24 Jun 2012

Memanaj Waktu ala Pendahulu


Masih nggak bisa memanaj waktu dengan baik? Masih suka kelimpungan jika banyak tugas menanti? Seolah waktu sehari 24 jam serasa masih kurang banget?? 



Nah, ini dia teladan dari beberapa ‘ulama’ Islam zaman dulu kala tentang memanaj waktu. Di antaranya adalah:
  • Abu Bakar Al-Anbari setiap harinya kira-kira menelaah dan membaca sampai 10.000 lembar.
  • Majduddin bin Taimiyah apabila masuk WC, berkata kepada kepada orang di sekitarnya, “Bacalah kitab ini untukku, keraskanlah suaramu sehingga aku mendengarnya.” Hal ini beliau lakukan karena ingin menjaga waktu buang hajatnya nggak sia-sia.
  • Imam Ibn Uqail berkata, “Aku menyingkat semaksimal mungkin waktu waktu makan, sehingga aku memilih makanan roti basah daripada roti kering (roti basah memerlukan waktu lebih pendek yang cukup untuk membaca 50 ayat, antara 4-5 menit), karena selisih waktu mengunyahnya bisa aku gunakan untuk membaca atau menulis suatu faedah yang sebelumnya tidak aku ketahui.”
  • Al-Muammal bin Al-Hasan melihat seorang sahabatnya (Sulaim) menggerakkan kedua bibirnya berzikir kepada Allah (agar waktunya tidak berlalu sementara dia menganggur) ketika sedang meraut penanya yang tumpul akibat terus menerus digunakan untuk menulis.
Itulah sekelumit kisah ‘ulama’ dulu dalam memanaj waktu. Nah, itu mereka, bagaimana dengan kita?? Semoga jadi inspirasi ^^

Nilai Artikel

0 comments :

Posting Komentar