7 Agt 2013

Tradisi Saat 'Idul Fitri di Berbagai Negara



‘Idul Fitri atau yang juga dikenal lebaran, sebuah hari yang sangat membahagiakan umat Islam di dunia. Hari special yang menandai berakhirnya waktu shaum dan kembalinya umat Islam untuk berbuka ini disambut oleh kaum Muslimin dari segala penjuru, dari anak kecil sampai yang tua.



Masih terkait ‘Idul Fitri, umat Islam di berbagai belahan dunia menyambutnya dengan berbagai cara yang berbeda-beda. Bagaimana saja?



Australia

Umat Islam di negara yang terkenal dengan kanggurunya ini merayakan Lebaran dengan cukup meriah. Hal ini tentu sangat istimewa mengingat Australia bukan negara Muslim. Perusahaan memberikan toleransi kepada karyawan yang muslim untuk mendapatkan libur. Kawasan yang mayoritas dihuni muslim pun dapat menggunakan jalanan umum untuk melakukan salat Id. Australia memang negara sekuler yang memberikan kebebasan kepada masyarakatnya untuk mempraktekkan ajaran agamanya masing-masing.


Saudi Arabia

Di Riyadh, ibukota Saudi Arabia, perayaan Lebaran kental dengan kesenian. Sejumlah pergelaran diadakan, misalnya teater, baca puisi, parade, dan pertunjukan musik. Masyarakat Arab mendekorasi rumahnya agar terlihat meriah dan menarik. Bila Indonesia punya ketupat dan opor ayam, Saudi Arabia punya daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Tradisi ini juga diterapkan di di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.


China

Mengunjungi makam leluhur, membersihkan, dan mempersembahkan doa adalah tradisi umat muslim di sana. Tradisi doa ini pun dilakukan khusus untuk menghormati ratusan ribu muslim yang tewas selama Dinasti Qing dan Revolusi Kebudayaan. Lebaran ditetapkan sebagai hari libur, dan saat itu kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih. Sedangkan para wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tertutup. Seusai salat Id, umat muslim makan-makan dan bersilaturahmi.



Malaysia

Tradisi merayakan Lebaran di negeri tetangga ini ternyata tak jauh berbeda dari masyarakat di Indonesia. Malah bisa dibilang sangat mirip. Sebagai hidangan khas, masyarakat Malaysia makan ketupat, lemang, lontong, dan rendang. Setelah salat Id, mereka berziarah ke makam kerabat. Di rumah, anak-anak akan memberikan hormat kepada orang tua. Orang yang sudah dewasa dan berpenghasilan memberikan uang kepada kerabat yang lebih muda.

Fiji

Di negara kecil yang terletak di kawasan Samudera Pasifik ini pun terdapat tradisi serupa. Mayoritas masyarakat di negara tersebut memang non-muslim. Namun, ada tradisi unik dalam perayaan Idul Fitri di Fiji berupa hidangan spesial, yakni samai, mi manis yang dicampur dengan susu. Samai disajikan bersama samosas, sejenis kari ayam atau daging. Uniknya, hanya kaum pria yang datang ke masjid untuk salat Id. 



Amerika Serikat

Seperti dikutip dari laman VOA, komunitas masyarakat muslim yang ada di negara ini menginformasikan datangnya hari raya Lebaran melalui sambungan telepon ataupun Internet (e-mail). Uniknya, karena mayoritas muslim di sana merupakan kalangan imigran, maka pakaian yang dikenakan berwarna-warni sesuai dengan negara asalnya. Selesai salat, mereka saling mengucapkan Happy Eid atau Eid Mubarak antar-sesama jemaah salat Id, para kenalan dekat, dan kaum kerabat.

Benua Eropa

Di Eropa, perayaan Idul Fitri tidak dilakukan dengan begitu semarak. Di Inggris misalnya, Idul Fitri tidak diperingati sebagai hari libur nasional. Kaum muslimin di Inggris harus mencari informasi tentang hari Idul Fitri. Biasanya, informasi ini didapat dari Islamic Centre terdekat atau dari milis Islam. Idul Fitri dirayakan secara sederhana di Inggris. Khotbah disampaikan oleh Imam masjid setempat, dilanjutkan dengan bersalam-salaman. Biasanya di satu area dimana terdapat banyak kaum Muslimin disana, kantor-kantor dan beberapa sekolah di area tersebut akan memberikan satu hari libur untuk kaum muslimin. Untuk menentukan hari Idul Fitri sendiri, para ulama dan para ahli agama Islam sering mengadakan rukyat hisab untuk menentukan hari raya Idul Fitri.

Austria, negara yang terletak di Eropa Tengah dan beribukota Vienna ini mempunyai tradisi unik selama bulan puasa. Walaupun hanya 4% penduduknya yang menganut agama Islam, namun tradisi memberikan paket lebaran untuk keluarga miskin dan hadiah lebaran untuk anak-anak yatim piatu di Palestina tetap terjaga. Feeding Fasting Palestinians ini sukses membuat umat Islam di Austria berbondong-bondong memberikan sebagian hartanya untuk sesama umat Islam di Palestina yang disalurkan oleh lembaga-lembaga sosial di Palestina.

Hebatnya lagi, kerukunan beragama di Austria tetap terjaga. Terbukti dengan narapidana muslim di Austria mendapatkan makanan untuk sahur dan berbuka dengan menu daging yang halal. Mereka pun diizinkan menunaikan shalat tarawih.

Masih di Eropa, yaitu Albania, Negara yang berada di semenanjung Balkan, daerah Eropa bagian tenggara. Satu lagi negara Eropa yang punya tradisi unik selama bulan Ramadhan, yaitu pagelaran Lodra. Sebuah pagelaran seni memukul bedug Lodra yang memiliki dua buah tabung, masing-masing menggunakan kulit kambing dan domba. Alat pemukulnya pun terbuat dari bahan yang berbeda sehingga menghasilkan suara yang berbeda pula. Biasanya, Lodra dimeriahkan juga dengan alat tiup dan perkusi. Pertunjukan ini juga bisa ditonton ketika sahur atau buka puasa.

Albania memiliki menu buka puasa yang khas yaitu, Byrek. Byrek adalah semacam kue pie yang berisi bayam, keju, dan daging. Tampilannya serupa dengan martabak telur. Menu buka puasa lainnya yang khas yaitu roti Pita yang disajikan dengan olesan keju, krim , dan mentega.



Suriname

Negara yang berada di daratan Amerika Selatan ini bisa dikata memiliki kedekatan psikologis dengan Indonesia. Sebab, sebagian penduduk Suriname merupakan keturunan suku Jawa yang dikirim ke negeri itu sebagai kuli kontrak pada masa penjajahan Belanda. Tradisi Ied Mubarok (Lebaran) di negara ini bisa dibilang sangat unik karena penetapan hari Lebaran dilakukan berdasarkan penghitungan mereka sendiri. Mereka menggunakan prajangka atau penghitungan ala primbon Jawa peninggalan nenek moyang sejak ratusan tahun lalu.


Mesir

Ketika bulan Ramadhan, Kairo berubah menjadi kota sejuta lampu. Tradisi memasang lampu tradisional di semua rumah sudah dimulai sejak zaman Dinasti Fattimiyah. Lampu yang dipasang disebut dengan lampu Fanus. Tujuan dari tradisi ini adalah untuk menyambut kedatangan pasukan Raja Mesir yang akan berkunjung ke Kairo. Jadi jangan heran ya kalau sebelum bulan puasa, warga Kairo ramai-ramai berbelanja lampu.
Negara yang datarannya didominasi oleh gurun ini memiliki menu khas berbuka puasa yaitu Medames dan Molokheya. Medames merupakan menu sederhana berbahan utama Broad Bean atau Fava Bean yang ditumbuk kemudian ditumis dengan minyak zaitun, cacahan parsley, bawang putih, bawang merah, dan sari jeruk lemon.



Sedangkan Molokheya sendiri tampilannya seperti sup bayam. Hanya saja, tidak menggunakan bayam melainkan daun Corchorus yang sering dijumpai pada sajian Timur Tengah atau Afrika . Rasanya sedikit pahit dan kuahnya terasa ‘tebal’ seperti kari. Biasanya sup ini ditambahkan dengan daging ayam, daging kambing, atau daging kelinci.



Ketika hari Lebaran tiba, anak-anak Mesir menyanyi lagu Ahlan wa sahlan bi al-‘id. Farhan, farhan bi al-id (Selamat datang, selamat datang Hari Raya. Bergembiralah, bergembiralah pada hari raya).
Di Mesir, Idul Fitri tidak disambut semeriah di Indonesia. Karena itu, Idul Fitri sering disebut Id el-Shogayar atau Hari Raya Kecil, sedangkan Idul Adha disebut Idul Kabir (Hari Raya Besar), karena dirayakan jauh lebih meriah.
Meskipun demikian Idul Fitri di Mesir tetap menjadi perayaan kegembiraan yang cukup menarik disimak. Anak-anak kecil bermain-main dan meluapkan kegembiraan dengan baju-baju baru mereka. Makanan khas pada hari lebaran ini berupa biskuit manis yang disebut kahk.


Iran

Suasana ‘Idul Fitri di Iran cenderung biasa-biasa saja karena muslim Iran adalah pengikut ajaran Syiah, ‘Idul Fitri di Iran adalah perayaan personal dan kurang semarak.
Dihiasi dengan Shalat Id berjamaah di masjid dan lapangan kemudian dilanjutkan dengan acara silaturahmi keluarga. Acara ditutup dengan pemberian makanan dari keluarga kaya kepada yang papa.


Turki

Festival Gula atau Seker Bayram merupakan nama untuk Idul Fitri bagi orang Turki. Kemungkinan sebutan ini muncul karena tradisi mereka saling mengantarkan manisan pada Hari Raya Idul Fitri. Ucapan khas lebaran adalah Bayraminiz Kutlu Olsun atau Bayraminiz Mübarek Olsun (Semoga bayram-mu menjadi berkah). Perayaan besar ditandai dengan silaturahmi, mengenakan baju baru dan saling mengunjungi.Seperti tradisi sungkem di Indonesia, anak-anak di sana juga bersalaman dan sembah sujud kepada orang tua. Kemudian orang tua membalas dengan ciuman di kedua pipi sebagai simbol kasih sayang. Setelah itu, anak-anak pun mendapatkan hadiah berupa uang koin, permen, atau manisan. Selain zakat fitrah, penggalangan dana bagi kaum miskin dilakukan lewat acara sosial dan pertunjukan hiburan.


Afrika Selatan

Setiap tahun, orang-orang akan berkumpul di Green Point, Cape Town, untuk menyaksikan datangnya hari terakhir Ramadan bersama kerabat sambil berbuka puasa. Setelah magrib, biasanya diumumkan tentang datangnya hari raya Lebaran. Masyarakat lalu berkesempatan untuk melaksanakan salat Id yang dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara.


India, Pakistan, Bangladesh

Di Bangladesh, India, dan Pakistan, malam sebelum Idul Fitri disebut Chand Raat, atau malam bulan. Orang-orang mengunjungi berbagai bazar dan mal untuk berbelanja, dengan keluarga dan anak-anak mereka. Para perempuan, terutama yang muda, seringkali satu sama lain mengecat tangan mereka dengan bahan tradisional hennadan serta memakai rantai yang warna-warni.
Cara yang paling populer di Asia Selatan selama perayaan Idul Fitri adalah dengan mengucapkan Eid Mubarak kepada yang lain. Anak-anak didorong untuk menyambut para orang tua. Didalam penyambutan ini, mereka juga berharap untuk memperoleh uang, yang disebut Eidi, dari para orang tua.
Di pagi Idul Fitri, setelah mandi dan bersih, setiap Muslim didorong untuk menggunakan pakaian baru, bila mereka bisa mengusahakannya. Sebagai alternatif, mereka boleh menggunakan pakaian yang bersih, yang telah dicuci. Orang tua dan anak laki-laki pergi ke masjid atau lapangan terbuka, tradisi ini disebut Eidgah, salat Ied, berterimakasih kepada Allah karena diberi kesempatan beribadah di bulan Ramadan dengan penuh arti. Setiap Muslim diwajibkan untuk membayar Zakat Fitri atau Zakat Fitrah kepada fakir miskin, sehingga mereka dapat juga turut merayakan hari kemenangan ini.



Setelah shalat, perkumpulan itu dibubarkan dan setiap Muslim saling bertamu dan menyambut satu sama lain termasuk anggota keluarga, anak-anak, orang tua, teman dan tetangga mereka.
Sebagian Muslim juga berziarah ke makam anggota keluarga mereka untuk berdoa bagi keselamatan almarhum. Biasanya, anak-anak mengunjungi sanak keluarga dan tetangga yang lebih tua untuk meminta maaf dan mengucapkan salam.
Setelah bertemu dengan teman dan sanak keluarganya, banyak orang yang pergi ke pesta-pesta, karnaval, dan perayaan khusus di taman-taman (dengan bertamasya, kembang api, mercon, dan lain-lain). Di Bangladesh, India, dan Pakistan, banyak dilakukan bazar, sebagai puncak Idul Fitri. Sebagian Muslim juga memanfaatkan perayaan ini untuk mendistribusikan zakat mal, zakat atas kekayaannya, kepada orang-orang miskin.
Dengan cara ini, umat Muslim di Asia Selatan merayakan Idul Fitri dalam suasana yang meriah, sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah, dan mengajak keluarga mereka, teman, dan para fakir miskin, sebagai rasa kebersamaan.


‘Idul Fitri

Memang terdapat perbedaan dalam cara menyambut dan merayakan ‘Idul Fitri di berbagai belahan dunia. Dan memang itu keanekaragaman budaya di masing-masing tempat.
Namun begitu, ada beberapa hal yang harus diketahui umat Islam dalam merayakan ‘Idul Fitri. Agar ‘Idul Fitri bukan hanya sekedar perayaan, namun lebih dari itu, merupakan salah satu syiar Islam, maka ada beberapa hal yang harus kita ketahui.
[1] ‘Idul Fitri bukannya tanda selesai beribadah. Jadi pasca Ramadhan, istiqomahkan ibadahnya. Tetap ramaikan masjidnya, tetap dibaca Al Qur’annya. Apa artinya istilah ‘hari kemenangan’ bila pasca Ramadhan, ibadahnya malah loyo. Mana sisi ‘kemenangannya’ kalau begitu?
[2] Jaga shalat wajibnya. Banyak kasus, karena asyik bersilaturahmi, justru shalat wajib ditunda dan diakhirkan tanpa ‘uzur syar’i. Padahal shalat adalah tiang agama.
[3] Gunakan pakaian yang terbaik, tapi tidak berlebihan dan sesuai syariat Islam. Misalnya, yang wanita juga tetap mengindahkan batasan aurat.
[4] Perbanyak takbir di malam ‘Id sampai sebelum shalat ‘Id. Jangan habiskan waktu dengan ngobrol doang, dong. Hari raya gituu..
[5] Ucapan selamat hari raya. Al-Hafiz Ibnu Hajar mengatakan, “Dari Jubair bin Nufair; beliau mengatakan, ‘Dahulu, apabila para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saling bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan, ‘Taqabbalallahu minna wa minkum.”” (Sanadnya hasan; Fathul Bari, 2:446). Tentang ucapan selamat dengan versi yang lain, di antara ulama seperti Syeikh Muhammad bib Shalih al-Utsaimin membolehkan ucapan selamat dengan ungkapan ‘ied mubarak dan semisalnya. Hanya saja, apa yang menjadi kebiasaan para sahabat tentu lebih baik.
Nah, gimana perayaan ‘Idul Fitri di tempatmu?

Nilai Artikel

1 komentar :

  1. Selamat Datang di Website OM AGUS
    Izinkan kami membantu anda
    semua dengan Angka ritual Kami..
    Kami dengan bantuan Supranatural
    Bisa menghasilkan Angka Ritual Yang Sangat
    Mengagumkan…Bisa Menerawang
    Angka Yang Bakal Keluar Untuk Toto Singapore
    Maupun Hongkong…Kami bekerja tiada henti
    Untuk Bisa menembus Angka yang bakal Keluar..
    dengan Jaminan 100% gol / Tembus…!!!!,hb=085-399-278-797
    Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual
    Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar
    dengan sangat Membutuhkan
    Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus
    OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya
    dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!!
    Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini
    1. Di Lilit Hutang
    2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
    3. Barang berharga Anda udah Habis Buat Judi Togel
    4. Anda Udah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang

    Jangan Anda Putus Asa…Anda udah
    berada Di blog yang sangat Tepat..
    Kami akan membantu anda semua dengan
    Angka Ritual Kami..Anda
    Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya
    Saja… Jika anda Membutuhkan Angka Ghoib
    Hasil Ritual Dari=OM AGUS, 2D,3D,4D
    di jamin Tembus 100% silahkan:
    Hub : (OM AGUS)
    (085-399-278-797) atau klik http://togelmalaysia34.blogspot.com/

    BalasHapus