1 Des 2013
Cegah AIDS dengan Bagi-Bagi Kondom
Demi
menyelematkan masyarakat dari serangan penyakit AIDS, pemerintah melakukan
sebuah gebrakan yang belum pernah dilakukan para pendahulu negeri ini. Dengan mengusung
tema “Protect Yourself, Protect Your Partner”, Komisi Penanggulangan AIDS
Nasional (KPAN) bersama DKT Indonesia dan Kementrian Kesehatan akan menggelar
Pekan Kondom Nasional (PKN) pada tanggal satu hingga tujuh Desember. Disebutkan,
akan ada pembagian kondom gratis pada acara tersebut.
Kemal
Siregar selaku Sekretaris KPAN menilai bahwa PKN memiliki efektivitas yang
baik, terutama untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penggunaan
kondom bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, untuk meningkatkan
efektivitasnya, cakupan sasaran perlu diperluas.
Jalan-jalan ke Dubai
Mungkin masih ada di benak kita, bila kata 'Arab' disebutkan, akan terbayang gambaran gurun pasir sejauh mata memandang, rumah penduduk yang terlihat sederhana dengan bentuknya yang rata-rata balok dengan atap datar, atau sekelompok Arab Badui yang hidup nomaden yang menghabiskan malam di tenda yang terbuat dari kulit binatang dari malam ke malam.
Namun sayangnya pemandangan tersebut nampaknya hanya menjadi sepenggal romantisme Arab pada beberapa dekade lalu. Kini, negara-negara di Jazirah Arab sudah banyak berubah, dengan menjulangnya gedung-gedung pencakar langit dan kehidupan layaknya metropolis pada umumnya, seperti yang kita dapati di Dubai.
Dubai (dalam bahasa Arab:
دبيّ,
Dubaīy)
adalah satu dari tujuh emirat (negara bagian) dan kota terpadat di Uni Emirat
Arab (UEA). Uni Emirat Arab sendiri adalah negara yang berada di semenanjung Arabia bagian timur, berbatasan dengan Teluk Persia di utara dan Kerajaan Saudi Arabia di barat dan selatan. Terletak di sepanjang pantai selatan Teluk Persia
di Jazirah Arab.
Kotamadya
Dubai kadang-kadang disebut Kota Dubai untuk membedakannya dari emirat.
30 Nov 2013
Salahkah Mengucap Tasbih Saat Takjub?
Beberapa ulasan menyatakan bahwa harusnya ungkapan Subhaanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat
sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik-baik atau keindahan. Dengan
ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Mahasuci dari semua
keburukan tersebut. Sedangkan saat menemui hal yang menakjubkan dan indah, harusnya mengucapkan masya Allah -Allah berkehendak atas hal itu-.
Benarkah pernyataan tersebut?
Benarkah pernyataan tersebut?
28 Nov 2013
Sinagog di Bawah Masjid Al Aqsha
Mengabaikan perasaan jutaan umat Islam di seluruh dunia, Israel
tetap membuka sebuah sinagog baru di bawah Masjid Al – Aqsa, mengancam
stabilitas fondasi bangunan paling suci ketiga umat Islam.
"Kami hanya memeriksa rumah ibadah ini selama tur kami . Kami melihat apa yang mereka bangun secara diam-diam di bawah tanah," kata sejarawan Yerusalem Khalil Ibrahim kepada World Bulletin melaporkan Rabu 27 November .
"Kami hanya memeriksa rumah ibadah ini selama tur kami . Kami melihat apa yang mereka bangun secara diam-diam di bawah tanah," kata sejarawan Yerusalem Khalil Ibrahim kepada World Bulletin melaporkan Rabu 27 November .
25 Nov 2013
Freiburg dan Islam
Freiburg terletak di selatan Jerman, negara
bagian Baden-Württemberg, sangat dekat dengan Swiss dan Perancis.
Menurut pengakuan banyak orang di Jerman, Freiburg merupakan green city yang
indah, kecil, dan salah satu yang terhangat di Jerman. Juga dikenal
sebagai kota yang paling perhatian terhadap masalah energi, tidak heran
aplikasi tenaga sel surya di sini pada perumahan menjadi percontohan
untuk kota lainnya di Jerman.
Sebelum datang ke kota ini, terlebih dahulu saya mencari informasi kehidupan di sini, sebagai seorang muslim tentu tidak jauh dari kemudahanan menjalankan islam, masjid dan makanan. Alhamdulillah di kota ini pun ada komunitas muslim yang berasal dari Indonesia, baik itu yang sedang sekolah maupun yang memang mencari rezeki di sini. Mereka pun aktif dalam mengadakan kegiatan pengajian bulanan, setiap hari raya Islam diadakan perkumpulan, masak dan makan bersama.
Umumnya mahasiswa di kota ini memilih untuk tinggal dengan cara seperti ini, selain murah juga bisa melatih kemampuan bahasa Jerman. Namun bagi yang memiliki uang lebih dan membutuhkan keadaaan lebih privat bisa beralih ke Wohnung atau apartemen. Pada masa awal kedatangan, sebelum pindah ke Wohnung, saya pernah satu bulan tinggal di WG. Tentu ada positif dan negatifnya.
Saya melihat etos kerja mahasiswa di sini dari Senin sampai Jum’at, mereka belajar keras dan giat, serta banyak kegiatan kampus, yang mendukung bakat dan minat, mungkin kita kenal dengan ekstrakurikuler. Namun ketika Jum‘at sore tiba, mereka melepas semua atribut kesibukan kuliah kemudian berpesta pada Jum‘at dan Sabtu malam. Bahkan jangan heran bagi yang tinggal di asrama mahasiswa akan mendengar dentuman musik keras hingga Shubuh di hari Minggu. Laa hawla walaa quwwata illa billah ….
Untuk menyiasati agar tidak kedapatan memasak bersama mahasiswi yang tentu kita tidak bisa mengharapkan mereka berbusana yang layak sesuai agama kita, saya memasak pada waktu subuh atau agak larut sekitar jam 10 malam. Pada waktu-waktu itu mereka belum bangun dari tidur atau sebaliknya
(mereka sudah tidur).
Masjid Turki sangat ramai, karena lebih dekat dengan pusat kota. Ikhwah di masjid ini mayoritas menggunakan bahasa Jerman dan Turki tentunya. Terdiri dari jamaah majemuk yang datang dari berbagai macam bangsa. Juga bercampur Islam dengan madzahibnya, bahkan ada beberapa yang terang-teranganan tarikat. Sedangkan Masjid Arab, sesuai namanya mayoritas jamaah di sini berasal dari Tunisia, Aljazair, Maroko, Mesir, Sudan, Somalia dan Palestina. Melihat komposisi ini sudah pasti bahasa Arab menjadi bahasa nomor satu di masjid ini, dan Jerman nomor dua.
Tentang masjid ini, ada pengalaman menarik ketika masa awal kedatangan saya di Freiburg. Biasanya ketika mereka melihat orang asing mereka menyapa dengan bahasa Jerman, “Brüder..wie geht’s?“ (Akhiy..apa kabar?“) saya jawab dengan bahasa arab seadanya “Bikhoyr alhamdulillah“. Kemudian beralih ke percakapan selanjutnya dengan kemampuan bahasa arab saya secara terbata-bata. Mereka sangat senang sekali bisa mendapat saudara baru dan mau berbicara dengan bahasa arab. Pada hari itu bertepatan dengan hari Arofah, ketika waktu ifthar tiba, kami berbuka bersama, mereka menjamu saya dengan luar biasa. Dalam budaya betawi mungkin ini yang dikatakan, “Minum dituangin, sayur disendokin, nasi dicentongin!“ Bahkan hingga saat ini jika saya ke masjid, mereka menyambut dengan sangat ramah.
Masjid Arab ini lebih nyaman di hati saya, lebih dekat kepada Sunnah. Sebagai contoh, tentang perbedaan menyikapi hari Arofah, obrolan ringan yang saya tangkap sekilas sambil berlalu di antara tiga pemuda muslim Jerman ‚“Mein Brüder, Syaik Utsaimin hat gesagt….“ (ya akhiy…Syaikh Utsaimin berkata….)..Masya Allah..
Idul Adha kemarin sangat berkesan, hari itu kami tidak libur seperti di indonesia. Namun, seluruh muslim dari penjuru kota berbaur naik tram dari arah manapun, transit di tengah kota dengan tujuan yang sama, Masjid. Dalam gerbong tram, kami bisa tahu sama tahu, tanpa saling berkenalan sekalipun, kami sudah bisa menduga siapa saja muslim yang ada di gerbong tersebut. Apalagi ketika melihat banyak wanita berhijab sambil menuntut anak-anak mereka. Rasanya aura sesama muslim sangat terasa di hari itu. Kami saling mengucap salam, jika sedikit dirasa jauh, kami menaruh tangan di dada dan melempar senyum. Terkadang ada benarnya, ketika anda minoritas, maka ukhuwah menjadi sangat terasa.
Penduduk Jerman Selatan umumnya ramah, ketika mereka mendapat penjelasan dengan baik mereka akan mudah legowo dan menghormati. Begitu pun dengan keseharian saya di sini, Profesor serta semua teman laboraturium tempat saya studi pun sudah mengetahui saya muslim. Hal terpenting adalah sejak awal kita harus memposisikan diri kita sebagai muslim. Alhamdulillah sampai saat ini jika ada pertemuan resmi biasanya mereka akan menyediakan makanan dan minumankhusus yang halal bagi saya. Karena halal itu wajib. Mereka sempat heran, karena sebagian teman kuliah mereka yang katanya beragama Islam pun minum wine dan tidak peduli memakan daging apa. Tapi rasa kehati-hatian saya terhadap menu makanan di restoran jika kita sedang makan di luar malah membuat mereka respek. Saya pun pernah berkata kepada teman saya, “Jika cuaca tidak mendukung saya untuk ke masjid, apakah kalian keberatan jika saya shalat di sini (kantor), tidak akan lama bahkan 10 menit pun tidak dan saya hanya membutuhkan space 1 x 0.6 m?” Saya pun memperagakan sebagian gerakan shalat. Mereka mengamati dengan seksama. Mereka tidak menolak, bahkan setiap saya shalat tanpa dikomando mereka mengheningkan suasana. Sejak saat itu mereka sering berani bertanya tentang Islam. Saya sering diskusi dan menjelaskan hal-hal ringan seputar islam. Dalam benak saya, berarti saya harus banyak belajar lagi agar dapat menjawab rasa ingin tahu mereka! Bismillah.
—
Penulis: Alfian Ferdiansyah
Artikel Muslim.Or.Id
Sebelum datang ke kota ini, terlebih dahulu saya mencari informasi kehidupan di sini, sebagai seorang muslim tentu tidak jauh dari kemudahanan menjalankan islam, masjid dan makanan. Alhamdulillah di kota ini pun ada komunitas muslim yang berasal dari Indonesia, baik itu yang sedang sekolah maupun yang memang mencari rezeki di sini. Mereka pun aktif dalam mengadakan kegiatan pengajian bulanan, setiap hari raya Islam diadakan perkumpulan, masak dan makan bersama.
Tempat Tinggal
Dalam hal ini kami mengenal istilah Wohngemeinschaft (WG) dan Wohnung (apartemen). Sederhanya WG bisa diartikan sebagai flat share , sehingga dalam satu lantai ada 6-8 kamar dengan satu dapur besar dan beberapa kamar mandi dipakai bersama, tidak membedakan jenis baik itu laki-laki atau perempuan.Umumnya mahasiswa di kota ini memilih untuk tinggal dengan cara seperti ini, selain murah juga bisa melatih kemampuan bahasa Jerman. Namun bagi yang memiliki uang lebih dan membutuhkan keadaaan lebih privat bisa beralih ke Wohnung atau apartemen. Pada masa awal kedatangan, sebelum pindah ke Wohnung, saya pernah satu bulan tinggal di WG. Tentu ada positif dan negatifnya.
Saya melihat etos kerja mahasiswa di sini dari Senin sampai Jum’at, mereka belajar keras dan giat, serta banyak kegiatan kampus, yang mendukung bakat dan minat, mungkin kita kenal dengan ekstrakurikuler. Namun ketika Jum‘at sore tiba, mereka melepas semua atribut kesibukan kuliah kemudian berpesta pada Jum‘at dan Sabtu malam. Bahkan jangan heran bagi yang tinggal di asrama mahasiswa akan mendengar dentuman musik keras hingga Shubuh di hari Minggu. Laa hawla walaa quwwata illa billah ….
Untuk menyiasati agar tidak kedapatan memasak bersama mahasiswi yang tentu kita tidak bisa mengharapkan mereka berbusana yang layak sesuai agama kita, saya memasak pada waktu subuh atau agak larut sekitar jam 10 malam. Pada waktu-waktu itu mereka belum bangun dari tidur atau sebaliknya
(mereka sudah tidur).
Masjid dan Makanan
Bahan makanan halal dapat dengan mudah kita temui di toko (Halal Shop) sekitar masjid. Freiburg memiliki dua masjid yang dapat dikatakan cukup besar. Kami menyebutnya masjid Turki (Islamiches Centrum Freiburg) dan Masjid Arab (Islamische Union Deutschland). Kedua masjid di sini berbeda dengan apa yang umumnya saya temui di Indonesia, pengeras suara disesuaikan hanya untuk pemakaian di dalam ruangan, tanpa kubah, apalagi menara. Saya jadi teringat kembali pertanyaan beberapa teman bagaimana rasanya hidup di Freiburg, saya katakan kepada mereka, “Seenak apapun di negeri orang, negeri muslim lebih nyaman, karena Anda bisa syiar tanpa rasa takut! Dan gaung toleransi ada ketika Islam menjadi mayoritas, namun ketika islam menjadi minoritas, jarang sekali toleransi ini muncul.“Masjid Turki sangat ramai, karena lebih dekat dengan pusat kota. Ikhwah di masjid ini mayoritas menggunakan bahasa Jerman dan Turki tentunya. Terdiri dari jamaah majemuk yang datang dari berbagai macam bangsa. Juga bercampur Islam dengan madzahibnya, bahkan ada beberapa yang terang-teranganan tarikat. Sedangkan Masjid Arab, sesuai namanya mayoritas jamaah di sini berasal dari Tunisia, Aljazair, Maroko, Mesir, Sudan, Somalia dan Palestina. Melihat komposisi ini sudah pasti bahasa Arab menjadi bahasa nomor satu di masjid ini, dan Jerman nomor dua.
Tentang masjid ini, ada pengalaman menarik ketika masa awal kedatangan saya di Freiburg. Biasanya ketika mereka melihat orang asing mereka menyapa dengan bahasa Jerman, “Brüder..wie geht’s?“ (Akhiy..apa kabar?“) saya jawab dengan bahasa arab seadanya “Bikhoyr alhamdulillah“. Kemudian beralih ke percakapan selanjutnya dengan kemampuan bahasa arab saya secara terbata-bata. Mereka sangat senang sekali bisa mendapat saudara baru dan mau berbicara dengan bahasa arab. Pada hari itu bertepatan dengan hari Arofah, ketika waktu ifthar tiba, kami berbuka bersama, mereka menjamu saya dengan luar biasa. Dalam budaya betawi mungkin ini yang dikatakan, “Minum dituangin, sayur disendokin, nasi dicentongin!“ Bahkan hingga saat ini jika saya ke masjid, mereka menyambut dengan sangat ramah.
Masjid Arab ini lebih nyaman di hati saya, lebih dekat kepada Sunnah. Sebagai contoh, tentang perbedaan menyikapi hari Arofah, obrolan ringan yang saya tangkap sekilas sambil berlalu di antara tiga pemuda muslim Jerman ‚“Mein Brüder, Syaik Utsaimin hat gesagt….“ (ya akhiy…Syaikh Utsaimin berkata….)..Masya Allah..
Idul Adha kemarin sangat berkesan, hari itu kami tidak libur seperti di indonesia. Namun, seluruh muslim dari penjuru kota berbaur naik tram dari arah manapun, transit di tengah kota dengan tujuan yang sama, Masjid. Dalam gerbong tram, kami bisa tahu sama tahu, tanpa saling berkenalan sekalipun, kami sudah bisa menduga siapa saja muslim yang ada di gerbong tersebut. Apalagi ketika melihat banyak wanita berhijab sambil menuntut anak-anak mereka. Rasanya aura sesama muslim sangat terasa di hari itu. Kami saling mengucap salam, jika sedikit dirasa jauh, kami menaruh tangan di dada dan melempar senyum. Terkadang ada benarnya, ketika anda minoritas, maka ukhuwah menjadi sangat terasa.
Budaya dan Keseharian
Selain budaya “ Punktlicht“ (tepat waktu) atau disiplin yang terkenal dari Jerman, penduduk di kota ini dan Jerman pada umumnya sangat gemar dengan olahraga. Sebuah pemandangan yang amat sering melihat orang, tua dan muda, berlari di taman kota, seputaran danau hingga tengah malam. Semua sarana seperti lapangan dan aula untuk olahraga lengkap dapat ditemukan dengan mudah di sini. Kebetulan saya ikut fitness, selain dekat dengan ” wohnung ” saya, di sini ada jadwal latihan beladiri yang saya gemari. Selepas fitness dan latihan kami biasa sauna untuk melemaskan otot yang tegang. Tapi sebagai muslim, kita harus perhatian terhadap jadwal. Pastikan bahwa hari itu jadwal sauna hanya untuk laki-laki, sebab umumnya hari Sabtu dan Minggu campur baur antara laki-laki dan perempuan. Pengalaman unik ketika menjajal sauna adalah ketika mereka melihat saya memakai handuk besar yang menutupi pusar sampai dengkul saya. Mereka bertanya kepada saya, “Dari mana asal Anda?” Saya jawab, “Saya dari Indonesia” Mereka bertanya lagi, “Apakah memakai handuk besar menutupi tubuh seperti ini adalah bagian dari budaya Anda?” Saya jawab ‘’Nicht Kultur, Aber das ist meine Religion!” (Bukan dari budaya, tapi Agama saya)Penduduk Jerman Selatan umumnya ramah, ketika mereka mendapat penjelasan dengan baik mereka akan mudah legowo dan menghormati. Begitu pun dengan keseharian saya di sini, Profesor serta semua teman laboraturium tempat saya studi pun sudah mengetahui saya muslim. Hal terpenting adalah sejak awal kita harus memposisikan diri kita sebagai muslim. Alhamdulillah sampai saat ini jika ada pertemuan resmi biasanya mereka akan menyediakan makanan dan minumankhusus yang halal bagi saya. Karena halal itu wajib. Mereka sempat heran, karena sebagian teman kuliah mereka yang katanya beragama Islam pun minum wine dan tidak peduli memakan daging apa. Tapi rasa kehati-hatian saya terhadap menu makanan di restoran jika kita sedang makan di luar malah membuat mereka respek. Saya pun pernah berkata kepada teman saya, “Jika cuaca tidak mendukung saya untuk ke masjid, apakah kalian keberatan jika saya shalat di sini (kantor), tidak akan lama bahkan 10 menit pun tidak dan saya hanya membutuhkan space 1 x 0.6 m?” Saya pun memperagakan sebagian gerakan shalat. Mereka mengamati dengan seksama. Mereka tidak menolak, bahkan setiap saya shalat tanpa dikomando mereka mengheningkan suasana. Sejak saat itu mereka sering berani bertanya tentang Islam. Saya sering diskusi dan menjelaskan hal-hal ringan seputar islam. Dalam benak saya, berarti saya harus banyak belajar lagi agar dapat menjawab rasa ingin tahu mereka! Bismillah.
—
Penulis: Alfian Ferdiansyah
Artikel Muslim.Or.Id
24 Nov 2013
Makna Kekayaan
Seorang sahabat bernama Andi, -bukan nama asli-,
berkisah bahwa ia pernah bekerja di sebuah perusahaan Yahudi. Ia sudah menjadi
manusia yang kaya raya di usianya yang lagi belum mencapai 40 tahun. Lebih dari
200 negara sudah ia sambangi. Semua itu dilakukan demi mencari kekayaan dunia
untuknya, dan untuk perusahaannya yang dimiliki orang Yahudi.
Dia bertutur betapa satu sen pun harus dikejar
dalam bisnisnya. Kerugian meski hanya satu dollar akan membuat pemilik usaha
menjadi panik. Apalagi model krisis global seperti saat ini.
23 Nov 2013
Pembuat Roti Dijadikan Tuhan
Mungkin kita sudah mendengar bahwa Latta adalah
nama berhala yang disembah oleh orang kafir Quraisy dahulu yang berupa patung.
Nama Latta di singgung oleh Allah Ta’ala dalam ayat:
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى
(19) وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَى(20) أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَى
(21) تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَى (22) إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ
سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ
إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ
مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَى (23)
“Maka apakah patut kamu (hai orang-orang
musyrik) menganggap Al Latta dan Al Uzza. dan Manat yang ketiga, yang paling
terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? Apakah (patut) untuk kamu (anak)
laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu
pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan
bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun
untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan,
dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang
petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka” (QS. An Najm: 19-23)
Namun kebanyakan dari kaum muslimin belum
mengetahui siapa sebenarnya Latta itu. Apakah ia sekedar patung? Mengapa ia
disembah?
21 Nov 2013
Gaza di Ujung Tanduk
Pejabat
Internasional mengkhawatirkan Gaza berubah menjadi kawasan yang tak layak untuk
hidup, disebabkan blokade yang makin ketat. Hal ini berdampak pada pertikaian
sipil di Gaza, dan stabilitas di kawasan regional, termasuk pada para pemukim
Zionis yang tinggal di perbatasan Gaza, jika tidak segera dicarikan solusinya.
Pilippo
Grandy, Wakil Badan PBB untuk bantuan pengungsi Palestina “UNRWA” yang berakhir
masa jabatannya menyebutkan, 19 dari 20 proyek kemanusiaan UNRWA di Gaza telah
berhenti beroperasi.
Polwan Boleh Berjilbab
Keputusan
Kapolri, Jenderal Pol Sutarman yang mengizinkan polwan Muslimah berjilbab,
disambut baik pengamat militer, Wawan Hadi. Menurutnya, sikap Sutarman laik
ditiru TNI untuk membebaskan anggotanya mengenakan hijab.
Sutarman
menilai, memakai jilbab adalah hak asasi dalam berkeyakinan, sehingga ia tidak
dapat melarang polwan untuk berjilbab. “Kapolri dapat dianggap pelopor, tentara
wanita juga pantas mendapatkan hak yang sama,” ujar Wawan, Rabu (20/11).
20 Nov 2013
Asal Manusia Bukan Dari Bumi?
Seorang ahli ekologi asal Amerika Serikat
mengemukakan pendapat yang mencengangkan. Dia mengklaim, bahwa manusia bukan
berasal dari Bumi. Keberadaan manusia di Bumi dipindahkan oleh alien pada
puluhan ribu tahun yang lalu.
Dalam buku barunya bertajuk “Human Are Not From
Earth: A Scientific Evaluation Of The Evidence,” Dr Ellis Silver
mengungkapkan bahwa sejumlah fitur fisiologis tidak menunjukkan adanya evolusi
kehidupan manusia di Bumi.
19 Nov 2013
Ragu Kentut atau Tidak, Shalat Batal?
Kadang kita mendapati hal seperti ini
ketika shalat, apakah kentut ataukah tidak? Perut terasa sesuatu, padahal itu
masih ragu-ragu, bukan yakin. Apakah ragu-ragu atau was-was seperti ini perlu
dituruti?
Ada hadits yang bisa diambil pelajaran pagi
ini sebagai berikut.
وَعَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم
– - إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ شَيْئًا, فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ: أَخَرَجَ
مِنْهُ شَيْءٌ, أَمْ لَا? فَلَا يَخْرُجَنَّ مِنْ اَلْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ
صَوْتًا, أَوْ يَجِدَ رِيحًا – أَخْرَجَهُ مُسْلِم
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika
salah seorang di antara kalian mendapati ada terasa sesuatu di perutnya, lalu
ia ragu-ragu apakah keluar sesuatu ataukah tidak, maka janganlah ia keluar dari
masjid hingga ia mendengar suara atau mendapati bau.” Diriwayatkan oleh
Muslim. (HR. Muslim no. 362).
18 Nov 2013
Siapa Munafik?
Lo Munafik! Nggak Usah
Munafik deh lo!
Pernyataan itu udah sering
kita denger pastinya, baik di layar kaca, di pergaulan sehari-hari, maupun di
berbagai tulisan. Lantas sebenarnya, apa dan siapa munafik itu?
Munafik
yang Benar-Benar Munafik
Siapakah munafik? Munafik
itu yang mengaku Islam, namun prakteknya dan hatinya berbeda dengan pengakuan.
Dari sini, kita bisa tarik pelajaran bahwa orang yang mengaku Islam KTP, bisa
dicap munafik sebagaimana akan kita lihat dari perkataan Hudzaifah dalam
tulisan ini.
16 Nov 2013
Jonas Rivanno Dilaporkan FPI?
Pernyataan Jonas Rivanno yang mengatakan masih beragama Kristen,
membuat FPI Depok merasa tersinggung. Pasalnya, Jonas telah melakukan
ikrar dua kalimat syahadat pada 21 Agustus lalu.
“Berkenanaan kasus pelecehan Jonas Rivanno kepada agama Islam, apa yang dia lakukan khususnya umat Islam, di antaranya Rivanno telah mempermainkan agama kami. Dia di beberapa media mengingkari keislaman dia, padahal kita punya bukti-bukti keislamannya,” ungkap Habib Idrus al Ghadri, Ketua DPW FPI Depok, ditemui di kawasan Pancoran Mas, Depok, Rabu (13/11/2013).
Tidak main-main, FPI Depok berencana melaporkan Jonas kepada Polres Depok mengenai hal pelecehan dan penodaan terhadap agama Islam.
“Besok kami melaporkan ke Polres Depok, pelecehan kepada lembaga Islam, seperti KUA dan MUI yang dilakukan oleh Jonas Rivanno,” tegasnya.
Bukti-bukti kuat Jonas telah masuk Islam telah dipegang FPI Depok. Namun, saat menggelar konferensi pers beberapa pekan lalu, Vanno membantahnya.
“Saya masih Kristen,” kata Jonas, kala itu
Sumber: http://www.dakwatuna.com
Surat yang menyatakan bahwa Jonas telah menjadi mualaf
“Berkenanaan kasus pelecehan Jonas Rivanno kepada agama Islam, apa yang dia lakukan khususnya umat Islam, di antaranya Rivanno telah mempermainkan agama kami. Dia di beberapa media mengingkari keislaman dia, padahal kita punya bukti-bukti keislamannya,” ungkap Habib Idrus al Ghadri, Ketua DPW FPI Depok, ditemui di kawasan Pancoran Mas, Depok, Rabu (13/11/2013).
Tidak main-main, FPI Depok berencana melaporkan Jonas kepada Polres Depok mengenai hal pelecehan dan penodaan terhadap agama Islam.
“Besok kami melaporkan ke Polres Depok, pelecehan kepada lembaga Islam, seperti KUA dan MUI yang dilakukan oleh Jonas Rivanno,” tegasnya.
Bukti-bukti kuat Jonas telah masuk Islam telah dipegang FPI Depok. Namun, saat menggelar konferensi pers beberapa pekan lalu, Vanno membantahnya.
“Saya masih Kristen,” kata Jonas, kala itu
Sumber: http://www.dakwatuna.com
Muslim Pembuat Robot
Sejarah
mengenalkan Leonardo da Vinci sebagai perintis teknologi robot atas penemuannya
pada tahun 1478, namun itu pun masih hanya dalam bentuk desain di atas kertas.
Namun, sebenarnya di awal abad ke-13 M, seorang insinyur yang sangat Al-Jazari,
sudah berhasil merancang dan menciptakan aneka bentuk robot pada awal abad
ke-13 M. Atas dasar itulah, masyarakat sains modern menjulukinya sebagai ”Bapak
Robot”.
Dari sini kita tahu bahwa Peradaban Islam sudah lebih maju tiga abad dalam teknologi robotika dibandingkan peradaban Barat saat itu. Ibnu Ismail Al-Jazari, lahir di Al-Jazira, tepatnya di antara wilayah Sungai Tigris dan Efrat.
Dari sini kita tahu bahwa Peradaban Islam sudah lebih maju tiga abad dalam teknologi robotika dibandingkan peradaban Barat saat itu. Ibnu Ismail Al-Jazari, lahir di Al-Jazira, tepatnya di antara wilayah Sungai Tigris dan Efrat.
15 Nov 2013
Alhambra, Warisan Agung Peradaban Islam di Eropa
Istana
Alhambra didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau bangsa Moor dari daerah Afrika
Utara. Bani Ahmar adalah penguasa kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di
Andalusia (Spanyol).
Istana
Alhambra berdiri kokoh di bukit La Sabica, Granada, Spanyol. Ia menjadi saksi
bisu sekaligus bukti sejarah kejayaan Islam di Spanyol (dulu Andalusia).
14 Nov 2013
Ritual Berdarah Asyura Syi'ah
Pada
tanggal 10 Muharram nanti atau disebut dengan hari Asyura, kita akan melihat
ritual berdarah Syi’ah (baca: Rafidhah). Mereka sedih atas kematian Husain
(cucu Rasulullah) saat itu sehingga mereka memukul dada, menampar pipi, memukul
bahu, mengiris-ngiris kepala mereka dengan pedang sampai menumpakan
darah. Sampai anak kecil pun mengiris kepalanya. Wallahul
musta’an. Itulah salah satu kesesatan Syi’ah yang dapat ditemukan pada
hari Asyura.
Kenapa
Kelakuan Mereka Dikatakan Sesat?
Asyura dan Kebinasaan Kaum Zhalim
Kedhaliman
dengan segala bentuknya adalah hal yang sangat dibenci dalam Islam. Walaupun
yang didhalimi bukanlah orang-orang Islam. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam
sebuah hadits qudsi, “Sesungguhnya Aku tidak akan berbuat dhalim. Aku juga
jadikan kedhaliman sebagai sesuatu yang haram kalian lakukan. Maka janganlah
kalian saling mendhalimi.”
Ketika
pindah ke Madinah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada
tanggal 10 Muharram (Asyura). Beliau bertanya, dan mereka menjawab, “Ini
adalah hari baik. Ini adalah hari Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkan Bani Israil dari
musuhnya (Firaun). Oleh karena itu Nabi Musa as. melaksanakan puasa pada hari
ini.” Rasulullah saw. berkata, “Aku lebih berhak atas Nabi Musa daripada
kalian.” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun berpuasa dan memerintahkan umat Islam
untuk mengikutinya.
10 Nov 2013
Pangeran Diponegoro = Makelar Tanah?
Mengapa Pangeran Diponegoro
memerangi penjajah Belanda?
Banyak dari kita, atau juga para
pelajar di Indonesia mungkin akan menyatakan bahwa perlawanan beliau lahir
karena Belanda merampas tanah warisan leluhurnya.
Jawaban itu tidak aneh! Sebab,
buku-buku sejarah di sekolah-sekolah memang menjelaskan Diponegoro berperang
melawan Belanda karena urusan tanah dan tahta. Bukan urusan agama. Padahal, fakta
sejarah tidaklah demikian.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)















