Setelah melalui berbagai hal yang menyesakkan jiwa,
akhirnya lelaki tersebut sampai di tempat tujuannya, sebuah biara. Seorang
Rahib ahli ibadah menyambut lelaki tersebut dengan roman muka datar.
“Rahib yang
suci,” ujar lelaki tersebut, “Mungkinkah dosaku diampuni?”
“Memangnya apa
khilafmu?” Rahib tersebut balas
bertanya.
“Aku telah
membunuh,” lelaki tersebut agak
tercekat, “Sembilan puluh sembilan orang.
Mungkinkah dosaku diampuni?”

