OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

Tampilkan postingan dengan label Karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya. Tampilkan semua postingan

7 Nov 2014

MUSLIMAH DAY 2014


Muslimah Day merupakan program kegiatan dari bidang kemuslimahan yang diadakan dalam rangka mengapresiasi muslimah khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai salah satu unsur penting masyarakat kampus demi mewujudkan kemuliaan Islam. Pada tahun ini, Muslimah Day diisi  berbagai lomba inspiratif yang diwakili beberapa potensi minat bakat dengan mengusung tema "Mengambil Hikmah dari Muslimah Penginspirasi". Kegiatan seperti ini diharapkan mampu mengangkat kembali eksistensi muslimah sebagai kontributor pembangun peradaban Islam, yang disadari baik secara langsung atau tidak dalam beberapa tahun terakhir mulai meredup diiringi dengan banyaknya pemberitaan kurang baik tentang wanita muslim. Berikut syarat dan ketentuannya.

LOMBA INSPIRATIF
Ketentuan umum
* Peserta adalah mahasiswi aktif muslim FEB UNS
* Karya belum pernah diikutsertakan dalam lomba atau kompetisi apapun
* Setiap peserta berhak mengikuti maksimal 2 lomba
* Pendaftaran dan pengumpulan karya 7-21 November 2014 pukul 17.00
* Hasil karya dikirim ke malafalintina@gmail.com dengan melampirkan cv (lihat format)
* Biaya pendaftaran Rp 5,000 untuk masing-masing jenis lomba
Pemenang lomba akan diumumkan dalam kegiatan Sekolah Muslimah 26 November 2014

1. MENULIS CERPEN, dengan tema "Muslimah Penginspirasi"
Syarat dan ketentuan
* Karya diketik rapi 4-6 halaman, jenis font Calibri ukuran 12 pt, kertas A4, margin 3-3-3-3, Justify, Spasi 1,5
* Diperbolehkan melampirkan ilustrasi dalam konten cerpen
* Format pendaftaran: (CERPEN_MD_Nama_NomorHP) ke 0856-4574-4625
* Hadiah Juara 1: Piagam + Rp 150,000
               Juara 2: Piagam + Rp 75,000
               Juara 3: Piagam + Bingkisan

2. MENULIS ARTIKEL, dengan tema "Muslimah sebagai Kontributor Pembangun Peradaban"
Syarat dan ketentuan
* Karya diketik rapi 3-5 halaman, jenis font Calibri ukuran 12 pt, kertas A4, margin 3-3-3-3, Justify, Spasi 1,5
* Format pendaftaran: (ARTIKEL_MD_Nama_NomorHP) ke 0856-4574-4625
* Hadiah Juara 1: Piagam + Rp 150,000
               Juara 2: Piagam + Rp 75,000
               Juara 3: Piagam + Bingkisan

3. FOTOGRAFI, dengan tema "A Real Muslimah, Inside and Outside"
Syarat dan ketentuan
* Tidak diperkenankan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto dan
   menghilangkan/mengubah elemen dalam satu foto
* File foto yang dikirim berukuran maksimum 800kb/foto
* Format pendaftaran: (FOTO_MD_Nama_NomorHP) ke 0856-4574-4625
* Hadiah Juara 1: Piagam + Rp 100,000
               Juara 2: Piagam + Rp 50,000
               Juara 3: Piagam + Bingkisan



Selamat berkompetisi, Muslimah Ekonomi :)

-Bidang Kemuslimahan BPPI 2014-

5 Sep 2014

Hukum dan Keistimewaan Wanita Berhijab Memancarkan Aura Kecantikan Alami






Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Hai kawan, tentu kalian pernah bertanya. Mengapa sebagian besar umat muslim banyak yang memutuskan tidak berhijab? Padahal berhijab itu hukumnya wajib bagi wanita muslim. Dalam artikel penulis akan menjelaskan sekilas tentang kewajiban berhijab dalam Islam dan manfaat apa saja yang diperoleh apabila seseorang memutuskan untuk berhijab.
Perlu diketahui, bahwa yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah faktor pakaian dan alat-alat perhiasan. Allah SWT berfirman dalam QS.Al-Araf 26 : “Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian taqwa itulah yang paling baik”
Pakaian dalam Islam bukanlah sekedar hiasan yang menempel di tubuh, tetapi pakaian yang menutup aurat. Maka dari itu Islam mewajibkan setiap wanita muslim untuk menutupi anggota tubuhnya yang dapat menarik perhatian lawan jenisnya. Masalah berhijab (berbusana muslimah yang menutupi seluruh bagian tubuh dari kepala hingga telapak kaki) bagi wanita muslim bukanlah masalah sederhana sebagaimana yang banyak disangkakan oleh masyarakat awam, melainkan masalah besar dan substansial dalam agama ini.
 Berhijab bukanlah sisa peninggalan adat atau kebiasaan wanita Arab, sehingga wanita non-Arab tidak perlu menirunya, namun berhijab bukanlah masalah khilafiah, yang diperselisihkan ada tidaknya berhijab itu sehingga wanita muslimah bebas mengenakan atau tidak, tetapi hijab adalah suatu hukum yang tegas dan pasti yang diwajibkan oleh Allah kepada wanita muslim untuk mengenakannya. Allah berfirman : ‘Hai nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. Karena itu mereka tidak diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
Dari ayat tersebut telah dijelaskan secara gamblang tentang pakaian yang harus dikenakan oleh seorang muslimah, yaitu wajib menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Ketetapan syari’at ini tidak lain adalah untuk melindungi, menjaga serta membentengi wanita dari laki-laki yang bukan mahramnya.




Beberapa keistimewaan apabila seorang muslimah mengenakan hijab :
1.             Wanita berjilbab lebih dipilih oleh kaum Adam
Ternyata para lelaki secara fitrah lebih menyukai wanita berhijab. Coba anda bayangkan saat anda hendak membeli kue di pasar. Pertama, ada kue yang terbungkus dengan daun pisang dengan dibalut dengan plastik putih. Kedua, ada kue yang tidak dibungkus dengan apapun dan dikerumuni banyak lalat. Nah kue mana yang akan anda pilih? Tentu saja kue yang dibungkus dengan daun pisang dan plastik. Karena kue yang dibungkus terjamin kebersihannya dari kontaminasi tangan-tangan yang penuh kuman dan virus. Begitu juga wanita berhijab. Mereka akan lebih dipilih sebagai pendamping hidup, kecuali wanita berhijab yang masih tidak bisa menjaga dirinya. Misalnya berikhtilat dengan kaum lelaki.

2.             Wanita Berhijab Lebih Anggun
Wanita berhijab lebih anggun jika menggunakan rok, baju tidak ketat, baju tidak transparan, menutupi seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Itulah berhijab secara kaffah. Wanita berhijab lebih anggun dengan pakaian takwanya.

3.             Wanita Berhijab Lebih Taqwa
Sejak wanita memutuskan untuk berhijab, secara otomatis wanita itu taat kepada Allah. Taat yang dimaksud yakni taat pada perintah Allah yang memerintahkan untuk berhijab. Walaupun wanita itu jahat, tetapi jika dibalut dengan hijab, wanita itu tetap taat pada Allah, khususnya pada perintah berhijab. Wanita berhijab akan merasa malu jika tidak menunaikan ibadah wajib yang diperintahkan oleh Allah SWT. Mereka akan merasa malu pada jilbab yang dikenakannya.

4.             Hijab, Cantik Di Mata Allah
Mendengar kata cantik, yang terbayang adalah seorang wanita yang anggota wajahnya (mata, hidung dan bibir proporsional), serta paras yang menawan. Cantik juga dikaitkan dengan kulit yang terawat baik, rambut hitam bercahaya dan bentuk tubuh langsing dengan gaya busana yang up to date. Bicara soal busana, seringkali yang dituduh sebagai penyebab ketidakcantikan seseorang adalah jilbab. Dengan pakaian yang syar’i, memang bentuk tubuhnya yang langsing tak tampak lagi. Kecantikan fisik merupakan salah satu nikmat dari Allah yang dikaruniakan kepada kaum hawa. Misalkan saja, jika kita diberikan harta yang berlimpah oleh Allah tentu kita berhati-hati dalam menjaganya dan melindunginya dari jamahan orang lain.  Hal serupa jika seorang wanita diberikan kecantikan fisik. Tentu harus dijaga dengan baik, dengan cara menggunakan hijab. Karena wanita berhijab memiliki nilai yang tinggi dimata Allah. Untuk itu jika seorang muslimah diberikan wajah yang cantik, dia harus pandai bersyukur. Syukur tidak hanya dilakukan dengan ucapan, tetapi direalisasikan dalam bentuk perbuatan dengan cara memperlakukan kenikmatan tersebut agar senantiasa sesuai dengan perintah Allah SWT.

Jadi mulai sekarang, wanita muslim harus berhijab. Karena dengan berhijab akan terpancar kecantikan alami yang tidak dapat ditandingi oleh bahan kosmetik apapun. Apalagi saat ini terdapat beberapa model hijab yang lagi trend, seperti jilbab Hana. Hal ini akan mendorong wanita untuk berhijab. So, yang merasa muslimah sejati, ayo kita percantik diri dengan menggunakan hijab....

Sekian...Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


9 Jul 2014

Edisi Ramadhan: Karena Peran Muslimah Begitu Berharga, Tetapi Kenapa Seakan-akan Diam?



Allah SWT menciptakan semuanya itu berpasang-pasangan. Panjang - pendek, tinggi - rendah, luas - sempit, dan juga Allah menciptakan Nabi Adam as juga Siti Hawa. Menjadi sebuah bukti betapa Allah Maha Pencipta dengan segala hikmah dibalik ciptaan-Nya. Mari kita menilik persoalan yang membelit generasi muda Islam terkini, yaitu sempit dan sedikitnya peran serta muslimah  dalam mengemban dakwah Islamiyyah. Bahkan kebanyakan mereka dari mereka tidak pernah aktif dalam lapangan dakwah. Mereka beralasan bahwa dakwah, amar makruf nahi munkar adalah tugas kaum lelaki.

Apakah alasan itu beralasan? Mari lihat firman Allah :

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah: 71)

Khadijah (radiyhuanha) memberikan kenyamanan, bantuan, dan dukungan kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadikan bukti terbesar dari sangat pentingnya peran ini. Para Sahabat Nabi yang memilih meninggalkan rumah mereka untuk pergi ke tempat yang ribuan mil jauhnya demi Islam pada awal-awal penyebaran Islam di Mekkah, juga memiliki dukungan dari istri mereka.


Pekerjaan para wanita Muslim di bidang Dakwah pada dasarnya memperkuat kerja dakwah pria. Sangat menyedihkan bahwa peran ini begitu terlalu diabaikan dan diremehkan. Dengan sifatnya sebagai selimut spiritual dan psikologis manusia, wanita dapat memainkan peran penting dalam Dakwah. Demikian juga bahwasanya wanita muslim lah yang paling tahu watak seorang muslimah. Jikalau laki-laki yang mencoba berdakwah kepada seorang muslimah, yakinlah akan mengalami kesulitan. Selain kesulitan dalam menjaga izzah, juga sulit dalam memahamkan.
Wanita, yang memahami peran mereka akan dakwah dan kebangkitan Islam, akan mulai mendidik diri mereka sendiri dan mencapai hak-hak mereka atas pendidikan dan tarbiyah. Lihatlah Hadis riwayat Abu sa’i bahwa Para sahabiyah pernah mengadu kepada Rasul saw karena merasa tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan para sahabat dalam mendapatkan penjelasan agama. Sebab Rasul saw ketika menyampaikan ajaran Islam dalam majlis, hanya dihadiri oleh kaum laki-laki. Maka Para wanita itu meminta kepada Rasul saw agar menyediakan satu hari khusus untuk memberi pelajaran kepada kaum wanita tanpa kehadiran laki-laki.
Ummu Sulaim mengajar anaknya Anas bin Malik tentang Islam, meskipun suaminya menolak Islam. Ketika Abu Thalhah melamarnya (sebelum menerima Islam) dia mengatakan bahwa mas kawinnya adalah Islam, Abu Thalhah pada gilirannya memeluk Islam dan menikahi Ummu Sulaim.
Jika kita bergerak ke lingkaran yang lebih luas, kita akan menemukan bahwa wanita Muslim memainkan peran besar dalam pengorbanan dan layanan untuk agama Allah. Sumayyah menyerah hidupnya ketika Abu Jahal membunuhnya karena memilih menjadi seorang Muslim. Dia adalah Muslim dan perempuan pertama yang tewas dalam Islam.
Khadijah, istri pertama Nabi yang sangat kaya, menghabiskan uangnya untuk mendukung dakwah suami tercintanya. Ummu Salamah rela meninggalkan suaminya dan melihat anak-anaknya dianiaya ketika dia hijrah. Ummu ‘Imarah turut berjuang dalam membela Nabi (damai dan berkah besertanya) dalam perang Uhud, dengan merawat yang terluka dalam pertempuran adalah peran Perempuan Muslim memainkan peran dalam perang sepanjang sejarah Islam.
So, tidak ada alasan lagi untuk tidak ikut dalam medan dakwah. Sesungguhnya engkau begitu berharga.





8 Jun 2014

AKTUALISASI AKHLAK SALAFUSH SHALIH SEBAGAI PILAR AKHLAK PEMUDA MUSLIM GUNA MEMBANGUN INDONESIA YANG BERKARAKTER

AKTUALISASI AKHLAK SALAFUSH SHALIH SEBAGAI PILAR AKHLAK PEMUDA MUSLIM GUNA MEMBANGUN INDONESIA YANG BERKARAKTER

Oleh:
Muhammad Syaban Husein
Universitas Diponegoro

Sudah lebih dari setengah abad Indonesia telah merdeka, lepas dari kepungan para penjajah yang membelenggu negeri ini, sengsara dan ketakutan dialami negeri tercinta selama berabad-abad, namun ditengah-tengah sengsara dan ketakutan tersebut muncul lah kekuatan dan keberanian dari para pemuda Indonesia, mereka muncul disebabkan keinginan untuk lepas dari belenggu para penjajah yang mengepung kedaulatan dan kekuasaan untuk membangun negeri ini, dengan adanya sinergisitas antara ilmu dan keberanian mereka, dan melalui berbagai macam perjuangan  sehingga membuat Indonesia dapat lepas dari kesengsaraan itu semua. 17 Agustus 1945 yang seharusnya menjadi momentum untuk bergerak maju membangun negeri ini, justru seakan-akan penjajah masuk kembali ke dalam negeri ini melalui cara yang berbeda, salah satunya yang paling mengerikan ialah  merasuknya paham-paham yang bercorak kolonialisme, imperialisme, dan juga liberalisme ke dalam jiwa sebagian masyarakat Indonesia, tentu saja paham-paham yang berasal dari barat tersebut tidaklah sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila yang telah dirumuskan oleh Founding Fathers Republik Indonesia.

Soekarno, Mohammad Hatta, dan Mohammad Yamin adalah segelintir Pemuda muslim yang menjadi tonggak kemerdekaan Indonesia, jiwa-jiwa semangat mereka haruslah kembali dihidupkan. Namun pada saat ini beberapa pemuda muslim Indonesia seperti kehilangan arah, tak tahu harus berperan apa dirinya untuk negeri ini. Seharusnya pemuda muslim Indonesia yang diberikan kesempatan untuk lebih berperan aktif dapat memberikan solusi-solusi positif guna membangun bangsa ini. Pemuda muslim yang hebat tidak terlahir begitu saja melainkan harus dibentuk sebaik mungkin dan sedini mungkin, pembentukan sebuah akhlak pastilah dibutuhkan suatu tauladan yang dapat dijadikan contoh, dan kemudian tauladan yang dijadikan contoh tersebut harus dipastikan bahwa kondisi pada saat dimana tauladan tersebut berada terdapat suatu kondisi yang memberi manfaat besar bagi rakyatnya.
Akhlak Salafush Shalih dapat dijadikan pilar akhlak bagi pemuda muslim Indonesia pada saat ini yang telah mengalami kemunduran karena telah dirasuki oleh paham-paham barat yang lebih banyak memberikan dampak negatif sehingga membentuk sebuah sifat yang tentunya tidak diharapkan. Allah SWT berfirman tentang wajibnya mengikuti akhlak Salafush Shalih Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS Surat An-Nisa : 115). Oleh karena itu, melaui essay ini saya akan menyajikan beberapa akhlak Salafush Shalih yang dapat dijadikan pilar akhlak bagi pemuda muslim Indonesia dengan mengaktualisasikan akhlak tersebut dan yang nantinya diharapkan dapat membangun Indonesia yang berkarakter.

Secara terminologis yang dimaksud dengan Salaf adalah para Sahabat Rasulullah dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik (Tabi’in) serta pengikutnya (Tabi’ut Tab’in), juga para ulama Islam yang memiliki keilmuan dan kedudukan tinggi dalam agama serta diterima oleh umat secara aklamasi, diterima oleh kaum Muslimin dari generasi ke generasi[1], Salafush Shalih merupakan dari  mereka orang-orang yang paling baik akhlaknya, diantara akhlak Salafush Shalih yaitu :

1.      Jujur dalam segala hal dan menjauhkan diri dari sifat dusta.
     Allah SWT menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka. Pada zaman ini sifat jujur memang sulit ditemukan, bahkan dusta bertebaran dimana-mana, jujur berarti lurus hati, tidak curang, kejujuran dibagi dalam 3 tingkatan yaitu jujur dalam ucapan, perbuatan, dan niat. Kejujuran dalam niat[2], merupakan kejujuran tertinggi di mana ucapan dan perbuatan semuanya hanya untuk Allah. Manusia pada saat ini berlomba-lomba dalam mencapai kebutuhan duniawinya dengan menempuh berbagai macam cara, termasuk diantaranya dengan jalan berdusta. Kecurangan seperti mencontek dikalangan mahasiswa sudah dianggap sebagai hal yang lumrah, peristiwa ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, mahasiswa harus menyadari bahwa hal itu dapat meracuni jiwa pemuda islam yang justru seharusnya membangun akhlak kejujuran mulai dari hal yang kecil, seperti jujur dalam menuntut ilmu dengan meluruskan niat dan percaya bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang kita niatkan, karena kejujuran merupakan kunci dari etika dan moralitas yang baik untuk membangun Indonesia yang baru.

2.      Bersungguh-sungguh dalam menunaikan amanah dan tidak khianat.
      Amanah termasuk sifat terpuji yang harus melekat pada setiap pribadi orang yang beriman, kapan dan di mana pun, serta apa pun posisi, profesi, jabatan, dan kedudukannya, akan tetapi pada saat ini banyak pemimpin yang tidak amanah dewasa ini, tindak pidana korupsi merupakan contoh dari seseorang yang tidak amanah dalam menjalankan tugasnya, seseorang yang tidak amanah dalam menjalankan tugasnya dapat dikatakan telah khianat yang termasuk sifat yang buruk (akhlaq madzmumah) yang harus dihindari, dijauhi, dan ditinggalkan oleh orang-orang yang beriman, Allah SWT berfirman:“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS Al-Anfal : 27). Pemuda muslim pastilah memiliki amanah, sebagai contoh ialah amanah dari orang tua untuk menempuh pendidikan, orang tua telah mempercayakan hal ini kepada anaknya, sudah seharusnya seorang anak melaksanakan amanah yang diberikan orang tua untuk dilaksanakan sebaik-baiknya dan jangan sampai anak itu melakukan khianat dengan tindakan membolos misalnya. Pemuda muslim harus menanamkan akhlak ini untuk menjaga kepercayaan orang lain dan mendapatkan ridho dari Allah SWT dalam setiap amanah yang diembannya.
3.      Tawadhu (Rendah Hati) dan tidak sombong.
Rendah hati merupakan akhlak yang selalu didambakan setiap orang, karena karena akan membuat orang sekitarnya merasa nyaman dan rendah hati membuat seseorang memiliki ketenangan jiwa, dan sebaliknya kesombongan merupakan awal dari kehancuran seseorang maupun bangsa.  Islam melarang dan mencela sikap sombong, seperti dalam surat An-Nahl : 23 yang berisi tentang ketidak sukaan Allah terhadap sikap sombong. Pada zaman kenabian banyak suatu bangsa yang hancur karena kesombongan seperti kaum Tsamud, bangsa Ad, bangsa Madyan dll[3]. Tidakkah pemuda muslim seharusnya belajar dari kisah-kisah terdahulu, dan membangun sikap rendah hati dengan saling menghargai, tenggang rasa, sederhana, dan memelihara rasa syukur dan ikhlas, pada saat ini dibutuhkan pemuda muslim yang rendah hati dalam berakhlak yang dapat diaktualisasikan dengan cara mahasiswa yang menghargai kemajemukan dikawasan kampusnya, lalu dapat juga tetap berpenampilan sederhana meskipun dirinya anak dari orang kaya. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah melalui perwujudannya akhlak rendah hati, hal itu lah yang membedakan karakter bangsa Indonesia dengan bangsa yang lainnya.
4.      Pemalu
Malu adalah akhlak Islam[4] sebagaimana sabda Rasulullah SAW
Artinya : Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.
Malu merupakan akhlak yang mulia, yang tumbuh untuk meninggalkan perkara-perkara yang jelek sehingga menghalangi dia dari perbuatan dosa dan maksiat, serta mencegah dia dari melalaikan kewajiban. Malu dapat ditumbuhkan pada diri seorang pemuda Islam dengan cara mengenal Allah Azza wa Jalla dengan mengenal keagungan-Nya, dengan menumbuhkan rasa malu, seorang pemuda muslim dapat mencegah terjadinya perbuatan maksiat dan dari memiliki sifat malu juga didapatkan manfaat yaitu ‘iffah (menjaga kehormatan) dan wafa' (setia). Malu yang merupakan bagian dari Iman yang wajib, seharusnya dimiliki oleh setiap Pemuda Muslim, pada kenyataannya saat ini rasa malu benar-benar ditinggalkan oleh sebagian pemuda pemudi muslim, contoh sederhana pada seorang mahasiswi yaitu yang dengan sesuka hatinya menggunakan pakaian yang tidak menutup aurat apalagi jauh sekali dari yang sudah ditentukan oleh syari’at Islam, contoh sederhana lainnya banyak juga pemuda yang kurang baik dalam bertutur kata tentu saja hal itu  bertentangan dengan budaya Indonesia yang sopan dan bermartabat, bagaimana dapat membangun Indonesia yang berkarakter apabila rasa malu saja sudah hilang dalam diri kita.
5.      Banyak bershodaqoh, dermawan, menolong orang-orang yang susah, tidak bakhil/tidak pelit.
Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Hadits tersebut pastilah membuat seseorang yang membacanya untuk mudah dalam memberikan pertolongan kepada orang lain, bagaimana tidak, dengan memberi pertolongan kepada orang lain yang sedang kesusahan, Allah menjanjikan untuk memberikan kemudahan dalam urusan orang yang menolong tersebut. Sangat diperlukan sifat saling tolong menolong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk hal ini pemuda muslim di Indonesia cukup baik dalam penerapannya dengan melakukan suatu aksi penggalangan dana misalnya ketika terdapat saudara kita yang mengalami suatu musibah. Akhlak ini juga dapat diterapkan oleh mahasiswa dengan tidak pelit dalam berbagi ilmu, kemudian dapat juga membuat berbagai macam karya yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarkat luas.
Terdapat suatu percakapan antara Rasululah SAW dengan sahabatnya yang semakin membuat kita untuk berusaha memberikan pertolongan kepada orang lain, Pada suatu hari Rasululah SAW ditanya oleh sahabat beliau : “Ya Rasulullah,  siapakah manusia yang paling dicintai Allah dan apakah perbuatan yang paling  dicintai oleh Allah ? Rasulullah SAW menjawab : “Manusia yang paling dicintai oleh  Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia  yang lain; sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan  kegembiraan kepada orang lain atau menghapuskan kesusahan orang lain. Dari petikan percakapan diatas dapat kita simpulkan, bahwa Allah SWT mencintai orang yang bermanfaat bagi orang lain dengan cara memberikan pertolongan, Siapalah dari kita yang tidak ingin dicintai oleh Allah SWT?

6.      Lembut Hatinya, mengingat mati dan akhirat, takut su’ul khatimah
Karakter masyarakat Indonesia yang sudah dikenal dunia dengan mempunyai sifat yang lembut hati dan murah senyum tentunya perlu dipertahankan, salah satunya melalui para pemuda muslim yang dapat mengaktualisasi kelembutan hati ini dengan cara bertutur kata yang baik, tidak berburuk sangka, menghilangkan sifat iri dengki, tidak menyakiti perasaan orang lain, dan sifat lainnya yang berhubungan dengan kelembutan hati. Akhlak selanjutnya ialah mengingat kematian, tidak ada kepastian dalam dunia ini kecuali kematian, seperti yang sudah di firmankan Allah SWT “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,” (QS. Luqman : 34)   Kematian akan menyapa siapa pun, baik ia seorang yang shalih atau durhaka, seorang yang turun ke medan perang ataupun duduk diam di rumahnya, seorang yang menginginkan negeri akhirat yang kekal ataupun ingin dunia yang fana, seorang yang bersemangat meraih kebaikan ataupun yang lalai dan malas-malasan. Pemuda muslim sudah saatnya untuk selalu mengingat kematian, Mahasiswa yang padat agenda kuliahnya dan memiliki kesibukan dalam organisasi sudah selayaknya harus tetap berorientasi kepada Allah SWT, niatkan selalu inna sholati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin. Makhluk Allah Semuanya akan menemui kematian bila telah sampai ajalnya, dengan tidak adanya satupun dari kita yang tahu kapan kematian itu akan datang, maka semakin memicu pemuda muslim untuk terus berbuat kebaikan, manfaat lain dari mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia. Kematian yang pasti dialami manusia itu diharapkan untuk berakhir dengan keadaan yang baik, maka dari itu pemuda muslim haruslah takut terhadap akhir kehidupan yang buruk (su’ul khatimah), terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang meninggal dalam keadaan yang buruk, yaitu kerusakan dalam aqidah, banyak melakukan maksiat, tidak istiqomah, dan iman yang lemah, dan ketika sakratul maut tiba, cinta Allah semakin melemah manakala ia melihat ia akan berpisah dengan dunia yang dicintainya.

Untuk membentuk suatu negara menjadi negara yang berkarakter, terlebih dahulu harus membentuk masyarakatnya menjadi berkarakter, dan pemuda muslim sebagai pasukan pembangun bangsa dimasa yang akan datang perlu dibentuk akhlaknya dengan suatu akhlak yang kuat dan berkarakter terpuji sesuai dengan syakhsiyah Islamiyah (keperibadian Islam), disini melalui penerapan akhlak Salafush Shalih yang sudah terbukti mampu untuk membangun sebuah bangsa, kemudian dipelajari dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari daripada pemuda muslim, yang diharapkan dengan penerapan akhlak Salafush Shalih dapat mewujudkan Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur yang merupakan cita-cita seluruh bangsa di dunia, dan hanya dengan segala usaha dan kerjakeras beriring doa maka impian dan harapan suatu kaum akan terlaksana melalui para pemuda muslimnya yang berkomitmen untuk terus berada dijalan Allah SWT dengan memegang teguh aqidahnya.



[4] Qadir Jawas, Yazid bin Abdul. 2008. Prinsip Dasar Islam Menurut Al-Quran dan As-sunnah yang Shahih. (Bogor: Pustaka At-Taqwa) h.248

[3] Madain Shaleh, “Sisa-sisa kehancuran kaum Tsamud” dalam alamat http://hermadut.blogspot.com/2012/10/sisa-sisa-kehancuran-kaum-tsamud.html Diakses pada Tanggal 8 April 2014 Pukul 17.45 WIB


[2]“Membangun Karakter dengan Kejujuran” Dalam Alamat http://www.mediatadulako.com /index.php/2012-10-23-17-27-33/2012-10-23-17-4731/ editorial /172-membangun-karakter-dengan-kejujuran Diakses pada Tanggal 7 April 2014 Pukul 19.20 WIB


[1] Lilik Ibadurrohman, “Siapakah Salafus Shalih?” dalam alamat http://muslim.or.id/ manhaj/siapakah-salafus-shalih.html  Diakses pada Tanggal 6 April 2014 Pukul 20.14 WIB

7 Jun 2014

PERANAN GEMMINDO (GERAKAN MUDHARABAH MUSYARAKAH INDONESIA ) DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN UMKM UNTUK MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015

PERANAN GEMMINDO (GERAKAN MUDHARABAH MUSYARAKAH
INDONESIA ) DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN UMKM UNTUK MENGHADAPI
ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015

By : Muh. Riza Pahlawi
Mahasiswa STEI Hamfara Yogyakarta


PENDAHULUAN
ASEAN Economic Community (AEC) merupakan salah satu dari tiga pilar utama dalam ASEAN Community 2015, yang ingin membentuk integrasi ekonomi di kawasan ASEAN Tenggara. AEC memiliki lima pilar utama, yakni: aliran bebas barang, aliran bebas jasa, aliran bebas investasi, aliran bebas tenaga kerja terampil, dan alian bebas modal.

Ini merupakan kesempatan bagi UMKM untuk ikut berperan dalam perdagangan ASEAN. Namun faktanya, UMKM di Indonesia belum mampu bersaing dengan UMKM dari negara – negara lain. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya barang – barang yang diimpor dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, yang mana seharusnya dapat diproduksi sendiri secara mandiri. Salah satu masalah yang menyebabkan hal tersebut adalah terbatasnya akses modal bagi para pelaku UMKM di Indonesia.

Namun, dunia permodalan di Indonesia saat ini didominasi oleh lembaga konvensional yang menerapkan sistem bunga atau riba. Padahal dalam surah Al – Baqarah ayat 275 Allah SWT, berfirman:

Artinya : ...... Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba …. (275).
Dengan demikian maka dibutuhkan sebuah konsep permodalan yang sesuai dengan prinsip syariah Islam, salah satunya adalah melalui kegiatan mudharabah dan musyarakah yang saat ini banyak di praktekkan di lembaga – lembaga keuangan syariah.

Di dalam dunia keuangan, seperti perbankan maupun koperasi, baik syariah ataupun tidak dalam menyalurkan pembiayaan kepada nasabahnya menitikberatkan kepada pengalaman usaha yang dimiliki, dengan kata lain disalurkan kepada usaha yang telah berjalan. Ditambah lagi sebagian besar dana yang ada di perbankan tersebut disalurkan untuk kredit konsumtif yang semakin memperkecil porsi kredit untuk perkembangan UMKM di Indonesia. Dana investasi dan modal kerja yang ada lebih banyak disalurkan kepada perusahaan – perusahaan besar sehingga kesempatan yang dimiliki oleh seseorang yang ingin memulai usahanya untuk mendapatkan modal dari perbankan sangat kecil. Hal ini dapat dilihat melalui tabel dibawah ini:


Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai program, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang juga disalurkan melalui perbankan, tetap pada prakteknya masih menyulitkan para pemula usaha. Mereka tidak diberi kesempatan untuk mempresentasikan planning usahanya dan diangap sebagai orang – orang yang tidak berpengalaman dalam bisnis.

Di sini lah peran dan sinergisitas lembaga ekonomi islam dibutuhkan untuk berkontribusi dalam mengembangkan dan meningkatkan pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dengan didukung perkembangan teknologi yang semakin maju maka lembaga ekonomi islam memiliki kesempatan untuk ikut berkembang didalamnya, salah satunya melalui jaringan internet. Selama ini, di negara Indonesia kita hanya mengenal komunitas bisnis internet yang bergerak pada bidang jual beli barang, seperti KASKUS, Toko Bagus.com, Berniaga.com, dan lain-lain. Namun belum ada komunitas bisnis internet yang bergerak dalam bidang investasi atau modal, apalagi yang syariah.

Oleh sebab itu, tercetuslah sebuah ide untuk membentuk sebuah lembaga atau komunitas ekonomi Islam dengan nama Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO). Maka mampukah GEMMINDO tersebut berperan dan bersinergi dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 nanti ?

PEMBAHASAN
A. Peranan UMKM terhadap Perekonomian Indonesia
Telah menjadi pengetahuan banyak pihak bahwa peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia begitu penting. Sektor UMKM nasional dikenal memiliki karakteristik positif seperti sektor yang menyerap tenaga kerja yang besar, mengakomodasi peran masyarakat miskin dan dominan dalam struktur ekonomi. Berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari Bank Indonesia (2010), sektor tersebut memiliki jumlah pelaku usaha yang mencapai 51,3 juta unit usaha. Menyerap tenaga kerja 90,9 juta pekerja (97%). Menyumbang PDB sebesar Rp2.609 triliun (55,6%). Serta memberikan sumbangan devisa sebesar Rp183,8 triliun (20%).1 Kontribusi UMKM terhadap total ekspor non migas pada tahun 2010 sebesar Rp. 175 triliun atau 15,81% dengan rincian usaha mikro Rp.16 triliun, usaha kecil Rp.38 triliun dan usaha menengah Rp.121 triliun.

B. Peranan Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO) dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan UMKM untuk Menghadapi AEC 2015

Syirkah mudharabah dan musyarakah merupakan bentuk dari aqad kerjasama dalam Islam. Syirkah mudharabah adalah bentuk kerjasama antara dua belah pihak dimana pihak yang satu menjadi shahibul mal atau investor sedangkan pihak lain fokus mengurus bisnis yang disepakati dengan sebaik – baiknya (mudharib atau pengelola). Sedangkan syirkah musyarakah adalah bentuk kerjasama antara dua orang atau lebih, sebagian bertindak sebagai sohibul mal (investor) dan sebagian lagi bertindak sebagai mudharib (pengelola UMKM).

Melihat dari sedikit penjelasan teori di atas mengenai syirkah mudharabah dan musyarakah maka dapat diambil sebuah gagasan bahwanya di dalam syirkah mudharabah dan musyarakah terdapat sebuah keunggulan dimana dapat menjembatani antara orang – orang yang memiliki dana lebih tetapi tidak memiliki ide ataupun usaha bisnis dengan orang yang memiliki ide ataupun usaha bisnis tetapi tidak memiliki modal.

Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia atau GEMMINDO merupakan sebuah model yang penulis desain sebagai penghubung antara shohibul mal dan mudharib. Komunitas ini akan di kelola oleh para sarjana ekonomi Islam. Dengan demikian transformasi pemahaman ekonomi Islam ke tengah masyarakat, khususnya tentang syirkah mudharabah dan musyarakah akan terlaksana dengan maksimal. Artinya, secara perlahan tapi pasti akan mengubah pemahaman masyarakat tentang cara untuk mendapatkan modal, yang pada awalnya hanya dapat dilakukan oleh perbankan syariah ataupun konvensional (lembaga keuangan), berubah menjadi ke personal yang memiliki kelebihan dana dengan menggunakan akad syirkah mudharabah dan musyarakah.

Ada 4 bagian kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO). Pertama adalah pendaftaran bagi para mudharib untuk dapat menampilkan resume usahanya di website GEMMINDO. Kedua, pemilihan ide usaha oleh calon sohibul mal (investor). Ketiga, pertemuan antara calon shohibul mal (investor) dengan mudharib dengan didampingi oleh pengurus GEMINDO hingga terjadinya kesepakatan. Keempat, pembimbingan dan pengawasan usaha UMKM yang memperoleh dana dari shohibul mal atau investor. Adapun akad yang digunakan dalam komunitas tersebut dapat dijelaskan melalui skema berikut ini.


Akad samsaroh digunakan atas dasar jasa sebagai makelar penghubung yang menghubungkan dan mempertemukan antara shohibul mal (investor) dengan mudharib (pemilik ide dan usaha UMKM) sedangkan ijarah digunakan atas dasar biaya – biaya administrasi yang dikeluarkan oleh pengelola GEMINDO selama proses terjadinya akad kerjasama. Untuk akad yang digunakan antara pemilik ide usaha (mudharib/pelaku UMKM) dengan pemilik dana (shohibul mal/investor) adalah syirkah mudharabah ataupun musyarakah. Tergantung pada jenis investasi dan kerjasamanya. Sehingga pendapatan yang didapatkan oleh GEMMINDO berupa fee sebagai balas jasa telah menghubungkan shohibul mal (investor) dan mudharib dan ujrah sebagai biaya pengurusan/administrasi.

Dengan mengasumsikan masyarakat menengah ke bawah sebagai elemen yang potensial untuk menjadi mudharib dan masyarakat menengah ke atas (kelebihan dana) sebagai elemen yang potensial sebagai shohibul mal, maka dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan komunitas Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO) sebagai jembatan penghubung antara kedua belah pihak yang saling membutuhkan tersebut akan berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia.

Dengan gagasan ini maka diharapkan akan mucnul UMKM – UMKM baru dan mampu mengembangkan usaha UMKM yang mengalami masalah keuangan sehingga mampu beroperasi dengan baik karena kebutuhan modal untuk usaha – usaha UMKM tersebut telah terpenuhi. Apabila kegiatan ini, dari tahun ke tahun semakin berkembang maka bukan tidak mungkin angka pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia juga akan terus meningkat. UMKM – UMKM tersebut pun mampu memberikan dampak derivatif yang positif terhadap perekonomian Indonesia, yaitu jumlah unit usaha, penyerapan tenaga kerja, peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga ekspor non migas akan meningkat seiring dengan perkembangan UMKM tersebut.

Dengan demikian maka diharapkan UMKM – UMKM tersebut dapat memproduksi barang – barang yang berkualitas tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri yang selama ini diimpor dari luar negeri seperti kancing baju, jarum, sendal, mainan anak – anak dan barang – barang lainnya serta siap bersaing dengan para pengusaha negara – negara ASEAN lainnya di kancah ASEAN Economic Community (AEC) 2015 nanti.

Akhirnya, terbukti bahwa ekonomi Islam merupakan sebuah solusi yang pasti bagi perekonomian Indonesia. Bukan hanya itu, dengan lembaga ini maka secara tidak langsung telah membuat masyarakat berpartisipasi aktif dalam berekonomi Islam sebagai sebuah konsekuensi dari pengakuan sebagai masyarakat muslim.

PENUTUP
Gerakan Mudharabah Musyarakah Indonesia (GEMMINDO) merupakan lembaga ekonomi Islam yang bergerak dalam bidang investasi sektor UMKM, yang menghubungkan antara investor (sohibul mal) dan pelaku UMKM (mudharib). Dengan adanya GEMMINDO maka akan mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, menambah devisa, meningkatkan PDB, hingga meningkatkan ekspor non migas. Secara tidak langsung, akan membuat UMKM Indonesia menjadi kuat dan siap bersaing dalam menghapai perdagangan bebas ASEAN (AEC) 2015 nanti.

DAFTAR PUSTAKA
Al Mustofa, Mohammad Imsin, Role Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) In Boarding School Sidogiri Empowerment As Alternative Small And Medium (MSMES), Dosen FIA Unipdu
As-Sarakhsi.1993. al-Mabsuth. Beirut : Dar al-kutub al-‘Ilmiyyah Juz XV.
Az- Zuhaili, Wahbah, 1997, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus ; Dar al-Fikr.
Fachrudin Ridwan, 2011. Peran Pusat Pengembangan Pendamping Usaha Kecil dan Menengah dalam Pengembangan UKM di Kota Sukabumi. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah
M.Algaoud, Latifa dan K. Lewis, Mervyn.2005. Perbankan Syari’ah, Prinsip, Praktik dan Prospek, Jakarta : PT. Serambi Ilmu Semesta.
Partomo, Tiktik Sartika dan Soejoedono, Abd Rachman. 2004. Ekonomi Skala Kecil/menengah dan Koperasi. Bogor, Ghalia Indonesia.
Raselawati, Ade.2011. Pengaruh Perkembangan Usaha Kecil Menengah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pada Sektor UKM Indonesia. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah.
www.al-idrisiyyah.com
www.referensimakalah.com
www.lepank.com
www.wikipedia.org
www.depdop.go.id