OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

1 Apr 2015

Pemuda yang Amazing

PREMIERE Kajian Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFE)
26 Maret 2015
Oleh : Ust. Ihsan Fauzi
“Burn Your Spirit, Be an Amazing Teenager”

Pemuda yang Amazing

Bagaimana menjadi pemuda yang amazing? Bagaimana memunculkan keajaiban? Ada empat hal yang bisa kita lakukan :
1.      Syech Ahmad Yasin adalah seorang inspirator HAMAS sebuah gerakan perlawanan muslim Palestina yang dijajah oleh penjajah yahudi Soheh. Gerakan yang sangat ditakuti oleh militer terbaik dunia digerakkan oleh seorang tua renta, lumpuh dan duduk diatas kursi roda. Mungkin kita membayangkan ketika disebut Syech Ahmad Yasin adalah kita membayangkan seorang pemuda yang gagah, pemuda yang kuat, dan fisiknya luar biasa akan tetapi Syech Ahmad Yasin adalah  seorang tua renta berjenggot putih bekepala botak tanda beliau sangat cerdas duduk diatas kursi roda karena seluruh tubuhnya sudah lumpuh. Syech Ahmad Yasin saat itu masih muda, saat itu fisiknya masih kuat beliau berlomba bersama temannya, perlombaan itu adalah hand stand (kaki diatas kepala dan tangan dibawah) biasanya orang paling kuat 5 menit sudah bagus, 1 menit sudah bagus, 5 menit sudah amazing. Saat itu beliau mempunyai tekat yang kuat. Rahasia pertama adalah tekat yang kuat, kekuatan tekat mengalahkan segala keterbatasan. Ahmad Yasin waktu itu masih muda masih berusia 15/16tahun masih ABG mungkin masih labil, berlomba untuk siapa yang paling lama hand stand, 1 menit ada yang jatuh 3 menit ada yang jatuh, 5 menit sudah luar  biasa. Tapi Ahmad Yasin muda ini, bertahan 10, 20, 30 sampai hampir 1 jam beliau masih tahan walaupun darah sudah mengalir ke otaknya beliau menahan sambil gemetaran beliau masih tahan  tanda Ahmad Yasin tanda Ahmad Yasin muda ini mempunyai kekuatan tekat yang sangat kuat. Lalu kemudian setalah 1 jam bertahan dan akhirnya robohlah beliau  karena terlalu lama dan darah mengalir ke otaknya kemudian  seluruh tubuh beliau tidak bisa digerakkan dan akhirnya  lumpuh. Setelah lumpuh Ahmad Yasin sudah kehilangan seluruh fisiknya Allah sudah menakdirkan  beliau  sudah tidak punya kekuatan lagi beliau sudah tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya yang dulu atletis, tapi semangatnya masih membara  dan kemudian Syech Ahmad Yasin masih meneruskan pendidikannya hingga gelar sarjana memilih menjadi seorang guru. Syech Ahmad Yasin saat itu sangat inspiratif karena suaranya sangat lirih bahkan hampir tak terdengar tapi ketika dia menyuruh murid - muridnya untuk sholat malam, maka besoknya orang tua murid tersebut pada protes kepada  Syech Ahmad Yasin. Kenapa anaknya begadang tidak tidur semalaman hanya untuk menunggu momentum sholat malam. Ketika muridnya itu sangat terkesan dengan semangat, dengan tauji, dengan inspirasi Syech Ahmad Yasin  itu untuk sholat malam. Para murid tidak ingin kehilangan sholat malam sampai tidak tidur  menunggu sholat malam. Karena pelan lirik dan tak berdaya murid – murid beliau sanagt terkesan. Kemudian Syech Ahmad Yasin punya tekat dan kekuatan dan akhirnya beliau mendirikan sebuah gerakan HAMAS. Inspirator HAMAS ada dua orang yang pertama Syech Ahmad Yasin lumpuh seluruh badannya da berbicara lirih dan Syech Abdul Rahman seorang ulam yang buta. Dengan segala keterbatasan beliau Allah tunjukkan betapa kekuatan tekat kekuatan cita – cita dan menjadi inspirasi adalah gelombang yang luar biasa. Jadi yang pertama adalah mempunyai kekuatan tekat, inilah ciri seorang pemuda. Seorang pemuda itu tidak dinilai dari usiaanya  tapi dinilai dari apakan iya masih mempunyai semangat atau tidak. Jika sudah meredup semangat seorang pemuda maka percuma ia menjadi pemuda karena sudah tidak mempunyai semangat yang membara. Karena ciri seorang pemuda adalahan punya semangat yang membara. Semua itu mungkin, semua itu tidak ada yang tidak mungkin semua itu sangat mungkin . seperti contoh Syech Ahmad Yasin dan Syech Abdul Rahman yang mungkin berkebutuhan khusus ini tapi ketika menjadi kekuatan sangat menggetarkan.
2.      Mempersiapkan momentum - momentumnya dengan pesiapan terbaik. Ada sebuah rumus kepahlawanan yaitu persiapan kepemilikan momentum. Momentum jaman akan berulang – berulang tapi tidak semua orang akan menemukan momentumnya maka orang yang mempersiapkan momentum jamannya akan jadi pahlawan di jaman itu. Kita belajar dari Ir. Soekarno seorang pemuda yang saat itu sudah berdiskusi masalah politik membahas masalah Negara pada usianya yang masih belia. Ketika beliau menjadi mahasiswa di ITB beliau mempersaiapkan dengan berguru dengan Cokro Aminoto di Solo. Cokro Aminoto adalah guru adalah guru yang luar biasa, beliau mempersiapkan generasi jaman yang luar biasa beliau mempunyai tiga orang murid. Yaitu
Pertama          : Ir. Soekarno
Kedua              : Semaul
Ketiga              : Kartosuwiryo
 Cokro Aminoto melahirkan 3 tokoh besar yang semuanya mempersiapkan dirinya untuk memjadi pemimpin umat. Mereka melakukan cara yang berbeda beda untuk melakukan sesuatu yang terbaik untuk negeri ini. Kemudia kita juga belajar dari tokoh tokoh yang lain Soekarno misalnya yang sudah mempersiapkan  atau Moh. Hatta seorang pecinta buku, beliau menagatakan “penjarakan aku penjarakan aku  terserah selama lamanya  engka mau  tapi jangan samapai engkau pisahakan aku dari buku  karna walaupun engkau penjarakan akau  dan aku masih membaca buku maka aku merdeka” kata Moh. Hatta tahun 1930an. Pada tahun tersebut nenek” kita masih belum berfikir tentang buku dan masalah pengetahuan tapi Moh. Hatta sudah berfikir, maka 2015 bila kita masih berfikir tentang Solo berfikir Jawa Tengan tentang Indonesia maka kita akan kalah melompat dengan Moh. Hatta maka 1930 sudah samapai ke Belanda. Maka persiapkan momentum deangan sebaik – baiknya
3.      Ketika menemukan momentum itu  kerja keras  yang terbaik, rumus seorang muslim adalah melakukan sesuatu yang terbaik karena Allah menerima amal – amal  yang terbaik. Karena setiap muslim akan beramal untuk dipersembahkan kepada Allah SWT. Amal yang terbaik di setiap Sholat adalah Khusyuk dan Allah akan menerima sholat seorang yang khusyuk, Amal terbaik saat haji adalah mabrur dan Allah menerima amalan haji mabrur itu dengan ganjaran surgra, Allah juga menerima amalan  yang terbaik  dalam amal adalah IKHSAN. Ikhsan itu adalah melakukan amalan terbaik karena Allah. Ikhsan dalam panggung adalah totalitas, sama kuliah juga harus dengan ikhasan. Kuliah dengan ikhsan yang terbaik adalah A karna tidak mungkin kita mempersembahkan untuk Allah adalah C. Lakukan sesuatu itu yang terabaik, terperfect.
4.      Pasrahkan semuaanya kepada Allah karena Keajaiban akan muncul karena pertolongan Allah SWT. Lakukan urusan Allah maka Allah aka mengurusnya. Apa urusan Allah? Urusan Allah adalah DAKWAH, KEBAIKAN, KESHALIHAN, AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR. Contoh Nabi Ibrahim AS tidak menyangka, beliau hanya melakukan perintah Allah saja dan pasrah ketika menyembelih anaknya  beliau tidak tau kalau nanti diganti dengan biri – biri. Nabi Musa juga tidak tau bahwa tongkatnya dilempar itu jadi ular ketika dia ditantang oleh  tukang sihir, beliau tidak tahu tongkat itu buat apa. Allah memerintahkan untuk melempar tongkatnya dan beliau percaya pada kekuasaan Allah. Kemudian ketika Nabi Musa  dikejar sampai tepi laut kemudian Allah memerintahkan untuk memukulkan tongkatnya beliau percaya kepada Allah dan pasrahkan kepada Allah dan lakukan saja kemudian mencullah tujuh jalan dan Nabi Musa bisa lewat laut.


29 Jan 2015

Pendaftaran BPPI 2015

Yang ditunggu-tunggu sudah datang nih.
Apa lagi kalau bukan "PENDAFTARAN PENGURUS BPPI 2015"

Bagi KAMU Mahasiswa Muslim FEB UNS khusunya angkatan 2012-2014
Bagi KAMU yang ingin belajar dan mengenal Islam lebih dekat
Bagi KAMU yang ingin menjadi insan yang bermanfaat
Bagi KAMU yang ingin menjadi aktivis muslim yang Baik, Pinter, Peduli, Islami
Bagi KAMU yang rindu akan aroma pergerakan mahasiswa.
Bagi KAMU yang ingin belajar berorganisasi sekaligus mendapatkan keluarga baru yang kece

Tenang, belum terlambat....!!

Segera DAFTARKAN DIRIMU menjadi bagian dari KELUARGA BADAN PENGKAJIAN PENGAMALAN ISLAM FEB UNS PERIODE 2015.

Pendaftaran sudah DIBUKA mulai detik ini sampai tanggal 15 Februari 2015.
Caranya cukup mudah, simpel, dan gampang.
1. Mengisi Formulir Pendaftaran Online yang bisa di akses di http://goo.gl/forms/qpbD10wbPE
2. Melakukan konfirmasi ke Contact Person. Putra (08995224044) | Putri (087836393979)
3. Melakukan screening/wawancara mulai tanggal 18 Februari 2015

Segera Gabung dan Daftarkan Dirimu Segera!!!

#BukanBPPIBiasa15# 







22 Jan 2015

Memahami Amanah & Mengikis Habis Popularitas

Surakarta - (22/01/2015) Berbicara tentang amanah  sama saja dengan membahas tentang sesuatu yang besar dalam agama yang mulia. Apalagi amanah ini menjadi karakter khas yang dimiliki Rasulullah sehingga disegani dan dicintai oleh umatnya. Rasul bersabda:

"Tiada beriman orang yang tidak memegang amanat dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji." (HR. Ad-Dailami)

Amanah menjadi salah satu bagian dalam lingkaran keimanan seorang muslim dan menjadi satu hal penting untuk dipahami. Pernah kita melihat status di facebook atau media sosial yang lain, dalam salah gambar terdapat tulisan:
"Barakallah kepada si Fulan sebagai Ketua Umum/Presiden dan sebagainya..."

Menarik bahwa salah komentarnya adalah "barakallah wa innalillah."  

Jika melihat lebih jauh sebenarnya ada dua dimensi amanah. Pertama adalah makna barakallah itu artinya amanah merupakan salah satu sifat/amalan yang mulia. Atas sifat inilah Rasulullah disegani para umatnya dan bahkan musuhnya percaya dengan kemuliaan lisannya. Allah berfirman:

"Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,  (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya." (Q.S Al-Mu'minun : 8-11)

Selanjutnya adalah ungkapan inalillah mengandung makna bahwa amanah adalah sebuah janji yang harus ditepati. Konsekuensi jika tidak amanah tentunya akan mengantarkan kepada murka Allah. Bahkan sahabat nabi, Abu Dzar al-Ghifari ketika meminta amanah kepada Rasulullah, beliau menolaknya dan menjawab:

"Hai Abu Zar, sesungguhnya pada hari kiamat engkau adalah seorang yang lemah dan sesungguhnya jabatan pemerintahan itu adalah sebagai amanat dan sebenarnya jabatan sedemikian itu adalah merupakan kerendahan serta penyesalan -pada hari kiamat- bagi orang yang tidak dapat menunaikan amanatnya, kecuali seorang yang mengambil amanat itu dengan hak sebagaimana mestinya dan menunaikan apa yang dibebankan atas dirinya perihal amanat yang dipikulkan tadi." (Riwayat Muslim)

Perlunya memahami amanah ini berarti mencoba untuk mengokohkan keimanan. Takutnya hal ini akan membawa kepada penyesalan. Murni ini adalah untuk menggapai ridho Illahi dan bukan untuk mencari popularitas semata.

Terkadang amanah perlu untuk ditunjukkan kepada khalayak dan itupun hanya sebagai sarana komunikasi. Ketika amanah sudah diberikan, maka ada baiknya kita melihat kemampuan dan kesanggupan pribadi. Poin apa saja yang masih kurang dan perlu ditingkatkan, itu menjadi pertimbangan besar dalam menerima sebuah amanah.

Perlu diperhatikan pula bahwa amanah itu lebih baik diberi bukan meminta. Sebab jika meminta, peluang syetan untuk merusak niat  semakin besar.  Ketika niat sudah rusak, maka tidak akan ada artinya di mata Allah dan itu artinya adalah amanah justru menjadi pintu masuk kita menuju murkaNya Allah SWT.


30 Des 2014

Jalinan Ukhuwah yang Terjalin dengan Indah: Saudaraku Forstilling FEB UB



Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Surakarta - (27/12/2014) Bumi ini seakan terasa sempit. Hampir di setiap jengkal kita berdiri, disanalah manusia-manusia pilihan selalu mengiringi. Tunas-tunas perjuangan seakan melingkupi hampir di seluruh semesta. Bibir ini akhirnya tersungging indah memancarkan kesejukannya. Melihat mereka Sang Pejuang yang akhirnya datang setelah menanti beberapa detak waktu.

Hari ini Saudara kami dari Forstilling (Forum Studi Islam dan Lingkungan) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang yang merupakan Lembaga Dakwah Fakultas melakukan kunjungan dalam rangka studi banding dan silaturrahim. Mereka datang jauh dari Malang ke BPPI FEB UNS dalam rangka menjalin jaringan eksternal. 

Sampai di kota Budaya Surakarta pukul 06.00 WIB, rombongan langsung menuju Masjid Nurul Huda UNS untuk istirahat. Sambutan hangat langsung terpancar seketika bertemu. Acara dilanjutkan di Ruang Sidang 2 FEB UNS yang diisi dengan sambutan dari ketua dan perkenalan masing-masing lembaga. Acara berlangsung dengan baik dan dilingkupi oleh nuansa ukhuwwah Islamiyah. Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan oleh masing-masing lembaga.

Kebetulan juga dalam momentum ini, BPPI FEB UNS dan Forstilling FEB UB telah melakukan proses reorganisasi, sehingga dalam acara tersebut juga diperkenalkan ketua yang baru di masing-masing lembaga. Serangkaian acara yang telah berlangsung semoga dapat merekatkan ukhuwwah di antara kita dan do’a-do’a selalu tercurah di setiap langkah juang kita semua. Amin.

26 Des 2014

Refleksi Seorang Insan: Memahami Hakikat Sebuah Musibah

bppiuns.blogspot.com (26/12/2014). Tidak henti-hentinya negeri ini dilanda bencana. Baru saja ramai terdengar bencana tanah longsor di Banjarnegara yang menelan banyak korban jiwa, sekarang tengah melanda banjir parah di Banda Aceh. Apakah makna musibah ini?. Apakah Allah SWT menimpakan azab kepada kita?.

Allah SWT berfirman:
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali atas izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS. at-Taghabun (64): 11]

Jelaslah bahwasanya musibah pasti terjadi karena alasan-alasan tertentu. Kalau kita menilik kisah-kisah nabi dan rasul terdahulu, misalnya kaum nabi Nuh yang ditenggelamkan karena durhaka atas ajakan Nabi Nuh. Allah berfirman:
"Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah." (Q.S Nuh: 25)

Dan hampir keseluruhan kisah nabi dan rasul yang dikisahkan Allah di Al-Qur'an berakhir pada diturunkannya azab Allah atas kekafiran dan kedustaannya kepada nabi dan rasul. Pada tahap ini bisa disimpulkan bahwa musibah itu bisa menjadi azab Allah atas perilaku hamba-Nya yang jauh dari syariat Allah.

Allah berfirman:
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [QS. asy-Syura (42): 30]

Bencana alam bisa jadi terjadi karena tangan-tangan manusia yang serakah terhadap alam ini. Bumi dan langit telah diberikan Allah kepada manusia dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama di dunia. Namun kalau kita saksikan saat ini, dunia bukan lagi menjadi sarana untuk menuju akhirat yang kekal, namun menjadikan dunia sebagai tujuan dan lupa terhadap akhirat. Allah berfirman:

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (Q.S Ali-Imran: 14)

Maka patutlah kita sebagai insan yang beriman dan bertaqwa menyadari bahwa kita hanyalah sebagai makhluk yang lemah. Perbuatan dan tingkah laku kita senantiasa mendapatkan pengawasan dari Allah SWT. Kita tetap harus menjaga sikap atas nikmat yang Allah berikan kepada kita. Keserakahan hanyalah akan mendatangkan keburukan. Musibah demi musibah ini menjadi sebuah pertanda atas sikap dan perilaku kita. Allah SWT seakan ingin menyampaikan pesan kepada kita bahwa dunia ini hanyalah sementara. Tetap bersabar atas ujian ini. Sesungguhnya Allah beserta hamba-Nya yang bersabar.

   

15 Des 2014

Musyawarah Anggota XXXI BPPI FEB UNS 2014

Surakarta, bppifebuns.blogspot.com - Senin (15/12). Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (BPPI FEB UNS) mengadakan Musyawarah Anggota (Musang) ke-XXXI sebagai kegiatan pamungkas untuk menutup kepengurusan periode 2014. Musyawarah ini telah berlangsung sejak Senin 15 Desember 2014. Tujuan dari acara ini merupakan bentuk evaluasi kinerja BPPI selama satu periode kerja (2014).

"Satu periode keberjalanan BPPI akan dipertanggungjawabkan kepada anggota BPPI melalui Musang. Anggota BPPI meliputi seluruh mahasiswa Muslim FEB", ujar Hafid Tamimi, Ketua Umum BPPI FEB UNS periode 2014.

Anggota yang hadir dibagi menjadi dua yaitu aktif dan biasa. "Anggota aktif adalah pengurus BPPI, sedangkan anggota biasa merupakan mahasiswa Muslim FEB non-pengurus. Non-pengurus termasuk juga alumni yang tergabung dalam IKABI", lanjutnya.

Hafid meneruskan, hal-hal yang paling disorot dari evaluasi kali ini adalah ketercapaian visi dan misi BPPI periode 2014. "Ketercapaian nanti akan dinilai oleh evaluator, dan hari ini diumumkan apakah Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) diterima atau ditolak. Atau diterima dengan syarat. Dari adanya kegiatan Musang ini tampak kepedulian, kecintaan terhadap bidangnya masing-masing."

Evaluator yang hadir pada hari terakhir Musang XXXI ini adalah Deni Eko (Akuntansi 2011, Biro AAI FEB UNS), Punto Jatmiko (Ekonomi Pembangunan 2010), Rona Murni Hamdyah (Ekonomi Pembangunan 2010), dan Febrianto Endy Pratama (Ekonomi Pembangunan 2010). Keempatnya memberi penilaian terhadap LPJ tahun ini, juga didasarkan dari penilaian evaluator lain yang telah hadir di hari sebelumnya. Evaluator juga menjelaskan bagaimana penilaian tersebut didapat, sehingga dapat menjadi perbaikan di periode mendatang.

Acara selesai pada pukul 17.30 WIB dan ditutup dengan penyerahan hadiah dari evaluator sebagai bentuk inisiasi kepengurusan 2014, dari Ketua Umum BPPI FEB UNS 2013 Dananjaya Perdana kepada Hafid Tamimi. Bidang terbaik diraih oleh Kaderisasi dan Pembinaan, kemudian staff terbaik diraih oleh Didik Nugroho. (aryo)

2 Des 2014

Mengenal Dua Jalur Kepemimpinan

Thalut.  Melalui Qs. al-Baqarah [2]: 247, Allah SWT menceritakan penolakan Bani Israil atas penunjukan Thalut sebagai pemimpin, karena ia dinilai berasal dari keluarga miskin dan bukan darah biru. Cara pandang umat saat itu (dan bahkan saat ini), masih melihat seseorang dari aspek “harta” dan “keturunan”nya. Keduanya acapkali dianggap penentu sukses kepemimpinan seseorang, dan karenanya lebih dipentingkan dari karakter kepemimpinan itu sendiri. 

Kalau menilik lebih mendalam, keberadaan Thalut merupakan model pemimpin yang given dari Allah SWT. Allah berfirman:
"Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu." (Q.S Al-Baqarah : 247)

Menurut al-Thabari, berdasarkan riwayat Qatadah, Thalut adalah keturunan Bunyamin, kelompok yang tidak memiliki darah kenabian dan kerajaan. Dalam tradisi Bani Israil, seorang pemimpin harus muncul dari latar belakang keturunan nabi dan raja (sabt nubuwwah wa sabt mamlakah). Itu sebabnya, ketika dua syarat ini tak terpenuhi, mereka lantas menolaknya. Dan Thalut, ditakdirkan bukan dari kelompok ini. Bani Israel pun ramai-ramai menolaknya. Mereka heran, kenapa orang “tak berharga” seperti Thalut justru dikirim sebagai pemimpin mereka.

Sesungguhnya, di balik “kekurangan”nya itu, Allah SWT memberi Thalut kelebihan berupa keunggulan intelektual dan tubuh yang perkasa (basthah fi al-‘ilm wa al-jism). (Qs. al-Baqarah [2]: 247). Diceritakan al-Thabari misalnya, Thalut mendapat karunia wahyu dari Allah SWT dan memiliki ukuran tubuh tinggi-besar, ukuran yang tidak pernah dimiliki orang pada masa itu. Inilah kelebihan Thalut; berwawasan luas sebagai prasyarakat manajerial kepemimpinannya dan berfisik tangguh sebagai prasyarat keperwiraannya sekaligus simbol keberanian dan ketegasannya. Dalam kokteks Thalut, ketangguhan fisik ini tak lain untuk mengalahkan Raja Jalut yang tiran dan represif pada rakyatnya.

Hanya saja karena Thalut tidak berada dalam proses kerajaan sehingga Bani Israil menolak, meskipun Allah sudah menjadikan Thalut sebagai pemimpin. Model kepemimpinan yang given (diberikan) Allah memiliki keunggulan, yaitu kharisma pribadi, ilmu, dan fisik yang mumpuni.

Kemudian yang kedua adalah model kepemimpinan yang muncul sebagai akibat dari proses menempa potensi. Konteks ini bisa terjadi dalam sebuah proses kelembagaan.  Biasanya pada model ini pribadi lebih bersifat pendiam dan tidak menonjol, namun ketika sudah melalui proses dan mendapatkan amanah yang lebih tinggi, model kepemimpinan ini akan beranjak naik. Pada awalnya mereka lebih merasa bimbang dalam membuat keputusan, namun proses yang dilewati akan membuatnya semakin berani.

sumber: http://nuhamaarif.blogspot.com/2008/09/pemimpin-berkarakter-thalut.html

29 Nov 2014

PARADIGMA EMANSIPASI MUSLIMAH SESUAI HAKIKAT ISLAM



“Wanita adalah tiang negara, jika mereka baik, maka baiklah negara itu dan jika mereka buruk (rusak moralnya) maka buruklah negara itu”

Paradigma Urgensi Peran Muslimah
            Islam memiliki bahasan utama sekaligus prinsip pokok yaitu mengenai persamaan antara manusia, baik antara lelaki dan perempuan maupun antar bangsa, suku dan keturunan. Perbedaan yang digarisbawahi dan yang kemudian meninggikan atau merendahkan seseorang hanyalah nilai pengabdian dan ketakwaannya kepada Allah swt.
“Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (terdiri) dari lelaki dan perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal, sesungguhnya yang termulia di antara kamu adalah yang paling bertakwa (Q.S. 49: 13).
Ajaran Islam pada hakikatnya memberikan perhatian yang sangat besar serta kedudukan terhormat wanita. Maka dalam hal ini tentu saja peran dan partisipasi wanita khususnya muslimah sangat berkaitan secara vital bagi perkembangan peradaban suatu negara. Tak dapat dipungkiri bahwa muslimah merupakan madrasah bagi putra-putranya kelak dimana mereka akan dititahkan untuk menjadi cikal bakal suatu bangsa.
Namun, seiring pergeseran zaman dan pergantian peradaban maka pemikiran umat manusia pun mulai ikut berubah. Di antaranya terkait dengan tema utama yang berkaitan dengan muslimah yaitu mengenai emansipasi. Kata “emansipasi” populer dimaknai sebagai  suatu usaha untuk menuntut persamaan hak-hak kaum wanita terhadap hak-hak kaum pria di segala bidang kehidupan.
Emansipasi mengalami perkembangan sudut pandangnya. Dalam hal ini, menurut Islam emansipasi dalam kehidupan manusia merupakan sesuatu yang wajar dan harus terjadi, karena berkembangnya budaya dan pola kehidupan di alam semesta ini. Khusus berkenaan dengan negara-negara Islam ini, kaum feminisme menganggap bahwa Islam dan negara-negara tersebut telah membelenggu hak-hak kaum wanitanya. Berikut ini adalah alasan-alasan yang dikemukakan oleh Women’s Lib sebagai dasar tuntutannya sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Ahmad Dahri (1992):
1. Masalah hakikat wanita. Bahwa perbedaan antara laki-laki dan wanita secara biologis telah dibesar-besarkan untuk menindas kaum wanita dan mereka menuntut untuk diadakan penyelidikan secara ilmiah sampai ditemukannya perbedaan laki-laki dan perempuan secara ilmiah.
2. Masalah seksualitas. Bahwa kaum wanita mempunyai kebutuhan seksual sendiri yang dapat dipenuhi tanpa kehadiran laki-laki. Mereka mengharapkan bahwa hubungan seksual tidak dipergunakan oleh laki-laki untuk mendominasi wanita.
3. Masalah keluarga. Bahwa kepentingan keluarga tidak harus didahulukan dari kepentingan-kepentingan kehendak individualnya.
4. Masalah anak-anak. Bahwa para suami berkewajiban secara bergiliran mengasuh anak (ikut berperan ganda). Iklim yang harus diciptakan adalah model kemanusiaan untuk berkompetisi.
5. Masalah pekerjaan. Bahwa pekerjaan harus tersedia untuk pria dan wanita sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mereka ingin menghapus pendapat bahwa wanita bekerja hanya sebagai sekretaris, pramugari, asisten peneliti dan pekerjaan lain yang menempatkan wanita hanya sebagai faktor substitusi saja.
     Tentu saja dalam hal di atas, emansipasi yang kita harapkan bukan pada posisi setara dalam hal menuntut hak dan kewajibannya melainkan adil yakni sesuai porsi yang seimbang dalam memegang peranan penting fungsi dirinya. Hal inilah yang sebenarnya perlu diluruskan agar tidak terjadi penyimpangan persepsi tentang makna emansipasi itu sendiri yang berkaitan dengan ajaran Islam.
Dalam hal ini, kontribusi muslimah di dalam gerakan dakwah menjadi sesuatu yang tidak dapat dinafikan lagi khususnya untuk membangun peradaban yang humanis. Contoh ini telah dibuktikan oleh para muslimah terdahulu seperti Khadijah binti Khuwailid sebagai perempuan pertama yang menyambut seruan Iman dan Islam, Aisyah binti Abu Bakar sebagai salah satu gudang ilmu, Ummu Ammarah Nusaibah binti Ka’ab yang mati-matian di medan Uhud dan beberapa kali terlibat dalam peperangan khususnya bagian logistik dan medis , Sumaiyah binti khubath, orang pertama yang mendapat gelar syahidah seorang budak perempuan dari Mekkah yang dinikahi oleh seorang Yasir bin Amir bin Malik. Sumayyah menjadi syahidah ketika ia menentang umpatan dan sumpah serapah Abu Jahal yang mengolok-olok Rasulullah saw, sejarah diatas adalah bukti konkret bahwa peran muslimah memiliki cakupan jauh lebih luas dari hanya sekadar beroperasi di dalam rumahnya.
Namun legalitas tersebut bukan sebagai dalih atas ideologi baru seputar dunia wanita, jika kita mereview kembali muslimah pada era kekinian, banyak dari mereka yang terpengaruh oleh corak globalisasi yang tidak terfilter dengan baik, corak ini terlihat dari munculnya ide-ide emansipasi dan feminisme negatif yang demikian santer di dunia bagian barat, erat kaitannya dengan Women Liberation movement (gerakan pembebasan wanita).
Al-Quran mengakui watak obyektif dan universalitas keadilan yang disamakan dengan perbuatan-perbuatan baik (kebajikan-kebajikan moral), yang mengatasi masyarakat-masyrakat agama yang berlainan dan memperingatkan umat manusia untuk “tampil dengan perbuatan-perbuatan baik”:
Al Qur’an surat Al Maidah ayat 48 menjelaskan,“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu (umat religius) Kami berikan aturan dan jalan (tingkah laku). Apabila Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (berdasarkan pada aturan dan jalan itu), tetapi, (ia tidak melakukan demikian). Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Oleh karena itu, berlomba-lombalah (yaitu, bersaing satu sama lain) dalam berbuat baik. Karena Allah-lah kamu semua akan kembali, lalu Ia akan memberitahukan kepadamu (kebenaran) mengenai apa yang kamu perselisihkan itu.”
Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa keadilan yang dimaksud disini adalah sesuai porsinya. Dalam hal ini, keadilan yang diimplementasikan sesuai dengan keadaan dan kondisi yang teratur akan mempengaruhi keharmonisan dalam kehidupan yang akan berdampak positif bagi peradaban. Oleh karena itu, pelaksanaan prinsip dan wujud nyata keadilan sangat perlu untuk diterapkan secara nyata agar dapat meningkatkan kesuksesan dalam pembangunan peradaban yang harmonis. 
Keadilan yang dibahas di atas juga berkaitan dengan peran serta muslimah melalui perspektif Islam yang menganjurkan posisi yang sesuai dan tepat bukan setara atau dalam hal ini sama dengan laki-laki. Adanya kesadaran bagi seluruh pihak khususnya muslimah dalam menciptakan pola pikir yang tepat dalam memahami hakikat emansipasi itu sendiri harus diluruskan sesuai ajaran Islam. Karena itu, seharusnya pemahaman dan pemikiran porsi  dan prinsip keadilan harus dtekankan dibandingkan kesetaraan.(Siti Ramdhani/KP/14)

9 Nov 2014

Dunia Adalah Setitik Air di Lautan

Dimana kita tinggal sekarang? Dimana kita bisa menghirup udara segar? Dimana kita mampu bersua dengan orang yang kita kasihi? Jawabannya adalah di dunia. Di dunia inilah kita tinggal, kita bisa menghirup udara segar, bernafas bebas dan berjumpa dengan orang-orang yang kita sayangi. 
Indahnya dunia mampu menggoda siapa saja. Dunia dengan rayuannya mencoba menarik manusia untuk terjun dan menikmati sepuasnya. Gemerlapnya dunia sangat sayang untuk dilewatkan, sangat sayang jika dibiarkan. Mungkin kita tak asing lagi dengan ungkapan, “Hidup hanya sekali, mari kita happy”. Memang benar hidup di dunia hanya sekali dan memang kita harus happy agar kita menjalani hidup dengan semangat tinggi. Tapi dunia hanya sementara, tentu happy yang dirasa tidak bertahan lama.
“Tiadalah perbandingan dunia ini dengan akhirat, kecuali seperti seorang yang memasukan jarinya ke dalam lautan luas maka perhatikanlah yang tersisa." (HR. Muslim). Inilah dunia. Dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan akhirat. Dunia ini fana, akhirat abadi selamanya. Manusia layaknya musafir yang berjalan beribu bahkan berjuta kilometer untuk mencapai suatu tujuan, yakni Allah.
Di dunialah para musafir ini singgah sejenak untuk minum, melepas dahaga yang kemudian kembali melanjutkan perjalanan . Tak sedikit yang lengah, terlena dengan kenikmatan meneguk segarnya air ‘dunia’. Mereka lupa akan tujuan awal, mereka lebih memilih untuk tinggal. Para musafir yang beriman berbeda dengan musafir yang tidak beriman. “Dunia ini adalah penjara bagi orang-orang yang beriman dan surga bagi orang-orang kafir” (HR.Muslim). Orang yang beriman ingin segera keluar dari penjara. Mereka tidak betah harus tinggal dalam penjara megah ini. Karena mereka tahu setelah keluar dari penjara dunia, surga siap menyapa. Sedangkan orang yang tidak beriman, tidak ingin meninggalkan dunia. Ini surga mereka. Betapa bahagianya mereka, seakan-akan mereka benar-benar tinggal di surga. Mereka tidak tahu bahwa surga mereka inilah yang menjadi cikal bakal api neraka.

Lalu bagaimana dengan sekarang? Kita masih hidup di dunia. Apakah dunia tidak penting?

“Kalau begitu kita tidak perlu berusaha keras di dunia, toh nanti kita tinggal juga”.

Bukan seperti itu. Justru kita harus menaklukkan dan memperbudak dunia. Jadikan dunia sebagai ladang akhirat. Jadikan dunia sebagai investasi akhirat. Ingin kaya? Boleh, Islam tidak melarang. Mendapat status sosial yang tinggi? Boleh juga. Belajar hingga jenjang yang lebih tinggi demi ilmu dan gelar akademis? Silakan.
Islam tidak membatasi. Yang perlu diperhatikan di sini adalah jangan sampai kita lupa diri dan melupakan Allah. Kita boleh saja punya banyak harta, tapi jangan sampai kita enggan menginfakkan harta untuk kemajuan Islam dan umatnya. Kita boleh menjadi manusia terpintar sekalipun, tapi jangan sampai ilmu yang kita miliki membuat kita lupa untuk mengamalkan demi kejayaan Islam dan umatnya.
Niatkan semua karena Allah. Lakukan semuanya dengan cara yang benar, bukan dengan cara sikut sana sikut sini, dorong sana dorong sini. Sekali lagi, Islam tidak melarang kita untuk menikmati dunia tapi jangan sampai kita gelap mata dan terus mengejarnya. Akhirat tujuan kita, dunia sebagai sarananya. Semoga Allah ridhai kita.

(Nadifa | Magang Medkominfo BPPI 2014 | Disari dari Kajian FE 30 Oktober 2014)

7 Nov 2014

MUSLIMAH DAY 2014


Muslimah Day merupakan program kegiatan dari bidang kemuslimahan yang diadakan dalam rangka mengapresiasi muslimah khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai salah satu unsur penting masyarakat kampus demi mewujudkan kemuliaan Islam. Pada tahun ini, Muslimah Day diisi  berbagai lomba inspiratif yang diwakili beberapa potensi minat bakat dengan mengusung tema "Mengambil Hikmah dari Muslimah Penginspirasi". Kegiatan seperti ini diharapkan mampu mengangkat kembali eksistensi muslimah sebagai kontributor pembangun peradaban Islam, yang disadari baik secara langsung atau tidak dalam beberapa tahun terakhir mulai meredup diiringi dengan banyaknya pemberitaan kurang baik tentang wanita muslim. Berikut syarat dan ketentuannya.

LOMBA INSPIRATIF
Ketentuan umum
* Peserta adalah mahasiswi aktif muslim FEB UNS
* Karya belum pernah diikutsertakan dalam lomba atau kompetisi apapun
* Setiap peserta berhak mengikuti maksimal 2 lomba
* Pendaftaran dan pengumpulan karya 7-21 November 2014 pukul 17.00
* Hasil karya dikirim ke malafalintina@gmail.com dengan melampirkan cv (lihat format)
* Biaya pendaftaran Rp 5,000 untuk masing-masing jenis lomba
Pemenang lomba akan diumumkan dalam kegiatan Sekolah Muslimah 26 November 2014

1. MENULIS CERPEN, dengan tema "Muslimah Penginspirasi"
Syarat dan ketentuan
* Karya diketik rapi 4-6 halaman, jenis font Calibri ukuran 12 pt, kertas A4, margin 3-3-3-3, Justify, Spasi 1,5
* Diperbolehkan melampirkan ilustrasi dalam konten cerpen
* Format pendaftaran: (CERPEN_MD_Nama_NomorHP) ke 0856-4574-4625
* Hadiah Juara 1: Piagam + Rp 150,000
               Juara 2: Piagam + Rp 75,000
               Juara 3: Piagam + Bingkisan

2. MENULIS ARTIKEL, dengan tema "Muslimah sebagai Kontributor Pembangun Peradaban"
Syarat dan ketentuan
* Karya diketik rapi 3-5 halaman, jenis font Calibri ukuran 12 pt, kertas A4, margin 3-3-3-3, Justify, Spasi 1,5
* Format pendaftaran: (ARTIKEL_MD_Nama_NomorHP) ke 0856-4574-4625
* Hadiah Juara 1: Piagam + Rp 150,000
               Juara 2: Piagam + Rp 75,000
               Juara 3: Piagam + Bingkisan

3. FOTOGRAFI, dengan tema "A Real Muslimah, Inside and Outside"
Syarat dan ketentuan
* Tidak diperkenankan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto dan
   menghilangkan/mengubah elemen dalam satu foto
* File foto yang dikirim berukuran maksimum 800kb/foto
* Format pendaftaran: (FOTO_MD_Nama_NomorHP) ke 0856-4574-4625
* Hadiah Juara 1: Piagam + Rp 100,000
               Juara 2: Piagam + Rp 50,000
               Juara 3: Piagam + Bingkisan



Selamat berkompetisi, Muslimah Ekonomi :)

-Bidang Kemuslimahan BPPI 2014-

1 Nov 2014

1 Muharram: Refleksi Sebuah Kejayaan

Bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Selalu seperti itu roda perputaran waktu di alam semesta ini. Perubahan hanya menjadi lorong waktu yang tiada nilai yang di dapatkan. Perubahan hanya sebatas fenomena yang menghilang begitu saja. Padahal waktu demi waktu adalah momentum luar biasa yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya untuk melakukan sesuatu yang berharga. Bahkan satu hari adalah kenikmatan yang patut untuk kita syukuri.

Rasulullah bersabda:
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Ibnu Baththol mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”
Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”

Jika kita melihat masa-masa kejayaan Islam, sungguh waktu itu menunjukkan periodisasi kejayaan demi kejayaan umat Islam ketika itu. Begitupun dengan momentum 1 Muharram. Muharram (محرّÙ…) adalah bulan pertama tahun penanggalan Islam, Hijriyah. Ditetapkan pertama kali oleh Khalifah Umar ibnu al-Khattab atas saran dari menantu suci Rasulullah SAWW, yakni Imam Ali bin Abi Thalib karamalLahu wajhahu. Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar, pernah beliau mengutarakan gagasannya mengenai perlunya menetapkan kalender Isalam yang akan dipakai sebagai penenggalan dalam urusan administrasi masa kekhalifahannya,dan sebagai kebutuhan kaum muslimin, pada masa itu penanggalan yang dipakai kaum Muslimin berbeda-beda, ada yang memakai tahun gajah, dimana pada tahun itu terjadi penyerangan dari balatentara Abrahah dari negeri Yanan untuk menyerang Ka’bah, yang kemudian niatnya digagalkan Allah Yang Maha Esa. Dan di tahun itu pula lahirnya nabi Muhammad saw dan ada pula yang pemakaian tanggal didasarkan kepada hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. 

Untuk menetapkan kalender Islam ini, dicari momertum yang sangat tepat untuk dijadikan patokan sebagai awal permulaan Tahun Baru Islam. Maka Khalifah Umar ini mengadakan musyawarah yang dihadiri oleh pemuka-pemuka agama, dan pembesar-pembesar muslim. Di dalam pertemuan itu ada beberapa momentum penting yang diusulkan sebagai dasar penetapan pada tahun baru islam, dan momentum-momentum itu antara lain:
1. Dihitung dari hari kelahiran Nabi Muhammad
2. Dihitung dari wafatnya Rasulallah saw.
3. Dititung dari hari Rasulullah menerima wahyu pertama di gua Hira yang merupakan awal tugas kenabiannya.
4. Dimulai dari tanggal dan bulan Rasulullah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah.

Momentum 1 Muharram ini menjadi momentum besar perjuangan untuk meluaskan nilai-nilai Islam seantero Arab dan sekitarnya. Di dalam kekuasaan Khalifah Umar bin Khattab ini menjadi tonggak sejarah berdirinya sebuah khilafah Islamiyah yang wilayahnya sudah sangat luas. Artinya adalah momentum 1 Muharram ini adalah tanda sebuah perubahan besar menuju kejayaan Islam.

Maka dengan bergantinya tahun, dari 1435 H menjadi 1436 H, kiranya kita menyadari bahwa waktu adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa. Bisa jadi Allah mencabut nyawa kita sebelum kita melakukan amalan sholih. Naudzubillah. Maka pergunakan waktu itu untuk sepenuhnya mencari ridho Allah dan senantiasa kita menteladani kisah-kisah para sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in, serta para ulama yang telah menggoreskan tinta emas kejayaan.