tapi karena tak ternilai.
3.      Ajak temen-temenmu yang lain yang senasib (sama-sama nggak bisa masak maksudnya.. ^^v) dan buat semacam grup. Hal ini agar bila ada yang malas, yang lain bisa ngasih semangat.
4.      Usahakan memberi waktu khusus buat memasak. Lebih enak lagi bila latihannya bareng-bareng.
5.      Cari kenalan yang bisa masak, agar ada yang bisa ngajarin. Bisa temen, ibu, atau bahkan ibu kost dan tetangga.
6.      Sering-sering ikut, melihat, atau membaca hal-hal yang berbau masalah wanita, seperti demo memasak, kursus menjahit, dan lain sebagainya.
7.      Jangan gampang menyerah! Tetaplah berjuang walau pada mulanya sering gagal. Ingat, kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda.
8.      Point paling penting! Menyambung prinsip nomer 1, sekolah/kuliah/kerja untuk hidup, dan hidup untuk ibadah. jadi niatkan memasak sebagai bentuh ibadah karena-Nya. jadi, perhatikan selalu rambu-rambu Islam dalam masak-memasak, misalkan dilarang menggunakan zat yang diharamkan.
Dengan begitu, insya’ Allah di tiap masakanmu yang menggugah selera, di setiap kasih sayangmu yang tertanam di dalamnya, kelak akan berbuah pahala dan ridha-Nya. Subhanallah..

 Memasak merupakan salah satu bentuk ibadah. Oleh karenanya, jangan dikotori dengan hal-hal yang diharamkan Islam. 

Oke ladies, mungkin gitu aja. Semangat memasak ya! Ridha-Nya kemudian senyum keluarga insya’ Allah akan menanti.

Nilai Artikel

3 komentar :

  1. wach pas bwngt tuch sama akhwat2 jaman sekarang,kliatan bwngt pas DR.mnyalakn kompor saja tidak bisa

    BalasHapus
  2. emang .. memasak itu penting kok.. :)
    apalagi bisa bikin masakan enak,,
    itu lebih penting..

    :)

    BalasHapus
  3. memasaklah dengan bumbu cinta yang penuh di dalamnya..agar bernilai ibadah dan terasa nikmat bagi siapa saja yang mencicipinya..

    BalasHapus