Pages - Menu

Pages

14 Nov 2013

Ritual Berdarah Asyura Syi'ah



Pada tanggal 10 Muharram nanti atau disebut dengan hari Asyura, kita akan melihat ritual berdarah Syi’ah (baca: Rafidhah). Mereka sedih atas kematian Husain (cucu Rasulullah) saat itu sehingga mereka memukul dada, menampar pipi, memukul bahu, mengiris-ngiris kepala mereka dengan pedang sampai menumpakan darah. Sampai anak kecil pun mengiris kepalanya. Wallahul musta’an. Itulah salah satu kesesatan Syi’ah yang dapat ditemukan pada hari Asyura.




Kenapa Kelakuan Mereka Dikatakan Sesat?

Asyura dan Kebinasaan Kaum Zhalim



Kedhaliman dengan segala bentuknya adalah hal yang sangat dibenci dalam Islam. Walaupun yang didhalimi bukanlah orang-orang Islam. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Sesungguhnya Aku tidak akan berbuat dhalim. Aku juga jadikan kedhaliman sebagai sesuatu yang haram kalian lakukan. Maka janganlah kalian saling mendhalimi.”



Ketika pindah ke Madinah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura). Beliau bertanya, dan mereka menjawab, “Ini adalah hari baik. Ini adalah hari Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya (Firaun). Oleh karena itu Nabi Musa as. melaksanakan puasa pada hari ini.” Rasulullah saw. berkata, “Aku lebih berhak atas Nabi Musa daripada kalian.” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk mengikutinya.