OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

5 Sep 2014

Hukum dan Keistimewaan Wanita Berhijab Memancarkan Aura Kecantikan Alami






Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Hai kawan, tentu kalian pernah bertanya. Mengapa sebagian besar umat muslim banyak yang memutuskan tidak berhijab? Padahal berhijab itu hukumnya wajib bagi wanita muslim. Dalam artikel penulis akan menjelaskan sekilas tentang kewajiban berhijab dalam Islam dan manfaat apa saja yang diperoleh apabila seseorang memutuskan untuk berhijab.
Perlu diketahui, bahwa yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah faktor pakaian dan alat-alat perhiasan. Allah SWT berfirman dalam QS.Al-Araf 26 : “Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian taqwa itulah yang paling baik”
Pakaian dalam Islam bukanlah sekedar hiasan yang menempel di tubuh, tetapi pakaian yang menutup aurat. Maka dari itu Islam mewajibkan setiap wanita muslim untuk menutupi anggota tubuhnya yang dapat menarik perhatian lawan jenisnya. Masalah berhijab (berbusana muslimah yang menutupi seluruh bagian tubuh dari kepala hingga telapak kaki) bagi wanita muslim bukanlah masalah sederhana sebagaimana yang banyak disangkakan oleh masyarakat awam, melainkan masalah besar dan substansial dalam agama ini.
 Berhijab bukanlah sisa peninggalan adat atau kebiasaan wanita Arab, sehingga wanita non-Arab tidak perlu menirunya, namun berhijab bukanlah masalah khilafiah, yang diperselisihkan ada tidaknya berhijab itu sehingga wanita muslimah bebas mengenakan atau tidak, tetapi hijab adalah suatu hukum yang tegas dan pasti yang diwajibkan oleh Allah kepada wanita muslim untuk mengenakannya. Allah berfirman : ‘Hai nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. Karena itu mereka tidak diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
Dari ayat tersebut telah dijelaskan secara gamblang tentang pakaian yang harus dikenakan oleh seorang muslimah, yaitu wajib menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Ketetapan syari’at ini tidak lain adalah untuk melindungi, menjaga serta membentengi wanita dari laki-laki yang bukan mahramnya.




Beberapa keistimewaan apabila seorang muslimah mengenakan hijab :
1.             Wanita berjilbab lebih dipilih oleh kaum Adam
Ternyata para lelaki secara fitrah lebih menyukai wanita berhijab. Coba anda bayangkan saat anda hendak membeli kue di pasar. Pertama, ada kue yang terbungkus dengan daun pisang dengan dibalut dengan plastik putih. Kedua, ada kue yang tidak dibungkus dengan apapun dan dikerumuni banyak lalat. Nah kue mana yang akan anda pilih? Tentu saja kue yang dibungkus dengan daun pisang dan plastik. Karena kue yang dibungkus terjamin kebersihannya dari kontaminasi tangan-tangan yang penuh kuman dan virus. Begitu juga wanita berhijab. Mereka akan lebih dipilih sebagai pendamping hidup, kecuali wanita berhijab yang masih tidak bisa menjaga dirinya. Misalnya berikhtilat dengan kaum lelaki.

2.             Wanita Berhijab Lebih Anggun
Wanita berhijab lebih anggun jika menggunakan rok, baju tidak ketat, baju tidak transparan, menutupi seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Itulah berhijab secara kaffah. Wanita berhijab lebih anggun dengan pakaian takwanya.

3.             Wanita Berhijab Lebih Taqwa
Sejak wanita memutuskan untuk berhijab, secara otomatis wanita itu taat kepada Allah. Taat yang dimaksud yakni taat pada perintah Allah yang memerintahkan untuk berhijab. Walaupun wanita itu jahat, tetapi jika dibalut dengan hijab, wanita itu tetap taat pada Allah, khususnya pada perintah berhijab. Wanita berhijab akan merasa malu jika tidak menunaikan ibadah wajib yang diperintahkan oleh Allah SWT. Mereka akan merasa malu pada jilbab yang dikenakannya.

4.             Hijab, Cantik Di Mata Allah
Mendengar kata cantik, yang terbayang adalah seorang wanita yang anggota wajahnya (mata, hidung dan bibir proporsional), serta paras yang menawan. Cantik juga dikaitkan dengan kulit yang terawat baik, rambut hitam bercahaya dan bentuk tubuh langsing dengan gaya busana yang up to date. Bicara soal busana, seringkali yang dituduh sebagai penyebab ketidakcantikan seseorang adalah jilbab. Dengan pakaian yang syar’i, memang bentuk tubuhnya yang langsing tak tampak lagi. Kecantikan fisik merupakan salah satu nikmat dari Allah yang dikaruniakan kepada kaum hawa. Misalkan saja, jika kita diberikan harta yang berlimpah oleh Allah tentu kita berhati-hati dalam menjaganya dan melindunginya dari jamahan orang lain.  Hal serupa jika seorang wanita diberikan kecantikan fisik. Tentu harus dijaga dengan baik, dengan cara menggunakan hijab. Karena wanita berhijab memiliki nilai yang tinggi dimata Allah. Untuk itu jika seorang muslimah diberikan wajah yang cantik, dia harus pandai bersyukur. Syukur tidak hanya dilakukan dengan ucapan, tetapi direalisasikan dalam bentuk perbuatan dengan cara memperlakukan kenikmatan tersebut agar senantiasa sesuai dengan perintah Allah SWT.

Jadi mulai sekarang, wanita muslim harus berhijab. Karena dengan berhijab akan terpancar kecantikan alami yang tidak dapat ditandingi oleh bahan kosmetik apapun. Apalagi saat ini terdapat beberapa model hijab yang lagi trend, seperti jilbab Hana. Hal ini akan mendorong wanita untuk berhijab. So, yang merasa muslimah sejati, ayo kita percantik diri dengan menggunakan hijab....

Sekian...Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


24 Agu 2014

Bincang-Bincang Muslimah: Hijab Covers My Head, Not My Mind



Adakalanya manusia itu sangat kesulitan menjalankan ketaatan, padahal sebenarnya dia tahu bahwa itu adalah syariat Allah. Dunia menjadi alasan atas pengingkaran syariat dan menjadi pembenaran atas kesalahan yang telah dilakukan. Dan bahkan apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan dan nantinya akan mendapat azab Allah.
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Nafi' dari Al Hasan bin Muslim dari Shafiyyah binti Syaibah bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha pernah berkata; Tatkala turun ayat: Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.. (An Nuur: 31). Maka mereka langsung mengambil sarung-sarung mereka dan menyobeknya dari bagian bawah lalu menjadikannya sebagai kerudung mereka. (H.R Bukhari)
Kisah diturunkannya syariat mengenakan kerudung bagi perempuan muslim di atas adalah salah satu perintah penting, namun banyak yang terlena. Selalu ingatlah bahwa Allah sebagai Sang Pencipta Langit dan Bumi lebih mengerti siapa hamba-Nya. Setiap syariat yang diturunkan yakinlah, pasti terdapat hikmah dibaliknya. Begitu juga, syariat mengenakan kerudung memiliki hikmah yang sangat mulia. Salah satunya adalah menjadi bukti bahwa Islam sangat menghargai terhadap wanita. Karena wanita begitu berharga.
Syariat ini menegaskan bahwa Islam ingin melindungi wanita dari berbagai terpaan dan godaan syahwat dari lawan jenis. Islam menginginkan wanita memiliki derajat yang tinggi yang tidak bisa dibanding-bandingkan dengan laki-laki. Wanita dikatakan terhormat karena kerudung yang menutupinya. Kata orang “Tidak semua wanita berkerudung itu sholihah, tapi wanita sholihah itu pasti berkerudung”
Begitu tinggi kemuliaan wanita dalam Islam, namun banyak umat Islam yang mengingkarinya. Banyak alasan yang diungkapkan, hanya karena lebih condong kepada nafsu syahwat dan godaan dunia. Salah satu alasan yang terlihat keren dan cool, tapi sebenarnya menunjukkan jawaban kebodohan adalah:
X : “Kenapa kamu tidak mengenakan kerudung?” Padahal itu kan sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslimah.”
Y : “Maaf ya, saya sudah memakai hijab yang lebih kuat, yaitu hijab hati.”
X : “Bagus nih buat kamu, ada Bincang-Bincang Muslimah dengan tema “Hijab Covers My Head, Not My Mind”
Y : “iya.” (jleb)
Bagi kalian yang masih ragu-ragu atau ingin belajar untuk memakai hijab, ini ada suguhan menarik dari Badan Pengkajian Pengamalan Islam, yaitu Bincang-Bincang Muslimah dengan tema Hijab Covers My Head, Not My Mind. Dengan menghadirkan pembicara:
1.      Umi Pipik Dian Irawati
(Ustadzah dan Artis)
2.      Yulia Rachman
(Artis dan Penulis Buku)

Tempat dan Tanggal:
Aula Pascasarjana UNS (Lantai 6)
Minggu, 14 September 2014
Pukul 07.30-12.00
Cara Pendaftaran
Ketik: nama lengkap_asal univ_nomor hp.
Kirim ke: Rizky (085647510719)
HTM
Pelajar/Mahasiswa Rp. 20.000
On the Spot: Rp. 25.000
Umum Rp. 25.000
On the Spot Rp. 30.000
Cara Pembayaran
Rekening a.n Sabilla Primadevi
BNI Syariah 030423342



21 Agu 2014

Seimbangkan dengan Kecerdasan Spiritual: Sebuah Petuah untuk Kesuksesan Hakiki





Zohar dan Marshal mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dari pada yang lain.[1] Kecerdasan spiritual menurut Khalil A Khavari di definisikan sebagai fakultas dimensi non-material kita atau jiwa manusia. Ia menyebutnya sebagai intan yang belum terasah dan dimiliki oleh setiap insan. Kita harus mengenali seperti adanya, menggosoknya sehingga mengkilap dengan tekat yang besar, menggunakannya  menuju kearifan, dan untuk mencapai  kebahagiaan yang abadi.[2] Dapat disimpulkan bahwa definisi kecerdasan spiritual adalah kemampuan manusia untuk menyadari dan menilai makna dan nilai terhadap kekuatan yang lebih besar dan lebih tinggi sehingga akan mengarahkan hidup kepada jalan yang positif menuju kebahagiaan hakiki.
Dalam klasifikasi umum dikenal tiga kecerdasan yakni IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritually Quotient). IQ berkaitan dengan kemampuan intelegensi seseorang ketika memimpin, IQ berperan dalam kelancaran pekerjaan secara teknis dan strategis. Sedangkan EQ menurut Daniel Goleman, meliputi kecakapan pribadi dan kecakapan sosial. Kecakapan tersebut mencakup lima komponen yaitu pengenalan diri, pengendalian emosi, kemampuan memotivasi diri, kemampuan berempati dan kemampuan mengendalikan hubungan antar sesama manusia. IQ menentukan sukses seseorang sebesar 20% sedangkan kecerdasan emosi (EQ) memberi kontribusi 80%.[3]
Dua kecerdasan ini memang memiliki peran dalam menentukan kesuksesan hidup manusia, tetapi masih BELUM CUKUP. Berdasarkan penelitian sepuluh tahun terakhir ternyata adanya EQ dan IQ pun belum cukup untuk mengatasi keadaan saat ini. Pernyataan yang seringkali muncul adalah bagaimana jadinya kalau EQ dan IQ tersebut malah digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti Hitler atau Stallin. Bisa saja didepan seluruh rakyat yang dipimpinannya mereka dapat tercitrakan baik secara intrapersonal dan interpersonal serta mempunyai intelegensi tinggi, namun dibalik itu semua mereka menyimpan niat keji terhadap rakyatnya yang hingga kini kita dapat membaca di buku sejarah tentang pembantaian ribuan manusia tak berdosa.[4] Ketika IQ dan EQ digunakan tanpa karakter maka hasilnya adalah kerusakan. Maka inilah peran SQ sebagai bingkai yang akan menjadi pedoman dalam menggunakan IQ dan EQ dalam koridor kebenaran. Kesuksesan bukan hanya pada jabatan atau kekayaan, tetapi kesuksesan itu ketika ilmu itu bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa. 
 Nah loh, inilah pentingnya menanamkan kecerdasan spiritual dalam diri kita. Ingatlah, tanpa SQ hidup ini tidak akan terarah. Hati ini akan gersang dan kering akan nilai. Maka tanamkanlah dari sekarang.



[1] Danah Zohar dan Ian Marshal,. SQ: Memanfaatkan Kecerdasan Spritual dalam Berfikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan. (Bandung: Mizan, 2001), hal 4
[2] Sukidi. Rahasia Sukses Hidup Bahagia, Mengapa SQ Lebih Penting dari pada IQ dan EQ. (Jakarta: Gramedia, 2004), hal 77
[3] http://www.alifbraja.wordpress.com/2012/07/06/kecerdasan-spiritual/
[4] Ary Ginanjar Agustian, 2001, Rahasia Sukses Membangun kecerdasan emosi dan spiritual ESQ berdasarkan 6 rukun Iman dan 5 rukun islam, Jakarta, Arga Wijaya Persada, hal.56.

9 Jul 2014

Edisi Ramadhan: Karena Peran Muslimah Begitu Berharga, Tetapi Kenapa Seakan-akan Diam?



Allah SWT menciptakan semuanya itu berpasang-pasangan. Panjang - pendek, tinggi - rendah, luas - sempit, dan juga Allah menciptakan Nabi Adam as juga Siti Hawa. Menjadi sebuah bukti betapa Allah Maha Pencipta dengan segala hikmah dibalik ciptaan-Nya. Mari kita menilik persoalan yang membelit generasi muda Islam terkini, yaitu sempit dan sedikitnya peran serta muslimah  dalam mengemban dakwah Islamiyyah. Bahkan kebanyakan mereka dari mereka tidak pernah aktif dalam lapangan dakwah. Mereka beralasan bahwa dakwah, amar makruf nahi munkar adalah tugas kaum lelaki.

Apakah alasan itu beralasan? Mari lihat firman Allah :

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah: 71)

Khadijah (radiyhuanha) memberikan kenyamanan, bantuan, dan dukungan kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadikan bukti terbesar dari sangat pentingnya peran ini. Para Sahabat Nabi yang memilih meninggalkan rumah mereka untuk pergi ke tempat yang ribuan mil jauhnya demi Islam pada awal-awal penyebaran Islam di Mekkah, juga memiliki dukungan dari istri mereka.


Pekerjaan para wanita Muslim di bidang Dakwah pada dasarnya memperkuat kerja dakwah pria. Sangat menyedihkan bahwa peran ini begitu terlalu diabaikan dan diremehkan. Dengan sifatnya sebagai selimut spiritual dan psikologis manusia, wanita dapat memainkan peran penting dalam Dakwah. Demikian juga bahwasanya wanita muslim lah yang paling tahu watak seorang muslimah. Jikalau laki-laki yang mencoba berdakwah kepada seorang muslimah, yakinlah akan mengalami kesulitan. Selain kesulitan dalam menjaga izzah, juga sulit dalam memahamkan.
Wanita, yang memahami peran mereka akan dakwah dan kebangkitan Islam, akan mulai mendidik diri mereka sendiri dan mencapai hak-hak mereka atas pendidikan dan tarbiyah. Lihatlah Hadis riwayat Abu sa’i bahwa Para sahabiyah pernah mengadu kepada Rasul saw karena merasa tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan para sahabat dalam mendapatkan penjelasan agama. Sebab Rasul saw ketika menyampaikan ajaran Islam dalam majlis, hanya dihadiri oleh kaum laki-laki. Maka Para wanita itu meminta kepada Rasul saw agar menyediakan satu hari khusus untuk memberi pelajaran kepada kaum wanita tanpa kehadiran laki-laki.
Ummu Sulaim mengajar anaknya Anas bin Malik tentang Islam, meskipun suaminya menolak Islam. Ketika Abu Thalhah melamarnya (sebelum menerima Islam) dia mengatakan bahwa mas kawinnya adalah Islam, Abu Thalhah pada gilirannya memeluk Islam dan menikahi Ummu Sulaim.
Jika kita bergerak ke lingkaran yang lebih luas, kita akan menemukan bahwa wanita Muslim memainkan peran besar dalam pengorbanan dan layanan untuk agama Allah. Sumayyah menyerah hidupnya ketika Abu Jahal membunuhnya karena memilih menjadi seorang Muslim. Dia adalah Muslim dan perempuan pertama yang tewas dalam Islam.
Khadijah, istri pertama Nabi yang sangat kaya, menghabiskan uangnya untuk mendukung dakwah suami tercintanya. Ummu Salamah rela meninggalkan suaminya dan melihat anak-anaknya dianiaya ketika dia hijrah. Ummu ‘Imarah turut berjuang dalam membela Nabi (damai dan berkah besertanya) dalam perang Uhud, dengan merawat yang terluka dalam pertempuran adalah peran Perempuan Muslim memainkan peran dalam perang sepanjang sejarah Islam.
So, tidak ada alasan lagi untuk tidak ikut dalam medan dakwah. Sesungguhnya engkau begitu berharga.





7 Jul 2014

Siapkan Diri Sambut Ramadhan

Selanjutnya, jika salah seorang dari kamu mencapai bulan itu, maka ia harus berpuasa” (Q.S. Al Baqarah: 185).

Nah teman-teman pasti tahu kan setelah baca terjemahan dari ayat Al-Qur’an tersebut bulan apa yang dimaksudkan, yap betul, akan segera datang bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan sangat dimuliakan oleh seluruh muslim di dunia, bulan yang sakral dan suci bagi orang-orang yang menginginkan pengampunan atas dosa-dosanya yang terdahulu seperti hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni baginya dari dosa-dosanya yang telah lalu."

Bulan Ramadhan akan segera tiba, dan tanpa persiapan yang matang kita tidak dapat mengoptimalkan Ramadhan kali ini secara maksimal. Hal ini harusnya dihindari karena pahala yang berlipat-lipat tersebut tidak sia-sia kita lewatkan begitu saja. Nah, agar bulan Ramadhan tahun ini kita dapat mengoptimalkannya untuk berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik maka ada beberapa hal persiapan yang perlu kita lakukan.

Pertama yaitu niat. Niat ini sangat penting dimana setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan selalu diawali dengan niat. Bahkan dengan hanya dengan berniat yang baik saja mendapat pahala, bagaimana dengan melakukan hal baik tersebut, pasti akan bertambah pahala yang lebih besar. Anggaplah Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terakhir yang kita lalui sehingga kita dapat bersungguh-sungguh dalam menjalankannya karena kita tidak bisa menjamin kita akan bertemu Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Tanamkan tekad yang disertai dengan keikhlasan untuk konsisten dalam beramal saleh dan beribadah pada bulan Ramadhan ini.

Yang kedua yaitu bertaubat. Ramadhan adalah bulan yang sangat layak untuk memperbarui taubat, karena di dalamnya dilipatgandakan kebaikan, dihapus dan diampuni dosa, dan diangkat derajat. Jika seorang hamba selalu dituntut untuk bertaubat setiap waktu, maka taubat pada bulan Ramadhan ini lebih dituntut lagi, karena Ramadhan adalah bulan mulia waktu dimana rahmat-rahmat Allah turun ke bumi.

Selanjutnya yang ketiga yaitu mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan puasa dan ibadah lain. Hal tersebut sangat perlu dilakukan bahwa sebenarnya pahala di bulan suci Ramadhan ini bukan hanya dari berpuasa saja melainkan ada ibadah lain yang memiliki pahala tak jauh besar dari sekadar berpuasa. Pengetahuan-pengetahuan lain yang berkaitan dengan Ramadhan juga perlu kita ketahui seperti anjuran-anjuran, prioritas-prioritas amal yang harus dilakukan dalam Ramadhan, dan lain-lain agar setiap muslim dapat mengoptimalkan bulan ini sebaik mungkin.

Dan yang terakhir yaitu persiapan fisik. Fisik yang prima dapat mendukung berlangsungnya aktivitas utama di bulan Ramadhan yaitu berpuasa, selain itu fisik juga berperan penting dalam melaksanakan aktivitas lainnya seperti shalat sunah, tadarus, dan sebagainya di bulan  suci ini. Salah satu persiapannya yaitu melakukan puasa sunnah pada sebelum Ramadhan sehingga kita akan terbiasa jika menjalankan puasa di bulan Ramadhan 1435 H.


Memulai datangnya bulan Ramadhan memang tak lepas dari berbagai hal persiapan, baik secara jasmani maupun ruhani. Persiapan ini sebaiknya dilakukan jauh hari sebelum mendekati bulan Ramadhan agar setiap aktivitas dan kegiatan yang kita lakukan mampu berjalan secara optimal dan bernilai ibadah. Mari kita songsong Ramadhan kali ini dengan persiapan yang maksimal untuk memperoleh hasil yang maksimal pula. Semoga bermanfaat.

(Ditulis oleh Harry Sumantri Hartasa, dalam Pelatihan Jurnalistik Internal Media Komunikasi dan Informasi BPPI, 24-25 Juni 2014)

6 Jul 2014

Edisi Ramadhan: Jadilah Orang Kaya Tapi Miskin !!



Begitu mendengar pesan ini sungguh hati bertanya-tanya, "kaya, tapi miskin". Sebuah kalimat yang membingungkan, tapi sarat akan makna.


Aisyah mendengar Rasulullah berdoa : “ Ya Allah, jadikanlah gaya hidupku seperti gaya hidup orang miskin, cabutlah nyawaku dalam keadaan miskin, lalu kumpulkanlah aku pada Hari Kiamat bersama kelompok orang miskin “.

Mendengar doa itu Aisyah protes : “ Mengapa engkau berdoa seperti itu wahai Rasulullah ? “, Beliau menjawab :

“ orang-orang miskin akan masuk Sorga 40 tahun lebih awal dari pada orang-orang kaya, wahai Aisyah jangan pernah menolak orang-orang miskin meski engkau hanya bisa memberi separuh biji korma, cintailah orang miskin dan dekatkanlah mereka kepadamu agar Allah juga mendekatkanmu kepadaNYA pada Hari kiamat nanti “ ( HR.Tirmidzi, Baihaqi dan Mundziri )

Lho mengapa do'a Nabi seperti itu? Bagaimana kemudian kita akan sedekah, naik haji/umrah tanpa harta. Padahal sebagaimana kita mengetahui bahwasanya Rasulullah sendiri adalah seorang pedagang dan wirausahawan ulung bahkan mulai berdagang dari umur 8 tahun sampai 40 tahun. Terus apa makna dibalik do'a nabi ini??

Inilah pesan yang terkandung dibalik kemuliaan perilaku dan sikap Rasulullah saw. Sesungguhnya Rasulullah itu kaya secara materi, tetapi memiliki tingkat kezuhudan yang tiada terkira. Betapapun beliau seorang kepala negara, namun rumah beliau tidak bisa dikatakan rumah seorang kepala negara. Dan Abu Hurairah pernah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw berkata, "Ya Allah jadikanlah rezeki keluarga Muhammad cukup." Dan kecukupan diartikan oleh Sa'id bin Abdul Aziz ketika ditanya, "Apakah kecukupan dari rezeki itu?" dia menjawab, "Kenyang sehari, lapar sehari."

Rasulullah berzuhud bukan karena fakir atau kesusahan, juga bukan karena sedikitnya makanan. Kalaupu beliau mau bemewah-mewahan dengan kehidupan dunia dan bersenang-senang dengan kemegahannya, niscaya akan datang padanya dunia dengan tunduk dan patuh. Akan tetapi beliau tetap zuhud karena menginginkan umatnya dapat mencontoh makna ta'awun (tolong menolong), berkorban, dan itsar (mementingkan orang lain). Dan juga beliau menginginkan agar para generasi setelahnya mencontoh kehidupan yang berkecukupan dan penuh rasa qona'ah.

Memang segala apa yang ada pada Rasulullah itu adalah suri tauladan yang baik (Q.S 33: 21). Beliau itu adalah sosok yang dermawan untuk orang lain, dan pelit untuk kepentingan dirinya. Dengan begitu derajat itsar itu sangat melekat kepada Rasulullah. 

Inilah makna dibalik kemuliaan perbuatan Nabi. Kekayaan itu menjadi yang patut untuk dicari dengan maksud untuk sepenuhnya mencari keridhoan Allah SWT dan bukan untuk pamer, riya', dsb. Begitu juga tidak pantaslah kita menunjukkan kekayaan kita dengan berpakaian, berdandan ataupun dengan cara lain kepada manusia, karena sesungguhnya kekayaan dunia itu bisa menjadi sandungan kita untuk mencapai surga-Nya.

Ya Allah, letakkan dunia ini di tanganku, dan letakkan akhirat di hatiku. 

5 Jul 2014

Edisi Ramadhan : Aturan Islam Menjagaku dari Fitnah Dunia



Alangkah seringnya,
Mentergesai kenikmatan itu
Membuat detik-detik di depan terasa hambar
Kelezatan itu akan hilang
Dari orang yang terpenuhi tuntutan syahwatnya yang haram
Yang tersisa hanyalah dosa dan hina
(Salim A.Fillah)

Dalam firman Allah surat Ali Imran ayat 14 dikatakan “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita, anak-nak, harta yang banyak dari emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat kembali yang baik”. Jelas tidak ada yang salah dengan ayat diatas, karena penempatan wanita dalam urutan pertama bukannya tidak beralasan. Lihat saja perlakuan masyarakat Yunani pada zamannya, dimana pengakuan terhadap seorang wanita pezina menjadi hal yang sangat dielukan. Berbeda sekali ketika di zaman Rasulullah, wanita layaknya berlian yang selalu dijaga dengan baik. Tidak jauh berbeda dengan kondisi saat ini dimana golongan manusia dari jenis wanita atau biasa dikenal dengan “perempuan” memiliki tuntutan moral yang lebih tinggi dari laki-laki baik di masyarakat maupun kehidupan dalam berkeluarga kaitannya penjagaan dirinya. Dan ini menjadi tanggung jawab bersama. Coba tengok surat At-Tahriim ayat 6, "Hai orang2 yg beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari (siksaan) api neraka." Masih nyangkal kalau ini bukan tanggung jawab bersama? Nah lo
Satu lagi fakta yang sering kita lewatkan bahwasanya Islam menjaga seorang wanita secara totalitas. Dalam Islam seorang wanita muslim tidak diperkenankan bepergian jauh tanpa muhrimnya. Ketentuan ini dipertegas dalam hadist dari Ibnu Abbas, ia mendengar Rasulullah saw bersabda “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki melepas seorang perempuan kecuali dengan muhrimnya.” Ada seorang laki-laki bertanya:wahai Rasulullah, sesungguhnya istriku pergi haji, saya telah tercatat untuk ikut dalam peperangan ini dan itu.” Beliau bersabda: “Pergilah kamu dan berhajilah bersama istrimu” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim). Hal ini semata-mata diperuntukkan bagi kebaikan wanita itu sendiri untuk menghindarkannya dari fitnah. Karena sesungguhnya fitnah lebih kejam dari menghilangkan nyawa seseorang. Lebih jauh lagi, hal ini dikaitkan dengan kewajiban menutup aurat bagi seorang wanita muslim. “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan ….(QS. An-Nur : 31)
Dan lagi-lagi, Ramadhan ini adalah momen paling baik untuk memulai hal-hal yang baik. Tanpa menunda lagi, tanpa mencari-cari pembenaran untuk setiap yang kita lakukan saat ini. Yuk kita mulai perbaiki sekarang.Semangat Ramadhan.