8 Apr 2015

“PANGLIMA SOEDIRMAN DJANG TAK LEKANG DIMAKAN DJAMAN”

Meneladani Jenderal Sudirman, Kajian Fakultas Ekonomi FEB UNS
Press Release Kajian Fakultas Ekonomi
Badan Pengkajian Pengamalan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sebelas Maret
02 April 2015
“PANGLIMA SOEDIRMAN DJANG TAK LEKANG DIMAKAN DJAMAN”

Pembicara : Khalid Shibghatullah Robbani (Wapres BEM UNS Kabine Solid Berkarya)
Perform : Muhammad Abdullah ‘Azzam dan Luqman Hanif (Short Course dan Tilawah)
Lokasi : Depan Gedung UKM FEB UNS
Pelaksanaan : 16.35-17.45

Bismillah Alhamdulillah. BPPI berhasil mengadakan kafe kedua, dari target kuantitatif 25 kali kafe. Kajian ini alhamdulillah juga mengikuti dari tema kajian pertama, yaitu menjadi pemuda “amazing”. Untuk kafe kedua dilanjutkan dengan keteladanan dari pemuda hebat indonesia di zamannya, yaitu Jenderal Soedirman. Alasan mengapa kami memilih resensi tokoh jenderal soedirman adalah, karena beliau berjuang ketika indonesia berada pada titik kritisnya. Sebagaimana indonesia sekarang yang berada pada titik kritis ekonomi. Meskipun secara teritori tidak ada masalah berarti, tetapi secara mental dan perekonomian kita tengah terjajah. Harapannya, dengan meneladani jenderal soedirman peserta kafe dapat meresapi makna-makna perjuangan dan keteladanan yang beliau contohkan.
Untuk keberjalanan kafe, secara waktu dan tempat sesuai yang direncanakan. Kafe dilaksanakan di depan gedung UKM, dan tidak ada gangguan hujan. Sedangkan waktu memang ada alokasi keterlambatan persiapan hingga 30 menit dari waktu sebelumnya, pukul 16.00, karena alasan cuaca dan kehadiran pembicara. Kafe dimulai pukul 16.35, dipimpin oleh Agung Pria Atmaja, lalu dilanjutkan dengan tilawah dari Luqman Hanif. Seperti kafe sebelumnya, ada agenda pembukaan sebelum agenda inti, untuk memberikan manfaat lain bagi mahasiswa. Untuk pertemuan ini, pembukaan diisi oleh Muhammad Abdullah ‘Azzam, yang menyampaikan tentang tips perlindungan diri praktis. Mengapa demikian, hal tersebut kami pandang perlu dan ada hubungan dengan materi yang disampaikan juga. Sehingga, diharapkan peserta dapat menjadi peserta yang kuat dan dapat melindungi diri sendiri dari perilaku kejahatan.
Memasuki materi ini, dibawakan oleh wapres BEM UNS tahun lalu, di kabinet solid berkarya, Kholid Shibghatullah Robbani. Dengan kesimpulan bahwa jenderal soedirman dapat menjadi demikian karena memiliki 4 keunggulan. Yaitu keunggulan visi, yang mana visi beliau visi akhirat sehingga umur beliau bermakna besar bagi banyak orang. Beliau juga dibentuk di lingkungan yang terjaga, lingkungan pemimpin. Beliau juga berusaha memperoleh momentum, bukan menunggu momentum. Serta belajar dan mengajar. Dengan demikian maka kepribadian beliau lah yang mewujudkan sosok pemuda yang dapat diandalkan di masa itu.

-Bidang Syi’ar BPPI 2015
Resensi oleh Muhammad Abdullah ‘Azzam

Nilai Artikel

0 comments :

Posting Komentar