7 Mei 2014

Refleksi Sejarah: Telaah Kembali “Kita”


            Sebuah tanda tanya besar ketika masih ada yang mempertanyakan mengapa dakwah kampus itu ada. Sekulerisme dan intelektualitas yang tanpa batas membuat eksistensi dakwah itu semakin meredup. Itu artinya juga menandakan bahwa eksistensi Islam juga semakin redup. Padahal bahwasanya inti dari agama Islam ini adalah amar ma’ruf nahi munkar dan konsep ini dalam Islam diterjemahkan ke dalam terminologi dakwah. Konsep amar ma’ruf nahi mungkar ini hidup dalam tubuh Islam dan umat Islam. Konsep ini akan dapat ditemukan dalam akidah, ibadah, syariah, dan akhlak. Begitupun dalam muamalah. Maka sebenarnya konsep dakwah ini akan senantiasa mengikuti keberadaan manusia sebagai khlifatullah fil ardh.

            Begitu pula kampus. Pemanfaatan kampus sebagai salah satu wahana Dakwah Islam sudah lama dilakukan. Pemanfaatan yang berkisar pada kader, alumni, pemikiran, fisik kampus, termasuk seluruh media yang ada telah sangat lama dijalankan dalam masyarakat Islam. Melalui pemanfaatan universitas-universitas ini, masyarakat Islam saat itu berhasil membangun sebuah peradaban besar yang ditakuti dan dikagumi. Peradaban yang mampu menggetarkan semesta raya, mengguncang mayapada, disegani kawan dan ditakuti lawan. Peradaban yang mampu membangun masyarakatnya sendiri dan masyarakat lain.

            Sejak beberapa dekade terkahir , dakwah di kampus-kampus mulai bergulir di seluruh belahan dunia. dari kampus-kampus berlabel Islam sampai kampus-kampus murni ‘sekuler’, baik swasta maupun milik pemerintah. Dari kampus-kampus kecil Asia atau Afrika, sampai institusi-institusi modern di Eropa dan Amerika. Mulai dari universitas bertaraf internasional di belahan bumi Utara sampai kampus-kampus lokal di belahan bumi Selatan.

            Dan pada akhirnya proyek tersebut merambah ke Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Di Indonesia proyek Dakwah Kampus (DK) ini pun dijalankan oleh berbagai pererakan mahasiswa Islam yang kesemuanya memiliki cita-cita yang sama, kemenangan Islam, sebagai titik temu utama berbagai Pergerakan Mahasiswa Islam tersebut. Hal ini pun direspon sampai kampus hijau UNS tepatnya Fakultas Ekonomi ketika yang membentuk PHBI (Panitia Hari Besar Islam) dan kemudian berganti nama menjadi BPPI (Badan Pengkajian Pengamalan Islam) pada tahun 1982. (HT/Ktm/14)

Referensi: Buku Menuju Kemenangan Dakwah Kampus: Ahmad Atian.

Nilai Artikel

0 comments :

Posting Komentar