9 Okt 2012

Bantuan Untuk Muslim Rohingya


Sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama umat Islam, Jamaah Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat mengumpulkan bantuan untuk Muslim Rohingya. Bantuan senilai Rp 155 juta itu dikumpulkan jamaah sejak Agustus 2012 lalu. Kemudian diserahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk disalurkan kepada pengungsi Rohingya di Myanmar.



Ikatan ukhuwah antara muslim Indonesia dengan muslim Rohingya

 Ketua Baznas, Didin Hafidudhin mengatakan, menyerahkan bantuan tersebut merupakan amanah dari jamaah Istiqlal. Sebelumnya, jamaah mesjid terbesar di Asia Tenggara itu juga memberikan bantuan senilai Rp 50 juta bagi pengungsi di Somalia.



“Ini merupakan bentuk solidaritas terhadap sesama umat manusia. Bahwa persaudaraan itu tidak hanya sesama umat Muslim saja, tetapi siapapun yang membutuhkan,” ujar Didin, saat menerima bantuan tersebut dari pengurus Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (5/10).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, apresiasinya terhadap bantuan yang disalurkan para jamaah. Tanpa memandang nilainya, bantuan itu, kata Didin, bisa menjadi semangat bagi para pengungsi di Myanmar. Konflik etnis yang menelan korban jiwa itu, secara tidak langsung memberikan rasa takut dan ketidaknyamanan terhadap suku Rohingya.

“Bantuan dan dukungan dari berbagai pihak di belahan bumi ini, termasuk dari Indonesia diharapkan bisa menguatkan mereka. Tidak hanya secara materil, namun juga secara moril,” ungkapnya.

Selanjutnya, bantuan dari jamaah Istiqlal itu akan segera disalurkan Baznas melalui para relawan yang masih siaga di Myanmar. “Akan kami salurkan sesegera mungkin. Paling lambat minggu depan sudah bisa diberikan langsung pada saudara-saudara di Rohingya. Sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Didin.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yaqub saat menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut mengatakan, jamaah Istiqlal akan terus istiqamah. Dalam mendukung dan memberikan semagat serta bantuan bagi semua umat di dunia yang membutuhkan.

“Apalagi suku Rohingya tidak begitu jauh dari Indonesia. Adalah suatu kewajiban bagi kami dan jamaah mesjid untuk menyalurkan bentuk solidaritas kami,” ucap dia. (Djibril Muhammad/Ira Sasmita/ROL)

Nilai Artikel

0 comments :

Posting Komentar