OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

10 Apr 2016

OCEAN 2016


OCEAN 2016
“Pemuda merupakan pilar kebangkitan umat. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya”(Hasan Al Banna). Pemuda menjadi tonggak generasi penerus bangsa yang selalu diliputi mimpi-mimpi besar menuju peradaban yang tinggi guna menuju Indonesia baru yang lebih beraqidah, bermoral, menjunjung nilai-nilai hukum, budaya, serta memiliki perekonomian yang kuat untuk Kesehjateraan Umat di indoensia. Maka dari itu perlu dicetak Ekonom -Ekonom Rabbani yang  memiliki Jiwa Peduli terhadap masalah umat saat ini, rasa Kasih Sayang untuk melindungi satu sama lain, serta memiliki  Pemikiran-pemikiran yang berasakan Al-Quran dan As-Sunnah, untuk Masa Depan Perekonomian Indonesia yang lebih baik.    Atas dasar Harapan  inilah, BPPI FEB UNS sebagai Lembaga  Dakwah  Fakultas FEB UNS turut berperan aktif dalam  membentuk generasi Penerus Bangsa dengan  sasaran  Mahasiswa dan, dapat menjadi  teladan  bagi masyarakat disekitarnya melalui sebuah acara yang dikemas dengan  nama  “OCEAN 2016” yang termasuk dalam rangkaian  “SIFT (Sebelas maret Islamic Festival) 2016”  bertemakan ”Intelectual Muslim and the Glory Of Indonesia”.

Nama Lomba
OCEAN 2016

Tema Lomba Essay dan Poster
Ekonom Rabbani untuk Kejayaan Indonesia
Lomba Essai Ekonomi
Subtema            
1.Penerapan Zakat,Infaq dan Shodaqoh dalam Pemerataan Distribusi Ekonomi Masyarakat
2.Strategi Peningkatan Daya Saing UMKM Syariah pada Era Globalisasi
3.Penerapan Karakter Ekonom Rabbani Ideal di Era MEA

Lomba Poster Dakwah Ekonomi
Subtema             : 
1.Profil Ideal Ekonom Muslim Sejati
2.Edukasi Hukum Muamalah Halal-Haram
3.Ekonomi Syariah dan MEA

Teknis Pendaftaran Peserta
1.   Peserta mendaftarkan diri dengan mengisi formulir pendaftaran yang bisa didownload di sini
2.   Selanjutnya peserta mengirimkan biaya pendaftaran lomba (Untuk Lomba Essai Rp35.000 dan Lomba Poster Dakwah Rp25.000) ke rekening Bank Muamalat 8510022843 atas nama Chaliditha Mayesti
3.  Pendaftaran dilakukan paling lambat tanggal 10 Mei 2016 dengan mengirimkan hasil scan formulir pendaftaran, Kartu Tanda mahasiswa, dan slip pembayaran berbentuk softfile (.pdf). File disatukan dalam satu folder dengan format (.rar atau .zip) dikirim ke email siftbppi16@gmail.com
4.       Peserta yang telah mengirimkan uang pendaftaran  diwajibkan melakukan konfirmasi via SMS ke nomor 085702477801 (Ditha) paling lambat 1x24 jam setelah melakukan pendaftaran. Dengan format : SIFT2016_Nama Lengkap_Asal Perguruan Tinggi_Judul Karya (3 Kata depan)_Nama Pemilik Rekening Penyetor_Jam Pembayaran
Contoh : SIFT2016_Eru Chitanda_UNS_Syariah Circle Strategy_ eruchitanda_13.30

Syarat Ketentuan Lomba Esai dan Lomba Poster
1.    Peserta terdaftar sebagai mahasiswa D3/S1 aktif di PTN/PTS seluruh Indonesia dibuktikan dengan scan Kartu Tanda Mahasiswa.
2.      Lomba bersifat individu/perorangan untuk semua kategori lomba.
3.      Peserta hanya dapat mengirimkan satu karya untuk masing – masing kategori.
4.     Karya yang dikumpulkan merupakan karya asli perseorangan yang belum pernah diikutsertakan dalam berbagai macam kompetensi baik tingkat regional maupun internasional dibuktikan dengan mengisi Formulir Orisinalitas Karya yang tergabung dengan Formulir Pendaftaran.
5.   Untuk kategori lomba ESSAY, peserta mengumpulkan karya berupa softfile (.word dan .pdf). Untuk kategori lomba poster, peserta mengumpulkan karya berupa softfile (.jpg). karya dikirimkan ke alamat email siftbppi16@gmail.com paling lambat hari Selasa, tanggal 10 Mei 2016, dengan format subjek :
·    SIFT2016_ESSAI_Nama lengkap_Asal Perguruan Tinggi_3 Kata pertama judul Essai (untuk Essay)
·         SIFT2016_POSTER_Nama Lengkap_Asal Perguruan Tinggi (untuk Poster)
6.       Setelah Mengirimkan Karya via E-mail, Peserta diwajibkan konfirmasi ke nomor 085702477801 (Ditha) dengan format
·    SIFT2016_ESSAI_Nama lengkap_Asal Perguruan Tinggi_3 Kata pertama judul essai (untuk Essay)
·         SIFT2016_POSTER_Nama Lengkap_Asal Perguruan Tinggi (untuk Poster)
7.   Dari setiap kategori Lomba akan dipilih 3 finalis yang selanjutnya akan diundang ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) untuk mempresentasikan karyanya dan memperebutkan juara 1,2 dan 3
8.   Pengumuman Finalis akan diumumkan pada hari Sabtu  tgl 14 Mei 2016 yang dipublikasikan melalui website bppi bppiuns.blogspot.com. Dan kepada para finalis akan di hubungi oleh panitia via-SMS guna mendapatkan pengarahan selanjutnya.
9.   Pendiskualifikasian akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran dan kecurangan dalam mengikuti lomba dan apabila terdapat persyaratan yang belum dipenuhi oleh peserta.

Ketentuan Penulisan Essai
1.    Tema dan judul harus berkaitan dengan tema umum “Ekonom Rabbani untuk Kejayaan Indonesia”        dan subtema yang dipilih.
2.    Menggunakan Bahasa Indonesia sesuai dengan EYD.
3.    Menggunakan ukuran kertas A4, huruf Times New Roman, ukuran 12, spasi 1,5, dan margin Left 4,      Top, Bottom, Right 3.
4.    Maksimal 1500 kata.
5.    ESSAY dikirimkan dalam bentuk softfile (.word dan .pdf).
6.    Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Ketentuan Pembuatan Poster
1.    Poster dibuat sesuai subtema pilihan dan merupakan karya asli yang dapat dipertanggungjawabkan, belum pernah dipublikasikan dan dilombakan.
2.    Poster wajib mencantumkan logo BPPI FEB UNS.
3.    Poster dikirimkan dalam bentuk A3, bentuk softfile (.jpg).
4.    Karya tidak diperkenankan menyinggung SARA, pornografi dan unsur promosi.
5.    Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Penghargaan
Lomba ESSAY
1.       Juara 1 : Piala Dekan FEB UNS + Piagam Penghargaan + Uang Pembinaan Rp 1.500.000
2.       Juara 2 : Piala Dekan FEB UNS + Piagam Penghargaan + Uang Pembinaan Rp 1.250.000
3.       Juara 2 : Piala Dekan FEB UNS + Piagam Penghargaan + Uang Pembinaan Rp 1.000.000
Lomba POSTER
1.       Juara 1 : Piala Dekan FEB UNS + Piagam Penghargaan + Uang Pembinaan Rp 1.250.000
2.       Juara 2 : Piala Dekan FEB UNS + Piagam Penghargaan + Uang Pembinaan Rp 1.000.000
3.       Juara 3 : Piala Dekan FEB UNS + Piagam Penghargaan + Uang Pembinaan Rp 750.000
# Seluruh Peserta yang mengirimkan Karya berhak mendapat E-Sertifikat dari Panitia

Tanggal Penting
1.      Pendaftaran dan Pengumpulan Karya        : 10 April 2016 – 10 Mei 2016
2.      Pembayaran Pendaftaran                            : 10 April 2016 – 10 Mei 2016
3.      Pengumuman Finalis                                  : 14 Mei 2016
4.      Teknikal Meeting Finalis                            : 20 Mei 2016
5.      Presentasi Karya                                         : 21 Mei 2016
6.      Pengumuman Pemenang                            : 21 Mei 2016

Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :
Contact Person
Muhammad Yahya Ayyasy      0896-5213-0214
Riskah Alfiani                          0857-0427-7617
UKM BPPI FEB UNS
Fb                     : Bppi Feb Uns
E-mail              : siftbppi16@gmail.com
Website            : bppiuns.blogspot.com
Twitter             : @bppifebuns


19 Sep 2015





Ayo, ikut Wisata Hati 2015. Dijamin seru dan bermanfaat.
BPPI 2015 #Semangat Bermanfaat

11 Sep 2015

Coming Soon di bulan Oktober 2015. BBM (Bincang-Bincang Muslimah).
Tema  "Hijrah (Is My Way and My Choice)
Dengan Bintang Tamu/Pembicara
1. Ria Ricis (Artis/Selebgram)
2. ????

Ayo, buruan dapetin tiketnya dan raih manfaatnya...
BPPI 2015 #SemangatBermanfaat


OPREC Magang BPPI






Yuk, bagi kalian mahasiswa muslim FEB UNS yang suka berorganisasi sambil belajar mendalami ilmu agama Islam bergabunglah dengan kami di BPPI (Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam).
Persyaratan :
1. Mahasiswa aktif FEB UNS S1/D3
2. Islam
3. Memiliki keinginan aktif untuk belajar.

Alur Pendaftaran
1. Daftar via SMS dengan cara ketik : Magang_Nama_Jurusan/Angkatan_Bidang yg dipilih lalu kirim ke CP
2. Mengisi form pendaftaran yang ada di stand BPPI di lorong BMT pukul 09.00-15.00
3. Melakukan tes wawancara
4. Pendaftaran dan wawancara mulai dari tanggal 9-15 September 2015.

CP :  085743772037  (Putra)
         081255809044  (Putri)

3 Jun 2015

WASPADAI “MONSTERISASI” DAN KRIMINALISASI DAKWAH ISLAM


Sebagaimana ramai diberitakan, Kemenkominfo memblokir 19 media Islam online sejak minggu (29/3). Pemblokiran itu didasarkan pada laporan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Oleh BNPT, semua situs Islam tersebut dituding menyebarkan paham radikal (Antara News.com)
Reaksi keras dari berbagai pihak bermunculan. Pemblokiran itu dianggap serampangan dan terkesan menyasar dakwah Islam. Karena reaksi keras masyarakat, Kemenkominfo dan BNPT akhirnya terkesan saling lempar tanggung jawab dan tak mau disalahkan. Kemenkominfo mengaku hanya pelaksana teknis pemblokiran. Pemblokiran dilakukan karena usulan dari BNPT. Sebaliknya BNPT menyatakan bahwa pihaknya hanya melaporkan bahwa ada berita-berita yang dianggap negatif seperti terkait radikalisme kepada Kemenkominfo.
Pemandangan ini menyiratkan cara pemerintah mengatur negeri ini amburadul. Tontonan ini melengkapi permasalahan serupa yang terjadi ketika pemerintahan Jokowi-JK yang baru berlangsung beberapa bulan ini.
Waspadai ‘Monsterisasi’ dan Kriminalisasi Dakwah Islam
Kebijakan pemerintah yang sewenang-wenang dalam memblokir situs dakwah Islam dikhawatirkan menjadi semacam proses ‘monsterisasi’ dan kriminalisasi ajaran dan dakwah Islam. Monsterisasi terjadi karena pemblokiran situs-situs Islam itu dikhawatirkan akan membangun gambaran negatif tentang Islam dan ajarannya. Akibatnya, dalam masyarakat akan tertanam kesan bahwa ajaran Islam seolah monster yang menakutkan.
Tindakan sewenang-wenang pemerintah juga akan menambah daftar kriminalisasi terhadap ajaran, simbol dan dakwah Islam. Hanya karena membawa bendera tauhid, misalnya orang dicap sebagai simpatisan ISIS. Hanya karena memakai cadar, seorang muslimah dicurigai sebagai anggota kelompok radikal, dan lain sebagainya.
Jihad yang merupakan bagian dari ajaran Islam, dianggap sebagai kejahatan. Salah satu kriteria radikal ala BNPT adalah memaknai jihad secara terbatas. Dengan kriteria itu, jihad dalam makna perang dan seruan untuk itu dianggap sebagai tindakan kriminal. Padahal jihad dalam kitab-kitab fikih para fuqaha secara syar’i dimaknai perang di jalan Allah SWT untuk meninggikan kalimat-Nya baik langsung maupun tidak langsung. Memang benar, secara bahasa jihad bermakna mengerahkan segala daya upaya. Namun, menjadikan makna bahasa itu sebagai makna jihad secara syar’i justru akan membelokkan konsep jihad. Sebab jihad itu berkaitan dengan banyak hukum termasuk hukum tentang syahidnya orang yang meninggal dalam keadaan jihad.
Memaknai jihad secara syar’i sebagai perang di jalan Allah SWT tidak serta merta menjadikan orang melakukan tindak kekerasan. Pasalnya, banyak hukum dan ketentuan syariah menjelaskan bagaimana jihad itu dilaksanakan. Menyimpulkan bahwa makna jihad sebagai perang akan mengantarkan orang melakukan kekerasan merupakan kesimpulan yang sembrono atau bodoh.
Pemblokiran situs Islam dan propaganda besar-besaran seputar radikalisme juga akan berpotensi menjadikan masyarakat takut untuk sekedar mendengarkan dakwah Islam melalui pengajian. Lebih buruk lagi jika akhirnya kriminalisasi itu kebablasan, misalnya dengan menganggap seruan penerapan syariah dan penegakan Khilafah ar-Rasyidah sebagai ancaman.

Rahmatan lil Alamin itu menjadi sifat dari Islam secara keseluruhan : akidah, syariah dan hukum-hukumnya termasuk khilafah, jihad, hudud, dll. Karena itu, rahmatan lil alamin secara sempurna hanya akan terwujud ketika Islam secara keseluruhan diterapkan secara nyata di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Penerapan Islam secara menyeluruh itu tidak lain melalui Khilafah ar Rasyidah ‘ala minhaj an Nubuwwah. Dengan demikian justru penerapan syariah secara totalitas dalam institusi Khilafah ar Rasyidah ‘ala minhaj an Nubuwwah itulah yang harus diperjuangkan untuk mewujudkan rahmatan lil alamin. Maka seketika itu pula benar-benar terjadi keberkahan meliputi negeri dari segala sisi. 

Salah Tafsir : Buka Puasa Dengan Makanan dan Minuman yang Manis Ternyata Tidak Baik Bagi Tubuh.


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan. Bulan dimana amalan yang kita perbuat akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Dalam bulan puasa, hal yang paling dinanti adalah saat adzan maghrib. Dimana saat itu, umat muslim diwajibkan untuk membatalkan puasa dan menyegerakan berbuka. Sering kita dengar kalimat “Berbukalah dengan makanan atau minuman yang manis”. Konon, hal itu dicontohkan oleh Rasullullah SAW. Benarkah demikian? Mari kita kaji bersama-sama.
Dari Anas bin Malik berkata : “Rasullullah berbuka dengan rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat. Jika tidak ada rutab, maka beliau berbuka dengan kurma kering sambil meneguk air”. Ahmad dan Abu Dawud juga meriwayatkan dalam haditsnya : “ Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci”. Jadi Rasullullah bila berbuka, maka beliau makan kurma. Kalau tidak mendapatkan kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Pertanyaannya, samakah kurma dengan manisan? Tentu tidak. Kurma adalah karbohidrat kompleks. Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis adalah karbohidrat sederhana. Darimana asal-muasal sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Hal ini malah berkembang dalam masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis merupakan sunah Rasul. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang manis (penuh dengan gula) justru merusak kesehatan.
Berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang manis dapat merusak kesehatan, karena ketika berpuasa kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana dicontohkan oleh Rasullullah adalah karbohidrat kompleks bukan karbohidrat sederhana (gula). Karbohidrat kompleks untuk menjadi glikogen diperlukan proses, sehingga membutuhkan waktu. Sebaliknya, kalau mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis-manis gula darah langsung melonjak naik. Hal ini tidak sehat bagi kesehatan tubuh.
Sekarang mari kita bicara mengenai indeks glikemik (GI). Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan yang diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glycemic index dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respon insulin. Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Sebisa mungkin mereka akan mengkonsumsi makanan yang indeks glikemiknya rendah. Hal ini, karena makin tinggi respon insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Timbunan lemak inilah yang sebisa mungkin mereka hindari.
Dalam puasa kita harus mampu menahan lapar dan dahaga selama kurang lebih 15 jam. Otomatis perut kita kosong. Jadi kalau seharian perut kosong dan langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi), maka respon insulin dalam tubuh melonjak. Dengan demikian, tubuh akan makin cepat menimbun lemak.
Salah seorang sufi menganjurkan apabila berbuka puasa jangan langsung makan dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah sholat, makan nasi seperti biasa. Jangan sering makan yang manis-manis, karena dapat merusak badan dan menimbulkan penyakit. Beliau juga menyarankan agar tidak terlalu sering makan kurma, karena kurma di Indonesia berupa manisan kurma dan bukan kurma asli. Manisan kurma, kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya. Beliau juga menyarankan untuk makan nasi bila berbuka. Karena, nasi merupakan karbohidrat kompleks dan memerlukan waktu untuk diproses dalam tubuh. Sehingga respon insulin dalam tubuh tidak langsung melonjak. Karena respon insulin rendah, maka timbunan lemak yang terdapat dalam tubuh juga sedikit.
Banyak sekali orang yang makan dan minum yang manis-manis saat berbuka puasa, justru tubuhnya semakin gemuk karena ada timbunan lemak di daerah perut, pinggang, paha, belakang lengan, pipi dan sebagainya. Hal ini karena mereka langsung membanjiri tubuh dengan makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi, sehingga tubuh menimbun lemak.
Kesimpulan saya, “Berbukalah Dengan yang Manis-Manis” merupakan paham yang kurang tepat dan terlalu tergesa-gesa. Karena berbuka puasa dengan kurma merupakan sunah Rasul, maka muncul anggapan bahwa disunahkan berbuka puasa dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kalimat ini menjadi suatu paham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru ditengah masyarakat. Jadi saran saya, jangan mudah terpengaruh oleh paham yang begitu melekat di masyarakat. Periksa dulu kebenarannya.
Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

20 Mei 2015

H-29 Ramadhan


H-30 Ramadhan

"Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syetan"

(HR Bukhari dan Muslim)

3 Mei 2015

Do You Amazing Hero Woman?

Rubrik Muslimah,
Nisa' BPPI 2015
Oleh: SIW

Do You Amazing Hero Woman?
Semangat Pagi! Di edisi rubrik muslimah perdana kali ini kita akan membahas sosok amazing hero dari Indonesia. Sudah pada kenal ibu Raden Ajeng Kartini kan? Ya, memang selama ini sosok yang begitu digaungkan pengorbanannya sebagai seorang pahlawan perempuan hebat identik dengan pengorbanan ibu Raden Ajeng Kartini. Pun, ada fakta sebenarnya jauh sebelum itu, sejatinya telah lahir sosok muslimah luar biasa yang menjadi amazing hero berkat kerja keras, kegigihan dan pengorbanannya. Beliau sosok pahlawan perempuan hebat yang berasal dari tanah rencong. Belajar dari riwayat perjuangan beliau, semangat berjuang seakan bangkit karena beliau adalah seorang muslimah yang telah membuktikan bahwa menjadi pahlawan tak harus selalu didepan, menjadi pahlawan tak perlulah atas nama pencitraan, menjadi pahlawan sejatinya atas nama perjuangan yang tujuan utamanya buat menggapai keridhoanNya.
Back to the topic, who are the super amazing hero? Yap, kali ini kita sedang membahas sosok pahlawan wanita bernama ibu Malahayati. Perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh ini memiliki nama asli Keumalahayati. Ayah beliau bernama Laksamana Mahmud Syah, kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekiar 1530 1539 M. Adapun Sultan Salahuddin Syah ini adalah putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513 1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam. Garis keturunan dari para pejuang ini rupanya juga diwariskan kepada sosok pahlawan perempuan kita, Malahayati. Wanita agung kebanggaan tanah Nanggroe ini tumbuh dalam lingkungan intelek dan religius yang kuat, sehingga didalam darahnya mengalir semangat kegigihan dan semangat perjuangan. Hingga dewasa Malahayati menempuh pendidikan di Mahad Baitul Maqdis Akademi Militer Aceh yang dibangun dengan dukungan Sultan Turki Usmaniy. Pada tahun 1585- 1604, beliau memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Sidil Mukammil Alauddin Riaya Syah. Beliau memimpin 2000 pasukan Inong Balee (janda janda pahlawan yang telah tewas) berperang melawan kapal kapal dan benteng benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus mengalahkan pemimpin sekutu waktu itu, Cornelis de Houman, dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal dan mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.
Lebih hebatnya lagi, Malahayati adalah laksamana wanita pertama didunia. Kisah Malahayati ini tercatat dalam catatan seorang wanita Belanda, Marie Van Zuchelen, dalam bukunya berjudul Vrouwlijke Admiral Malahayati. Sedikit petikan kata diatas tidakkah membuat kita berpikir sudah sampai sejauh mana perjuangan kita sebagai seorang wanita terlebih sebagai seorang muslimah yang katanya generasi penerus bangsa? Mestinya kita berkaca peran apa yang sudah kita mainkan untuk masa depan tanah air ini?
Sejatinya, untuk menjadi seorang pahlawan mestinya tak akan membuang waktu untuk memikirkan bagaimana ia akan dinilai dihadapan manusia. Tujuan utama ialah dengan bagaimana mereka bias meraih posisi terhormat dihadapan RabbNya. Bagaimana membela Negara dan agamanya tanpa mengurangi semangat untuk merdeka. Inspirasi ini marilah kita rekam dalam frasa ingatan kita dengan baik, lantas mewujudkannya dalam karya.
Karena kita wanita, generasi pencetak pemimpin negara. Karena kita muslimah, yang akan melahirkan umat penegak kalimatNya.
Karena kita bisa, untuk memulai semuanya dari titik dimana kini kita berada.

Salam 

Yakin masih tetep mau ngejar dunia?

Kita analogikan dunia adalah bayangan kita dan akhirat adalah diri kita. Mengejar dunia sama saja mengejar bayangan, dikejar sampai kapan pun tidak akan pernah dapat bahkan semakin menjauh.
Namun, ketika kita fokus berjalan ke depan, meniti jalan yg benar, penuh kehati-hatian, senantiasa di jalanNya, lihat tanpa diajak pun bayangan akan mengikuti kita. Begitu juga dengan akhirat. Ketika kita sibuk mempersiapkan dan mengejar untuk kehidupan akhirat tanpa diminta pun dunia yg akan mengejar kita. 
Yakin masih tetep mau ngejar dunia?

1 Mei 2015

Tentang Cinta

Suatu hari Anas ra bercerita bahwa pernah ada seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi Muhammad saw mengenai hari kiamat.

"Kapan kiamat tiba?" ujarnya

"Apa yang sudah kau persiapkan untuk menyambutnya?" kata Nabi.

"Tak ada, aku hanya mencintai Allah dan RasulNya," jawab orang tersebut.

Mendengar jawaban itu, Nabi kemudian bersabda, "Kau kelak akan bersama dengan orang yang kau cintai."

Anta ma'a man ahbata, kau kelak akan bersama dengan orang yang kau cintai. Senang nggak sih kalau kelak kita bisa berkumpul dengan orangtua, pasangan, sahabat, dan keturunan kita di surga? Pasti senang sekali bukan? 


Jika kita mencintai Allah, insya Allah kita akan bertemu denganNya dengan khusnul khotimah. Jika kita mencintai Rasulullah, insya Allah kelak kita akan dikumpulkan pula bersama Rasulullah di surgaNya. 

Aamiin~

8 Apr 2015

“PANGLIMA SOEDIRMAN DJANG TAK LEKANG DIMAKAN DJAMAN”

Meneladani Jenderal Sudirman, Kajian Fakultas Ekonomi FEB UNS
Press Release Kajian Fakultas Ekonomi
Badan Pengkajian Pengamalan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sebelas Maret
02 April 2015
“PANGLIMA SOEDIRMAN DJANG TAK LEKANG DIMAKAN DJAMAN”

Pembicara : Khalid Shibghatullah Robbani (Wapres BEM UNS Kabine Solid Berkarya)
Perform : Muhammad Abdullah ‘Azzam dan Luqman Hanif (Short Course dan Tilawah)
Lokasi : Depan Gedung UKM FEB UNS
Pelaksanaan : 16.35-17.45

Bismillah Alhamdulillah. BPPI berhasil mengadakan kafe kedua, dari target kuantitatif 25 kali kafe. Kajian ini alhamdulillah juga mengikuti dari tema kajian pertama, yaitu menjadi pemuda “amazing”. Untuk kafe kedua dilanjutkan dengan keteladanan dari pemuda hebat indonesia di zamannya, yaitu Jenderal Soedirman. Alasan mengapa kami memilih resensi tokoh jenderal soedirman adalah, karena beliau berjuang ketika indonesia berada pada titik kritisnya. Sebagaimana indonesia sekarang yang berada pada titik kritis ekonomi. Meskipun secara teritori tidak ada masalah berarti, tetapi secara mental dan perekonomian kita tengah terjajah. Harapannya, dengan meneladani jenderal soedirman peserta kafe dapat meresapi makna-makna perjuangan dan keteladanan yang beliau contohkan.
Untuk keberjalanan kafe, secara waktu dan tempat sesuai yang direncanakan. Kafe dilaksanakan di depan gedung UKM, dan tidak ada gangguan hujan. Sedangkan waktu memang ada alokasi keterlambatan persiapan hingga 30 menit dari waktu sebelumnya, pukul 16.00, karena alasan cuaca dan kehadiran pembicara. Kafe dimulai pukul 16.35, dipimpin oleh Agung Pria Atmaja, lalu dilanjutkan dengan tilawah dari Luqman Hanif. Seperti kafe sebelumnya, ada agenda pembukaan sebelum agenda inti, untuk memberikan manfaat lain bagi mahasiswa. Untuk pertemuan ini, pembukaan diisi oleh Muhammad Abdullah ‘Azzam, yang menyampaikan tentang tips perlindungan diri praktis. Mengapa demikian, hal tersebut kami pandang perlu dan ada hubungan dengan materi yang disampaikan juga. Sehingga, diharapkan peserta dapat menjadi peserta yang kuat dan dapat melindungi diri sendiri dari perilaku kejahatan.
Memasuki materi ini, dibawakan oleh wapres BEM UNS tahun lalu, di kabinet solid berkarya, Kholid Shibghatullah Robbani. Dengan kesimpulan bahwa jenderal soedirman dapat menjadi demikian karena memiliki 4 keunggulan. Yaitu keunggulan visi, yang mana visi beliau visi akhirat sehingga umur beliau bermakna besar bagi banyak orang. Beliau juga dibentuk di lingkungan yang terjaga, lingkungan pemimpin. Beliau juga berusaha memperoleh momentum, bukan menunggu momentum. Serta belajar dan mengajar. Dengan demikian maka kepribadian beliau lah yang mewujudkan sosok pemuda yang dapat diandalkan di masa itu.

-Bidang Syi’ar BPPI 2015
Resensi oleh Muhammad Abdullah ‘Azzam

1 Apr 2015

SELAMATKAN INDONESIA


Saudaraku, tentu kita semua tahu, saat ini Bumi Pertiwi tengan dibelit berbagai persoalan yang sangat berat. Bila belakangan banyak orang menyerukan Save KPK, lebih dari itu kita sesungguhnya memerlukan Save Indonesia. Karena, bila melihat beratnya persoalan yang mengancam negeri ini dan tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin negeri ini akan hancur. Mengapa ???
Pertama, saat ini Indonesia tengah berada dalam ancaman neoliberalisme dan neoimperialisme yang makin keras mencengkeram. Neoliberalisme adalah paham yang menghendaki pengurangan peran negara dalam ekonomi. Dalam pandangan neoliberalisme, negara dianggap sebagai penghambat utama penguasaan ekonomi oleh individu/korporat. Pengurangan peran negara dilakukan dengan cara :
1.    Privatisasi sektor publik seperti migas, listrik, jalan tol dan lain sebagainya
2.    Pencabutan subsidi komoditas strategis seperti migas, listrik, pupuk dll.
3.    Penghilangan hak-hak istimewa BUMN melalui berbagai ketentuan dan perundang-undangan yang menyetarakan BUMN dengan usaha swasta.
Jadi, neoliberalisme sesungguhnya merupakan upaya pelumpuhan negara, selangkah menuju korporatokrasi. Ketika itu, negara dikendalikan oleh persekutuan jahat antara politikus dan pengusaha. Akibatnya, keputusan-keputusan politik tidak dibuat untuk kepentingan rakyat, tetapi untuk kepentingan korporat (perusahaan) baik domestik maupun asing.
Ancaman neoliberalisme akan semakin besar dengan pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) mulai tahun 2015 ini. MEA, sebagaimana blok pasar bebas lain, merupakan strategi kekuatan kapitalis global untuk meluaskan hagemoninya, khususnya di kawasan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dalam pasar bebas, dihapus semua hambatan masuk (barrier to entry) baik tarif maupun non-tarif seperti regulasi, penetapan kouta, subsidi dan lainnya yang selama ini memang dibuat untuk melindungi produk dalam negeri. Jadi, MEA tak lain adalah pasar bebas yang akan membuka pasar negara-negara di kawasan ASEAN yang berpenduduk sekitar 600 juta bagi produk dan penanaman modal negara-negara kapitalis besar.
Kedua, gelombang demokratisasi di segala bidang pasca Reformasi, khususnya di bidang politik dengan pemberlakuan model pemilihan langsung untuk kepala negara dan kepala daerah serta pemilihan anggota legislatif berdasar suara terbanyak, telah memberikan kesempatan kepada kekuatan kapitalis global untuk lebih menancapkan pengaruhnya di Indonesia. Dengan kekuatan dana besarnya, mereka masuk dalam kontestasi politik di Indonesia. Harapannya, melalui orang-orang yang didukung, mereka bisa turut menentukan pemilihan pejabat publik dan memberikan arah kebijakan di masa mendatang. Bagi politikus pragmatis, tak jadi masalah menggadaikan kewenangan politik, yang penting mereka terpilih. Karena itu, pasca reformasi banyak sekali lahir kebijakan-kebijakan dan peraturan perundangan yang sangat liberal dan kental dipengaruhi kepentingan asing.
Keputusan rezim Jokowi-JK yang bergegas menaikkan harga BBM sesuai dengan harga pasar adalah salah satu bukti kebijakan yang sarat dengan kepentingan asing. Inilah yang diinginkan oleh perusahaan migas asing agar mereka bisa leluasa masuk di sektor niaga BBM. Ini bisnis yang sangat besar, mereka mengambil minyak di Indonesia, lalu diolah dan dijual di Indonesia, tetapi dengan harga internasional. Setiap tahun, perusahaan migas asing diperkirakan bisa meraup untung tak kurang dari Rp 150 triliun.
Di lapangan legislatif, intervensi asing juga sangat nyata. Menurut seorang anggota DPR, ada lebih dari 76 UU yang pembuatan draft-nya dilakukan pihak asing seperti UU Migas, UU PM, UU Kelistrikan, UU SDA, UU Perbankan dan sejenisnya yang jelas-jelas telah meliberalisasi sektor-sektor vital di Indonesia. Dari fakta inilah, kita menyebut bahwa negeri ini tengah dalam ancaman neoimperialisme.
Saudaraku, neoliberalisme dan neoimperialisme tentu saja berdampak sangat buruk buat kita semua. Diantaranya, tingginya angka kemiskinan dan kesenjangan ekonomi, kerusakan moral, korupsi dan kriminalitas yang makin merajalela. Banyaknya pejabat dan anggota legislatif yang menjadi tersangka korupsi menjadi bukti nyata perilaku mereka yang menghalalkan segala cara guna mengembalikan investasi politiknya. Selain itu, eksploitasi SDA secara brutal juga menunjukkan bagaimana para pemimpin negeri ini telah gelap mata dalam memperdagangkan kewenangannya sehingga membiarkan kekayaan alam yang semestinya untuk kesejahteraan rakyat itu dihisap oleh korporasi domestik maupun asing.
Sementara itu, demokrasi yang selama ini dipercaya sebagai sistem politik terbaik, yang akan mewadahi aspirasi rakyat, pada kenyataannya bohong belaka. Rakyat hanya diperhatikan pada saat kampanye atau sebelum pemilihan. Setelah terpilih, anggota legislatif, kepala daerah, bahkan presiden lebih memperhatikan para penyokongnya. Lahirnya UU Liberal dan lembeknya pemerintah di hadapan perusahaan asing seperti Freeport adalah bukti nyata pengabaian aspirasi rakyat serta ketundukan pemerintah pada kekuatan para cukong di dalam dan luar negeri. Jadi, dalam demokrasi tidak ada yang namanya kedaulatan rakyat yang ada adalah kedaulatan para pemilik modal.
Oleh karena itu, wahai saudaraku jelas sekali negeri ini harus segera diselamatkan. Tak ada pilihan lain kecuali dengan Islam, yakni dengan syariah dan khilafah. Jadi Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah.

Sumber : Hizbut Tahrir Indonesia, Edisi 749