4.
Pemalu
Malu
adalah akhlak Islam
sebagaimana sabda Rasulullah SAW
Artinya : Sesungguhnya setiap agama
memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.
Malu
merupakan akhlak yang mulia, yang tumbuh untuk meninggalkan perkara-perkara
yang jelek sehingga menghalangi dia dari perbuatan dosa dan maksiat, serta
mencegah dia dari melalaikan kewajiban. Malu dapat ditumbuhkan pada diri
seorang pemuda Islam dengan cara mengenal Allah Azza wa Jalla dengan mengenal
keagungan-Nya, dengan menumbuhkan rasa malu, seorang pemuda muslim dapat
mencegah terjadinya perbuatan maksiat dan dari memiliki sifat malu juga
didapatkan manfaat yaitu ‘iffah (menjaga kehormatan) dan wafa' (setia). Malu
yang merupakan bagian dari Iman yang wajib, seharusnya dimiliki oleh setiap
Pemuda Muslim, pada kenyataannya saat ini rasa malu benar-benar ditinggalkan
oleh sebagian pemuda pemudi muslim, contoh sederhana pada seorang mahasiswi yaitu
yang dengan sesuka hatinya menggunakan pakaian yang tidak menutup aurat apalagi
jauh sekali dari yang sudah ditentukan oleh syari’at Islam, contoh sederhana
lainnya banyak juga pemuda yang kurang baik dalam bertutur kata tentu saja hal
itu bertentangan dengan budaya Indonesia
yang sopan dan bermartabat, bagaimana dapat membangun Indonesia yang
berkarakter apabila rasa malu saja sudah hilang dalam diri kita.
5.
Banyak
bershodaqoh, dermawan, menolong orang-orang yang susah, tidak bakhil/tidak
pelit.
Abu
Hurairah ra, Rasulullah SAW, bersabda: “Barang
siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan
melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang
menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan
di akhirat. Hadits tersebut pastilah membuat seseorang yang membacanya untuk
mudah dalam memberikan pertolongan kepada orang lain, bagaimana tidak, dengan
memberi pertolongan kepada orang lain yang sedang kesusahan, Allah menjanjikan
untuk memberikan kemudahan dalam urusan orang yang menolong tersebut. Sangat
diperlukan sifat saling tolong menolong dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, untuk hal ini pemuda muslim di Indonesia cukup baik dalam
penerapannya dengan melakukan suatu aksi penggalangan dana misalnya ketika
terdapat saudara kita yang mengalami suatu musibah. Akhlak ini juga dapat
diterapkan oleh mahasiswa dengan tidak pelit dalam berbagi ilmu, kemudian dapat
juga membuat berbagai macam karya yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarkat
luas.
Terdapat
suatu percakapan antara Rasululah SAW dengan sahabatnya yang semakin membuat
kita untuk berusaha memberikan pertolongan kepada orang lain, Pada suatu hari
Rasululah SAW ditanya oleh sahabat beliau : “Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah
dan apakah perbuatan yang paling
dicintai oleh Allah ? Rasulullah SAW menjawab : “Manusia yang paling
dicintai oleh Allah adalah manusia yang
paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain; sedangkan perbuatan yang paling
dicintai Allah adalah memberikan
kegembiraan kepada orang lain atau menghapuskan kesusahan orang lain. Dari
petikan percakapan diatas dapat kita simpulkan, bahwa Allah SWT mencintai orang
yang bermanfaat bagi orang lain dengan cara memberikan pertolongan, Siapalah
dari kita yang tidak ingin dicintai oleh Allah SWT?
6.
Lembut
Hatinya, mengingat mati dan akhirat, takut su’ul
khatimah
Karakter
masyarakat Indonesia yang sudah dikenal dunia dengan mempunyai sifat yang
lembut hati dan murah senyum tentunya perlu dipertahankan, salah satunya
melalui para pemuda muslim yang dapat mengaktualisasi kelembutan hati ini
dengan cara bertutur kata yang baik, tidak berburuk sangka, menghilangkan sifat
iri dengki, tidak menyakiti perasaan orang lain, dan sifat lainnya yang berhubungan
dengan kelembutan hati. Akhlak
selanjutnya ialah mengingat kematian, tidak ada kepastian dalam dunia ini
kecuali kematian, seperti yang sudah di firmankan Allah SWT “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui
(dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang
pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal,”
(QS. Luqman : 34) Kematian akan menyapa siapa pun, baik ia
seorang yang shalih atau durhaka, seorang yang turun ke medan perang ataupun
duduk diam di rumahnya, seorang yang menginginkan negeri akhirat yang kekal
ataupun ingin dunia yang fana, seorang yang bersemangat meraih kebaikan ataupun
yang lalai dan malas-malasan. Pemuda muslim sudah saatnya untuk selalu mengingat
kematian, Mahasiswa yang padat agenda kuliahnya dan memiliki kesibukan dalam
organisasi sudah selayaknya harus tetap berorientasi kepada Allah SWT, niatkan
selalu inna sholati wa nusuki wamahyaya
wamamati lillahi robbil alamin. Makhluk Allah Semuanya akan menemui
kematian bila telah sampai ajalnya, dengan tidak adanya satupun dari kita yang
tahu kapan kematian itu akan datang, maka semakin memicu pemuda muslim untuk
terus berbuat kebaikan, manfaat lain dari mengingat mati akan melembutkan hati
dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia. Kematian yang pasti dialami manusia
itu diharapkan untuk berakhir dengan keadaan yang baik, maka dari itu pemuda
muslim haruslah takut terhadap akhir kehidupan yang buruk (su’ul khatimah),
terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang meninggal dalam keadaan yang buruk,
yaitu kerusakan dalam aqidah, banyak melakukan maksiat, tidak istiqomah, dan
iman yang lemah, dan ketika sakratul maut tiba, cinta Allah semakin melemah
manakala ia melihat ia akan berpisah dengan dunia yang dicintainya.
Untuk
membentuk suatu negara menjadi negara yang berkarakter, terlebih dahulu harus
membentuk masyarakatnya menjadi berkarakter, dan pemuda muslim sebagai pasukan
pembangun bangsa dimasa yang akan datang perlu dibentuk akhlaknya dengan suatu
akhlak yang kuat dan berkarakter terpuji sesuai dengan syakhsiyah Islamiyah
(keperibadian Islam), disini melalui penerapan akhlak Salafush Shalih yang
sudah terbukti mampu untuk membangun sebuah bangsa, kemudian dipelajari dan
diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari daripada pemuda muslim, yang
diharapkan dengan penerapan akhlak Salafush Shalih dapat mewujudkan Baldatun
Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur yang merupakan cita-cita seluruh bangsa di dunia,
dan hanya dengan segala usaha dan kerjakeras beriring doa maka impian dan harapan
suatu kaum akan terlaksana melalui para pemuda muslimnya yang berkomitmen untuk
terus berada dijalan Allah SWT dengan memegang teguh aqidahnya.