Alkisah,
hiduplah seorang pemuda dengan kedua orang tuanya di lereng gunung. Suatu hari,
sang bapak menitahkan anak semata wayangnya, “Nak, tolong bawakan kotak ini ke
rumah kakek nenekmu. Tapi ingat! Jangan sekali-sekali membuka kotaknya.”
“Baik,
ayah!” sang anak menyanggupi.
“Tapi
batas waktunya,” sambung sang ayah, “hanya sampai matahari terbenam saja. Jika
matahari telah terbenam saat kau belum sempat menyerahkan kotak ini, maka
jangan kau melanjutkan perjalanan. Kembali lagilah ke rumah sambil membawa
kotak tersebut.”

