5 Sep 2014
Hukum dan Keistimewaan Wanita Berhijab Memancarkan Aura Kecantikan Alami
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Hai
kawan, tentu kalian pernah bertanya. Mengapa sebagian besar umat muslim banyak
yang memutuskan tidak berhijab? Padahal berhijab itu hukumnya wajib bagi wanita
muslim. Dalam artikel penulis akan menjelaskan sekilas tentang kewajiban
berhijab dalam Islam dan manfaat apa saja yang diperoleh apabila seseorang
memutuskan untuk berhijab.
Perlu
diketahui, bahwa yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah faktor
pakaian dan alat-alat perhiasan. Allah SWT berfirman dalam QS.Al-Araf 26 : “Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah
menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk
perhiasan dan pakaian taqwa itulah yang paling baik”
Pakaian
dalam Islam bukanlah sekedar hiasan yang menempel di tubuh, tetapi pakaian yang
menutup aurat. Maka dari itu Islam mewajibkan setiap wanita muslim untuk
menutupi anggota tubuhnya yang dapat menarik perhatian lawan jenisnya. Masalah
berhijab (berbusana muslimah yang menutupi seluruh bagian tubuh dari kepala
hingga telapak kaki) bagi wanita muslim bukanlah masalah sederhana sebagaimana
yang banyak disangkakan oleh masyarakat awam, melainkan masalah besar dan
substansial dalam agama ini.
Berhijab bukanlah sisa peninggalan adat atau
kebiasaan wanita Arab, sehingga wanita non-Arab tidak perlu menirunya, namun
berhijab bukanlah masalah khilafiah, yang diperselisihkan ada tidaknya berhijab
itu sehingga wanita muslimah bebas mengenakan atau tidak, tetapi hijab adalah
suatu hukum yang tegas dan pasti yang diwajibkan oleh Allah kepada wanita
muslim untuk mengenakannya. Allah berfirman : ‘Hai nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri orang mukmin : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. Karena
itu mereka tidak diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
Dari
ayat tersebut telah dijelaskan secara gamblang tentang pakaian yang harus dikenakan
oleh seorang muslimah, yaitu wajib menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan
kedua telapak tangan. Ketetapan syari’at ini tidak lain adalah untuk
melindungi, menjaga serta membentengi wanita dari laki-laki yang bukan
mahramnya.
Beberapa
keistimewaan apabila seorang muslimah mengenakan hijab :
1.
Wanita berjilbab lebih dipilih oleh kaum
Adam
Ternyata para lelaki secara fitrah
lebih menyukai wanita berhijab. Coba anda bayangkan saat anda hendak membeli
kue di pasar. Pertama, ada kue yang terbungkus dengan daun pisang dengan
dibalut dengan plastik putih. Kedua, ada kue yang tidak dibungkus dengan apapun
dan dikerumuni banyak lalat. Nah kue mana yang akan anda pilih? Tentu saja kue
yang dibungkus dengan daun pisang dan plastik. Karena kue yang dibungkus
terjamin kebersihannya dari kontaminasi tangan-tangan yang penuh kuman dan
virus. Begitu juga wanita berhijab. Mereka akan lebih dipilih sebagai
pendamping hidup, kecuali wanita berhijab yang masih tidak bisa menjaga
dirinya. Misalnya berikhtilat dengan kaum lelaki.
2.
Wanita Berhijab Lebih Anggun
Wanita berhijab lebih anggun jika
menggunakan rok, baju tidak ketat, baju tidak transparan, menutupi seluruh
tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Itulah berhijab secara kaffah. Wanita
berhijab lebih anggun dengan pakaian takwanya.
3.
Wanita Berhijab Lebih Taqwa
Sejak wanita memutuskan untuk
berhijab, secara otomatis wanita itu taat kepada Allah. Taat yang dimaksud
yakni taat pada perintah Allah yang memerintahkan untuk berhijab. Walaupun
wanita itu jahat, tetapi jika dibalut dengan hijab, wanita itu tetap taat pada
Allah, khususnya pada perintah berhijab. Wanita berhijab akan merasa malu jika
tidak menunaikan ibadah wajib yang diperintahkan oleh Allah SWT. Mereka akan
merasa malu pada jilbab yang dikenakannya.
4.
Hijab, Cantik Di Mata Allah
Mendengar kata cantik, yang
terbayang adalah seorang wanita yang anggota wajahnya (mata, hidung dan bibir
proporsional), serta paras yang menawan. Cantik juga dikaitkan dengan kulit
yang terawat baik, rambut hitam bercahaya dan bentuk tubuh langsing dengan gaya
busana yang up to date. Bicara soal busana, seringkali yang dituduh sebagai
penyebab ketidakcantikan seseorang adalah jilbab. Dengan pakaian yang syar’i,
memang bentuk tubuhnya yang langsing tak tampak lagi. Kecantikan fisik
merupakan salah satu nikmat dari Allah yang dikaruniakan kepada kaum hawa.
Misalkan saja, jika kita diberikan harta yang berlimpah oleh Allah tentu kita
berhati-hati dalam menjaganya dan melindunginya dari jamahan orang lain. Hal serupa jika seorang wanita diberikan
kecantikan fisik. Tentu harus dijaga dengan baik, dengan cara menggunakan
hijab. Karena wanita berhijab memiliki nilai yang tinggi dimata Allah. Untuk
itu jika seorang muslimah diberikan wajah yang cantik, dia harus pandai
bersyukur. Syukur tidak hanya dilakukan dengan ucapan, tetapi direalisasikan
dalam bentuk perbuatan dengan cara memperlakukan kenikmatan tersebut agar
senantiasa sesuai dengan perintah Allah SWT.
Jadi mulai sekarang, wanita muslim
harus berhijab. Karena dengan berhijab akan terpancar kecantikan alami yang
tidak dapat ditandingi oleh bahan kosmetik apapun. Apalagi saat ini terdapat
beberapa model hijab yang lagi trend, seperti jilbab Hana. Hal ini akan
mendorong wanita untuk berhijab. So, yang merasa muslimah sejati, ayo kita
percantik diri dengan menggunakan hijab....
Sekian...Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
24 Agu 2014
Bincang-Bincang Muslimah: Hijab Covers My Head, Not My Mind
Adakalanya manusia itu
sangat kesulitan menjalankan ketaatan, padahal sebenarnya dia tahu bahwa itu
adalah syariat Allah. Dunia menjadi alasan atas pengingkaran syariat dan
menjadi pembenaran atas kesalahan yang telah dilakukan. Dan bahkan apa yang dilakukannya
adalah sebuah kesalahan dan nantinya akan mendapat azab Allah.
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim Telah
menceritakan kepada kami Ibrahim bin Nafi' dari Al Hasan bin Muslim dari
Shafiyyah binti Syaibah bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha pernah berkata; Tatkala
turun ayat: Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.. (An Nuur:
31). Maka mereka langsung mengambil sarung-sarung mereka dan menyobeknya dari
bagian bawah lalu menjadikannya sebagai kerudung mereka. (H.R Bukhari)
Kisah diturunkannya syariat
mengenakan kerudung bagi perempuan muslim di atas adalah salah satu perintah
penting, namun banyak yang terlena. Selalu ingatlah bahwa Allah sebagai Sang
Pencipta Langit dan Bumi lebih mengerti siapa hamba-Nya. Setiap syariat yang
diturunkan yakinlah, pasti terdapat hikmah dibaliknya. Begitu juga, syariat
mengenakan kerudung memiliki hikmah yang sangat mulia. Salah satunya adalah
menjadi bukti bahwa Islam sangat menghargai terhadap wanita. Karena wanita
begitu berharga.
Syariat ini menegaskan bahwa
Islam ingin melindungi wanita dari berbagai terpaan dan godaan syahwat dari
lawan jenis. Islam menginginkan wanita memiliki derajat yang tinggi yang tidak
bisa dibanding-bandingkan dengan laki-laki. Wanita dikatakan terhormat karena
kerudung yang menutupinya. Kata orang “Tidak semua wanita berkerudung itu
sholihah, tapi wanita sholihah itu pasti berkerudung”
Begitu tinggi kemuliaan
wanita dalam Islam, namun banyak umat Islam yang mengingkarinya. Banyak alasan
yang diungkapkan, hanya karena lebih condong kepada nafsu syahwat dan godaan
dunia. Salah satu alasan yang terlihat keren dan cool, tapi sebenarnya
menunjukkan jawaban kebodohan adalah:
X : “Kenapa kamu tidak mengenakan kerudung?” Padahal itu kan sudah
menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslimah.”
Y : “Maaf ya, saya sudah
memakai hijab yang lebih kuat, yaitu hijab hati.”
X : “Bagus nih buat kamu,
ada Bincang-Bincang Muslimah dengan tema “Hijab
Covers My Head, Not My Mind”
Y : “iya.” (jleb)
Bagi kalian yang masih
ragu-ragu atau ingin belajar untuk memakai hijab, ini ada suguhan menarik dari
Badan Pengkajian Pengamalan Islam, yaitu Bincang-Bincang
Muslimah dengan tema Hijab Covers My Head, Not My Mind. Dengan menghadirkan
pembicara:
1.
Umi Pipik Dian Irawati
(Ustadzah
dan Artis)
2.
Yulia Rachman
(Artis
dan Penulis Buku)
Tempat dan Tanggal:
Aula Pascasarjana UNS
(Lantai 6)
Minggu, 14 September 2014
Pukul 07.30-12.00
Cara Pendaftaran
Ketik: nama lengkap_asal
univ_nomor hp.
Kirim ke: Rizky
(085647510719)
HTM
Pelajar/Mahasiswa Rp. 20.000
On the Spot: Rp. 25.000
Umum Rp. 25.000
On the Spot Rp. 30.000
Cara Pembayaran
Rekening a.n Sabilla
Primadevi
BNI Syariah 030423342
21 Agu 2014
Seimbangkan dengan Kecerdasan Spiritual: Sebuah Petuah untuk Kesuksesan Hakiki
Zohar
dan Marshal mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk
menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk
menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya,
kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih
bermakna dari pada yang lain.[1] Kecerdasan
spiritual menurut Khalil A Khavari di definisikan sebagai fakultas
dimensi non-material kita atau jiwa manusia. Ia menyebutnya sebagai intan yang
belum terasah dan dimiliki oleh setiap insan. Kita harus mengenali seperti
adanya, menggosoknya sehingga mengkilap dengan tekat yang besar,
menggunakannya menuju kearifan, dan untuk mencapai kebahagiaan yang
abadi.[2]
Dapat disimpulkan bahwa definisi kecerdasan spiritual adalah kemampuan manusia
untuk menyadari dan menilai makna dan nilai terhadap kekuatan yang lebih besar
dan lebih tinggi sehingga akan mengarahkan hidup kepada jalan yang positif
menuju kebahagiaan hakiki.
Dalam
klasifikasi umum dikenal tiga kecerdasan yakni IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional
Quotient), dan SQ (Spiritually
Quotient). IQ berkaitan dengan kemampuan intelegensi seseorang ketika
memimpin, IQ berperan dalam kelancaran pekerjaan secara teknis dan strategis.
Sedangkan EQ menurut Daniel Goleman, meliputi kecakapan pribadi dan kecakapan
sosial. Kecakapan tersebut mencakup lima komponen yaitu pengenalan diri,
pengendalian emosi, kemampuan memotivasi diri, kemampuan berempati dan
kemampuan mengendalikan hubungan antar sesama manusia. IQ menentukan sukses
seseorang sebesar 20% sedangkan kecerdasan emosi (EQ) memberi kontribusi 80%.[3]
Dua kecerdasan ini memang memiliki peran
dalam menentukan kesuksesan hidup manusia, tetapi masih BELUM CUKUP.
Berdasarkan penelitian sepuluh tahun terakhir ternyata adanya EQ dan IQ pun
belum cukup untuk mengatasi keadaan saat ini. Pernyataan yang seringkali muncul
adalah bagaimana jadinya kalau EQ dan IQ tersebut malah digunakan oleh
orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti Hitler atau Stallin. Bisa saja
didepan seluruh rakyat yang dipimpinannya mereka dapat tercitrakan baik secara
intrapersonal dan interpersonal serta mempunyai intelegensi tinggi, namun
dibalik itu semua mereka menyimpan niat keji terhadap rakyatnya yang hingga
kini kita dapat membaca di buku sejarah tentang pembantaian ribuan manusia tak
berdosa.[4] Ketika IQ dan EQ digunakan tanpa karakter maka
hasilnya adalah kerusakan. Maka inilah peran SQ sebagai bingkai yang akan
menjadi pedoman dalam menggunakan IQ dan EQ dalam koridor kebenaran. Kesuksesan
bukan hanya pada jabatan atau kekayaan, tetapi kesuksesan itu ketika ilmu itu
bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa.
Nah loh, inilah pentingnya menanamkan kecerdasan spiritual dalam diri kita. Ingatlah, tanpa SQ hidup ini tidak akan terarah. Hati ini akan gersang dan kering akan nilai. Maka tanamkanlah dari sekarang.
[1]
Danah
Zohar dan Ian Marshal,. SQ: Memanfaatkan Kecerdasan Spritual dalam Berfikir
Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan. (Bandung: Mizan, 2001),
hal 4
[2]
Sukidi.
Rahasia Sukses Hidup Bahagia, Mengapa SQ Lebih Penting dari pada IQ dan EQ.
(Jakarta: Gramedia, 2004), hal 77
[3] http://www.alifbraja.wordpress.com/2012/07/06/kecerdasan-spiritual/
[4] Ary
Ginanjar Agustian, 2001, Rahasia Sukses
Membangun kecerdasan emosi dan spiritual ESQ berdasarkan 6 rukun Iman dan 5
rukun islam, Jakarta, Arga Wijaya Persada, hal.56.
9 Jul 2014
Edisi Ramadhan: Karena Peran Muslimah Begitu Berharga, Tetapi Kenapa Seakan-akan Diam?
Allah SWT menciptakan semuanya itu berpasang-pasangan. Panjang - pendek, tinggi - rendah, luas - sempit, dan juga Allah menciptakan Nabi Adam as juga Siti Hawa. Menjadi sebuah bukti betapa Allah Maha Pencipta dengan segala hikmah dibalik ciptaan-Nya. Mari kita menilik persoalan yang membelit generasi muda Islam terkini, yaitu sempit dan sedikitnya peran serta muslimah dalam mengemban dakwah Islamiyyah. Bahkan kebanyakan mereka dari mereka tidak pernah aktif dalam lapangan dakwah. Mereka beralasan bahwa dakwah, amar makruf nahi munkar adalah tugas kaum lelaki.
Apakah alasan itu beralasan? Mari lihat firman Allah :
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah: 71)
Khadijah (radiyhuanha) memberikan kenyamanan, bantuan, dan dukungan kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadikan bukti terbesar dari sangat pentingnya peran ini. Para Sahabat Nabi yang memilih meninggalkan rumah mereka untuk pergi ke tempat yang ribuan mil jauhnya demi Islam pada awal-awal penyebaran Islam di Mekkah, juga memiliki dukungan dari istri mereka.
Pekerjaan
para wanita Muslim di bidang Dakwah pada dasarnya memperkuat kerja dakwah pria. Sangat menyedihkan bahwa
peran ini begitu terlalu diabaikan dan diremehkan. Dengan sifatnya sebagai
selimut spiritual dan psikologis manusia, wanita dapat memainkan peran penting
dalam Dakwah. Demikian juga bahwasanya wanita muslim lah yang paling tahu watak seorang muslimah. Jikalau laki-laki yang mencoba berdakwah kepada seorang muslimah, yakinlah akan mengalami kesulitan. Selain kesulitan dalam menjaga izzah, juga sulit dalam memahamkan.
Wanita, yang memahami peran mereka akan dakwah dan kebangkitan Islam, akan
mulai mendidik diri mereka sendiri dan mencapai hak-hak mereka atas pendidikan
dan tarbiyah. Lihatlah Hadis riwayat Abu sa’i bahwa Para sahabiyah pernah
mengadu kepada Rasul saw karena merasa tidak mendapatkan kesempatan yang sama
dengan para sahabat dalam mendapatkan penjelasan agama. Sebab Rasul saw ketika
menyampaikan ajaran Islam dalam majlis, hanya dihadiri oleh kaum laki-laki.
Maka Para wanita itu meminta kepada Rasul saw agar menyediakan satu hari khusus
untuk memberi pelajaran kepada kaum wanita tanpa kehadiran laki-laki.
Ummu Sulaim mengajar anaknya Anas bin Malik tentang Islam, meskipun
suaminya menolak Islam. Ketika Abu Thalhah melamarnya (sebelum menerima Islam)
dia mengatakan bahwa mas kawinnya adalah Islam, Abu Thalhah pada gilirannya
memeluk Islam dan menikahi Ummu Sulaim.
Jika kita bergerak ke lingkaran yang lebih luas, kita akan menemukan bahwa
wanita Muslim memainkan peran besar dalam pengorbanan dan layanan untuk agama
Allah. Sumayyah menyerah hidupnya ketika Abu Jahal membunuhnya karena memilih
menjadi seorang Muslim. Dia adalah Muslim dan perempuan pertama yang tewas
dalam Islam.
Khadijah, istri pertama Nabi yang sangat kaya, menghabiskan uangnya untuk
mendukung dakwah suami tercintanya. Ummu Salamah rela meninggalkan suaminya dan
melihat anak-anaknya dianiaya ketika dia hijrah. Ummu ‘Imarah turut berjuang
dalam membela Nabi (damai dan berkah besertanya) dalam perang Uhud, dengan
merawat yang terluka dalam pertempuran adalah peran Perempuan Muslim memainkan
peran dalam perang sepanjang sejarah Islam.
So, tidak ada alasan lagi untuk tidak ikut dalam medan dakwah. Sesungguhnya engkau begitu berharga.
7 Jul 2014
Siapkan Diri Sambut Ramadhan
“Selanjutnya,
jika salah seorang dari kamu mencapai bulan itu, maka ia harus berpuasa” (Q.S.
Al Baqarah: 185).
Nah teman-teman pasti tahu kan setelah baca terjemahan dari
ayat Al-Qur’an tersebut bulan apa yang dimaksudkan, yap betul, akan segera
datang bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan sangat dimuliakan oleh
seluruh muslim di dunia, bulan yang sakral dan suci bagi orang-orang yang
menginginkan pengampunan atas dosa-dosanya yang terdahulu seperti hadits yang
diriwayatkan Ibnu Majah Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW
bersabda, "Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan dan
mengharap pahala, maka diampuni baginya dari dosa-dosanya yang telah
lalu."
Bulan
Ramadhan akan segera tiba, dan tanpa persiapan yang matang kita tidak dapat
mengoptimalkan Ramadhan kali ini secara maksimal. Hal ini harusnya dihindari
karena pahala yang berlipat-lipat tersebut tidak sia-sia kita lewatkan begitu
saja. Nah, agar bulan Ramadhan tahun ini kita dapat mengoptimalkannya untuk berbenah
diri menjadi pribadi yang lebih baik maka ada beberapa hal persiapan yang perlu
kita lakukan.
Pertama yaitu niat. Niat ini sangat penting dimana setiap perbuatan yang akan
kita lakukan akan selalu diawali dengan niat. Bahkan dengan hanya dengan
berniat yang baik saja mendapat pahala, bagaimana dengan melakukan hal baik
tersebut, pasti akan bertambah pahala yang lebih besar. Anggaplah Ramadhan kali
ini sebagai Ramadhan terakhir yang kita lalui sehingga kita dapat
bersungguh-sungguh dalam menjalankannya karena kita tidak bisa menjamin kita
akan bertemu Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Tanamkan tekad yang disertai
dengan keikhlasan untuk konsisten dalam beramal saleh dan beribadah pada bulan
Ramadhan ini.
Yang
kedua yaitu bertaubat. Ramadhan adalah bulan yang sangat layak untuk
memperbarui taubat, karena di dalamnya dilipatgandakan kebaikan, dihapus dan
diampuni dosa, dan diangkat derajat. Jika seorang hamba selalu dituntut untuk
bertaubat setiap waktu, maka taubat pada bulan Ramadhan ini lebih dituntut
lagi, karena Ramadhan adalah bulan mulia waktu dimana rahmat-rahmat Allah turun
ke bumi.
Selanjutnya
yang ketiga yaitu mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan puasa dan ibadah
lain. Hal tersebut sangat perlu dilakukan bahwa sebenarnya pahala di bulan suci
Ramadhan ini bukan hanya dari berpuasa saja melainkan ada ibadah lain yang
memiliki pahala tak jauh besar dari sekadar berpuasa. Pengetahuan-pengetahuan
lain yang berkaitan dengan Ramadhan juga perlu kita ketahui seperti
anjuran-anjuran, prioritas-prioritas amal yang harus dilakukan dalam Ramadhan,
dan lain-lain agar setiap muslim dapat mengoptimalkan bulan ini sebaik mungkin.
Dan
yang terakhir yaitu persiapan fisik. Fisik yang prima dapat mendukung
berlangsungnya aktivitas utama di bulan Ramadhan yaitu berpuasa, selain itu
fisik juga berperan penting dalam melaksanakan aktivitas lainnya seperti shalat
sunah, tadarus, dan sebagainya di bulan
suci ini. Salah satu persiapannya yaitu melakukan puasa sunnah pada
sebelum Ramadhan sehingga kita akan terbiasa jika menjalankan puasa di bulan
Ramadhan 1435 H.
Memulai
datangnya bulan Ramadhan memang tak lepas dari berbagai hal persiapan, baik
secara jasmani maupun ruhani. Persiapan ini sebaiknya dilakukan jauh hari
sebelum mendekati bulan Ramadhan agar setiap aktivitas dan kegiatan yang kita
lakukan mampu berjalan secara optimal dan bernilai ibadah. Mari kita songsong
Ramadhan kali ini dengan persiapan yang maksimal untuk memperoleh hasil yang
maksimal pula. Semoga bermanfaat.
(Ditulis oleh Harry Sumantri Hartasa, dalam Pelatihan Jurnalistik Internal Media Komunikasi dan Informasi BPPI, 24-25 Juni 2014)
6 Jul 2014
Edisi Ramadhan: Jadilah Orang Kaya Tapi Miskin !!
Begitu mendengar pesan ini sungguh hati bertanya-tanya, "kaya, tapi miskin". Sebuah kalimat yang membingungkan, tapi sarat akan makna.
Aisyah
mendengar Rasulullah berdoa : “ Ya Allah, jadikanlah gaya hidupku seperti gaya
hidup orang miskin, cabutlah nyawaku dalam keadaan miskin, lalu kumpulkanlah
aku pada Hari Kiamat bersama kelompok orang miskin “.
Mendengar
doa itu Aisyah protes : “ Mengapa engkau berdoa seperti itu wahai Rasulullah ?
“, Beliau menjawab :
“
orang-orang miskin akan masuk Sorga 40 tahun lebih awal dari pada orang-orang
kaya, wahai Aisyah jangan pernah menolak orang-orang miskin meski engkau hanya
bisa memberi separuh biji korma, cintailah orang miskin dan dekatkanlah mereka
kepadamu agar Allah juga mendekatkanmu kepadaNYA pada Hari kiamat nanti “ (
HR.Tirmidzi, Baihaqi dan Mundziri )
Lho mengapa do'a Nabi seperti itu? Bagaimana kemudian kita akan sedekah, naik haji/umrah tanpa harta. Padahal sebagaimana kita mengetahui bahwasanya Rasulullah sendiri adalah seorang pedagang dan wirausahawan ulung bahkan mulai berdagang dari umur 8 tahun sampai 40 tahun. Terus apa makna dibalik do'a nabi ini??
Inilah pesan yang terkandung dibalik kemuliaan perilaku dan sikap Rasulullah saw. Sesungguhnya Rasulullah itu kaya secara materi, tetapi memiliki tingkat kezuhudan yang tiada terkira. Betapapun beliau seorang kepala negara, namun rumah beliau tidak bisa dikatakan rumah seorang kepala negara. Dan Abu Hurairah pernah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw berkata, "Ya Allah jadikanlah rezeki keluarga Muhammad cukup." Dan kecukupan diartikan oleh Sa'id bin Abdul Aziz ketika ditanya, "Apakah kecukupan dari rezeki itu?" dia menjawab, "Kenyang sehari, lapar sehari."
Rasulullah berzuhud bukan karena fakir atau kesusahan, juga bukan karena sedikitnya makanan. Kalaupu beliau mau bemewah-mewahan dengan kehidupan dunia dan bersenang-senang dengan kemegahannya, niscaya akan datang padanya dunia dengan tunduk dan patuh. Akan tetapi beliau tetap zuhud karena menginginkan umatnya dapat mencontoh makna ta'awun (tolong menolong), berkorban, dan itsar (mementingkan orang lain). Dan juga beliau menginginkan agar para generasi setelahnya mencontoh kehidupan yang berkecukupan dan penuh rasa qona'ah.
Memang segala apa yang ada pada Rasulullah itu adalah suri tauladan yang baik (Q.S 33: 21). Beliau itu adalah sosok yang dermawan untuk orang lain, dan pelit untuk kepentingan dirinya. Dengan begitu derajat itsar itu sangat melekat kepada Rasulullah.
Inilah makna dibalik kemuliaan perbuatan Nabi. Kekayaan itu menjadi yang patut untuk dicari dengan maksud untuk sepenuhnya mencari keridhoan Allah SWT dan bukan untuk pamer, riya', dsb. Begitu juga tidak pantaslah kita menunjukkan kekayaan kita dengan berpakaian, berdandan ataupun dengan cara lain kepada manusia, karena sesungguhnya kekayaan dunia itu bisa menjadi sandungan kita untuk mencapai surga-Nya.
Ya Allah, letakkan dunia ini di tanganku, dan letakkan akhirat di hatiku.
5 Jul 2014
Edisi Ramadhan : Aturan Islam Menjagaku dari Fitnah Dunia
Alangkah seringnya,
Mentergesai kenikmatan itu
Membuat detik-detik di
depan terasa hambar
Kelezatan itu akan hilang
Dari orang yang terpenuhi
tuntutan syahwatnya yang haram
Yang tersisa hanyalah dosa
dan hina
(Salim A.Fillah)
Dalam firman Allah surat Ali Imran ayat 14 dikatakan “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia
kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita, anak-nak, harta yang
banyak dari emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat kembali yang baik”.
Jelas tidak ada yang salah dengan ayat diatas, karena penempatan wanita dalam
urutan pertama bukannya tidak beralasan. Lihat saja perlakuan masyarakat Yunani
pada zamannya, dimana pengakuan terhadap seorang wanita pezina menjadi hal yang
sangat dielukan. Berbeda sekali ketika di zaman Rasulullah, wanita layaknya
berlian yang selalu dijaga dengan baik. Tidak jauh berbeda dengan kondisi saat
ini dimana golongan manusia dari jenis wanita atau biasa dikenal dengan
“perempuan” memiliki tuntutan moral yang lebih tinggi dari laki-laki baik di
masyarakat maupun kehidupan dalam berkeluarga kaitannya penjagaan dirinya. Dan
ini menjadi tanggung jawab bersama. Coba tengok surat At-Tahriim ayat 6, "Hai orang2 yg beriman jagalah diri kalian
dan keluarga kalian dari (siksaan) api neraka." Masih nyangkal kalau
ini bukan tanggung jawab bersama? Nah lo
Satu lagi fakta yang sering kita lewatkan
bahwasanya Islam menjaga seorang wanita secara totalitas. Dalam Islam seorang
wanita muslim tidak diperkenankan bepergian jauh tanpa muhrimnya. Ketentuan ini
dipertegas dalam hadist dari Ibnu Abbas, ia mendengar Rasulullah saw bersabda “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki
melepas seorang perempuan kecuali dengan muhrimnya.” Ada seorang laki-laki
bertanya: “wahai Rasulullah,
sesungguhnya istriku pergi haji, saya telah tercatat untuk ikut dalam
peperangan ini dan itu.” Beliau bersabda: “Pergilah kamu dan berhajilah bersama
istrimu” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim). Hal ini semata-mata
diperuntukkan bagi kebaikan wanita itu sendiri untuk menghindarkannya dari
fitnah. Karena sesungguhnya fitnah lebih kejam dari menghilangkan nyawa
seseorang. Lebih jauh lagi, hal ini dikaitkan dengan kewajiban menutup aurat
bagi seorang wanita muslim. “Dan katakanlah kepada perempuan
yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan
janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan ….(QS. An-Nur : 31)
Dan lagi-lagi, Ramadhan ini adalah momen
paling baik untuk memulai hal-hal yang baik. Tanpa menunda lagi, tanpa mencari-cari
pembenaran untuk setiap yang kita lakukan saat ini. Yuk kita mulai perbaiki sekarang.Semangat Ramadhan.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)





