OPEN RECRUITMENT BPPI FEB UNS 2017

Ayo ikut bersama Kami. Menjadi Mahasiswa Muslim yang Proaktif dan Inspiratif. BPPI 2017

RAMADHAN 1438 H

Ramadhan Awesome! Raih Ramadhan dengan Penuh Berkah, Mencari Taqwa. Ramadhan di Kampus.Coming Soon!!

One Step 2017

Jalan-Jalan, Penuh Pembelajaran, Home Stay, Games, Fun, Keakraban dan Islami. Coming Soon yak!

Ukhuwah Islamiyah

Karena ikatan ukhuwah begitu berharga.

Islam pasti akan menang!

Jangan bertanya,"Kapan Islam kembali berjaya?", karena cepat atau lambat Islam pasti menang. Tapi bertanyalah,"Apa peranmu dalam menyongsong kemenangannya?"

2 Jun 2011

Kumpulan Wasiat Spiritual dari Generasi Salaf

WASIAT-WASIAT GENERASI SALAF

Allah Ta`ala berfirman dalam kitab-Nya:

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara
orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan
baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga,
di bawahnya banyak sungai mengalir; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-taubah : 100)


Dalam ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta`ala memberi pujian kepada para
sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan. Merekalah
generasi terbaik yang dipilih oleh Allah sebagai pendamping nabi-Nya dalam
mengemban risalah ilahi.


Pujian Allah tersebut, sudah cukup sebagai bukti keutamaan atau kelebihan
mereka. Merekalah generasi salaf yang disebut sebagai generasi Rabbani yang
selalu mengikuti jejak langkah Rasulullah Shallallahu `alaihiwa sallam.


Dengan menapak tilasi jejak merekalah, generasi akhir umat ini akan bisa
meraih kembali masa keemasannya. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik
rahimahullah, Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang
membuat generasi awalnya menjadi baik. Sungguh sebuah ucapan yang pantas
ditulis dengan tinta emas. Jikalau umat ini mengambil generasi terbaik itu
sebagai teladan dalam segala aspek kehidupan niscaya kebahagiaan akan
menyongsong mereka.


Dalam kesempatan kali ini, kami akan mengupas bagaimana para salaf menyucikan
jiwa mereka, yang kami nukil dari petikan kata-kata mutiara dan hikmah yang
sangat berguna bagi kita.


Salaf dan Tazkiyatun Nufus

Salah satu sisi ajaran agama yang tidak boleh terlupakan adalah tazkiyatun
nufus (penyucian jiwa). Allah selalu menyebutan tazkiyatun nufus bersama
dengan ilmu. Allah berfirman:


Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan
ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-
Kitab dan Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
(QS. Al-Baqarah : 151)


Artinya, ilmu itu bisa jadi bumerang bila tidak disertai dengan tazkiyatun
nufus. Oleh sebab itu dapat kita temui dalam biografi ulama salaf tentang
kezuhudan, keikhlasan, ketawadhu`an dan kebersihan jiwa mereka. Begitulah,
mereka selalu saling mengingatkan tentang urgensi tazkiyatun nufus ini. Dari
situ kita dapati ucapan-ucapan ulama salaf sangat menghunjam ke dalam hati dan
penuh dengan hikmah. Hamdun bin Ahmad pernah ditanya: Mengapa ucapan-ucapan
para salaf lebih bermanfaat daripada ucapan-ucapan kita? beliau menjawab:
Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa dan mencari
ridha Ar-Rahman, sementara kita berbicara untuk kemuliaan diri, mengejar dunia
dan mencari ridha manusia!


Salaf dan Kegigihan Dalam Menuntut Ilmu

Imam Adz-Dzahabi berkata: Ya`qub bin Ishaq Al-Harawi menceritakan dari Shalih
bin Muhammad Al-Hafizh, bahwa ia mendengar Hisyam bin Ammar berkata: Saya
datang menemui Imam Malik, lalu saya katakan kepadanya: Sampaikanlah kepadaku
beberapa hadits! Beliau berkata: Bacalah!
Tidak, namun tuanlah yang membacakannya kepadaku! jawabku.
Bacalah! kata Imam Malik lagi. Namun aku terus menyanggah beliau. Akhirnya ia
berkata: Hai pelayan, kemarilah! Bawalah orang ini dan pukul dia lima belas
kali! Lalu pelayan itu membawaku dan memukulku lima belas cambukan. Kemudian
ia membawaku kembali kepada beliau. Pelayan itu berkata: Saya telah
mencambuknya! Maka aku berkata kepada beliau: Mengapa tuan menzhalimi diriku?
tuan telah mencambukku lima belas kali tanpa ada kesalahan yang kuperbuat? Aku
tidak sudi memaafkan tuan!
Apa tebusannya? tanya beliau.
Tebusannya adalah tuan harus membacakan untukku sebanyak lima belas hadits!
jawabku. Maka beliaupun membacakan lima belas hadits untukku. Lalu kukatakan
kepada beliau: Tuan boleh memukul saya lagi, asalkan tuan menambah hadits
untukku! Imam Malik hanya tertawa dan berkata: Pergilah!


Salaf dan Keikhlasan

Generasi salaf adalah generasi yang sangat menjaga aktivitas hati. Seorang
lelaki pernah bertanya kepada Tamim Ad-Daari tentang shalat malam beliau.
Dengan marah ia berkata: Demi Allah satu rakaat yang kukerjakan di tengah
malam secara tersembunyi, lebih kusukai daripada shalat semalam suntuk
kemudian pagi harinya kuceritakan kepada orang-orang!


Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari
ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak!


Mereka tahu bahwa hanya dengan keikhlasan, manusia akan mengikuti,
mendengarkan dan mencintai mereka. Imam Mujahid pernah berkata: Apabila
seorang hamba menghadapkan hatinya kepada Allah, maka Allah akan menghadapkan
hati manusia kepadanya.


Memang diakui, menjaga amalan hati sangat berat karena diri seakan-akan tidak
mendapat bagian apapun darinya. Sahal bin Abdullah berkata: Tidak ada satu
perkara yang lebih berat atas jiwa daripada niat ikhlas, karena ia (seakan-
akan -red.) tidak mendapat bagian apapun darinya.


Sehingga Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang
mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha
Allah!


Mereka juga sangat menjauhkan diri dari sifat-sifat yang dapat merusak
keikhlasan, seperti gila popularitas, gila kedudukan, suka dipuji dan diangkat-
angkat.


Ayyub As-Sikhtiyaani berkata: Seorang hamba tidak dikatakan berlaku jujur jika
ia masih suka popularitas. Yahya bin Muadz berkata: Tidak akan beruntung orang
yang memiliki sifat gila kedudukan. Abu Utsman Sa`id bin Al-Haddad berkata:
Tidak ada perkara yang memalingkan seseorang dari Allah melebihi gila pujian
dan gila sanjungan.


Oleh karena itulah ulama salaf sangat mewasiatkan keikhlasan niat kepada murid-
muridnya. Ar-Rabi` bin Shabih menuturkan: Suatu ketika, kami hadir dalam
majelis Al-Hasan Al-Bashri, kala itu beliau tengah memberi wejangan. Tiba-tiba
salah seorang hadirin menangis tersedu-sedu. Al-Hasan berkata kepadanya: Demi
Allah, pada Hari Kiamat Allah akan menanyakan apa tujuan anda menangis pada
saat ini!


Salaf dan Taubat

Setiap Bani Adam pasti bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah
yang segera bertaubat kepada Allah. Demikianlah yang disebutkan Rasulullah n
dalam sebuah hadits shahih. Generasi salaf adalah orang yang terdepan dalam
masalah ini!


`Aisyah berkata: Beruntunglah bagi orang yang buku catatan amalnya banyak
diisi dengan istighfar. Al-Hasan Al-Bashri pernah berpesan: Perbanyaklah
istighfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar dan
dalam majelis-majelis kalian dan dimana saja kalian berada! Karena kalian
tidak tahu kapan turunnya ampunan!


Tangis Generasi Salaf

Generasi salaf adalah generasi yang memiliki hati yang amat lembut. Sehingga
hati mereka mudah tergugah dan menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa
Ta`ala. Terlebih tatkala membaca ayat-ayat suci Al-Qur`an.


Ketika membaca firman Allah: Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu (QS. Al-
Ahzab : 33) `Aisyah menangis tersedu-sedu hingga basahlah pakaiannya.


Demikian pula Ibnu Umar , ketika membaca ayat yang artinya: Belumkah datang
waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat
Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). (QS. Al-Hadid :
16) Beliau menangis hingga tiada kuasa menahan tangisnya.


Ketika beliau membaca surat Al-Muthaffifin setelah sampai pada ayat yang
artinya: Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri
menghadap Rabb semesta alam. (QS. Al-Muthaffifiin : 5-6) Beliau menangis dan
bertambah keras tangis beliau sehingga tidak mampu meneruskan bacaannya.


Salaf dan Tawadhu`

Pernah disebut-sebut tentang tawadhu` di hadapan Al-Hasan Al-Bashri, namun
beliau diam saja. Ketika orang-orang mendesaknya berbicara ia berkata kepada
mereka: saya lihat kalian banyak bercerita tentang tawadhu`! Mereka berkata:
Apa itu tawadhu` wahai Abu Sa`id? Beliau menjawab: Yaitu setiap kali ia keluar
rumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangka bahwa orang itu lebih
baik daripada dirinya.


Ibnul Mubarak pernah ditanya tentang sebuah masalah di hadapan Sufyan bin
Uyainah, ia berkata: Kami dilarang berbicara di hadapan orang-orang yang lebih
senior dari kami.


Al-Fudhail bin Iyadh pernah ditanya: Apa itu tawadhu`? Ia menjawab: Yaitu
engkau tunduk kepada kebenaran!


Mutharrif bin Abdillah berkata: Tidak ada seorangpun yang memujiku kecuali
diriku merasa semakin kecil.


Salaf dan Sifat Santun

Pada suatu malam yang gelap Umar bin Abdul Aziz memasuki masjid. Ia melewati
seorang lelaki yang tengah tidur nyenyak. Lelaki itu terbangun dan berkata:
Apakah engkau gila! Umar menjawab: Tidak. Namun para pengawal berusaha
meringkus lelaki itu. Namun Umar bin Abdul Aziz mencegah mereka seraya
berkata: Dia hanya bertanya: Apakah engkau gila! dan saya jawab: Tidak.


Seorang lelaki melapor kepada Wahab bin Munabbih: Sesungguhnya Fulan telah
mencaci engkau! Ia menjawab: Kelihatannya setan tidak menemukan kurir selain
engkau!


Salaf dan Sifat Zuhud

Yusuf bin Asbath pernah mendengar Sufyan Ats-Tsauri berkata: Aku tidak pernah
melihat kezuhudan yang lebih sulit daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kita
banyak menemui orang-orang yang zuhud dalam masalah makanan, minuman, harta
dan pakaian. Namun ketika diberikan kekuasaan kepadanya maka iapun akan
mempertahankan dan berani bermusuhan demi membelanya.


Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang lelaki yang memiliki seribu dinar
apakah termasuk zuhud? Beliau menjawab: Bisa saja, asalkan ia tidak terlalu
gembira bila bertambah dan tidak terlalu bersedih jika berkurang.


Demikianlah beberapa petikan mutiara salaf yang insya Allah berguna bagi kita
dalam menuju proses penyucian jiwa. Semoga Allah senantiasa memberi kita
kekuatan dalam meniti jejak generasi salaf dalam setiap aspek kehidupan.


Sumber:
http://ita081325537150.wordpress.com/2009/08/31/

19 Mei 2011

KAFE

Kata Ayah, bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram itu gag boleh.
Kata Ibu, boncengan dengan lawan jenis yang bukan mahram juga gag boleh...

Hmm,,ini gag boleh, itu gag boleh, trus apa yang dibolehkan dalam ISLAM???

......Nah,,Temukan jawabannya hanya di KAFE (Kajian rutin FE) !!
>> MENU SPECIAL !!
* Tema : " Gue Cowok, Loe Cewek,,So, gimana c seharusnya berinteraksi??"
* Kamis, 19 Mei 2011
* Jam 15.45 WIB
* Di Depan Aula FE UNS
* Dapatkan : Ilmu, Snack, ukhuwah.
* FREE !!

>> MENU FAVOURITE !!
* Tema : "Sudah HALAL-kah transaksi kita??"
* Kamis, 26 Mei 2011
* Jam 15.45 WIB
* Di Ruang Sidang 2
* Dapatkan : Ilmu, Snack, ukhuwah.
* FREE !!

Tunggu apa lagi, SEGERA BERGABUNG & AJAK TEMAN SEBANYAK-BANYAKNYA!!

Prodly Present BY: BPPI-KEI-KMM FE UNS

17 Mei 2011

KERJASAMA MUSLIM

"Artinya : Dan tolong menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran". Qs. Al-Ma'idah : 2

Dikatakan bahwa wajib bekerjasama dengan setiap jama'ah-jama'ah Islam, walaupun berbeda-beda dalam manhaj dan cara dakwah mereka
bagaimana kaidah dalam kerjasama ini ?

Jawabannya:
Yang wajib adalah bekerja sama dengan jama'ah-jama'ah yang berjalan di atas manhaj Kitab dan Sunnah dan apa yang ditempuh oleh Salaful Ummah, di dalam berdakwah kepada tauhidullah, mengikhlaskan ibadah semata-mata kepadanya, melarang dari kesyirikan, bid'ah, dan kemakshiatan, serta menasehati jama'ah-jama'ah yang menyeleweng tersebut dari manhaj yang benar.

Jika jama'ah-jama'ah tersebut kembali kepada kebenaran, maka boleh bekerja sama dengannya, jika mereka berketatapan hati untuk terus dalam penyelewengan, maka wajib dijauhi, dan berpegang teguh dengan Kitab dan Sunnah. Dan kerja sama dengan jama'ah-jama'ah yang berpegang teguh dengan Kitab dan Sunnah, adalah dalam segala hal yang mengandung kebaikan dan ketaqwaan, dalam hal pertemuan-pertemuan, muktamar-muktamar, taklim-taklim, ceramah-ceramah, dan segala hal yang bermanfaat kepada Islam dan kaum muslimin.

http://almanhaj.or.id

Soal Kuliner Halal Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga

Hidayatullah.com–Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim, sudah selayaknya di Indonesia tersedia produk pangan, obat-obatan, dan kosmetika yang halal. Dalam bidang kepariwisataan ketersediaan kuliner halal juga semestinya menjadi perhatian banyak pihak. Karena tersedianya kuliner halal ini diyakini dapat mendongrak kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.
Berangkat dari persoalan ini, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai lembaga terpercaya dalam melakukan sertifikasi halal menyelenggarakan seminar bertajuk “Ketersediaan Kuliner Halal dalam Menyukseskan Visit Indonesia”.
Dalam rilisnya yang diterima hidayatullah.com, LPPOM MUI menyebutkan jika ketersediaan kuliner halal merupakan salah satu strategi untuk menarik minat wisatawan asing. LPPOM MUI memberikan contoh negara-negara tetangga yang sangat maju dalam penyediaan kuliner halal di bidang kepariwisataan. Negara-negara itu antara lain, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Seminar yang berlangsung Rabu, 6 April 2011di Hall D JIEXPO Kemayoran, Jakarta ini menghadirkan pembicara, antara lain dari Kementerian dan Kebudayaan RI, LPPOM MUI, PHRI, APJI, dam Asosiasi Chef Profesional.
Selain itu, pada kesempatan ini pula LPPOM juga meluncurkan Halal Directory 2011, sosialisasi program Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2011, dan penyerahan Sertifikat Sistem Jaminan Halal (SJH) kepada PT Unilever Indonesia Tbk yang dinyatakan lulus audit halal.
PT Unilever merupakan perusahaan pertama yang memperoleh Sertifikat Halal dari LPPOM MUI pada April 1994.Knapa bisa demikian???? pikirkanlah baik-baik dalam diri kita msing-masing...

Rep: Ibnu Syafaat
Red: Cholis Akbar

12 Mei 2011

KAFE

BPPI mengadakan Kajian Fakultas Ekonomi (KAFE)
pengen tau tentang NII
apa seh mereka,bahaya nya apa buat kita ?
ikuti kajian FAK ekonomi 12 mei 2011@gedung baru FAK ekonomi
pkl 15.45
dengan tema "BAHAYA, NIIMENGINTAI KITA"
DAPATKAN ILMU, TEMAN,SNACK
GRATIZZZZZZ
AJAK TEMEN2 YA

Kerjasama BPPI, Kei FE UNS & KMM D3

11 Mei 2011

Hafalan Alquran Dapat Mencegah Berbagai Penyakit

Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:

1. Pikiran yang jernih.
2. Kekuatan memori.
3. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
4. Senang dan bahagia.
5. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
6. Mampu berbicara di depan publik.
7. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
8. Terbebas dari penyakit akut.
9. Dapat meningkatkan IQ.
10. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.

Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)

4 Mei 2011

KAFE Spesial

assalammu'alaykum kawan mahasiswa muslim FAKULTS EKONOMI UNS
KEMBALI HADIR KAFE FE UNS !!!!

rasakan nikmatnya menu santapan rohani di KAFE FE UNS
KAFE yang bukan sembarang KAFE
KAFE yang menyediakan semua yang bisa bikin kamu, kamu dan kamu menikmti lezatnya menu-menu iman dan islam
1. menyediakan menu spesial dari BPPI, KMM, KEI
2. disajikan tiap hari Kamis jam 15.30 @Ruang Sidang II FE UNS atau menyesuaikan

Special Edition Menyambut Milad KEI FE UNS
ayoo rame2 ajak teman-temanmu buat hadir di KAFE

Kamis 5 Mei 2011 @RS II
tema : liberalisasi ekonomi dari sudut pandang islam

dengan kejutan-kejutan menarik didalamnya
mau tau???
makanya ayo tongkrongin KAFE FE UNS
yang ngaku anak ekonomi ayo datang ^^

Wajib Atas Setiap Muslim Menerapkan Hukum Allah Dalam Segala Aspek Sesuai Dengan Kemampuannya

Kewajiban setiap muslim adalah beramal sesuai dengan kemampuannya, Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya. Menegakkan tauhid dan ibadah yang benar tidak mesti disertai dengan menegakkan daulah Islamiyah di negeri-negeri yang tidak berhukum dengan apa-apa yang Allah turunkan, karena hukum Allah yang pertama kali wajib ditegakkan adalah menegakkan tauhid. Dan tidak diragukan lagi, ada perkara-perkara khusus yang terjadi pada sebagian masa, yaitu uzlah (mengasingkan diri) lebih baik daripada bercampur baur, sehingga seorang muslim mengasingkan diri di suatu lembah atau tempat terpencil, dan dia beribadah kepada Rabbnya, selamat dari kejahatan manusia kepadanya dan dari kejahatan dirinya kepada manusia. Perkara ini terdapat dalam hadits-hadits yang sangat banyak, meskipun hukum asalnya seperti terdapat dalam hadits ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma.

"Artinya : Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar terhadap kejahatan mereka lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar terhadap kejahatan mereka" [1]

Maka, daulah Islamiyah -tidak diragukan- sebagai sarana untuk menegakkan hukum Allah di bumi, dan bukan tujuan.


Dan termasuk hal yang mengherankan telah menimpa kepada sebagian da'i yaitu : Mereka memberikan perhatian kepada perkara-perkara yang tidak mampu dilaksanakan dan meninggalkan kewajiban yang mudah bagi mereka untuk melaksanakannya !! Yaitu dengan berjihad melawan hawa nafsu mereka sebagaimana yang dikatakan oleh seorang da'i muslim yang memberi wasiat kepada para pengikutnya dengan ucapannya :

"Artinya : Tegakkan daulah Islam dalam diri-diri kalian, niscaya akan tegak daulah Islam itu di bumi kalian".

29 Apr 2011

launching Tahsin dan tahfidz

Bersama Ustat Rudi al-Hafidz
Jum'at 29 April 2011
di Ruang Sidang2 FE UNS
Teruntuk Pengurus BPPI

dan Umum

Mari kita Tumbuhkan semangat Mempelajari Al Quran

Kajian Fakultas Ekonomi (KaFE)

Bersyukur Dalam Luang Maupun Sempit

kemarin kamis 28 April 2011 kembali mengadakan kajian rutinnya yang bertema “Bersyukur Dalam Luang Maupun Sempit”. Kajian yang bertempat pada ruang sidang 2 FE ini dimulai pada pukul 15.45 WIB dan diisi oleh Ustadz Krisna.

Isi dari kajian ini diantaranya adalah membahas tentang bagaimana memposisikan diri untuk selalu bersyukur. Pada dasarnya syukur merupakan salah satu bagian dari iman, sedangkan bagian yang lainnya adalah sabar. Sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk selalu bersyukur pada setiap nikmat yang telah kita dapat. Dan ketika kita sedang ditimpa musibah kita harus sabar dalam menghadapinya. Syaitan dapat menggangu manusia dari segala arah. Untuk itu kita butuh sebuah “perisai” untuk melindungi diri. Bersyukur adalah salah satu bentuk “perisai” yang dapat kita gunakan untuk melindungi diri kita dari godaan syaitan yang terkutuk.

27 Apr 2011

MADRASAH BPPI 4

senin tanggal 25 april 2011
masjid Nurul Huda dilantai 1 BAGIANM sELATAN.
Pukul 16.00 WIB
oleh Ustadz Kholid, S.H.
Sirah Nabawiyah.

Dalam kesempatan kali ini, Ustadz Kholid membahas
Aspek-aspek persiapan sebelum rasulullah diangkat:
1. Ruhiyah
2. Psiqologis
3. Finansial
4. Fisik

Dan ujian-ujian yang dilalui oleh Rasulullah SAW sebelum beliau diangkat menjadi Rasul. Setelah itu dibahas pula mengenai proses penurunan shalat kepada beliau. Kemudian Rasulullah mengajarkan shalat kepada istri dan sahabat-sahabat beliau yang sudah memeluk agama islam.

25 Apr 2011

Madrasah BPPI

Temen2 BPPI jangan lupa y....

Hari ini ada apa??
Ada Madrasah Tempatny di NH lantai 1 sebelah selatan
Pembicara Ust Kholid
Materi Lanjutan Sirah Nabawiyah

ilmu itu sangat mahal temen2, jd jangan disia2kn yang gratisan ni

ok.

21 Apr 2011

PALESTINA BUMI ISLAM

Hati kami seolah2 terkoyaK mendengar rintihan MU
Tubuh kami pun turut merinding mendengar jeritan mu.

PALESTINA!!!

OH... PALESTINA
Kapan? sampai kapan?
Tanah ini
Bumi para rosul ini
Akan kembali menampakkan senyumannya, akan kembali terelihat indahnya kubah al Aqsa yang menjadi kebanggaan umat muslim di dunia.

ya.... Allah Engakaulah yang maha Kuasa, Engkau yang maha Adil
Kami yakin akan janji mu.
kebebasan PALESTINA akan datang, sabarkanlah saudara-saudara kami yang sedang berjuang demi keyakinan dan harga diri agama mu.

jadikanlah kami bagian dari mereka, meskipun raga ini belum bisa menyentuh bumi PALESINA, namun hati dan ruh ini selalu berda di sana.

SAVE PALESTINA
PALESTINA TANAH KITA JUGA

19 Apr 2011

Ketahuilah Dunia Bukan Tempat Kenikmatan

oleh Sheikh Yusuf Qardawi
Salah satu faktor yang membantu manusia memiliki sikap sabar, khususnya terhadap musibah dan kesulitan, adalah pandangannya terhadap dunia. Manusia yang memiliki pandangan yang jelas tentang dunia, maka ia akan menjadi manusia yang sabar.

Hakekatnya dunia bukanlah surga tempat kenikmatan dan juga bukan tempat yang abadi. Ia hanya berupa cobaan dan pembebanan (taklif). Manusia diciptakan di dalamnya untuk diuji guna memeprsiapkan kehidupan yang abadi di akhirat. Siapa yang telah mengetahui watak kehidupan dunia seperti ini, maka ia tidak akan dikejutkan oeh "malapetaka" dunia. Sesuatu yang datang dari dalam kehidupannya, maka tak asing lagi bagi kehidupannya.

Tetapi bagi orang-orang yang memandang kehidupan dunia ini sebagai jalan llyang penuh ditaburi bunga dan aroma, maka apabila ia tergelincir sedikit saja, akan dirasakannya sangat berat dan sulit, karena sebelumnya tidak pernah membayangkannya.

Ali bin Ali Talib pernah ditanya tentang dunia, kemudian menjawab, "Apa yang dapat aku katakan tentang dunia yang awalnya tangis, tengahnya kesengsaraan, dan ujungnya ketidak abadian ?"

Sesungguhnya kebahagiaan dunia itu laksana mimpi orang-orang yang sedang tidur seperti bayangan. Jika membuatnya tertawa sejenak maka akan membuatnya bahagia sehari, maka akan membuatnya sengsara setahun. Jika menghiburnya sebentar, maka akan menyedihkannya secara berkepanjangan.

Tak ada yang kekal di dunia ini, dan yang kekal hanyalah Allah Azza Wa Jalla, setiap saat kehidupan ini berubah, dan selalu berganti-ganti. Adakalahnya sedih dan adakalnya bergembira. Kehidupan yang kekal hanyalah di akhirat. Janganlah terpedaya dengan kehidupan dunia yang palsu ini. Wallahu'alam.

Eramuslim.com

Madrasah BPPI 3

Madrasah BPPI kembali mengadakan kajian rutin yang bertema “SIRAH RASULULLAH SAW”
senin, 18 April 2011
jam 16.00 WIB
Pembicara Ustadz Kholid, S.H.
Tempat aula sebelah timur Nurul Huda(NH).
Kajian ini diselenggarakan oleh bidang kaderisasi BPPI FE UNS
Acara ini diadakan karena mengingat penting sejarah kerasulan nabi Muhammad SAW dari beliau lahir sampai beliau dianggat menjadi Rasul.
Isi dari kajian tersebut adalah Rasulullah lahir ditengah keluarga Bani Hasin pada hari senin pagi, 12 Rabbiulawal tahun gajah. Disebut tahun gajah karena bertepatan dengan peristiwa penyerangan Ka’Bah oleh Abraham dengan tentara gajahnya. Penyerangan ini di abadikan oleh Allah daram surah Al Fiil ayat 1-5.

16 Apr 2011

Nabi Muhammad juga nabi umat hindu???




New Delhi, India

Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul "KALKY AUTAR" (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.

Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.

Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri "KALKY AUTAR" sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.

Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.

Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya "ABDULLAH". Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya "AMINAH". Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya MINAH.

Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebiuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.

Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra' Mi'raj dimana Rasullah mengendarai Buroq.

dikutip dari http://van.9f.com/article_islam.htm

13 Apr 2011

KAFE

Kupinang engkau tanpa bunga..
Kokoh dan suci transksi kita..
Kutambtkan hati dgn syariah..

To be continue..
...
Penasaran??

Yok kmbli tongkrongin KAFE,
dgn jdl "Mengapa sich HARUS ber-Ekonomi Islam??
Tentunya dgn pemateri yg brkompten,
Kamis,14April pkl 15.45@RS 2.
Dptkan.!!
Ilmu,snack,n teman..
GRUATISS!!!

MADRASAH BPPI

Judul : Sejarah Bangsa Arab Hingga Nasab Nabi Muhammad SAW

What : Madrasah BPPI, program rutin pembinaan pengurus BPPI 2011 yang isinya ada tatsqif (kajian), dan tahsin, serta tahfidz Qur’an.

When : Hari senin, 11 april 2011 jam 16.00 WIB.

Where : Ruang Sidang 2 FE UNS.

Who : Penyelenggara kegiatan yaitu bidang kaderisasi BPPI FE UNS sebagai pengelola madrasah dikoordinasi oleh Mudzir (direktur) yaitu akh M.Syukron. Dan sebagai pembicara yaitu ustadz Kholid, S.H. (pengajar pesma Tanwirul Fikr).

Why : Diadakannya acara ini karena mengingat pentingnya tsaqofah Islamiyah bagi para pengurus BPPI, terutama sebagai bekal dalam menjalani aktivitas dakwah.

How : Adab-adab umum :
1. Menghadirkan niat untuk mencari keridhoan Allah dalam semua proses pelaksanaan takwin Madrasah BPPI.
2. Meyakini urgensi dan kewajiban takwin Madrasah BPPI pada pengurus untuk kemudian siap bertadhiayah dalam mendukung kelancaran proses takwin Madrasah BPPI.
Adab-adab khusus :
1. Hadir secara teratur dan tepat pada waktunya, jam 16.00.
2. Mengirimkan pemberitahuan jika tidak hadir dilengkapi dengan sebab ketidakhadiran maksimal 1 jam sebelum acara (jika tidak, akan dianggap membolos), ke pengelola.
3. Membawa alat tulis dan muhaf Al Qur’an mandiri di dalam kelas.
4. Berusaha aktif dalam kelas.
5. Hadir dan mengikuti ujian dengan baik dan tertib.
Syarat ujian Madrasah BPPI :
1. Tatsqif (senin sore) : hadir minimal 12 X pertemuan
2. Tahsin dan tahfidz : hadir minimal 12 X pertemuan
3. Bagi yang belum memenuhi dan belum pernah hadir harap mengikuti matrikulasi sehari sebelum ujian dengan pengelola.
Ada 3 agenda utama yaitu Tatsqif, Tahsin, dan Tahfidz. Ketiga-tiganya dilaksanakan sepekan sekali. Dalam setiap pertemuan para peserta diharapkan membawa KRS yang telah dibuat oleh pengelola untuk menjaga kedisiplinan para pengurus BPPI FE UNS. Kompnen penilaian yaitu :
1.Penilaian Kehadiran :
(2 X jumlah kehadiran) + (1 X jumlah ijin) + (0 X jumlah alpa)
2 X jumlah pertemuan X 100
Keterangan : hadir 2 poin
ijin 1 poin
alpa 0 poin

2.Nilai Akhir Semester (khusus Tatsqif) :
(4 X nilai kehadiran) + (3 X nilai mid semester) + (3 X nilai ujian akhir semester)
10
Keterangan :
100 A+ Mumtaz (sempurna)
80-99 A Jayyid jidan (baik sekali)
65-79 B Jayyid (baik)
54-64 C Yafai (cukup)
0-54 D Nakis (kurang)

Ringkasan materi :
Rasul adalah menyempurna ajaran sebelumnya. Akhlak Rasul dalam Al Qur’an yaitu menghafal dan mengamalkan. Alasan mengapa islam diturunkan di Jazirah Arab dan tidak diturunkan dengan bahasa selain Arab adalah karena :
Dari segi geografis :
1. Pada zaman dahulu, masyarakat di Jazirah Arab adalah jahiliah.
2. Kekuasan terbesar Romawi dan Persia berada di Arab.
3. Posisi negara Arabsangat terbelakang.
4. Merupakan pintu masuk budaya, agama, seni, dan sebagainya karena berbatasan dengan negara Eropa.
5. Di Arab jarang sekali masyarakatnya yang dapat membaca dan menulis.
Dari segi ekonomi :
Karena wilayahnya tandus, maka perekonomian di Arab berpusat pada perdagangan dan peternakan (unta, keledai, kuda).
Dari segi sosial :
1. Tidak mengharagi sopan santun.
2. Sangat suka perang.